Skip to main content

Full text of "ebook tauhid dan jihad_1"

See other formats


PANDUAN 




tj\A, 46tyw^JUw& 



Penulis: 

Syaikh Abdul-Qoodir bin 'Abdul 'Aziz 

Penerjemah: 

Hassaan Muhaajir As-Sayyaari 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

PENGANTAR PENER JEMAH 



Al-Hamdulillaahi wa Kafaa, was-Sholaatu was-Salaam 'Ala 
Nabiyyihil-Musthofaa, Muhammadin wa 'Alaa 'Aalihi wa 
Shohbihi Ahlas-Shidqi wal-Wafaa.. . 

Amma ba'd.... 

Dengan rahmat dan taufik Alloh, Alhamdulillah kami 
bisa menyelesaikan terjemahan ini tanpa halangan berarti 
walau di sana masih banyak kekurangan yang perlu 
dibenahi di sana-sini. 

Buku yang ada di tangan pembaca ini disadur dari 
buku Al-'Umdah fi Ydaadil 'Uddah, Bab Ma'aalim Asasiyah fil- 
Jihad; sebuah risalah yang ditulis oleh seorang ulama 
mujahid Syaikh 'Abdul-Qoodir bin 'Abdul 'Aziz — semoga 
Alloh membebaskan beliau dari penjara thoghut — untuk 
memberikan panduan tentang bagaimana konsep 
memperjuangkan Islam menurut para ulama Islam madzhab 
Ahlus Sunnah wal Jama'ah. 

Banyak sekali masalah-masalah terkini kaitannya 
dengan jihad yang beliau kupas secara mendetail, seperti 
masalah istisyhadiyah (operasi bunuh diri), bagaimana jika 
dalam operasi jihad jatuh korban dari rakyat sipil, sampai 
kepada masalah perpecahan umat yang kian hari kian kronis 
serta solusi penanggulangannya, beliau menyebutkan dalil- 
dalil syar'i pada setiap masalah yang dikupas. 

Terkadang pembaca akan dibuat sedikit 
mengrenyitkan dahi, karena bahasa yang beliau gunakan 
begitu tegas dan apa adanya. Namun, begitulah tabiat 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

kebenaran, pahit dan panas bak bara api, tetapi bagi seorang 
yang mengaku beriman, kebenaran lebih didahulukan 
daripada apapun. 

Kita sebagai muslim awam — barangkali — , perlu 
membangun karakter seperti ini, yaitu menerima kebenaran 
(yang bersumber dari dalil Al-Qur'an dan Sunnah serta Ijma' 
Ahlus Sunnah) dimanapun dan kapanpun kita jumpai. 
Sejauh mana konsistensi kita memegang Islam dengan benar, 
sejauh itu pulalah tamkin (kekuasaan di muka bumi) yang 
Alloh berikan kepada kita, jika selama ini kemenangan yang 
kita harapkan tak kunjung datang, itu tidak lain karena sikap 
longgar kita dalam memegang Islam. Coba kita lihat 
kehidupan para sahabat, ketika mereka teguh memegang 
Islam (dalam arti yang sesungguhnya) dan jihad, semakin 
mantap pula tamkin yang Alloh berikan kepada mereka. 

Kita juga tahu, bahwa Alloh tidak akan merubah 
kondisi suatu kaum kecuali mereka merubah diri mereka 
sendiri. Nah, bagaimana kita akan mengadakan perubahan 
kalau kita tidak mengerti ilmu untuk melakukan perubahan? 

Buku ini diharapkan akan membuka wacana ilmu, 
terutama bagi mereka yang terjun di dunia pergerakan Islam 
(Shohwah Islamiyah), agar mereka memperjuangkan Islam 
bukan atas dasar kejahilan, supaya mereka bergerak didasari 
ilmu yang benar, sehingga kemenangan yang 
diharapkanpun bisa diraih. 

Akhirnya, hasbunalloohu wa ni'mal-Wakiil, semoga 
buku ini turut memberikan andil dalam perjuangan umat 
dalam rangka menyongsong kemenangan Islam yang pasti 
akan tiba, sesungguhnya Alloh tidak pernah menyalahi janji- 

Nya. 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
Selamat membaca! 

Bumi Hijrah, Dzulhijjah 1425 H 

Al-Faqiir Ilallooh 

Hassaan Muhaajir As-Sayyaari 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

PANDUAN FIKIH JIHAD FII 
SABIILILLAH 



Jika berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan Sunnah 
menjadi pelindung agama Islam agar tetap berada di atas 
prinsip-prinsipnya yang baku dan melindunginya dari 
orang-orang Islam sendiri yang mencoba mempermainkan 
ajarannya, maka jihad menjadi penjaga Islam dan 
pemeluknya dari serangan orang-orang yang memerangi 
serta menentangnya. Hal ini terkumpul pada satu ayat yang 
tercantum dalam surat Al-Hadid: 

% ^ o ^ o ^ ^o ^ i ^ o ^" a "° "& o ■*' 

ijjaj] (jl JjIaIIj Cju£JI fy*A Uljjlj CjujjjIj ULujj UIujjI j^I 

aIiI aU.JiJ (JjjUII xiU-aj Jj^Jj ^jjjU 4_i3 JU-lkll UJ jjlj HuillU ^jjjUJI 

JJ jc (j j3 <Aill (jl t . m 1U AJ-ujjj aj>^ilj ^j-a 

Artinya: " Sesungguhnya Kami telah mengutus Rosul-Rosul Kami 
dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami 
turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya 
manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi 
yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manjaat 
bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan 
supaya Alloh mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan 
Rosul-Rosul-Nya padahal Alloh tidak dilihatnya. Sesungguhnya 
Alloh Maha Kuat lagi Maha Perkasa" x 

Ibnu Taimiyah berkata: "Agama ini tidak akan tegak 
melainkan dengan Al-Qur'an, keadilan dan besi; Qur'an 



QS. Al-Hadid:25 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

sebagai petunjuk dan besi sebagai pembelanya". 2 Beliau 
mengulang perkataan ini beberapa kali di beberapa tempat 
yang sudah saya sebutkan sebelumnya. 3 

Di sini, akan saya sebutkan, Insya Alloh, panduan- 
panduan prinsip yang menjadi titik tolak dilaksanakannya 
jihad, berikut tujuan puncak serta urgensinya dalam 
menjamin keberlangsungan agama ini. 

Sebagian panduan ini — khususnya lima panduan 
pertama — merupakan bagian dari aqidah seorang muslim 
kaitannya dengan ketentuan dan takdir Alloh SWT. Kelima 
prinsip ini harus diperhatikan betul oleh seorang muslim 
agar ia mengerti dasar permusuhan dia dengan orang-orang 
kafir serta tujuan jihad dan perang yang ia lakukan. Kelima 
prinsip ini bisa juga kita istilahkan sebagai "Akidah Jihad 
kaum muslimin". 

Pasukan manapun, ka£ir sekalipun, pasti memiliki 
keyakinan perang, atas dasar keyakinan itulah ia perangi 
orang lain. 4 Dari sini, perangkat support moral termasuk 
perangkat terpenting pada pasukan manapun meskipun 
namanya berbeda-beda. Perangkat inilah yang berperan 
menanamkan keyakinan dalam jiwa prajurit. Hatta pada 
pasukan ateis sekuler, mereka juga membuat keyakinan 
sendiri sebagai landasan yang bersumber dari bisikan- 
bisikan syetan, 



2 Majmu' Fatawa (35/36) 

3 Bukan dalam buku ini, tapi dalam risalah beliau Al-'Umdah Fi 1'daadil 
'Uddah, penerj. 

4 Setiap huruf yang ditulis tebal dalam buku ini, menunjukkan sebuah 
point penting yang harus diperhatikan oleh pembaca, demikian 
dinyatakan oleh penulis buku ini, penerj. 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

I jl £a jjj (Jjjal^l ^lc- £jjaU2il! UL-jI Ul jj £11 

Artinya: " Tidaklah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim 
syaitan-syaitan itu kepada orang kajir untuk menghasung mereka 
berbuat ma'siat dengan sungguh-sungguh?" 5 

Misalnya keyakinan bahwa etnis mereka lebih baik 
dari etnis lain, mereka ingin menyebarluaskan keyakinan 
dan kebudayaan mereka kepada manusia. Ada juga doktrin 
membela tanah air dan bangsa, dan masih banyak 
kepentingan lain yang mendorong tentara untuk berperang. 

Semua keyakinan ini, baik yang diyakini pasukan 
mukmin maupun kafir, semuanya bermuara kepada satu hal 
yaitu: menganggap dirinya berada di atas kebenaran 
sedangkan musuhnya berada di atas kebatilan sehingga ia 
harus diperangi. 

Perhatikan kata-kata 'Umar bin Khothob ra. kepada 
Nabi SAW pada saat perjanjian Hudaibiyyah, 'Umar 
mengatakan: "Bukankah kita berada di atas kebenaran dan 
musuh kita berada di atas kebatilan?" Beliau menjawab: 
"Benar" 6 

Perhatikan pula keyakinan yang dipegang orang- 
orang kafir bahwa mereka berada di atas kebenaran, Alloh 
SWT bertirman: 

U-A j-s uij AS > <ajl qa ^aSLkj^J (jl (jl-JJJJ (jIjaLuu (jljA (jj IjJlS 

^riall A^lgjjlaj Ua Jjj 

Artinya: "Mereka berkata: " Sesungguhnya dua orang ini adalah 
benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri 

5 QS. Maryam:83 

6 HR. Bukhori 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

kamu dengan sihimya dan hendak melenyapkan kedudukan kamu 
yang utama" . 7 

Adapun kita orang Islam, keyakinan kita tentang 
landasan jihad dapat diringkas sebagai berikut: 

Sesungguhnya Alloh — Jalla Sya'nuhu — telah 
ciptakan semua makhluk dan memerintahkan mereka semua 
untuk beribadah kepada-Nya, ini adalah perintah syar'i 
melalui lisan para Rosul-Nya. 

Selanjutnya, di antara mereka ada yang beriman serta 
ada yang kafir, dan memang beginilah yang dikehendaki 
Alloh SWT; Alloh menginginkan makhluk-Nya terbagi 
menjadi dua kelompok, ada yang beriman dan adapula yang 
kafir. 

Kemudian Alloh SWT menjadikan salah satu 
kelompok berkuasa atas kelompok lain. Alloh SWT 
berfirman: 



't a -' 



I ju^aj iSLj (j^J UJJ''* '^ '^ 3 U^ 1 * '.'' A^>^-»m l*il»-^j 

Artinya: "Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi 
sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah 
Tuhanmu Maha Melihat". 8 

Maka, Alloh SWT menjadikan orang-orang kafir 
berkuasa atas orang-orang beriman berdasarkan takdir-Nya, 
mereka siksa dan perangi orang-orang beriman. Tapi secara 
syar'i, Alloh SWT memerintahkan orang beriman untuk 
menguasai orang-orang kafir dengan menyeru mereka 
kepada petunjuk (Islam), berikutnya siapa yang 



7 QS. Thoha:36 

8 QS. Al-Furqon:20 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

membangkang harus diperangi sehingga kalimat Alloh SWT 
tinggi dan agama ini semuanya menjadi milik Alloh, sampai 
agama ini semuanya menjadi milik Alloh, sampai tidak ada 
lagi yang diibadahi di muka bumi ini selain Alloh SWT saja, 
tidak ada lagi sekutu bagi-Nya. 

Jadi, perseteruan antara mukmin dan kafir pada 
dasarnya adalah realisasi dari kalimat Laa ilaaha illallaah 
sebagaimana sabda Rosululloh SAW: 

■g a - - - J* * $■ 

iHaj» jij %\ vi aji h (ji ij.^uG ^jiL (jjouii jjiii ji ^j^i 

aiil (Jjjjjj 

Artinya: "A/cw diperintah memerangi manusia sampai mereka 
mengucapkan Laa ilaaha illallaah dan Muhammad Rosululloh". 9 

Beliau juga bersabda, 

AA t£JJJ^u 2 e^.j aJJl ,jj*j ^j-l^. t tjmlb A£.LuaJl (_£.jj jjj t LUU 

"A/c« diutus menjelang hari kiamat dengan pedang sampai Alloh 
sajalah yang diibadahi, satu-satunya dan tiada sekutu bagi-Nya". 
10 Jadi, jihad adalah sarana untuk merealisasikan tauhid. 

Inilah yang dikehendaki Alloh SWT, Dzat yang Maha 
Melindungi, Alloh menghendaki dunia ini menjadi negeri 
ujian bagi hamba-hamba-Nya untuk memberikan balasan 
kepada mereka pada hari kiamat sesuai amalan-amalan yang 
telah mereka kerjakan. Alloh SWT bertirman: 

j( jiaxJJ .-i^r^i» j IjJJJJ (j^JJ M ia jI^aJJV *&l £UjJJ jJj ^Ij^ 



9 Muttafaqun 'Alaih 

10 HR. Ahmad dari IbnuUmar 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Demikicmlah, apabila Alloh menghendaki niscaya Alloh 
akan membinasakan mereka tetapi Alloh hendak menguji 
sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain" . u 

Alloh SWT juga berrirman: 

* ii • *- '•- •:*. -<i • *- • , • - °- v» o - 11 , •' - * .-- 

J^' cs-? L^J^J <^J' C5? l^J 3 5^ ^J » £*P ?Jd jf"J 
<_iA__^) ,__ c-L-b (j-a (Ji--u (jjJj -__-lj AJal Ag U^i -Iil c.L_ jlj 

J^ ^J <JT?J U? f-^ ^* jjilU--! j 

" ...serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul 
(kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk 
jannah dan segolongan masuk naar. Dan kalau Alloh menghendaki 
niscaya Alloh menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia 
memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat- 
Nya. Dan orang-orang yang zhalim tidak ada bagi mereka seorang 
pelindungpun dan tidakpula seorang penolong" . n 

Baik yang kafir maupun yang mukmin, semuanya 
adalah makhluk dan hamba Alloh, baik secara sukarela 
maupun terpaksa. Ubun-ubun mereka ada di tangan-Nya, 
keputusan-Nya adil atas mereka, kita beriman terhadap 
qodho dan qodar Alloh, yakin terhadap hikmah-Nya, 
tunduk terhadap perintah syar'i-Nya, Alloh SWT Maha Suci 
lagi Maha Tinggi, tidak ditanya tentang perbuatan-Nya dan 
merekalah yang akan ditanya. . . 

Pemaparan di atas akan kita terangkan secara lebih 
rinci pada beberapa bagian berikut ini: 



11 QS. Muhammad:4 

12 QS. Asy-Syuuro:7-8 



10 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



/ \ 

PANDUAN PERTAMA 

Alloh berfirman: 

qjA±*jA V) (JjaJ^Ij (j^ (JjSla Laj 

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia 

melainkan supaya mereka menyembah-Ku.. " 

(QS. Adz-Dzaariyaat:56) 

V / 



Ibadah adalah melaksanakan syariat Alloh SWT yang 
disampaikan melalui lisan para Rosul-Nya — 'Alaihimus 
Salam — ; tidak ada satu umatpun dari makhluk Alloh 
melainkan telah diutus seorang Rosul kepada mereka. Alloh 
SWT bertirman: 

djollall Ij/n-^lj idll Ij-jjcI (jl Vjuij 4-*l cJ^ /«i liluu .aaij 

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rosul pada 
tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Alloh (saja), dan 
jauhilah Thoghut itu" . u 

Juga bertirman: 

jjAJ t^uS ^la. V) 4Ja( j-a jjj 

Artinya: "Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada 
padanya seorang pemberi peringatan." u 



13 QS. An-Nahl:36 

14 QS. Fathir:24 

11 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Agar hujjah Alloh SWT tegak terhadap makhluk-Nya 
sejak penciptaan Adam AS hingga datangnya hari kiamat, 
Alloh SWT bertirman: 

(JjuijjI jju 4-2^. Alil ^jic jjoIjjj jj^J ^JJ jjjjjjaj jjj-kiia ^iLuij 

Artinya: "(Mereka Kami utus) selaku Rosul-Rosul pembawa berita 
gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi 
manusia membantah Alloh sesudah diutusnya Rosul-Rosul itu." 15 

Seorang Rosul diutus pada umat dimana ia hidup 
bersama mereka, sepeninggalnya nanti para pengikutnyalah 
yang menyampaikan risalah. Alloh SWT bertirman: 

ff^ Ijjjj ^ij^j t$J>l ^i cIjajj JIL c^jall ^^ ^Ijj jl£ Uj 

Ujul 

- •* 

Artinya: "Dan tidak adalah Robbmu membinasakan kota-kota, 
sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang Rosul yang 
membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka." 16 

Setelah seorang rosul meninggal, para pengikutnya 
mengemban amanah untuk menyampaikan risalah sehingga 
hujjah Alloh SWT tetap tegak terhadap semua makhluk-Nya 
sebagaimana sabda rosul kita Muhammad SAW. Beliau 
bersabda: 



CjjUJI ^Sla jALill £JJj] 

Artinya: "Hendaknya orang yang hadir menyampaikan kepada 
yang tidak hadir. " 



15 QS. An-Nisa':165 

16 QS. Al-Qoshosh:59 



12 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
Beliau juga bersabda: 

Aj! jlj Jic Yydi 

Artinya: '' ' Sampaikanlah dariku meski hanya satu ayat." 
Beliau juga bersabda: 

Artinya: "Ulama adalah pewaris para nabi." 

Beliau juga bersabda: 

Js „ ^ * „ „ „ „ 

M jkli 4-a_jUJ U&\ qa 4iy^Ua l}\'ji V 

Artinya: "Akan selalu ada satu kelompok dari umatku yang 
melaksanakan perintah Alloh." 

Semua hadits ini adalah shohih. 

Perintah kepada hamba adalah bersitat syar'i, artinya 
Alloh SWT mensyariatkannya melalui lisan para rosul-Nya, 
tetapi tidak selalunya semua makhluk menyambut perintah 
ini. Alloh SWT ciptakan makhluk untuk beribadah kepada- 
Nya serta memerintahkan hal itu melalui lisan para Rosul- 
Nya, kemudian para makhluk itu ada yang mau beribadah 
kepada Alloh SWT dan ada juga yang tidak. 



13 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



PANDUAN KEDUA 

Alloh berfirman: 

ijjil^j * J 6«^'J 4-*' (J^jjI (J*7> i ^J £^> JJJ 

"Jikalau Robbmu menghendaki, tentu Dia 

menjadikan umat yang satu, tetapi mereka 

senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang- 

orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan 

untuk itulah Alloh menciptakan mereka". 

(QS. Hud:118-119) 



J 



Artinya, Alloh SWT menciptakan mereka memang 
untuk berbeda, baik dari segi agamanya, keyakinan dan 
pendapatnya. Inilah tatsiran yang masyhur dan shohih dari 
ayat di atas sebagaimana dikatakan Ibnu Katsir (11/465) 

Alloh SWT berrirman 

C5-^ ^J' O^ ^* 1 ?' J?J OJ^Jt * ^J ^ ^&^ ^-^ Oi^ o\ 

' $ "^"9^~^"Q^^ ■'■' t " ? 

^jS Vj UuUj] l^iija Ciial Ajja Cul£ Vjla fJVI CjI.i*jI Ijjj 

aAlj*ILaj UjjjI iiUkll /^3 (CJiJI CjIjc. Ag V- ULi£ IjLal UaJ JjoJjJ 
Cijlal Uua?> A^K (>=>jVI ^ j-a j-aV ^ljj ^ljui jlj JJA. ^l 

jjj-aj-a I jJjSj /yJ^ jJoUil e j£j 

14 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: " Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap 
mereka kalimat Robbmu, tidaklah akan beriman. Meskipun datang 
kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka 
menyaksikan azab yang pedih. Dan mengapa tidak ada (penduduk) 
suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanjaat kepadanya 
selain kaum Yunus tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, 
Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam 
kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai 
pada waktu yang tertentu. Dan jikalau Robbmu menghendaki, 
tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. 
Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka 
menjadi orang-orang yang beriman semuanya" 17 

Alloh SWT memang menghendaki makhluk-Nya 
terbagi kepada mukmin dan kafir, sebuah kehendak kauniyah 
qodariyyah yang pasti terjadi. Alloh SWT berrirman: 

Artinya: " Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki 
sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah 
ia." 18 

Dan Alloh berf irman: 

r°. *t. ? > * - - 
I jjSLa \ jia M y*\ (jl^j 

Artinya: "Dan adalah ketetapan Alloh itu suatu ketetapan yang 
pasti berlaku." 19 

Maka makhlukpun terbagi kepada kelompok yang 
mukmin dan yang kafir. Alloh SWT bertirman: 



17 QS. Yunus:96-99 

18 QS. Yaasin:82 

19 QS. Al-Ahzab:38 

15 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

qaja *\\aj j3\h Wi^ -->>q\-s q5^ji jA 

Artinya: "Dia-lah yang menciptakan kamu maka diantara kamu 
ada yang kafir dan diantaramu ada yang beriman. " 20 

Semua ini terjadi setelah tadinya mereka semua 
beriman, berawal ketika Alloh SWT ciptakan Adam AS 
sebelum akhirnya timbul kesyirikan pada diri anak Adam, 
sebagaimana tirman Alloh SWT: 

>', , , s i i 



Artinya: Dan Manusia itu dahulunya hanyalah satu umat, 
kemudian mereka berselisih." 21 

Ibnu Katsir berkata: Ibnu 'Abbas berkata: "Rentang 
waktu antara Adam dan Nuh adalah sepuluh abad, semua 
orang berada di atas Islam, setelah itu terjadilah perselisihan 
antara mereka; di antara mereka ada yang mulai 
menyembah patung, membuat tandingan selain Alloh SWT 
dan beribadah kepada berhala-berhala; ketika ini terjadi 
maka Alloh mengutus para rosul dengan membawa ayat, 
keterangan serta hujjah-hujjah-Nya yang sangat jelas dan 
bukti-bukti-Nya yang tak terbantahkan, 

4j[\l ^jc, *^ qa U^j j <jjj ^jc, i^jUA (j-a i-^ugj' 

. . . agar yang binasa itu binasa atas keterangan yang nyata, 
dan yang hidup itu hidup atas keterangan yang nyata..." 
Sampai di sini perkataan Ibnu Katsir. 



20 QS. At-Taghobun:2 

21 QS.Yunus:19 



16 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Saya katakan: "Tatkala muncul kekuturan pada diri 
anak Adam, Alloh SWT mengutus para rosul, sebagaimana 
rirman Alloh SWT: 

(jjilj (jJj.iiJaj (jJjJalJa (jJJJJjl <&l CjxJfl Si^lj AJal (jjoUjl (jli 

4ua I jaILi.1 Uua (JjoUjI jjj A^^ji Jj^jIj Cju£jI Ag * ^ 

Artinya: "Manusia itu adalah ummat yang satu. (Setelah timbul 
perselisihan), maka Alloh mengutus para nabi, sebagai pemberi 
kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Alloh menurunkan 
bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di 
antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan." 22 

Meskipun Alloh SWT telah mengutus para rosul-Nya 
dengan membawa keterangan dan hujjah yang jelas, 
perselisihan yang bersitat Cjodari ini terus terjadi; manusia 
terbagi kepada kelompok mukmin dan kafir, peperangan 
antar dua kelompokpun tak terelakkan, sebagaimana tirman 
Alloh SWT. 

f-$Jj ^ul ?*& ^j-a Ag 'i<v (J^ 1 *. 1 (s^- A<£ ^<a*J tjliJafl (Jjgjjjl iSiJJ 
(jjOall 7"jjtf suJjIj CjUjjjI p^j-a (jjl /g^ »nr. IjjjIj CjUwjJ Ag I>iim 
CjUjjjI A^Jc-Lk La J*J ^j-a A&.JJU qa jjjjl (JJJSl t-a alll £Lji jlj 
Ijllial Li Alll f\Jji jlj ji£ ^j-a A^Laj qa\ qa Ag i<^ Ijjjj^l j^J 

AuS ^ U*^ &l <jfJj 

Artinya: "Rosul-Rosul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka 
atas sebagian yang lain; Di antara mereka ada yang Alloh berkata- 
kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Alloh 
meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada 'Isa 
putera Maryam beberapa mu'jizat serta Kami perkuat dia dengan 
Ruhul Qudus. Dan kalau Alloh menghendaki, niscaya tidaklah 



22 QS. Al-Baqoroh:213 

17 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah Rosul- 
Rosul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam 
keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara 
mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. 
Seandainya Alloh menghendaki, tidaklah mereka berbunuh- 
bunuhan. Akan tetapi Alloh berbuat apa yang dikehendaki-Nya." 

23 

Tidak ada seorang Rosulpun yang diutus melainkan 
pasti ada golongan dari kaumnya yang kufur, bahkan 
Rosululloh SAW bersabda tentang sebagian nabi yang 
datang pada hari kiamat: 

^kl Ajl-o (JjoJJ ig^\ C5"^J 

" ...dan datang seorang nabi sementara tidak ada seorangpun yang 
mengikutinya. " 24 

Alloh SWT kisahkan kepada kita contoh dari hal ini, 
Alloh SWT berrirman: 

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada 
(kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru): 
"Sembahlah Alloh." Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan 
yang bermusuhan." 25 

Tatkala rosul mengajak mereka untuk beribadah 
kepada Alloh SWT saja, maka mereka terpecah kepada dua 
kelompok dan terjadilah permusuhan antara mereka. 



23 QS. Al-Baqoroh:253 

24 Muttafaq 'Alaih, dari Ibnu 'Abbas 

25 QS. An-Naml:45 



18 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Demikianlah hingga Alloh SWT tutup para rosul dengan 
diutusnya Muhammad SAW, manusia masih terbagi kepada 
mukmin dan kafir, sebagaimana disebutkan dalam sebuah 
hadits: 

.«., . ., *. »'. «« , , , 
(_}J0.LUl (J-IJ (J^p .io*\ <1J 

Artinya: "...dan Muhammad telah 'memecah belah' umat 
manusia. " 26 

Ini akan terus berlangsung hingga hari kiamat. 

Tapi meskipun Alloh SWT menghendaki makhluk- 
Nya terbagi kepada mukmin dan kafir dan ini pasti terjadi, 
namun kita (sebagai umat Islam) tetap percaya bahwa semua 
makhluk akan dihisab sesuai amalan yang telah mereka 
kerjakan sendiri, Alloh SWT bertirman: 

Artinya: "Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap 
kejahatan yang telah kamu kerjakan" 27 

Kita juga beriman bahwa Alloh SWT tidaklah 
sedikitpun menzalimi seseorang. Alloh SWT bertirman: 

jj^iHj Ag uiiM qAm) (j^Jj UjJuj (jjoUll AiHj V *&l (jj 

Artinya: " Sesungguhnya Alloh tidak berbuat zhalim kepada 
manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat 
zhalim kepada diri mereka sendiri." 28 

Di dalam sebuah hadits qudsi disebutkan: 



26 HR. Bukhori dari Jabir 

27 QS. Ash-Shoffat:39 

28 QS. Yunus:44 



19 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
^i Kjh^Ja AV\n <CiI*_kj ("g-uiSJ ^^^ic ajJall ClLaji. ^j J^jLjc. Ij 

ijiil^ 

Artinya: "Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah 
haramkan kedzaliman pada diri-Ku, maka janganlah kalian saling 
memhalimi. " 29 



29 HR. Muslim dari Abu Dzar ra. 

20 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



(t 



PANDUAN KETIGA 



Dengan terbaginya makhluk pada mukmin 

dan kafir, timbullah permusuhan antara kedua 

belah pihak. 



Alloh SWT berfirman: 

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada 
(kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru): 
"Sembahlah Alloh." Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan 
yang bermusuhan. " 30 

Dan Alloh berf irman: 

a^jj ,_3 I j<u-ialri.l jl <>>Vtn (jl^A 

Artinya: "Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan 
kajir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Robb 
mereka. " 31 

Dan Alloh SWT bertirman: 

llui lji& fil IjSlS (jjjilSll uj 



30 QS. An-Naml:45 

31 QS. Al-Hajj:19 

21 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: " Sesungguhnya orang-orang kajir itu musuh yang nyata 
bagimu. " 32 

Dengan permusuhan ini, Alloh menguji masing- 
masing dari kedua kelompok, sebagaimana firman Alloh 
SWT: 

j( jiaxJJ a£jL<a*J IjJJJJ (j^JJ />$ i* j>WnV 'Ai\ c-L^j jlj dulj. 

Artinya: "Demikianlah, apabila Alloh menghendaki niscaya Alloh 
akan membinasakan mereka tetapi Alloh hendak menguji sebagian 
kamu dengan sebagian yang lain." 33 

Alloh SWT juga bertirman: 
lSjUi.| IjJJJj (j^j^U^lj . *' * ;jj ^ f (^*-" 1 C5-^ <*^-' , J^ L '"J 

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji 
kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan 
bersabar diantara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik 
buruknya) hal ihwalmu." M 

Ayat-ayat yang menunjukkan terjadinya sunnah 
berlangsungnya ujian sangatlah banyak, sebagian sudah 
kami sebutkan sebelum ini. Terdapat nash yang tegas 
mengenai sunnah ujian ini dalam tirman Alloh SWT kepada 
nabi-Nya SAW, (Hadits Qudsi, penerj.) : 

<2L rjtij <&fijV <2& uSl 

Artinya: " Sesungguhnya Aku mengutusmu tak lain adalah untuk 
mengujimu dan menguji manusia denganmu." 35 



32 QS. An-Nisa':101 

33 QS. Muhammad:4 

34 QS. Muhammad:31 

35 HR. Muslim dari 'Iyadh bin Himar 



22 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Menerangkan hadits ini, An-Nawawi berkata: 
"Firman Alloh SWT: 

£L rjtij <&]&& Mi^ uSl 

" Sesungguhnya Aku mengutusmu tak lain adalah untuk 
mengujimu dan menguji orang denganmu, " 

... maknanya, Aku (Alloh) mengujimu (hai Muhammad) 
sejauh mana engkau laksanakan perintah untuk 
menyampaikan risalah dan perintah lain yaitu jihad di jalan 
Alloh SWT dengan sebenar-benarnya jihad, sabar karena 
Alloh SWT dan lain sebagainya; dan Aku menguji manusia 
dimana engkau diutusnya kepadanya, diantara mereka ada 
yang menampakkan dan memurnikan keimanannya serta 
ikhlas dalam mentaati Alloh SWT, ada juga yang tidak mau 
dan tetap kufur serta melancarkan permusuhan; ada juga 
yang munatik; maksud hadits ini adalah bahwa siapapun 
yang Alloh SWT uji pada dasarnya bertujuan agar perkara 
yang diujikan itu benar-benar terjadi dan dilakukann oleh si 
hamba, karena Alloh SWT nantinya hanya akan menghukum 
hamba-hamba-Nya sesuai yang mereka lakukan sendiri, 
bukan berdasarkan apa yang Alloh SWT ketahui sebelum 
terjadi, sebab Alloh SWT Maha Mengetahui segala sesuatu 
sebelum sesuatu itu terjadi, ini sebagaimana tirman Alloh 
SWT: 

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji 
kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan 
bersabar di antara kamu; 36 yakni, agar Alloh SWT mengetahui 



36 QS. Muhammad:31 

23 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

bahwa mereka sendiri yang melakukan dan menyandang 
sifat tersebut. 37 



37 Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi (XVII/198) 

24 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



PANDUAN KEEMPAT 

Alloh SWT secara Qodah menjadikan orang- 

orang kafir berkuasa atas orang-orang 

beriman. 



Secara Cjodari di sini artinya tidak secara syar'i; Alloh 
SWT tidak memerintahkan orang-orang kafir melalui lisan 
para rosul untuk memusuhi dan memerangi orang-orang 
beriman, tetapi justru memerintahkan mereka untuk 
beribadah dan taat. Dengan demikian, berkuasanya orang 
kafir atas orang mukmin adalah bersitat qodari, sedangkan 
berkuasanya orang beriman atas orang kafir adalah tuntutan 
syar'i yang pada gilirannya nanti pasti akan terjadi juga 
sesuai dengan takdir Alloh SWT. 

Alloh SWT berrirman: 

# ^i-a^aJul qa IjpC. ^JU (j£LS ULca. i'A\ASj 

Artinya: "Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap 
nabi, musuh dari (kalangan) orang-orang yang berdosa. " 38 

Dan Alloh SWT bertirman: 

(jaJI j (jJiJVI (jlLUJuJ Ij^c- ^ii {jOA 1h»7> t^luSj 



38 QS. Al-Furqon:31 

25 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu 
musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) 
jin," 39 

Dan juga Alloh SWT berrirman: 

Artinya: "Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri 
penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya 
dalam negeri itu . . . " 40 

Kata-kata al ja'lu (<-"■*-? ) dalam tiga ayat ini artinya 
adalah menjadikan secara qodari (yang terjadi atas takdir), 
bukan syar'i. 

Selanjutnya, cara orang-orang kafir memusuhi orang- 
orang beriman tidak akan pernah berubah walaupun 
berganti rosul, umat dan zaman; bentuknya selalu sama. 
Oleh karena itu, Alloh SWT bertirman: 

&& <j* <j^jj] 0* l u vi & 0% u 

Artinya: "Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) 
kepadamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan 
kepada Rosul-Rosul sebelum kamu. " 41 

Alloh SWT juga berrirman: 

Artinya: "Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah 
mengatakan seperti ucapan itu; hati mereka serupa. " 42 



39 QS. Al-An'am:112 

40 QS. An-An'am:123 

41 QS. Al-Fushshilat:43 

42 QS. Al-Baqoroh:118 



26 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
Dan Alloh SWT berfirman: 

(jjJAJa j\ j^Ijjj IjJli Vj (JjjjjJ (j-a Ag m (j-a (jJOjl ^l l-a t^luS 

(jjC.lia »j3 aA (JJ 'Aj I JJ^al Jj| 

Artinya: "Demikianlah tidak seorang Rosulpun yang datang 
kepada orang-orang yang sebelum mereka melainkan mereka 
mengatakan: "la adalah seorang tukang sihir atau orang gila." 
Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. 
Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas. " 43 

Model-model permusuhan mereka terhadap orang- 
orang beriman di antaranya: 

• Mendustakan, Alloh SWT bertirman: 

IjjiLaa i^lba (j-a c>ujj djjj£ Salj 

Artinya: "Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) 
Rosul-Rosul sebelum kamu." 44 

• Memperolok dan menghina, Alloh SWT bertirman: 

(jj^ > <aJ IjLal (jJJjl (j-a IjJlS IjJajj*.! (JJJjI (jl 

Artinya: " Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, 
adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan 
orang-orang yang beriman. " 45 

Dan Alloh SWT berrirman: 

(j JJ jg 1 > nj Aj I jjlil Vj (Jj-ujJ (j-a Aj£JjIj La jUxll ^^^ic JjatkU 



43 QS. Adz-Dzaariyat:52-53 

44 QS. Al-An'am:34 

45 QS. Al-Muthoffifin:29 



27 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: " Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba- 
hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka 
melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. " 46 

• Menuduh mereka gila, Alloh SWT berrirman: 

o j i-f> «\ tSijj j^lii 4jio Jjj c5^i ^-^ i jiilj 

Artinya: "Mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan 
Al-Qur'an kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar 
orang yang gila. " 47 

• Menuduh orang-orang beriman ingin mencari 
kedudukan dan kekuasaan, Alloh SWT beriirman: 

b^l (jj^jj u£UI <ulc. u^kj Iac. I jjjjjj ujj^i IjJla 

Artinya: "Mereka berkata: "Apakah kamu datang kepada 
kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati 
nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu 
berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi. " 4& 

• Menuduh orang-orang beriman berbuat kerusakan 
di muka bumi dan ingin mengganti ideologi, Alloh 
SWT berrirman: 

° \ ■"•!•! *(■',*' f °A' ' * °\-M • ' x * ° ' ° • '\\* ' 
<jl <_aUI ^jj Ajj pjjjj ^j^ Jial ^jjj UJ°J? U^J 

jlulll (>ajVI ^i J^J (jl jl fi>I^ Jjjj 

Artinya: "Dan berkata Fir'aun (kepada pembesar- 
pembesarnya):"Biarkanlah aku membunuh Musa dan 
hendaklah ia memohon kepada Robbnya, sesungguhnya aku 

46 QS. Yasin: 30 

47 QS. Al-Hijr: 6 

48 QS. Yunus:78 

28 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

khawatir ia akan menukar agama-agamamu atau 
menimbulkan kerusakan di muka bumi. " 49 

Menghina kaum mukminin karena mereka lemah 
dan miskin, Alloh SWT berfirman: 

(JjJijVl ^IjujIj ^li j* jjl IjJli 

Artinya: "Mereka berkata: "Apakah kami akan beriman 
kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang- 
orang yang hina?" 50 

Ini mereka lakukan agar orang lain menjauhi mereka, 
Alloh SWT berrirman: 

Ijlal^. (jjill ljj& (J^! cJ^ ' ** ^ ' j ; ujUIc. Agjlr,- ^^jjj IJIj 

IjJj j^llj Uta^ jli j^jjHl l^I 

Artinya: "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat 
Kami yang terang (maksudnya), niscaya orang-orang yang 
kafir berkata kepada orang-orang beriman: "Manakah di 
antara kedua golongan (kafir dan mu'min) yang lebih baik 
tempat tinggalnya dan lebih indah (tempat 
pertemuan(nya))." 51 

Merasa sial dengan keberadaan orang-orang 
beriman dan menganggap ajaran yang mereka bawa 
menjadi sebab datangnya bencana, perpecahan, 
kef akiran dan lain sebagainya, Alloh SWT berrirman: 

kSYt\~\ JJJ ljg**Y* aJ JJJ •& UjjJaJ Ul I jJli 



49 QS. Al-Mukmin:26 

50 QS. Asy-Syu'aro:lll 

51 QS. Maryam:73 



29 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Mereka menjawab: " Sesungguhnya kami 
bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu 
tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam 
kamu dan kamu pasti akan mendapatkan siksa yang pedih 
dari kami. " 51 

• Berdebat dengan cara batil untuk membantah 
kebenaran dan menyesatkan orang banyak, Alloh 
SWT berfirman: 



lj.lkjlj (3^11 Aj Ij-Lia^JjJ (Jialjulj Ijji^ Oi'^ CP^^J 

Ij jA Ijjiii Uj ^JUI 



Artinya: " ...tetapi orang-orang kafir membantah dengan 
yang batil agar dengan itu mereka dapat melenyapkan yang 
hak, dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan 
peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok- 
olokan." 53 

Termasuk dalam hal ini adalah syubhat yang mereka 
lancarkan dalam rangka memalingkan orang dari 
jalan Alloh SWT. 

• Memprovokasi orang banyak untuk memusuhi 
orang beriman: 

IjI lfsj] \'n» ui A'i»7il (JJU A-ajS ^j-a IjjS^ Oi^ ^-<"l U^J 

OJJ?^ 

Artinya: "Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang kafir 
berkata (kepada sesamanya): " Sesungguhnya jika kamu 



52 QS. Yaasin:18 

53 QS. Al-Kahfi:58 

30 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

mengikuti Syu'aib, tentu kamu jika berbuat demikian 
(menjadi) orang-orang yang merugi." 54 

3lLai»ll <>ajVI J* j^ij q\ j\ -&ui Jjuj <jl iliHl ^Jl 

Artinya: " ...karena aku khawatir ia akan menukar agama- 
agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi. " 55 

• menuduh orang beriman sebagai kelompok 
minoritas yang ingin memaksakan pendapat kepada 
kelompok mayoritas, Alloh SWT berrirman: 

4JaJj-ui] £.VjA (jl jJjujLk jjljiul (gh OJ^JP jLjjli 

jjjJU. ^j>4J ulj jjJi-iUJ Ul ^4-ij j (Jjiiia 

Artinya: "Kemudian Fir'aun mengirimkan orang yang 
mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota. (Fir'aun 
berkata): " Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar 
golongan kecil, dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal 
yang menimbulkan amarah kita, dan sesungguhnya kita 
benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga. " 56 

• Orang-orang kafir beranggapan keka£iran mereka 
lebih baik daripada agama yang benar (Islam), Alloh 
SWT beriirman: 

jUijll JjjLj VI ^-^1 ^J lSj\ li VI ^j\ U ijjz-j$ Jll 

Artinya: "Fir'aun berkata: "Aku tidak mengemukakan 
kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku 
tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar. " 57 



54 QS. Al-A'rof:90 

55 QS. Al-Mukmin:26 

56 QS. Asy-Syu'aro:53-56 

57 QS. Al-Mukmin:29 



31 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
Dan juga Alloh SWT berfirman: 
JLbjl <j* JL\k jp^ <jl (jlijjj jlj^UJ jlJU jl IjJll 

^li^ll af£jajjlaJ LjAjjj La& j^> ujJ 

Artinya: "Mereka berkata: " Sesungguhnya dua orang ini 
adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu 
dari negeri kamu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan 
kedudukan kamu yang utama." 5& 

Dan Alloh SWT juga berrirman: 

aLu! j-a lAoJC- LaJ Ij^jS CjUJjJIj Ag LulJ AgJc-Lk Uu3 

Artinya: "Maka tatkala datang kepada mereka Rosul-Rosul 
(yang dulu diutus kepada) mereka dengan membawa 
keterangan-keterangan, mereka merasa senang dengan 
pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung 
oleh azan Alloh yang selalu mereka perolok-olokkan itu. " 59 

• Menipu orang awam dengan berbagai cara dan 
sarana agar mereka tidak mengikuti orang-orang 
beriman, Alloh SWT bertirman: 

jUpjlj (JjjjI jfLa (Jj ljjj£jxul (jjJjJ Ijl» Laluil jJJjl U^-3j 
lil 4-aljjJI IjjLjIj IjIjjI AJ J» Vij aillj jaij (jl UJjjiu' Jl 

JA ljj& jjill (JUtl ^ J^AVI Ui*-^j CjljiJI Ijlj 

(JjliAj I jjli U VI (J j j4j 

Artinya: "Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata 
kepada orang-orang yang menyombongkan diri: "(Tidak), 
sebenarnya tipu daya (mu) di waktu malam dan siang 
(yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami 

58 QS. Thoha:63 

59 QS. Al-Mukmin:83 

32 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

supaya kami kafir kepada Alloh dan menjadikan sekutu- 
sekutu bagi-Nya." Kedua belah pihak menyatakan 
penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan Kami pasang 
belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak 
dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka 
kerjakan. " 60 

Membuat orang-orang beriman kelaparan untuk 
memalingkan mereka dari agamanya, Alloh SWT 
berfirman: 

V (jjaaUJajl (J^jj O^J^^j CjIjLauuI (jjl ji. ajjj lj>>iq'ij 

Artinya: "Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada 
orang-orang Anshar): "Janganlah kamu memberikan 
perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di 
sisi Rosululloh supaya mereka bubar (meninggalkan 
Rosulullah) ." Padahal kepunyaan Alloh-lah 
perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang 
munafik itu tidak memahami. " 61 

Berusaha menimbulkan £itnah dalam agama orang 
beriman, Alloh SWT berhrman: 

(jjj&jja (jA-li jl )j^j 

Artinya: "Maka mereka menginginkan supaya kamu 
bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula 
kepadamu)." 61 



60 QS. Saba':33 

61 QS. Al-Munafiqun:7 

62 QS. Al-Qolam:9 

33 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
Dan Alloh SWT berfirman: 

lillll Alll (J jjl 1-a (_pa*J (jc- liljlkj (jl aA jj^.lj 

Artinya: "...Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, 
supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa 
yang telah diturunkan Alloh kepadamu." 63 

Orang-orang kafir itu tidak menginginkan kaum 
mukminin berpaling dari sebagian kebenaran kecuali 
hanya sementara, pada dasarnya mereka tak rela 
terhadap kaum mukminin sebelum mereka sama 
sekali berpaling dari kebenaran, Alloh SWT 
bertirman: 

Artinya: "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan 
senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama 
mereka. " 64 

• Mengancam kaum mukminin dengan penjara dan 
dibunuh jika mereka tidak mau meninggalkan 
agama mereka serta mau berkompromi dengan jalan 
yang ditempuh oleh orang-orang ka£ir, Alloh SWT 
bertirman: 

llila ^i ^jjj»jl j\ \jjJaj\ qa kS<i-\jLjj Ag Luijj Ijji^ o^\ U^J 

Artinya: "Orang-orang kafir berkata kepada Rosul-Rosul 
mereka: "Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu 
dari negeri kami atau kamu kembali kepada kami." 6S 



63 QS. Al-Maidah:49 

64 QS. Al-Baqoroh:120 

65 QS. Ibrohim:13 

34 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Dan Alloh SWT juga berfirman: 

■J\j ^$jL ^i ^jjj*j j! ^Sjiljj ^JJc- I jjA u) (ty 

I3jI |j| l aaiii 

Artinya: " Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui 
tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan 
batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan 
jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama- 
lamanya. " 66 

• Menyiksa, membunuh dan memerangi. Alloh SWT 
berrirman: 



», 



£jgj| Ijj^aJlj ejSj^. IjJli 

Artinya: "Mereka berkata: "Bakarlah dia dan bantulah 
ilaah-ilaah kamul." 67 

Alloh SWT berrirman: 

i2]j^.j^j jl tiljljjaj jl iSJjjjjjj Ijja^ Oi^ Q Jr^ ^]j 

Artinya: "Dan (ingatlah), ketika orang-orang kajir 
(Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk 
menangkap dan memenjarakanmu, atau membunuhmu, 
atau mengusirmu." 68 

Dan juga Alloh SWT bertirman: 

IjC-l Hiull (jl .aSkJjJ (JC ailjJJJ i^J^. a^jjjjlaj (jjJI JJ Vj 



66 QS. Al-Kahfi:20 

67 QS. Al-Anbiya':68 

68 QS. Al-Anfal:30 



35 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu 
sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu 
(kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.. . " 69 

Dari rincian di atas, Anda bisa lihat — Akhi Muslim — 
- bahwa gaya orang-orang kafir dalam memerangi orang- 
orang beriman tidak pernah berubah, Alloh SWT bertirman: 

4j \jLa\jl\ 

Artinya: "Apakah mereka saling berpesan tentang yang dikatakan 
itu..." 70 

Harus disadari, orang-orang kafir memerangi orang- 
orang beriman itu karena keimanannya, sebagaimana firman 
Alloh SWT: 

(ji V' C>fAJu* )j.aVl Laj .ijg ui (jjiajAJU jj lt SU La /c-lc A&J 

JJ-aiiJI JJ jiJI auIj I jLajJ 

Artinya: " ...sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat 
terhadap orang-orang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang- 
orang mu'min itu melainkan karena orang-orang mu'min itu 
beriman kepada Alloh Yang Perkasa lagi Maha Terpuji, " 71 

Juga Alloh SWT bertirman: 

i.\'yui Qjjj£ja IjjaS La£ (jjjiSJ jl Ij^j 

Artinya: "Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana 
mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan 
mereka) " 71 



69 QS. Al-Baqoroh:217 

70 QS. Adz-Dzaariyat:53 

71 QS. Al-Buruj:7-8 

72 QS. An-Nisa':89 



36 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Karena orang kafir memusuhi orang beriman lantaran 
keimanannya maka setiap kali iman seseorang meningkat, 
permusuhan orang ka£ir terhadap dirinya-pun semakin 
meningkat, oleh karena itu Rosululloh SAW bersabda: 

4_jjj uin-ii cJ^J^ cs-^ 'CM*V« <J^*VI ^J £\_nJVI s-^-J ^jjouII _u_il 

Artinya: "Manusia yang paling dahsyat ujiannya adalah para 
nabi, kemudian yang berikutnya dan berikutnya; seseorang diuji 
menurut kadar keimanannya. " 73 

Ini pasti akan dirasakan seorang hamba; setiap kali 
keimanannya bertambah, kebencian terhadap orang-orang 
katirpun akan semakin bertambah, karena ia akan beramar 
ma'ruf nahi munkar kepada orang-orang kafir dan orang 
katirpun memusuhinya. 

Sebaliknya, setiap kali iman seorang hamba 
berkurang, rasa permusuhannya terhadap orang katirpun 
akan berkurang. 

Meskipun demikian, permusuhan antara orang kafir 
dengan orang mu'min tidak akan pernah putus selagi orang 
beriman itu konsisten di atas keimanannya, walaupun 
keimanannya yang ia pegang tipis, Alloh SWT bertirman: 

f4% £f" CS^ 1$ J^ajSI Vj ^J^I --Uc. (^ajJ <J-J 

Artinya: "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang 
kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka." 74 

Dan Alloh SWT berrirman: 

I jol___iL-l jl £__JjJ <jc. ^J^JJ <_----- ^j-jt-J Ljjttjt Vj 



73 HR. Tirmidzi dan ia men-s/io/tt/i-kannya. 

74 QS. Al-Baqoroh:120 

37 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai 
mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada 
kekafiran), seandainya mereka sanggup." 75 



75 QS. Al-Baqoroh:217 

38 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



/ \ 

PANDUAN KELIMA 

Secara syar'i, Alloh SWT Yang Maha Agung 

memerintahkan orang beriman melawan 

orang kafir yang menguasai orang beriman 

secara godari (terjadi atas takdir Alloh SWT) 

vv / 



Alloh SWT berfirman: 

t— lljU^j A^Jj A-alj^a d \a.\ 1 (j^aaUJ ,*>g > >■» J ^jjoLuI <Aill *3J 2 jJj 

,S t * t .» -* -* .' ° j>S t & ~ * ''\* t * *•?* i-i j>°ti' * -*>*-* -* \ - 
Aill (jj oj>^1J ^j-a Aill (JJ'^11J'J IjJ-" ^l P^»' ^--J 3 J-^-^3 '^' •"'"J 

jjjo ^jij 

Artinya: "Dan sekimnya Alloh tiada menolak (keganasan) 
sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah 
dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat 
orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak 
disebut nama Alloh. Sesungguhnya Alloh pasti menolong orang 
yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Alloh benar-benar 
Maha Kuat lagi Maha Perkasa. " 76 

Konrrontasi antara kaum mukminin dengan orang- 
orang kafir melewati f ase berikut ini: 

Pertama: Fase Dakwah (menyeru) kepada Islam. 

Alloh SWT bertirman: 



76 QS. Al-Hajj:40 

39 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

i 

- o i " 1 1 •; ' * - 

lAliitll , t 1 1 ^ 



Ij^jaI -& IjiJLjl (jli IIaILjII q±xa)}\j Cju£jI IjjjI (Jj^jj cpj 



Artinya: "Dan katakanlah kepada orang-orang yang ummi: 
"Apakah kamu (mau) masuk Islam." Jika mereka masuk Islam, 
sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka 
berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat- 
ayat Alloh). Dan Alloh Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. " 77 

Rosululloh SAW bersabda kepada Mu'adz ketika 
beliau mengutusnya ke Yaman: 

Sjt^jui <Ull aAjCjJ La (Jjl (j^ula L-JuSUI (JaI (j-a iLajJJ ^JJU lilJOJ 

2i\ VI 4JI V u' 

" ' Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum dari ahli kitab, 
maka hendaknya yang pertama kali kau serukan adalah bersaksi 
bahwa tidak ada ilaah (yang haq) selain Alloh. " 78 

Mengingat risalah Muhammad SAW ini ditujukan 
kepada semua manusia sebagaimana saya sebutkan dalam 
Bab Al-I'tishom (bil Kitaabi was Sunnah) — salah satu bab 
dalam buku beliau: Al-'Umdah fi 1'daadil 'Uddah, penerj. — 
maka sikap makhluk terhadap dakwah beliau ini terbagi 
menjadi dua: Ada yang beriman dan ada yang kafir. Oleh 
karena itu dalam sebuah hadits disebutkan: 

I*.». - •- -V •'• "s - , , 

U^-ul U^ (JJ 3 ^"> - * J 

Artinya: "Muhammad adalah pemecah manusia. " 79 

Setelah dakwah, timbul hubungan yang berbeda 
antara orang beriman dengan orang kafir, yaitu yang tertera 
pada fase berikutnya: 



77 QS. Ali Imron:20 

78 Hadits Muttafaq 'Alaih. 

79 HR. Bukhori dari Jabir. 



40 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



Kedua: Fase Berlepas diri dari orang-orang kafir, baik 
orang ka£ir itu hidup atau sudah mati. 

Berlepas diri dari orang kafir yang masih hidup 
dengan cara menampakkan permusuhan dan kebencian 
terhadap mereka serta memusuhi kekuturannya, tidak 
mengikuti keinginan dan jalan yang mereka tempuh serta 
tidak bergaul dengan mereka. Ini akan dijelaskan secara rinci 
nanti. 

Berlepas diri dari orang kafir setelah mereka mati 
adalah dengan tidak memintakan ampun untuk mereka, 
sebagaimana firman Alloh SWT: 

/gJjl IjJlS j\j ^jj£j2aiu] ljjq»,'iuij (jl IjLal ^jjjulj (^JUU ^jl^ La 



■ij^^ I 



i_klai -^j) £1 ^JjJJ U Oxj qa ^Ji j3 

Artinya: "Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang 
beriman memintakan ampun (kepada Alloh) bagi orang-orang 
musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum 
kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang 
musyrik itu adalah penghuni naar Jahiim. " m 

Cara berlepas diri lainnya adalah tidak menguburkan 
mereka bersama orang-orang beriman, tidak membagikan 
harta waris mereka dan tidak mengangkatnya sebagai ahli 
waris, sebagaimana sabda Rosululloh SAW: 

^JJI jalill lLjj V j jatSil flLjJl ^jj V 

Artinya: "Orang muslim tidak mewarisi orang kajir dan orang 
kafir tidak mewarisi orang muslim." 81 



80 QS. At-Taubah:113 

81 Muttafaq 'Alaih dari Usamah bin Zaid. 

41 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
Alloh SWT berfirman: 

lil Lg^ajSu Ijjli jj AiLa (jjjulj ia&l^jj ^ AiLtk Sj-ujI aSI djjtS .ji 

aSjJOJj UJJJ IJJj aJ\J Uj32> Aill (JJ.J (j-a (JJ.JJJU La-oj VM<y «u t _>J 

j>- • - '*( i^ ■". '.'• ' ?•- i*-T -M -.' J-it- i-t-- ti 
e.jj*.j <AilU IjiajJ (^j-l^. I^Jl »1 >>!» ulj ojI^juI 

Artinya: " Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik 
bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; 
ketika mereka berkata kepada kaum mereka: " Sesungguhnya kami 
berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain 
Alloh, kami ingkari (kekajiran) mu dan telah nyata antara kami 
dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai 
kamu beriman kepada Alloh saja." 82 

Juga Alloh SWT berrirman: 

lijJA aj&I^jI ^la ?-p\ Cj\ ^h) HJ^j^ p^ 

Artinya: "Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): 
"Ikutilah agama Ibrohim seorang yang hanij. " 83 

Hubungan kerabat tidak menghalangi untuk bersikap 
baro' (berlepas diri), seperti dalam tirman Alloh: 

* - ° 

MAJ& \jM Jl 

"Ketika mereka berkata kepada kaum mereka. . . " 

Syaikh Hamd bin 'Utaiq berkata: "Di sini terdapat 
satu hal yang cukup indah dari tirman Alloh SWT: 

i\ ' • - *H>i. 1« , o£°. J'T- J '1*| 

<U)I (JJ^ (j-a (jj.\li> 1 La-oj .->> i a C-I^>J Ul 

" Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang 
kamu sembah selain Alloh ..." 



82 QS. Al-Mumtahanah:4 

83 QS. An-Nahl:123 



42 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

... yaitu Alloh SWT lebih dahulu menyebutkan sikap 
berlepas diri dari orang-orang musyrik yang mereka ibadahi 
selain Alloh SWT sebelum berlepas diri dari berhala-berhala 
yang diibadahi selain-Nya itu, sebab yang pertama lebih 
penting daripada yang kedua; kadang bisa saja seseorang 
berlepas diri dari berhala namun tidak berlepas diri dari 
penyembahnya, yang seperti ini belum bisa disebut telah 
melaksanakan kewajiban yang dibebankan kepadanya. Lain 
halnya ketika ia berlepas diri dari orang-orang musyrik, 
secara otomatis ia telah berlepas diri dari sesembahan- 
sesembahan mereka, ini seperti rirman Alloh SWT: 

^*f V tf ^^ * ^ t "* ° f ^ ^i * * °i*1 o£t «i» f^ 

(jjSI VI ^jJJjC ^J IjCjIj Aill (jj-i (j-a (jjCJJUaj aSJjaclj 

Artinya: "Dan aku akan menjauhkan diri daripadamu dan dari 
apa yang kamu seru selain Alloh, dan aku akan berdo'a kepada 
Robbku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo'a 
kepadaRobbku." 84 

Di sini Alloh SWT mendahulukan berlepas diri dari mereka 
sebelum berlepas diri dari sesembahan mereka. 

Demikian juga dengan tirman Alloh SWT: 

Alll (jj3 (j-a (jj-UauLaj l^Jjjcl Uala 

Artinya: "Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari 
mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Alloh. " 85 

Dan rirman Alloh SWT: 

'A\\ VI (jjJJJU ^J ^j-ajl jjcl j]j 



84 QS. Maryam:48 

85 QS. Maryam:49 

43 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Dan taikala kalian menjauhkan diri dari mereka dan 
dari apa yang mereka sembah selain Alloh. " 86 

Maka hendaknya engkau perhatikan satu point ini, sebab 
itulah yang akan membukakan pintu permusuhan dengan 
musuh-musuh Alloh SWT. Betapa banyak orang yang tidak 
terkena kesyirikan tetapi tidak memusuhi pelakunya, 
sehingga dengan itu ia belum bisa disebut sebagai orang 
muslim, sebab ia meninggalkan agama para rosul. 

Kemudian Alloh SWT bertirman: 

AJjIj IjLajJ Ji^ Ijjl f\ >>l» ulj Sjl.J*jl l£iiJj UJOJ !ijj lflj Uji£ 

)-,• - 
ea^.j 

Artinya: "...kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara 
kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya 
sampai kamu beriman kepada Alloh saja. " 

Firman alloh SWT: Wa badaa... (dan telah nyata...) 
maksudnya telah nampak dan jelas. Perhatikan dengan 
seksama, bagaimana Alloh SWT mendahulukan 
permusuhan daripada kebencian, sebab yang pertama lebih 
penting daripada yang kedua, sebab kadang manusia bisa 
membenci orang-orang musyrik namun tidak memusuhi 
mereka, sehingga tidak bisa disebut telah melaksanakan 
kewajiban yang harus ia jalani sampai permusuhan dan 
kebencian terpenuhi sekaligus. Lebih dari itu, permusuhan 
dan kebencian ini harus nampak, jelas dan terang. 

Dan ketahuilah, meski terkadang rasa benci sudah 
ada dalam hati, namun tidak akan bermanfaat bagi 
pelakunya sampai pengaruhnya nampak, indikasinya jelas, 



1 QS. Al-Kahfi: 16 

44 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

dan diiringi sikap permusuhan dan anti loyalitas; pada saat 
itulah permusuhan dan kebencian baru nampak. Adapun 
jika masih ada sikap setia dan hubungan, ini menunjukkan 
kebencian itu tidak ada. Karena itu, hendaknya engkau 
perhatikan masalah ini, sebab masalah ini akan menyingkap 
banyak syubhat yang masih samar di hadapanmu. 87 

Saya katakan: "Coba Anda renungkan perkataan 
beliau ini kemudian perhatikan bagaimana kondisi umat 
Islam zaman sekarang yang tidak lagi mampu membedakan 
antara yang hak dan batil. Anda akan lihat di antara mereka 
mengaku dirinya muslim namun dia menyeru kepada 
ajaran-ajaran kufur, seperti faham sosialis, demokrasi , dan 
nasionalis, ia tidak berlepas diri darinya tapi tidak 
sepenuhnya menjadi pengikutnya." 

Adalagi Anda lihat sebagian mereka menjadi anggota 
satu partai politik yang mengajak kepada kekuturan ini 
tanpa rasa malu, Alloh SWT bertirman: 

^.Uljl ^aAjJlkjl La Am\ (j^Jl ^J ^s-i^^J ^^ OJ^Ji ^J-^ JrJ 

tjjpJl feu* Ijjjs; ^j 

Artinya: "Sekiranya mereka beriman kepada Alloh, kepada Nabi 
(Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), 
niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu 
menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah 
orang-orang yangjasik. " 88 

Sudah saya terangkan sebelumnya mengenai 
kewajiban untuk tidak meniru dan kewajiban untuk 



87 Majmu'atut Tauhid risalah ke-12 hal. 376-378. 

88 QS. Al-Maidah:81 



45 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

memutus hubungan dengan orang musyrik dalam bab 
Ushulul-Y tishoom bil Kitaabi was Sunnah. 



Ketiga: Memisahkan diri dan hijrah. 

Setelah berdakwah dan berlepas diri dari orang-orang 
kafir, fase selanjutnya harus memisahkan diri, mengkuturi 
mereka dan berhijrah dari negeri di mana mereka tinggal 
jika hal itu memungkinkan. Akan ada keterangan khusus 
dalam masalah hijrah dalam Panduan Kesebelas. 

Alloh SWT bertirman: 



'A\\ Vj (JJ.JJJU Laj .»AjJu]jjc! ilj 



Artinya: "Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang 
mereka sembah selain Alloh. " 89 

Alloh SWT juga bertirman: 

^«Jj jCJlj <Aill (JJ^ (J<a (jjCjJ Uaj aiJjJClj 

Artinya: "Dan aku akan menjauhkan diri daripadamu dan dari 
apa yang kamu seru selain Alloh, dan aku akan berdo'a kepada 
Robbku," 90 

Rosululloh SAW bersabda: 

(jjSjjjLaJl J^-ial (JJJ ,aJ5J ■•\Un.n (j£ (j-a £(_£ JJ U) 

Artinya: "Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di 
tengah orang-orang musyrik. " 91 



89 QS. Al-Kahfi:16 

90 QS. Maryam:48 

91 HR. Abu Dawud dan dishohihkan oleh Al-Albani. 

46 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
Keempat: Jihad di jalan Alloh SWT 

Ini berlaku terhadap orang yang menentang dan tidak 
mau menerima dakwah Islam. Alloh SWT bertirman: 

aAjjajJ^j t"n^> (jj£jjjjaj! Ijliali 

Artinya: " ...maka bunuhlah orang-orang musyrikin dimana saja 
kamu jumpai mereka, " 91 

Alloh SWT juga berrirman kepada nabi-Nya SAW 
(dalam hadits Qudsi): 

U£ ^jilL»! - AJja J\ _ & ^n\j l&$V <2&u Ulj 
i ■*%» ' V ' °i ' ' \°\' *+ •"' '• °- •°1' ~ ' \'. ■ '• <>•*■*. ° i ' ' \° f ' °\ 

\ UJJA Clliulj tCijiC JjgTu.l^ (3^'J "^J*-J A&jclj Cliij^.J^.1 
s^lLLaC (jJa s2ic.Ua! (j-aJ (Jjlij ;4J2La oQ(jsi,a-N I— UUJ 

" Sesungguhnya Aku mengutusmu untuk mengujimu dengan 
menguji manusia denganmu." Hingga firman-Nya: "Usirlah 
mereka sebagaimana mereka mengusirmu, perangilah mereka maka 
Kami akan turut berperang bersamamu, berinjaklah maka Kami 
akan berinjak untukmu, utuslah pasukan perang maka Kami akan 
utus pasukan seperti itu lima kali lipat. Dan berperanglah bersama 
orang yang mentaatimu melawan orang yang bermaksiat 
kepadamu." 93 

Oleh karena itu, Rosululloh SAW bersabda: 

ioa^o jij ajii v) aIi v (ji ij.Vg.,uu jLk (jjoUii jjiii ji ^j^i 

IjA^aC siilj IjLlS IJli cSl£ jll IjJjJj S^iL^all Ijojljj A\\ (Jj-ujj 
Jlau A\\ Jc a£jLui^.j a^LujV! (3^J V) AgJ!j-a!j a£jLaJ ^^-La 



92 QS. At-Taubah:5 

93 HR. Muslim dari Tyadh bin Himmar. 

47 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

"Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka 
bersaksi bahwa tidak ada ilaah (yang hak) selain Alloh dan 
bakwasanya aku adalah utusan Alloh, menegakkan sholat dan 
menunaikan zakat, jika mereka telah lakukan semua itu, maka 
darah dan harta mereka terlindungi dariku kecuali dengan hak 
Islam sedangkan perhitungan dia adalah kepada Alloh Ta'ala. " 94 

Rosululloh SAW diperintahkan memerangi manusia 
tak lain karena beliau diutus kepada seluruh makhluk 
sebagaimana telah kami jelaskan sebelumnya. 

Alloh SWT berjanji akan menghancurkan orang-orang 
kafir melalui Diri-Nya sendirinya dan para Rosul-Nya sejak 
diutusnya Nabi Nuh hingga Musa — 'Alaihimus Salam — , 
kemudian Alloh mensyari'atkan jihad dalam syariat Musa 
setelah Bani Israil selamat dan Fir'aun binasa, Alloh SWT 
bertirman: 

^gJC. IjJjjj Vj {&! 'M C u£ ,J]J 4JujJJ&1I (>ajVI ljli.ll ^jSLj 

IjIj ^jjjlik \J»jS Lgja (jl ^IjijjJu Ijlli ^jjjijjLk IjjJajja ^jUjI 

(jli (jjl^lj lili Lgia ljJi.jJVJ (jli Lgia IjJ^jio /aJA tg KJJ (JJ 
IJli CjUII A$jlr> IjLLjI t*$jlr. aill aiul (jjaLkj (jjjll (j-a (j!iL^.j 
IjlLa (joLaji» aoi^ (jl IjlSjja A\\ (jic.j (jjjllc. (^SJla ajaiKJ 
Ul ^lla ^Ijjj dlilt tliA Jli Lgja Ij^Ij U IjjI IgUjj (jl \jj ^j^Lj 

(jjjcli \jaU 

Artinya: "Haz kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang 
telah ditentukan Alloh bagimu, dan janganlah kamu lari ke 
belakang (karena kamu takut kepada musuh), maka kamu menjadi 
orang-orang yang merugi. Mereka berkata:"Hai Musa, 
sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah 



94 Muttafaq 'Alaih dari Ibnu 'Umar. 

48 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya 
sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka keluar 
daripadanya, pasti kami akan memasukinya." Berkatalah dua 
orang di antara orang-orang yang takut (kepada Alloh) yang Alloh 
telah memberi nikmat atas keduanya: "Serbulah mereka dengan 
melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya 
niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Alloh hendaknya 
kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman." 
Mereka berkata: 'Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan 
memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, 
karena itu pergilah kamu bersama Robbmu, dan berperanglah 
kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini 
saja." 95 

Inilah awal mula perintah perang di jalan Alloh SWT. 

Alloh SWT juga berrirman: 

^Ji\ L)jji&\ li£]&) U oju ija Cjc61\ ,^-ujj-a UjjI -JaJj 

Artinya: "Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa 
Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang 
terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan 
rahmat, agar mereka ingat. " 96 

Ibnu Katsir berkata: "Firman Alloh SWT: 

' £ J 1 ° „ o " t 

^j^l OJ^ ^JAl liJ*JJx 

". . .sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, " 

...yakni, setelah Alloh SWt menurunkan Taurat Dia tidak 
akan pernah mengazab suatu umat secara keseluruhan, 
tetapi Alloh SWT memerintahkan kaum mukminin untuk 



95 QS. Al-Maidah:21-23 

96 QS. Al-Qoshosh:43 



49 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

memerangi musuh-musuh Alloh SWT yaitu orang-orang 
musyrik sebagaimana rirman Alloh SWT: 

l^Jj (Jjujj \jl*aki aILLLIIj t"ltSq'ijiulj AJjii j-aj (jjC j3 iX^j 

4jjI j eii.1 ^&llLU 

Artinya: "Dan telah datang Fir'aun dan orang-orang yang 
sebelumnya dan (penduduk) negeri yang dijungkir balikkan karena 
kesalahan yang besar. Maka (masing-masing) mereka mendurhakai 
Rosul Robb mereka, lalu Alloh menyiksa mereka dengan siksaan 
yang sangat keras." 97 

Al-Qurthubi berkata: "Firman Alloh SWT: 

jl jallj JjjsJV!j Sl jjjI! ^ la^ AjIc. I3cj 

"(Itu telah menjadi) janji yang benar dari Alloh di dalam Taurat, 
Injil dan Al-Qur'an. " 98 

... adalah pengkhabaran dari Alloh Ta'ala bahwa janji ini 
sudah ada dalam kitab suci-kitab suci sebelumnya dan 
bahwa jihad dan melawan musuh pada awal mulanya terjadi 
di zaman Musa ' Alaihis Salam." 99 

Kemudian, jihad ini bermacam-macam; bisa dengan 
nyawa, harta, bisa juga dengan lisan, sebagaimana sabda 
NabiSAW: 

■Vs'i'u»illj a£juljj|j juHlj-alj jj£ jJoaII Ij^aIj^. 

Artinya: "Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan 
harta, jiwa dan lisan kalian. " wo 



97 QS. Al-Haqqoh:9-10 

98 QS. At-Taubah:lll 

99 Tafsir Al-Qurthubi VIII/268. 

100 HR. Abu Dawud dengan isnad shohih. 



50 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Dari sisi lain, jihad terkadang dengan menyerang 
musuh di dalam negerinya (atau disebut jihad ofensive 
/tholabi ), terkadang melawan musuh yang menyerang kaum 
muslimin (jihad defensive/ difa'i ). 

Dalam kondisi tertentu jihad hukumnya fardhu 'ain, 
terkadang juga fardhu kitayah, ini akan diterangkan pada 
pembahasan-pembahasan yang akan datang. 

Dalam jihad, selalunya barisan muslim akan terpilah; 
ada yang beriman secara jujur dan ada juga yang munatik 
atau menjadi orang-orang yang melemahkan semangat dan 
menebar provokasi (mengacaukan barisan), Alloh SWT 
bertirman: 

>>l»,jlj jjj-ajiu! AJ*jJj £& (j^ 3 U^* •<■?■" C5^' (*j3 P^^^ ^-<-J 
' " ' { ' " ' > ' o * ?"*' t ' ' s " r ' t - > -t » "* "-*' - * 

jl IjJli Ijiaj! jl ajj! JjuIjj ,J IjJjta IjJUj AgJ Jjaj Ijijau (jjjjl 

jjjjijj jLaj">U Ag \a 4-lj3l JJijJ jif"uJ A& A£li»JjV Vua Ajju 

{ - " r* * ' >° ' * 'o 5 *' ? '■*■• . o" ' ° j 

IjJli jjjJ! (jjJaj£j Iaj Ajc-I ajjIj A^jjla ^i jjjjJ u» ( »&-^j^ J 

a£xiijl jc lj^.jjli (3 'jJ^ Li Ujc-ual jJ Ij^iij l$j!ji.y 

# ** ? » -*-* '$ i* - .* o .* " "^- tf 

uljjol <alil C-WLj ^i IjtS (Jjill (jiuoJ Vj (J-iS-jL-^a iu^ (jl Cjjiul 

, t ° . * ° .» i, i e "i 1 ST 1 - *" * *" •* ""♦ ° -* o * ^ " t 'M ' ° f ° t*" 

AijJaS (j-o <*iil aAuI Uxj (j-j^^a UjOj^ c^J ^ 10 ^4^-' u^ 

"* *■ 1 ' o ' ' 9- o ,** (* " 

fA Vj A^jJc uijk VI AgjU j-a A^j I jiusJj AJ jjoJIj (Jjj ffi"'3 j 
jj^.1 * j > >ij j( <aJJ| (jlj <J>iaaj <aJJ| j-a 4 <>» u jjjununj jjjjj^j 
r-jiil! A(§jllia! La J*J j-a (JjajjjJIj A)J IjjlaJlu)! (jJjJ! jjj-ajiu! 

jjoLill j! jjoLjJ! L$j (jli jjjJ! Aj Hr> jj^.1 ! jijjlj A^j-a lj'u>i^>l jjJJJ 
(JjSojl! >»«Jj iij! Ijjluai IjJlij ubajl AajI ja AAjj^ui.li A^J \j*a-\ jS 

i-t ' I ' °. 1 ^ '£» ' ^ -* O-* '©' o"t t ."*^ i-l ° •! ' ° • 1 ^ t** »1 * 

aJJl jljjJaj IjaUJlj ^.jijj .">(§ >>u»oj iA J>>i^j aJJl j-a 4 <■■» IJ IjjiajLa 
AA jiL-kj y& e^.Ulj! L_fljkj jl LjjujJI A^JJ LaJl aJ Hr, jliaa jj AJjlj 

ji^J! i ^jjcjlljjj jjjJI iSijjaj Vj jjlaji» Ajj* - . jl ^jaLLj 



51 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

s^_>VI ^i \ h^> i^J (jkLj V! — ^! -^jjj IjjJuj — ^! Ij^^ (Jj ^-jj 

iilll !jj__j _)j (j^V^ j__i! Ijji^! _fc}>-l _)] ftj ^ r ' 4-1 !—- ^Jj 

JJ-* f«J cs^J --' Ijj^ _y^-! jf^J Vj ^Jl <!)!-& ^j lAI- 
_ol _jl_ La _ugJa e_i!ic. ^Jj U*j] IjjIjjjj 1^1 ^u— J U-] Ag >»i<nV 

4-U— -! _)_ __UJ__! jlAJ <_— — ■ ^J— - (- -I — > <_— ^- (j^J-—! J^~ 

Artinya: "Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya 
dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) 
Alloh, dan agar Alloh mengetahui siapa orang-orang yang 
beriman. Dan supaya Alloh mengetahui siapa orang-orang yang 
muna/ik. Kepada mereka dikatakan:"Marilah berperang di jalan 
Alloh atau pertahankanlah (dirimu)." Mereka berkata: "Sekiranya 
kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami 
mengikuti kamu." Mereka pada hari itu lebih dekat kepada 
kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan 
mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Alloh 
lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. Orang-orang 
yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak 
turut pergi berperang:" Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah 
mereka tidak terbunuh." Katakanlah:"Tolaklah kematian itu dari 
dirimu, jika kamu orang-orang yang benar." Janganlah kamu 
mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Alloh itu mati; 
bahkan mereka itu hidup di sisi Robbnya dengan mendapat rizki. 
Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Alloh yang 
diberikan-Nya kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap 
orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul 
mereka; bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak 
(pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat 
dan karunia yang besar dari Alloh, dan bahwa Alloh tidak menyia- 
nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang 
yang mentaati perintah Alloh dan Rosul-Nya sesudah mereka 
mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang 



52 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertaqwa ada pahala 
yang besar. (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Alloh dan Rosul) 
yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: 
" Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk 
menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka," maka 
perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: 
"Cukuplah Alloh menjadi Penolong kami dan Alloh adalah sebaik- 
baik Pelindung." Maka mereka kembali dengan nikmat dan 
karunia (yang besar) dari Alloh, mereka tidak mendapat bencana 
apa-apa, mereka mengikuti keridhoan Alloh, dan Alloh mempunyai 
karunia yang besar. Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah 
syetan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya 
(orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut 
kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar 
orang yang beriman. Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang 
yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali 
dapat memberi mudharat kepada Alloh sedikitpun. Alloh 
berkehendak tidak akan memberi sesuatu bagian (dari pahala) 
kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. 
Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, 
sekali-kali mereka tidak akan dapat memberi mudharat kepada 
Alloh sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih. Dan janganlah 
sekali-kali orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami 
kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami 
memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah- 
tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan. 
Alloh sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman 
dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang 
buruk (munafik) dari yang baik (mukmin)." 101 

Ini merupakan sunnah yang pasti terjadi. 



101 QS. Ali-Imron:166-179 

53 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menceritakan bahwa 
ketika bangsa Tartar menyerang negeri Syam, barisan kaum 
muslimin terpilah persis seperti dalam ayat ini,dan beliau 
mengulangi pernyataan ini berkali-kali dalam berbagai 
kesempatan. 

Maka, sunnah ini hendaknya diperhatikan, sebab 
terjadinya pemilahan berarti mengandung konsekuensi bagi 
kaum mukminin untuk mewaspadai orang-orang munatik, 
sebagaimana tirman Alloh SWT: 

Artinya: "Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka 
waspadalah terhadap mereka. . . " W1 

Ini juga mengharuskan kaum muslimin untuk tidak 
memberikan kesempatan orang-orang munatik merusak 
barisan kaum muslimin, Alloh SWT bertirman: 

ISJjiuj j^ljla. I jt T>ijV j VU». V) (S^J^I j ^ ^J 3 ^J^O^" Jr 

Artinya: "Jika mereka berangkat bersama-sama kamu niscaya 
mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan 
tentu mereka bergegas-gegas maju ke muka di celah-celah 
barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antaramu; sedang di 
antara kamu ada yang amat suka mendengarkan perkataan 
mereka. " 103 



102 QS. Al-Munafiqun:4 

103 QS. At-Taubah:47 



54 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



(f 



PANDUAN KEENAM 

Jihad Ada Dua, Tholabi (Ofensive) 
Dan Difa'i (Defensive) 



V 



Jihad tholabi adalah menyerang dan memerangi 
musuh di negeri mereka. Sedangkan jihad difa'i adalah 
memerangi musuh yang terlebih dahulu menyerang kaum 
mukminin. 104 

Dalil jihad tholabi : 

Firman Alloh SWT: 

Ij.ix3lj .a&jj>.o^>lj .»&j.1^.j aAjA\A"\j i U^. (j.pjii-<ul Ijli3l3 

Ag Luxu \j\Li Sl£ jll ^jH^J S^L-all IjJaliilj IjJU ^jli .iLaj-a (J£ I^J 

^j jjac <uil (jl 

Artinya: " ...maka bunuhlah orang-orang musyrikin di mana saja 
kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka . Kepunglah mereka 
dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan 
mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan 
kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Alloh Maha 
Pengampun lagi Maha Penyayang. . . " 105 

Alloh SWT juga berrirman: 



104 Lihat Al-Ikhtiyarot Al-Fiqhiyyah tulisan Ibnu Taimiyyah, tahqiq Al-Faqi 
terbitan Darul Ma'rifah hal. 309. 

105 QS. At-Taubah:5 

55 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

hj^- ^° UJ^Ip^ *^J J^*^l (*Jr^ *^J ^^ UJ* ua J J - ^ U^ ^jij^S 
,J"a> Cju£jI ^J-L^ U^ U-° (3^^ U? j UJ^"^ *^J ^Jj-^JJ ^ 

jjjc.U_*a aAj jj ^jc 4j j\aJI IjJ-itm 

Artinya: "Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada 
Alloh dan tidak (pula) pada hari kemudian dan mereka tidak 
mengharamkan apa yang diharamkan oleh Alloh dan Rosul-Nya 
dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Alloh), 
(yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, 
sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka 
dalam keadaan tunduk." 106 

Di sini, Alloh SWT Yang Maha Benar memerintahkan 
untuk keluar memerangi, mengintai dan mengepung 
mereka. Ayat-ayat ini adalah muhkam (tidak mengandung 
takwil-takwil lain, penerj.) dan termasuk ayat yang turun 
akhir-akhir serta tidak ada ayat yang menghapusnya, atas 
landasan inilah Rosululloh SAW dan para sahabat berjalan, 
demikian juga yang dijalankan para sahabat sepeninggal 
beliau sampai akhirnya Alloh SWT taklukkan untuk mereka 
belahan bumi timur dan barat. 

Rosululloh SAW bersabda: 

h<i%o jlj aJJI V j <UI V <jl lj^.uu ^J^. (jjoliil Jjlal jl CjjxI 

IjA^aC (illj IjLlS IJli cSl£ jll IjJjJj e^L^all IjaJSJj auI (Jj-^J 
^IjU Alll ^jJC a^jLui^j a^Luiyi (JAJ V) AgJlj-alj a^jLaJ ^^-La 

"Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka 
bersaksi bahwa tidak ada ilaah yang hak selain Alloh dan 
bakwasanya aku adalah utusan Alloh, mereka menegakkan sholat 
dan menunaikan zakat. Jika mereka telah lakukan hal itu, maka 



106 QS. At-Taubah:29 

56 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

terlindungilah darah dan hartanya dariku kecuali dengan hak 
Islam dan perhitungannya ada pada Alloh Ta'ala." 107 

Dalam hadits Buroidah riwayat Muslim disebutkan 
bahwa apabila Rosululloh SAW mengangkat seorang 
komandan dalam sebuah pasukan atau ekspedisi perang, 
beliau memberikan wasiat khusus kepadanya untuk 
bertakwa kepada Alloh SWT dan mewasiatkan secara umum 
kepada kaum muslimin yang menjadi pasukannya agar 
berbuat baik, kemudian bersabda: 

IjjjJu Vj Ijlij Vj ljjc-1 iJh\j ja£ qa Ijjjla Jh\ a-uilj ljjc-1 
^cjli (Jj^jJoaII qa liljjc <.*\M IJIj cIjjIj Ijliaj Vj IjlLu Vj 

(jL^ai. lL£)u ^JI 

" Berperanglah dengan nama Alloh, perangilah orang yang kafir 
kepada Alloh, berperanglah dan jangan melakukan ghulul 108 , 
jangan melanggar janji, jangan mencincang dan jangan 
membunuh orang tua. Jika engkau bertemu dengan musuhmu dari 
orang-orang musyrik, maka serulah mereka kepada tiga hal...dst." 
Al-Hadits. 

Ini adalah nash-nash yang jelas dan tegas tentang 
kewajiban keluar memerangi musuh (terlebih dahulu) serta 
menyerang mereka di dalam negeri mereka. Inilah yang 
disebut jihad tholabi. 

Adapun jihad difa'i, dalilnya adalah: 

Firman Alloh SWT: 

jUjVI ^Ajijj y& \1Lj Ijja^ (Jjiil Ajal IJI Ijlal (Jjill I^jIU 



107 Muttafaq 'Alaih dari Ibnu 'Umar. 

108 Ghulul adalah mencuri harta rampasan perang sebelum dibagikan, 
penerj. 

57 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Hai orang-orang beriman, apabila kamu bertemu orang- 
orang yang kajir yang sedang menyerangmu, maka janganlah 
kamu membelakangi mereka (mundur)." 109 

Dan firman Alloh SWT: 

iSJjjjUj (jjJul au! (Jjj-uj (gh IjJjlij 

Artinya: "Dan perangilah di jalan Alloh orang-orang yang 
memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, 
karena sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang 
melampaui batas." 110 

Dan tirman Alloh SWT: 

iSuIc (_£jjc! 1-a JiLu <ulc !jjjcla A^jic- (jSic.\ (Ja3 

Artinya: "Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, 
maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. 
Bertaqwalah kepada Alloh dan ketahuilah, bahwa Alloh beserta 
orang-orang yang bertaqwa. " m 

Di sini adalah perang melawan kezaliman musuh 
yang memulai perang terlebih dahulu. 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahulloh berkata: 
"Adapun perang difa'i (defensive, mempertahan diri), maka 
itu termasuk jenis perang paling ditekankan untuk mengusir 
musuh yang menyerang kehormatan dan agama, perang 
seperti ini wajib berdasarkan ijma'. Jika musuh menyerang 
dan merusak agama dan dunia, tidak ada yang lebih wajib 



109 QS. Al-Anfal:15 

110 QS. Al-Baqoroh:190 

111 QS. Al-Baqoroh:194 

58 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

setelah iman selain melawannya, tidak disyaratkan satu 
syarat-pun, tetapi melawan sesuai kemampuannya." 112 

Saya katakan: Dari keterangan-keterangan di atas, 
Anda tahu bahwa siapa yang mengingkari jihad tholabi 
termasuk dari Islam — seperti orang yang mengatakan 
bahwa Islam tidak pernah berperang selain untuk melawan 
dan mengusir kezaliman — berarti ia mendustakan ayat-ayat 
dan hadits yang telah kami sebutkan di atas. Alloh SWT 
bertirman: 

Artinya: "Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain 
orang-orang yang kafir. " U3 

Dan barang siapa yang serampangan mentakwil jihad 
tholabi yang dilakukan para salaf (pendahulu) kita yang 
sholeh serta mengatakan bahwa semua itu adalah jihad 
defensive, maka ia telah tersesat dengan kesesatan yang 
nyata jika ia orang yang mengerti nash-nash syar'i, atau 
kemungkinan ia sudah mengetahui ilmunya lantas ia 
berpaling dan mentakwil-takwilkan nash secara 
sembarangan. 



Syubhat: 

Dalam rangka mengingkari adanya jihad tholabi 
dalam Islam, sebagian orang menggunakan dalil firman 
AllohSWT: 



tgj ^ciaJi aluAS IjVit> (jjj 



112 Al-Ikhtiyarot Al-Fiqhiyyah tulisan Ibnu Taimiyyah. Hal. 309. 

113 QS. Al-Ankabut:47 

59 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka 
condonglah kepadanya. . . " 1U 

Menurut mereka lagi, selama orang kafir mengajak 
berdamai, maka tidak ada jihad. 

Mereka juga berdalil dengan sabda Nabi SAW: 

jO*J! *\j\ !j1«jjV 

Artinya: "Janganlah kalian mengharapkan bertemu dengan 
musuh." U5 

Inilah keadaan orang-orang yang hanya mau beriman 
kepada sebagian isi Al-Qur'an dan kufur kepada sebagian 
yang lain, mereka berdalil dengan satu dalil dalam sebuah 
permasalahan serta meninggalkan dalil lainnya sebagaimana 
telah saya sebutkan dalam prinsip keempat pada bab Ushul 
I'thishom bil Kitab was Sunnah. 



Jawaban Dari Syubhat Ini Adalah: 



Pertama: 



Rosululloh SAW dan para sahabatnya — yang mana 
mereka adalah umat Islam terbaik — tidak membawa makna 



114 QS. Al-Anfal:61 

115 Muttafaq 'Alaih. 

60 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

nash-nash tersebut seperti yang mereka tahami yaitu 
meninggalkan jihad tholab. 

Buktinya Nabi SAW sendiri memerangi bangsa Arab 
kemudian memerangi Romawi di Tabuk, Rosululloh SAW 
sendiri telah melakukan 19 kali perang ghozwah 116 , 8 
diantaranya beliau terjun langsung di dalamnya. 117 

Adapun utusan dan sariyah-sariyah yang beliau tidak 
turut di dalamnya, jumlahnya mencapai 36 kali menurut 
riwayat Ibnu Ishaq, sedangkan yang lain berpendapat lebih 
dari itu. 118 Setelah itu, sepeninggal Rosululloh SAW para 
sahabat berperang menyerang bangsa Rum, Persi, Turki, 
Mesir, Barbar dan lain sebagainya, sampai-sampai ini sudah 
menjadi perkara yang maklum. 

Maka kepada orang yang berdalil dengan nash-nash 
tadi untuk membantah adanya jihad tholab, kami katakan 
kepadanya: Sesuaikah pemahaman Anda ini dengan yang 
dipahami Rosululloh SAW dan sahabatnya? 

Jika ia mengatakan: Tidak..., kami katakan 
kepadanya: Anda mengatakan sesuatu yang tidak mereka 
pahami, berarti Anda hukumi diri Anda sebagai orang sesat 
dan apa yang Anda pahami berarti bukan bagian dari ajaran 
agama kita, karena agama ini telah sempurna semasa hidup 
Rosululloh SAW. Alloh SWT berrirman: 

jl .S ^ jl ° O ? ° 

ISip -£S ClLa£) ^jjll 

Artinya: "Hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian.. . " 



116 Muttafaq 'Alaih dari Zaid bin Arqom. 

117 HR. Muslim dari Buroidah. 

118 Fathul Bari VII/279-281 dan Shohih Muslim bisyarhin Nawawi (XII/185). 

61 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
Artinya, pemahaman Anda tadi tertolak dan gugur, 

•ij j£3 ljj-al 4_llc ^jjoJ lU-aC (JaC j-a 

Artinya: "Barangsiapa melakukan amalan yang bukan dari ajaran 
kami, maka amalan itu tertolak. " 

Dengan pemahaman Anda yang rusak ini, berarti 
pula Anda telah keluar dari petunjuk Rosululloh SAW dan 
dari jalan yang ditempuh para sahabatnya, Alloh SWT 
bertirman: 

V -- - ° ". °?«^^ " * \\ * \ " * ""'' \ ° " ° "\ -* * 1 1 °»"*\ "'** ° 

I \Ui^'a (J1j<iLujj A*ig ^ 4 u^i*ij /a-ijJ La Ajjj jaLajAll 

Artinya: "Dan barangsiapa yang menentang Rosul sesudah jelas 
kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang- 
orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang 
telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, 
dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali. " m 

Namun jika ia mengatakan Rosul dan para sahabat 
memahami sebagaimana ia pahami, kami katakan 
kepadanya: Perjalanan hidup mereka bertolak belakang 
dengan pemahaman tersebut. 

Sehingga ada dua kemungkinan: Pemahaman ini 
benar yang berarti beliau dan para sahabat sendiri telah 
menyelisihinya. Hanya orang zindiq yang mengatakan 
perkataan seperti ini. 

Atau, pemahaman itu batil dan sesat dan bukan yang 
dipahami dan diamalkan beliau dan para sahabat ra. 



119 QS. An-Nisa':115 

62 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
Kedua: 

Adapun firman Alloh SWT: 

tgj ?UA.\i aluAS ljVl?> (jjj 

Artinya: "Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka 
condonglah kepadanya..." 120 akan disebutkan perkataan salaf 
pada panduan ke-10. 

Ketiga: 

Sabda Rosululloh SAW: "Janganlah kalian 

mengharapkan bertemu dengan musuh," Imam Bukhori telah 

meriwayatkannya dari 'Abdulloh bin Aufa, begini 
selengkapnya: 

*Uj3 <___] ^-lll 4-alj| (j'<f* } <__3 aLjjj 4j1c A\\ ^l»^» A\\ Jj-ujj jl 

(jjolil! UjJ ; JLaa Uj )*>•*> ^jjjUII <___ »li ^l c_^<___I ___La ^jj-^. j--iJl 
tljju^ili jAj^ij'^ IJli c4j_UJI M IjLjjj k jjxll $.__■ Ij_~j_V 

__Aj__l Jjia a^ill ; JU jaJ cejJjJ-JI J^iUa v"lVi <__V_I _jl Ij-alclj 
r>gjir> Uj____lj a^aJAl c_jI j_>_M aJIAj u jl^> uJI ^jswaj 

"Rosululloh SAW pernah menunggu musuh dalam salah satu 
peperangan yang beliau lakukan sampai matahari condong, 
kemudian beliau berdiri berkhutbah di hadapan manusia: "Wahai 
manusia janganlah kalian berangan-angan bertemu musuh dan 
mintalah keselamatan kepada Alloh, jika kalian bertemu 
bersabarlah; ketahuilah bahwa surga di bawah naungan pedang," 
lalu beliau berdo'a: "Ya Alloh, yang menurunkan kitab, yang 



120 QS. Al-Anfal:61 

63 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

menjalankan awan dan yang menghancurkan pasukan Ahzab, 
hancurkanlah mereka dan menangkan kami atas mereka." 121 

Saya katakan: Dalam nash hadits ini jelas bahwa 
Rosululloh SAW mengucapkan sabdanya tersebut dalam 
salah satu peperangan yang beliau lakukan sebagaimana 
dikatakan perowi (" ...dalam salah satu peperangan yang beliau 
lakukan..." ) yaitu ketika bertemu musuh, sebagaimana 
diriwayatkan Imam Muslim. Demikian juga sabda beliau: 
("Jika kalian bertemu dengan mereka — musuh — maka 
bersabarlah..." ) juga sabda beliau: "Kalahkanlah mereka dan 
menangkan kami atas mereka" , bagaimana ia berdalil dengan 
hadits tersebut untuk meninggalkan jihad sedangkan hadits 
tersebut beliau ucapkan dalam salah satu peperangannya? 

Kemudian, hadits di atas sebenarnya berisi dorongan 
untuk berperang dan menyerang musuh, ini ditunjukkan 
dalam sabda beliau: " Sesungguhnya surga di bawah naungan 
pedang. " 

Sudah menjadi perkara yang maklum bahwa orang 
yang berperang tidak berada di bawah pedang kecuali ketika 
menyerang musuhnya sampai masing-masing mengangkat 
pedang di hadapan musuhnya. 122 

Beliau mengucapkan sabdanya ini di saat beliau 
menyongsong salah satu peperangan yang beliau lakukan 
dan dorongan beliau untuk berperang menunjukkan bahwa 
larangan berangan-angan bertemu musuh tidaklah mutlak, 
tapi larangan itu bersitat khusus, yaitu peringatan untuk 
menghindari angan-angan bertemu musuh lantaran rasa 



121 Hadits 2965 dan 2966. 

122 Fathul Bari : VI/33. 



64 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

'ujub dan terlalu percaya diri dengan kekuatan yang 
dimiliki. 

Sama dengan yang disyaratkan Ibnu Hajar ketika 
menjelaskan hadits ini, ia berkata: "Beliau melarang 
berangan-angan bertemu musuh karena di sana ada 
perasaan 'ujub, terlalu percaya diri, yakin dengan kekuatan 
yang dimiliki serta tidak serius memperhitungkan musuh, 
semua ini bertentangan dengan prinsip kehati-hatian dan 
kewaspadaan, ada yang mengatakan larangan ini berlaku 
ketika ada keraguan antara terjadinya madhorot dan 
tercapainya mashlahat. Jika selain dalam kondisi ini maka 
jihad adalah amalan utama dan sebuah ibadah ketaatan." 123 

Imam Nawawi juga berpendapat senada dengan 
ini.i 24 

Saya katakan: Yang menunjukkan bahwa larangan 
berangan-angan bertemu musuh tidak mutlak adalah angan- 
angan Anas bin Nadhr di hadapan Rosululloh sementara 
beliau tidak mengingkarinya, sebagaimana diriwayatkan 
Bukhori-Muslim dari Anas bin Malik ia berkata: "Pamanku, 
Anas bin Nadhr, tidak ikut dalam perang Badar, suatu hari 
ia berkata: "Wahai Rosululloh, aku absen dari peperangan 
pertama engkau perangi orang-orang musyrik, sungguh 
kalau Alloh hadirkan aku dalam peperangan melawan 
orang-orang musyrik niscaya Alloh benar-benar akan 
menyaksikan apa yang akan kuperbuat." Maka ketika 
barisan kaum muslimin kacau balau dalam perang Uhud, ia 
berkata: "Ya Alloh aku memohon udzur kepada-Mu dari apa 
yang mereka perbuat — yaitu para sahabatnya — dan juga 



123 Fathul Bari : VI/156. 

124 Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi : XII/45-46. 



65 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

aku berlepas diri dari apa yang mereka perbuat — yaitu 
kaum musyrikin — " lalu ia maju kemudian berjumpa 
dengan Sa'ad bin Mu'adz, ia berkata: "Wahai Sa'ad bin 
Mu'adz, Surga.. dan demi Robb ka'bah! Sungguh aku 
mencium bau surga di bawah bukit Uhud!" Sa'ad berkata: 
"Ya Rosululloh, aku tidak mampu melakukan sebagaimana 
yang ia lakukan." Anas berkata: "Kami dapatkan pada 
tubuhnya lebih 80 tebasan pedang, hujaman tombak dan 
bekas bidikan panah, hujaman tombak dan bekas bidikan 
panah, kami dapati ia telah dicincang oleh kaum musyrikin, 
tidak ada seorangpun mengenalinya selain saudara 
perempuannya dan jari-jarinya." Anas berkata: "Kami 
berpendapat — atau menduga — bahwa ayat ini turun 
tentang orang seperti dia atau yang semisal: 

•» ' ' '. 

Artinya: "Di antara orang-orang mu'min itu ada orang-orang 
yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Alloh; maka 
diantara mereka ada yang gugur. . . " 125 

Saya katakan: Sahabat agung ini berangan-angan 
bertemu musuh dan ia jujur kepada Alloh. 

Dengan demikian Anda bisa lihat sendiri bahwa 
larangan berangan-angan untuk bertemu musuh adalah 
ketika itu dilakukan dengan diiringi rasa 'ujub dan bangga 
yang keduanya adalah sifat tercela. 

Dari sini Anda bisa mengetahui rusaknya syubhat 
yang dijadikan alasan oleh orang yang tergelincir dari 
kebenaran tadi untuk mengingkari adanya jihad tholabi, 



125 QS. Al-Ahzab:23 

66 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

padahal Alloh SWT menjadikan jihad tholabi ini sebagai 
sarana untuk memenangkan agama Islam, Alloh SWT 
berrirman: 

* \\ir f *U ' e-- iS '.°- ' e-'- <1 -- ° f \-<-' 

aJJ 4j^ Oi^ OJ^J ^^ OJ^ * C5^ /»A jJ-«^j 

Artinya: "Dan perangilah mereka supaya jangan ada fitnah dan 
supaya agama itu semata-mata untuk Alloh. " 126 

Juga Alloh SWT bertirman: 

-* ° * -- *-* ti ' * \ 

Artinya: "Dialah yang mengutus Rosul-Nya (dengan membawa) 
petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan- 
Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak 
menyukainya. " 127 

Alloh SWT juga bertirman: 

^jjjC.U^a a&j ^J (jc Aj^aJI IjJ-itm /c- 1 ^ 

Artinya: " ...sampai mereka membayar jizyah dengan patuh 
sedang mereka dalam keadaan tunduk." 128 

Ibnul Qoyyim Rahimahulloh berkata: "Tujuan dari 
jihad tak lain adalah supaya kalimat Alloh tinggi dan agama 
itu semuanya menjadi milik Alloh." 

Beliau berkata lagi: "Maksud agama semuanya 
menjadi milik Alloh adalah dengan menghinakan kekuturan 
dan penganutnya, merendahkan dan menyuruh mereka 
membayar jizyah terhadap kepala keluarganya atau 
mengambil mereka sebagai budak. Semua ini adalah bagian 



126 QS. Al-Anfal:39 

127 QS. At-Taubah:33 dan Ash-Shoff :9 

128 QS. At-Taubah:29 



67 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

dari agama Alloh. Kalau semua ini ditinggalkan, efeknya 
secara pasti adalah membiarkan orang-orang kafir berada di 
atas harga diri mereka dan merekapun bisa melaksanakan 
ajaran agama mereka sesuka hati yang lama kelamaan 
mereka memiliki persenjataan yang kuat dan moril yang 
tinggi." 129 

Saya katakan: Penjelasan di atas tidak bertentangan 
dengan firman Alloh SWT: 

IJ*1\ QA JuSjll JJJU 3 gjill ^J sljSkl V 

Artinya: "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); 
sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang 
salah," 150 

Artinya, perang wajib dilakukan supaya kalimat 
Alloh tinggi dan ini bisa terwujud kecuali kalau kaum 
muslimin menaklukkan musuh mereka serta dengan hukum 
Islam berlaku di negeri-negeri yang ditaklukkan dan berlaku 
atas penduduknya. 

Maka siapa di antara mereka yang masuk Islam, 
sungguh ia beruntung, dan siapa ingin terus kafir ia tidak 
akan dipaksa memeluk Islam, ia boleh tetap berada di atas 
kekuturannya namun di bawah hukum kaum muslimin. 

Jadi pemaksaan yang tidak dibenarkan dalam konteks 
ayat surat Al-Baqoroh: 

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam);" adalah 
paksaan untuk beriman (masuk Islam). Adapun karohah 



129 Ahkamu Ahlidz-Dzimmah Ibnul Qoyyim (1/18) 

130 QS. Al-Baqoroh:256 



68 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

(ketidak sukaan/keterpaksaan) yang tercantum dalam surat 
At-Taubah: 

(JjSjAaJJ b j£ j]j 4J£ jjjJI ^lc. OJAiajJ 

.- .- " " " " 

Artinya: "...untuk dimenangkan-Nya atas segala agama 
walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya (terpaksa)." 131 
Maksudnya adalah ketidak-sukaan (keterpaksaan) mereka 
jika hukum Islam mengatur mereka, tapi mereka boleh saja 
tetap berada di atas agama yang mereka peluk. 

Di dalam syari'at pun, jizyah diterima dari ahli kitab 
dan orang yang sehukum dengan mereka 

"... sampai mereka membayar jizyah . . . " 

... dengan tidak memaksa mereka masuk Islam. Adapun 
dari para penyembah berhala, diterima tidaknya jizyah dari 
mereka masih diperselisihkan. 132 

Saya katakan: 

Yang mesti diketahui seorang muslim, mengimani 
bahwa jihad tholabi ini wajib atas kaum muslimin bermakna 
siap menentang undang-undang dunia internasional hari ini 
yang mengharamkan negara manapun menyerang negara 
lain dan dilarangnya menguasai tanah air orang lain dengan 
menggunakan kekuatan. Inilah peraturan yang digunakan 
sebagai tipu daya oleh negara-negara kuat yang 
membuatnya. Akan tetapi sebagaimana tirman Alloh SWT: 



131 Q5. At-Taubah: 33 

132 Lihat kembali tatsir dari ayat Laa ikroohafid Din dalam tatsir Ibnu 



Katsir. 

69 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

,— Jjul-Nlj (JJOUJl lj>*'lVl jla 

Artinya: " ...maka janganlah kalian takut kepada manusia dan 
takutlah kepada-Ku. " 133 

Dan juga Alloh SWT berrirman: 

a j > <~y U QA _0J| (j J > <~\ \\ \J 

Artinya: "Dan Alloh benar-benar akan menolong siapa yang 
menolong (agama)-Nya. " 1M 

Permasalahannya sekarang, semua hukum-hukum 
jihad ini terkait erat dengan kemampuan dan kesanggupan. 
Kemampuan/kekuatan harus diadakan ketika dalamkondisi 
lemah dalam rangka merealisasikan kewajiban-kewajiban 
ini. Alloh SWT bertirman: 



* •* ' ' * •' \° ', » i 1 i - ° , .. s & ° •''!'' II- •' il ^ f ' 

jjc 4j (JjJ&jj (J-I-Ul -iai-J^) (_>°J oj^ (_>° />1» hluil Ua a^J Ijjclj 

i »•.! i,- o* ?\° ^ *t \ o* '• i("j ii o . -* ; -; •!' oA»-*'^ Si 
|j__Uj Uaj />g <nl»J -OJl ^JjJaJJU 2 A^JjJ (_>a (JJJ-^lj jj^jJCj _0J| 

jjj_l___j **_" ajj| j aSjj] <~-SjJ ^l t-W^ <_y3 ^(^--ii (j-a 

Artinya: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa 
saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk 
berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh 
Alloh, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak 
mengetahuinya; sedang Alloh mengetahuinya. Apa saja yang kamu 
najkahkan pada jalan Alloh niscaya akan dibalas dengan cukup 
kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)." 135 



133 QS. Al-Maidah:44 

134 QS. Al-Hajj:40 

135 QS. Al-Anfal:60 



70 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



r 



PANDUAN KETUJUH 

Jihad Hukumnya Fardhu Kifayah dan 

Menjadi Fardhu 'Ain Dalam Beberapa 

Kondisi 



^N 



V. 



Ibnu Qudamah berkata: "Makna fardhu kifayah 
adalah jika belum dilaksanakan oleh sejumlah orang yang 
mencukupi maka semua orang berdosa, dan jika sejumlah 
orang sudah mencukupi, maka gugurlah kewajiban itu dari 
yang lain. Perintah ini pada awalnya mengenai semua orang 
sebagaimana kewajiban yang fardhu 'ain, kemudian hukum 
ini terpecah menjadi dua, satu sisi fardhu kitayah yang 
gugur dengan dilaksanakan sebagian orang, dan fardhu 'ain 
yang tidak gugur dari seseorang walaupun sudah 
dilaksanakan orang lain." 

Kemudian beliau berkata bahwa jihad itu fardhu 
kitayah: "Dalil kami adalah firman Alloh SWT: 

A^JIjJalj (jJ-jALaJul A)j| (Jiiaa Ag u&Jlj AgJljJalj Alll (JJjlu /«i 
^uo^ll 'Jh\ '^Cj y&j <tkj3 (jjjctiill ^^Jc- Ag uijlj 

Artinya: "Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak 
turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang 
yang berjihad di jalan Alloh dengan harta mereka dan jiwanya. 
Alloh melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan 
jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada 



71 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

masing-masing mereka Alloh menjanjikan pahala yang baik 
(jannah)..." 136 

Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang hanya 
duduk saja tidak berjihad tidak berdosa dengan berjihadnya 
orang lain. Alloh SWT juga bertirman: 

AijUa Ag*lo 4J"^)3 (jfi ^j-a jij Vjls 4ili*i Ijjiij] Qjiajiul [j\S Laj 

Ij^aajjj 

Artinya: "Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin pergi 
semua (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap 
golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam 
pengetahuan mereka.. . " 137 

Juga dikarenakan Rosululloh SAW mengutus sariyah- 
sariyah sementara beliau tinggal di Madinah bersama para 
sahabatnya." 138 

Kemudian Ibnu Qudamah berkata: Jihad menjadi 
fadhu 'ain dalam tiga keadaan: 

Pertama: Jika dua pasukan bertemu dan dua barisan saling 
berhadapan, haram bagi orang yang turut serta dalam 
peperangan tersebut mundur, posisi seperti ini adalah 
tardhu 'ain berdasarkan tirman Alloh Ta'ala: 

AM»\ Ijjj& M Ijj^jIj IjjjjU Aia ijjaJ IJI IjJil (JjJjI I^jIU 

ASLaJj i_JAJJ'j ljLuJflJfl IjC juj* Vj AJjijjjj A)j| Ij*_iLIj (jjAJaj 

^jjjjlL-all «^ A)j| (jl IjjJu^alj 



136 QS. An-Nisa':95 

137 QS. At-Taubah:122 

138 Al-Mughni was-Syarhul Kabir X/364-365. 



72 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu 
memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan 
sebutlah (nama) Alloh sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. 
Dan taatlah kepada Alloh dan RosulNya dan janganlah kamu 
berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan 
hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Alloh beserta 
orang-orang yang sabar. " 139 

Dan firman Alloh SWT: 

jUjVI ^AjIjj y& llkj ljj& jj^I Ajal IJI Ijiil jjill I^jIU 
f.\j S<& <U3 ^l I jjVi^ jl cjual lijisaJa VI sjj^ -^j^ A^j^ Cy*j 

Alll j-a L_bJaJu 

Artinya: "Hai orang-orang beriman, apabila kamu bertemu orang- 
orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah 
kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang 
membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok 
untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan 
pasukan lain, maka sesungguhnya orang itu kembali membawa 
kemurkaan dari Alloh. " uo 

Kedua: Jika orang-orang kafir menduduki salah satu negeri 
kaum muslimin, maka penduduknya harus (dan fardu 'ain 
hukumnya) memerangi dan mengusir mereka. 

Ketiga: Jika imam memobilisasi secara umum terhadap 
suatu kaum, maka fardhu 'ain bagi mereka untuk berperang 
bersamanya berdasarkan tirman Alloh SWT: 

^JS ijRjl M Jjjluj ,J IjjaJl ^J cJjS I Jl ~£1 U Ijiil jjjiII I^jIU 



139 QS. Al-Anfal:45-46 

140 QS. Al-Anfal:15-16 

73 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya 
apabila dikatakan kepada kamu: "Berangkatlah (untuk berperang) 
pada jalan Alloh" kamu merasa berat dan ingin tinggal di 
tempatmu..." U1 serta ayat setelahnya. 

Nabi SAW bersabda: 

Ijjiili ajjiuluj! Ij) 

Artinya: "Jika kalian diperintah untuk berperang, maka 
berperanglah. " U1 

Saya katakan: Dalil kondisi kedua sama dengan dalil 
kondisi pertama, yaitu: 



I ttj U l 3 4 jfl aj < a J 



"Apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguhlah 
hatilah kamu ..." 

. . . dan rirman Alloh SWT: 

jUjVi ?&j\'Ji y& ilij ijj^ dyiii pijai i ji 

"...apabila kamu bertemu orang-orang yang kafir yang sedang 
menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka 
(mundur) . . ." 

... karena kedudukan musuh yang menduduki tanah kaum 
muslimin sama dengan kondisi ketika dua pasukan bertemu. 

Saya katakan: 

Telah kami terangkan dalam bab kedua dari risalah 
ini — Risalah AWUmdah fi Tdaadil 'Uddah, edisi lengkap dari 
buku ini, penerj. — syarat-syarat wajibnya jihad, di sana ada 



141 Q5. At-Taubah:38 

142 Al-Mughni was-Syarhul Kabir X/365-366. 



74 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

sembilan syarat dalam fardhu kifayah (yaitu: Islam, baligh, 
berakal, merdeka, lelaki danselamat dari marabahaya — 
seperti cacat dan sebagainya, penerj. — , ada biaya, izin dari 
kedua orang tua dan izin terhadap orang yang dihutangi). 
Adapun ketika rardhu 'ain, maka syaratnya hanya lima 
pertama saja. 

Saya juga telah sebutkan pada bab dua — dalam 
risalah yang sama, penerj. — mengenai uzur-uzur syar'i 
yang membolehkan seseorang untuk meninggalkan jihad. 
Demikian juga uzur yang tidak syar'i. 



75 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



r 



\* 



PANDUAN KEDELAPAN 

Latihan Militer {Tadrib 'Asykari) 
adalah wajib atas setiap muslim 



J 



Rinciannya sudah kami sebutkan dalam bab kedua 
dari risalah ini. Mengapa wajib atas setiap muslim selain 
orang-orang yang memiliki udzur syar'i? Karena jihad 
tardhu 'ain hukumnya pada beberapa kondisi yang telah 
kami sebutkan tadi, sedangkan jihad tidak bisa terlaksana — 
terlebih tumbuh berkembangnya teknologi persenjataan — 
kecuali dengan berlatih cara menggunakannya. Padahal 
(dalam kaidah Ushul Fiqih, penerj.) sebuah kewajiban yang 
tidak terlaksana dengan sempurna kecuali dengan 
melakukan suatu hal, maka suatu hal itu wajib hukumnya. 

Demikian juga, latihan adalah salh satu bagian dari 
I'dad (persiapan) yang wajib berdasarkan tirman Alloh SWT: 

SjS qa A*1» JaJxn) La AgJ Ij^clj 

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja 
yang kamu sanggupi. . . " U3 

Nabi SAW menatsirkan kekuatan dengan sabda 
beliau: 



^JI Sjil! jl Vt 



'Ketahuilah, kekuatan itu adalah melempar. 



143 QS. Al-Anfal:60 



76 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
Beliau mengatakannya tiga kali. 144 

Dan seseorang tidak cukup hanya melakukan sekali 
latihan dalam hidupnya kemudian ia meninggalkannya. 
Tetapi ia harus melakukannya secara kontinyu supaya ia 
tetap memiliki skill perang yang cukup. Keharusan untuk 
terus melakukan i'daad secara kontinyu tersarikan dari 
sabda Nabi SAW: 

Artinya: "Barangsiapa mengetahui ilmu memanah kemudian 
meninggalkannya, maka ia tidak termasuk golongan kami." 145 
Hadits ini menerangkan wajibnya selalu melakukan 
persiapan untuk jihad. Termasuk dalam bab ini adalah 
rirman Alloh Ta'ala: 

{*& (Jj\^ {&ji& )j -S^XJ jC- (Jj&Lj jJ \jj& (JJJJI Jj 

eJ-^.1 j Ajia 

Artinya: "Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap 
senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu 
dengan sekaligus. " 146 

Di sini ada satu hal yang harus diperhatikan, 
bahwasanya latihan (tadrib) bukan syarat wajib jihad (saya 
telah sebutkan syarat-syaratnya pada bagian ketujuh), 
terlebih jika musuh menduduki salah satu negeri kaum 
muslimin dan ketika hukum memerangi musuh menjadi 
tardhu 'ain. 



144 HR. Muslim dari 'Uqbah bin 'Amir. 

145 HR. Muslim dari 'Uqbah bin 'Amir. 

146 QS. An-Nisa':102 



77 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata: "Adapun perang 
difa' (mempertahankan diri), maka itu termasuk jenis perang 
paling ditekankan dalam rangka mengusir musuh yang 
menyerang kehormatan dan agama, perang seperti ini wajib 
berdasarkan ijma'. Apabila musuh menyerang agama dan 
dunia, maka tidak ada yang lebih wajib setelah iman selain 
menolaknya, tidak disyaratkan satu syaratpun, tetapi harus 
menolak sesuai kemampuan." 147 

Saya katakan: Artinya, jika hukum jihad menjadi 
wajib, maka setiap muslim selain yang memiliki udzur syar'i 
wajib turut serta dalam memerangi musuh meskipun ia 
bukan orang yang terlatih. Tetapi, ia tidak boleh 
menggunakan senjata atau peralatan perang yang ia tidak 
bisa menggunakannya, supaya senjata itu tidak 
membahayakan dirinya dan saudara-saudaranya, ini 
berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Nabi 
SAW bahwa beliau bersabda: 

Artinya: "Tidak (boleh) ada bahaya dan membahayakan." 

Setiap muslim juga harus komitmen dengan tugas 
yang sudah ditentukan pimpinannya di dalam jihad sesuai 
kemampuannya. 



147 Al-Ikhtiyarot Al-Fiqhiyah tulisan Ibnu Taimiyyah. Hal. 309. 

78 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



r 



PANDUAN KESEMBILAN 



"\ 



Umat Islam Adalah Umat 

Berkarakter Jihad, Maka Roda 

Kehidupannya pun Harus Diatur 

. Sesuai Dengan Karakter Jihad . 

V / 



Dari pokok-pokok pikiran yang sudah disebutkan, 
kini Anda tahu bahwa kaum muslimin terbebani untuk 
melakukan jihad ofensive dan defensive, sudah dibahas juga 
bahwa jihad bisa fardhu kitayah dan bisa fardhu 'ain, latihan 
militer adalah wajib dan harus dilakukan secara terus 
menerus. 

Kemudian, jika kita melihat kepada jihad ofensive, 
yaitu terlebih dahulu menyerang musuh di negerinya, maka 
jumhur ulama mengatakan jihad seperti ini wajib dilakukan 
minimal satu tahun sekali, inilah batasan minimal kewajiban, 
ini tidak bisa dihentikan dengan alasan apapun selain ketika 
kaum muslimin dalam kondisi tidak mampu (lemah) atau 
mengadakan perjanjian damai dengan musuh. Ulama lain 
berpendapat bahwa jihad seperti ini bisa dilakukan 
kapanpun jika kondisi memungkinkan tanpa membatasinya 
dengan jumlah tertentu. 

Yang mewajibkannya setahun sekali — yaitu jumhur - 
— berdalih bahwa jizyah diwajibkan atas orang-orang non 
muslim, yang tinggal di negeri Islam paling tidak setahun 
sekali sebagai ganti jihad, sedangkan jizyah ini wajib 
dipungut setahun sekali berdasarkan ijma', maka 



79 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

penggantinya — yaitu jihad — pun haruslah dilakukan 
sekali dalam setahun. 148 

Saya katakan: Hukum wajibnya jihad tholabi setahun 
sekali bisa juga disimpulkan dalam tirman Alloh SWT: 

j uj^ * £> u^j* j 1 6 j^ e 10 ^ C5? uj^ ^- J ' ujj^ * j> 

UJJ^^ 

Artinya: "Dan tidakkah mereka (orang-orang munajik) 
memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap 
tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) 
mengambil pelajaran?" 149 

Ibnu Katsir di dalam Tafsir-nya menukil dari Qotadah 
perkataan beliau: "Mereka diuji dengan perang dalam 
setahun satu sekali." 

Al-Qurthubi berkata tentang jihad tholabi (ofensive): 
"Kewajiban kedua dari jihad yang harus dilakukan seorang 
imam adalah mengutus satu pasukan perang kepada musuh 
setahun sekali, bisa ia pimpin langsung atau menunjuk 
orang yang ia percaya, ini dilakukan dalam rangka menyeru 
musuh kepada Islam dan untuk menimbulkan kedongkolan 
hati dalam diri musuh, untuk menghentikan gangguan 
mereka dan memenangkan agama Alloh atas mereka 
sehingga mereka mau masuk Islam atau membayar jizyah 
langsung dari tangannya. Ada juga jihad yang sunnah, yaitu 
ketika imam mengutus kelompok perkelompok serta 
mengutus ekspedisi-ekspedisi di saat-saat musuh lengah dan 
mengintai mereka dengan melakukan ribath di tempat yang 



148 Lihat Al-Mughni was Syarhul Kabir X/367-368 

149 QS. At-Taubah:126 



80 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

dikhawatirkan diserang atau ketika melakukan unjuk 
kekuatan." 150 

Saya katakan: Di sini, Al-Qurthubi — seperti halnya 
jumhur — berpendapat bahwa yang wajib adalah satu tahun 
satu kali, sedangkan selebihnya adalah sunnah. 

Jika kita melihat kewajiban ini serta sependapat 
bahwa melakukan i'daad (latihan perang) dalam rangka 
jihad hukumnya wajib seperti tercantum dalam tirman Alloh 
Ta'ala: 

bjS QA A*1» )-l*Unl La a^J Ij^Clj 

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja 
yang kamu sanggupi. . . " 151 

... tahulah kita bahwa umat Islam ini adalah umat yang 
paling berhak menyandang karakter jihad/militer. 

Agar kewajiban-kewajiban ini terlaksana dengan baik, 
maka semua roda kehidupan politik umat ini, baik internal 
maupun eksternal, haruslah diarahkan kepada terlaksananya 
kewajiban-kewajiban jihad tadi. Oleh karena itu, silabus 
pendidikan, industri produksi, pertanian, perdagangan dan 
kependudukan serta yang lain, semuanya harus terencana 
dan ditundukkan untuk berkhidmat kepada jihad. 

Nabi SAW bersabda: 

Artinya: "Orang mukmin dengan mukmin lainnya ibarat satu 
bangunan, saling menguatkan satu sama lain" , 



150 Tafsir Al-Qurthubi VIII/152. 

151 QS. Al-Anfal:60 



81 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
. . . Beliau menganyam jari jemarinya. 152 
Beliau juga bersabda: 

jj^IjjI JjujaJ) <j!La£ a^aJaljUj .»»g a^>ljj'j aAjljJ (g& ^jjLajAjl <J!La 
j^-udlj ^.a^uj J-uoaJI jjLuj AJ ^^cIjj jjJoC <la ^^sluil IJI 

Artinya: "Perumpamaan kaum mukminin dalam kecintaan, kasih 
sayang dan kelemah lembutan mereka adalah ibarat satu tubuh, 
jika salah satu merasakan sakit, seluruh anggota badan akan 
mengerang dengan merasakan demam dan tidak bisa tidur. " 153 



152 Muttafaq 'Alaih dari Abu Musa. 

153 Muttafaq 'Alaih dari Nu'man bin Basyir. 

82 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



' PANDUAN KESEPULUH " 

Kaum Muslimin Tidak Boleh 

Menghentikan Jihad Kecuali Dalam 

Kondisi Lemah, Ketika Itu I'daad 

(Mempersiapkan Diri/Latihan) 

, Harus dilakukan , 



Ini berdasarkan firman Alloh SWT: 

qj]ĕ.VI Alilj >Ludl ^l \jcSlj I jj^j ^la 

Artinya: "Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal 
kamulah yang di atas.. . " 154 

Maka selagi kaum muslimin memiliki kekuatan dan 
mereka lebih tinggi daripada musuhnya, tidak ada istilah 
damai, gencatan senjata dan perjanjian, tetapi yang wajib 
adalah perang sampai tidak ada lagi titnah dan agama ini 
semuanya milik Alloh. Ini mengingat bahwa ayat jihad yang 
terakhir turun adalah rirman Alloh SWT: 

\ "°-\- °* >> ' \~ °* • i - o^ »i° - - >•- - <- °:.j><| | ti°-(- 

lj^*3)j z& jj\sy-\\j f&j^.j a&jA o~>j < u^. (JjPjjoiaI) ijuaia 

Ag nu» Ijlka a\S jll \jfi\j S^L^ll IjJatalj IjJU ^jli .iLaj-a (JS IgJ 

* ' * *'. -i \ a . i 
^j jjac Aiil jl 

Artinya: " ...maka bunuhilah orang-orang musyrikin di mana saja 
kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka 
dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan 



154 QS. Muhammad:35 

83 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan 
kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Alloh Maha 
Pengampun lagi Maha Penyayang. " 155 

Ayat ini, dan ayat jizyah dalam surat yang sama (At- 
Taubah:29, penerj.), berisi perintah berperang secara umum 
dan termasuk ayat Al-Qur'an yang paling terakhir turun 
sehingga tidak ada ayat yang menghapusnya. Bukhori 
meriwayatkan dari Al-Barro bin 'Adzib ra. ia berkata: "Surat 
yang turun paling akhir adalah surat At-Taubah." 156 

Beginilah yang dilakukan Nabi SAW dan empat 
khalitah sepeninggal beliau yang mendapat petunjuk 
(Khulafa' Ar-Rosyidun ) dalam memerangi kaum musyrikin 
dan ahli kitab. Ini akan dijelaskan lebih detail dalam 
panduan ke-13. 

Tidak ada yang menghalangi jihad ini selain ketika 
kondisi lemah, tidak heran kalau Anda lihat orang-orang 
kafir berusaha sekuat tenaga menghalangi kaum muslimin 
untuk berperang dengan menggunakan kedok perdamaian, 
sebagaimana tirman Alloh SWT: 

A^Sjir, ^jjiLcUa a&J3Uj*)j A^i^Uml (JC (jjltoj jl lj^)3^ 0£^S\ ^J 

S^.1 j Aiia 

Artinya: "Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap 
senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu 
dengan sekaligus. " 157 



155 QS. At-Taubah:5 

156 Hadits nomor 4654. 

157 QS. An-Nisa':102 



84 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Berulang kali saya sebutkan dalam risalah ini bahwa 
jika kondisi lemah tidak memungkinkan untuk melakukan 
jihad maka persiapan harus dilakukan berdasarkan ayat: 

"Dan persiapkanlah. ..dst (Al-Anfal:60) 

Demikian juga yang dikatakan Ibnu Taimiyah 

Rahimahulloh. 158 

Dari keterangan di muka, kini Anda tahu bahwa asal 
hubungan orang mukmin dengan orang kafir adalah 
hubungan perang, sedangkan dispensasinya adalah 
perdamaian dalam bentuk gencatan senjata atau perjanjian, 
dispensasi ini tidak wajib diambil selain dalam kondisi 
terpaksa atau kondisi lemah atau yang semisal, ini 
berdasarkan firman Alloh SWT: 

(Jjjc-V1 aJiJl j aLuJ! ^l Ijcjjj I jJ^j ^i 

"Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di 
atas ..." 

Adapun ayat yang dijadikan hujjah oleh mereka tadi 
(yakni surat Al-Anfal:61, penerj.) maka itu tidak bisa 
dijadikan hujjah. Sebab ayat itu dibawa kepada makna 
bolehnya melakukan perdamaian dengan syarat kaum 
muslimin membutuhkannya, syarat ini diterangkan oleh 
ayat yang pertama kami sebutkan: 

Qjic.VI aJljlj aIuJI ^l Ijc^jj Ijj^j ^i 

"Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di 
atas..." 



1 Majmu' Fatawa 28/259. 

85 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Jadi ayat surat Al-Anfal itu khusus berlaku pada satu 
kondisi ketika perdamaian membawa mashlahat bagi kaum 
muslimin dan mereka membutuhkannya. 

Adapun ayat dalam surat Muhammad — semoga 
sholawat dan salam selalu tercurah kepada beliau — tadi, itu 
khusus pada kondisi ketika perdamaian tidak mengandung 
kemashlahatan bagi kaum muslimin, ini terjadi ketika kaum 
muslimin memiliki kekuatan untuk menaklukkan 
musuhnya. Dalam kondisi seperti ini, berdasarkan ayat tadi 
tidak ada perdamaian, sebab itu berarti menyimpang dari 
hukum asal yang diwajibkan yaitu memenangkan Islam atas 
agama lain berdasarkan tirman Alloh Ta'ala: 

Artinya: "Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan 
supaya agama itu semata-mata untuk Alloh. Jika mereka berhenti 
(dari kekafiran), maka sesungguhnya Alloh Maha Melihat apa 
yang mereka kerjakan." 159 

Juga tirman Alloh SWT: 

^jjS^uoaSI ^J^ J±J ^US (JJ-^l) Ls^ *^)& "j ' 

Artinya: "Dialah yang mengutus Rosul-Nya (dengan membawa) 
petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan- 
Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak 
menyukainya. " 160 

Inilah hukum asal yang dimaksud, yaitu 
memenangkan Islam dengan cara memerangi kaum 
musyrikin, pilihannya: mereka masuk Islam dan kembali 



159 QS. Al-Anfal:39 

160 QS. At-Taubah:33 

86 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

beribadah kepada Alloh Robbul 'Alamin, atau tetap kufur tapi 
membayar jizyah di bawah hukum Islam dan kehinaan 
berlaku bagi siapa saja yang enggan beribadah kepada Dzat 
Yang Maha Esa lagi Maha Kuasa, Alloh SWT bertirman: 

> . 1 - o •* - -•'*'•. 1|| \ " ?•' 

qjjC.Ll^3 .a&J JJ (jc AjjaJI ljJ"»»J /=-1^. 

Artinya: "...sampai mereka membayar jizyah dengan patuh 
sedang mereka dalam keadaan tunduk. " 161 

Alloh SWT juga bertirman: 

<jj]JVI J± !M'j\ aIjLjj 'A\ JjjUj (JjoII <j| 

Artinya: " Sesungguhnya orang-orang yang menentang Alloh dan 
Rosul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. " 162 

Ibnu Katsir berkata tentang tatsir ayat surat Al-Anfal: 

tgj ?UA.\i aluAl IjAJA (jlj 

"Dan /ilca mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah 
kepadanya..." 163 :"Ibnu 'Abbas, Mujahid, Zaid bin Aslam, 
Atho' Al-Khurosani, Tkrimah, Al-Hasan dan Qotadah 
berkata: "Ayat ini mansukh (terhapus) dengan ayat pedang 
dalam surat At-Taubah (ayat 29): 

j^-VI f»jjitj Vj ^jIj (jjlajj V (Jjiil !ji2la 

"Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Alloh dan 
hari akhir. . . (Al-Ayat) " 

Pendapat di atas perlu ditinjau lagi, sebab ayat surat At- 
Taubah ini berisi perintah memerangi orang kafir jika 



161 QS. At-Taubah:29 

162 QS. Al-Mujadilah:20 

163 QS. Al-Anfal:61 

87 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

memang memungkinkan, adapun ketika musuh 
berkekuatan besar, maka boleh melakukan gencatan senjata 
dengan mereka sebagaimana ditunjukkan oleh ayat surat Al- 
Anfal (ayat:61) yang mulia ini, seperti yang dilakukan Nabi 
SAW pada kejadian Hudaibiyah. Alhasil, tidak ada 
kontradiksi, nasikh (penghapusan) maupun hukum khusus, 
Wallahu A'lam." 

Sampai di sini perkataan Ibnu Katsir. 

Ibnu Hajar berkata mengenai ayat yang sama: 

\^J rci^.li aluAS IjAJA (jjj 

"Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah 
kepadanya..." 164 

... "Ayat ini menunjukkan disyariatkannya berdamai 
dengan orang-orang musyrik..." — hingga beliau berkata — 
...pensyaratan dalam ayat ini adalah perintah berdamai 
jika memang dengan berdamai terdapat maslahat bagi Islam 
sebagai pihak yang melakukan perjanjian. Adapun ketika 
Islam dalam kondisi menang atas kekuturan dan berdamai 
tidak ada maslahat, maka itu tidak berlaku." 165 

Jadi ayat yang dijadikan hujjah di atas menunjukkan 
disyariatkannya perdamaian ketika itu dirasa perlu, bukan 
menunjukkan perdamaian itu wajib. 

Saya katakan: 

Dari keterangan di atas, tidak selayaknya ditahami 
bahwa Islam tidak mengajak kepada kedamaian. Bahkan, 
Islam mengajak kepada kedamaian, tetapi dari tinjauannya 



164 QS. Al-Anfal:61 

165 Fathul Bari VI/275-276. 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

yang khusus. Lebih dari itu, Islam menginginkan kedamaian 
untuk semua makhluk, Alloh SWT bertirman: 

Artinya: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk 
(menjadi) rahmat bagi semesta alam." 166 

Alloh SWT juga bertirman: 

jjjll ,^j| Cll alHll j-a L^. j-L* I jial jjJul ^j auI 

Artinya: "Alloh Pelindung orang-orang yang beriman; Dia 
mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya 
(iman)." 167 

Alloh SWT juga beriirman: 

LgjOLLal .JJU (_pajV! ^ji lj.1>»Vi Vj 

Artinya: "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka 
bumi, sesudah (Alloh) memperbaikinya." 168 

Juga Alloh SWT beriirman: 

jc. ,^-JJj (^JJ^I ijA S-^jj (jUiikyij Jj*J\j jiU auI jl 

^jullj jS'i<ulj f ■ ■*•»■»» 

Artinya: " Sesungguhnya Alloh menyuruh (kamu) berlaku adil 
dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Alloh 
melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan..." 

169 



166 QS. Al-Anbiya':107 

167 QS. Al-Baqoroh:257 

168 QS. Al-A'rof:56 

169 QS. An-Nahl:90 



89 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Inilah kedamaian dalam kerangka pemahaman Islam, 
yaitu Islam sebagai rahmat bagi makhluk dan mengeluarkan 
mereka dari kegelapan (kekatiran) kepada cahaya 
(keimanan), Islam yang menganjurkan untuk berakhlak 
mulia serta membebaskan mereka dari peribadatan kepada 
sesama manusia, 

Alll (jj3 (j-a Utjjl \ iJaaU LiiJaatJ ,^'ij Vj 

Artinya: "...dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian 
yang lain sebagai ilaah selain Alloh. . . " 170 

... dan Islam melarang berbuat kerusakan di muka bumi. 
Selama semua ini belum terwujud, jihad harus dilakukan, 

l >\t. * *,, - i, , s-.j. - 1} V , ?., 



JJJ 



Artinya: "Sampai tidak ada lagi fitnah dan agama seluruhnya 
menjadi milik Alloh. . . " 



170 QS. Ali Imron:64 

90 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



r 



PANDUAN KESEBELAS 



Hijroh Tidak Akan Terputus Hingga 
Matahari Terbit Dari Barat 



Rosululloh SAW bersabda: 

A£.Ua]|j A-a-udlj Ac\ a~\\\ t(j^J ^j-al All! t(jjj<aAJ ^J-al LJIj 

A\\ (jJJxii ig& A^-\\\j Sj^gJl j 

Artinya: "Dan aku perintahkan kalian lima hal yang Alloh 
perintahkan kelima hal itu kepadaku: Berjama'ah, mendengar dan 
ta'at, hijrah dan jihad di jalan Alloh. " in 

Rosululloh SAW juga bersabda: 

«Uaj ^^ia. 4jjjj| x Djjj Vj cAjjill *iaijj C5^ 'O?"^ AJa&li V 

IgJji-a (j-a (__>jaajuuI 

Artinya: "Hijrah tidak akan pernah terputus sampai taubat 
terputus dan taubat tidak akan terputus sampai matahari terbit 
dari tempat tenggelamnya." 172 

Hijroh wajib lantaran beberapa sebab, yaitu: 

I. Lari membawa agama memisahkan diri dari kaum 
musyrikin karena khawatir agamanya terkena f itnah. 



171 HR. Ahmad dari Al-Haris Al-Asy'ari dan dishohihkan oleh Al-Albani. 

172 HR. Abu Dawud dari Mu'awiyah dan dishohihkan oleh Al-Albani 
(Irwaa'ul Gholil V/33). 

91 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Ini adalah hijrah dari negeri kafir ke negeri Islam atau 
ke negeri yang aman jika memang ia mampu 
melakukannya. 

Rosululloh SAW bersabda: 

Artinya: " Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di 
tengah-tengah kaum musyrikin, jangan sampai kedua belah 
pihak saling melihat api masing-masing. " 173 

Bukhori meriwayatkan dari 'Atho' bin Abi Robah ia 
berkata: Aku berkunjung kepada Aisyah Radhiyallohu 
' Anha bersama 'Ubaid bin 'Umair Al-Laits, lalu kami 
bertanya kepada beliau tentang hijrah, maka Aisyah 
berkata: "Tidak ada hijrah lagi hari ini, dulu kaum 
mukminin lari membawa agama mereka kepada Alloh 
dan Rosul-Nya karena takut terkena titnah. Adapun hari 
ini Alloh telah menangkan Islam, dan hari ini tuhan 
orang Islam disembah dengan leluasa, yang ada sekarang 
tinggal jihad dan niat." 174 

Saya katakan: 

Hijrah yang dinatikan sayyidah Aisyah Radhiyallohu 
'Anha adalah hijrah dari negeri Islam, seperti ditunjukkan 
dalam perkataan beliau: "Tidak ada hijrah lagi hari ini. . ." 
saat itu mereka semua berada di negeri Islam, kemudian 
ibunda Aisyah menetapkan bahwa sebab hijrah adalah 
lari membawa agama lantaran takut terkena titnah. 



173 HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dari Jarif, Al-Albani menshohihkannya 

(Irwaa'ul Gholil V/30). 

174 Hadits 3900. 

92 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
II. Hijrah sebagai tahap pertama jihad 

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Al-Harits Al- 
Asy'ari tadi secara marfu': 

4£.Ua]|j A-a-udlj Aj-1 a~\\\ ](j$J ^j-al A)JI c^jho-nj r a ^J' a ' "'j 

Jg "> >'j OJ^g llj 

Artinya: "Dan aku perintahkan kalian lima hal yang Alloh 
perintahkan kepadaku: }ama'ah, mendengar dan taat, hijrah 
danjihad..." 

Di sini, Rosululloh SAW menjadikan hijrah sebagai 
mukaddimah dan pengiring jihad. 

Alloh SWT berrirman: 

Ijji^aj IjJALk aJ Ijlia La .jju ^j-a Ijj^Ia (jjilj ^J (j) P>J 

f^J JJ^ ^*^ t>? ^j uj 

Artinya: "Dan sesungguhnya Robbmu (pelindung) bagi 
orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, 
kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Robbmu 
sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha 
Penyayang." 175 

Dalam konteks ayat ini, hijrah setelah terjadi titnah 
bukanlah jalan terakhir, tapi justru merupakan titik awal 
kepada tahapan berikutnya, yaitu tahapan jihad dan 
sabar. 

Rosululloh SAW bersabda: 

Jj\ij j^atll ahLa oj-n^I xJaili V 



175 QS. An-Nahl:110 

93 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Hijrah tidak akan pernah berhenti selama masih ada 
musuh yang diperangi." 176 

Dalam risalah ini, sudah saya sebutkan sebelumnya 
bahwa jihad akan terus berlangsung sampai kaum 
muslimin memerangi Al-Masih Dajjal bersama Tsa putera 
Maryam AS, inilah jihad fii sabiilillah terakhir 
sebagaimana ditunjukkan oleh dalil-dalil yang shohih. 

Hijrah sebagai pembukaan jihad bagi seorang muslim, 
mungkin karena hendak menolong kaum muslimin yang 
berjihad di belahan bumi lain, atau dalam rangka 
mempersiapkan diri dan memperbanyak pendukung 
mujahidin agar ia tergembleng jiwanya untuk berjihad di 
negerinya sendiri. 

Mengenai hukum hijrah, Ibnu Qudamah berkata: 

"Pasal: tentang hijrah", Hijrah adalah keluar dari 
negeri kafir ke negeri Islam, Alloh SWT berrirman: 

liS |j3l| p& ~g |j]\l ^ ti k\\ g-a^i 4fL£Ul! ^AIIjJ (Jjjj! <jl 
4j«_uj!j A\\ (J-iaj! (j^J p! Ijjli O^J^^ LS^ jjl» LaluJa 

t^ia Ijj^l^ia 

Artinya: " Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan 
malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada 
mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu 
ini." Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang 
tertindas di negeri (Mekah)." Para malaikat berkata: 
"Bukankah bumi Alloh itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah 
dibumi itu?" 177 



176 HR. Ahmad dari Abdulloh bin Sa'di, dishohihkan oleh Al-Albani 
(Irwaa'ul Gholil V/33). 

177 QS. An-Nisa':47 

94 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Diriwayatkan dari Nabi SAW bahwasanya beliau 
bersabda: 

La&ljU Ic-IjjV Lj&^y^* (j^J .luiKi (j-a t-L$^)i ^' 

Artinya: "Aku berlepas diri dari orang Islam yang tinggal di 
tengah-tengah kaum musyrikin, jangan sampai kedua belah 
pihak saling melihat api masing-masing. " 178 

Makna hadits ini adalah janganlah seorang muslim itu 
berada di tempat yang ia bisa melihat api kaum 
musyrikin dan kaum musyrikin bisa melihat api dia jika 
dinyalakan, hadits-hadits selain dua dalil di atas 
sangatlah banyak dan Rosululloh SAW menetapkan 
bahwa hijrah ini akan terus berlangsung hingga hari 
kiamat sebagaimana dikatakan kebanyakan ahli ilmu, 
sebagian kaum mengatakan bahwa hijrah telah terputus, 
sebab Rosululloh SAW bersabda: 

Artinya: "Tidak ada hijrah setelahjathu Makkah." 
Beliau juga bersabda: 

4jjj jLjJV (j-^J '*J-t'"6 j ' '•*'» Ua'tl ^jj 

Artinya: "Hijrah telah selesai, tinggallah jihad dan niat." 

Diriwayatkan juga dari Shotwan bin Umayyah bahwa 
ketika ia masuk Islam ada yang mengatakan kepadanya: 
"Tidak ada agama siapa yang tidak mau berhijrah." 
Maka ia datang ke Madinah, kemudian Nabi SAW 
bersabda: 



178 HR. Abu Dawud 

95 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

<-J& J \jl __J £.l_a. La 

"Apa yang membuatmu datang kemari wahai Abu Wahab?" 

Ia menjawab: "Katanya, tidak ada agama bagi siapa yang 
tidak berhijrah." 

Beliau bersabda: 

,_4_ *£_£! u-9 ____• IjJ-l 4_L» Ttialjl _--) 4-&J LjI A-^J^ 

4jJj jlg_> (j^Jj Sj^-g-^ __Ut___ul 

"Pulanglah wahai Abu Wahab ke padang pasir-padang pasir 
Mekkah, tinggallah kalian semua di rumah kalian, hijrah sudah 
sekarang tinggal jihad dan niat. " 

Semua hadits tadi diriwayatkan oleh Sa'id. 

Adapun dalil kami adalah hadits yang diriwayatkan 
Mu'awiyah ia berkata: "Aku mendengar Rosululloh SAW 
bersabda: 

_-J_- 4jj_ll xj__u_ Vj Ajjlll *_____ _-J-- Sj^JI xJ__U_ V 

LgJji-t _j-> (jj4A__ll x__a_ 

Artinya: "Hijrah tidak akan pernah berhenti sampai taubat 
terputus, dan taubat tidak akan terputus sampai matahari 
terbit dari tempat tenggelamnya." 179 

Diriwayatkan juga dari Nabi SAW bahwasanya beliau 
bersabda: 

_l$_vJ! _j__ La oj-Ngll *_____ V 

Artinya: "Hijrah tidak akan pernah terputus selama ada 
jihad. " 



179 HR. Abu Dawud 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
Diriwayatkan oleh Abu Sa'id dan yang lain. 

Ditambah dengan berlakunya ayat-ayat dan hadits- 
hadits yang menunjukkan pendapat kami ini secara 
mutlak dan kandungannya yang setelah diteliti ternyata 
berlaku pada setiap zaman. 

Adapun hadits pertama, maksudnya adalah tidak ada 
hijrah setelah penaklukan sebuah negeri ke dalam Islam. 

Sedangkan sabda beliau kepada Shotwan bahwa 
hijrah telah selesai maksudnya adalah hijrah dari 
Mekkah, sebab pengertian hijrah adalah keluar dari 
negeri orang-orang kafir, maka apabila negeri itu telah 
ditaklukkan dan tidak ada lagi negeri kafir, berarti tidak 
ada lagi hijrah. 

Demikian halnya dengan setiap negeri yang telah 
ditaklukkan, tidak perlu lagi hijrah dari sana. 

Jika hal ini sudah jelas, selanjutnya manusia yang 
berhijrah ada tiga kelompok: 

Yang pertama, orang yang wajib melakukan hijrah. 
Yaitu mereka yang mampu hijrah sementara ia tidak bisa 
menjalankan agamanya dengan terang-terangan dan 
tidak memungkinkan untuk melaksanakan kewajiban- 
kewajiban agamanya jika ia tetap tinggal di tengah- 
tengah orang-orang kafir, maka orang seperti ini wajib 
berhijrah berdasarkan firman Alloh SWT: 

US \jM £i& *g Ijlla 1^-uiJl (^JUi <££UjI ^Alijj (JjJjI jl 

4jljjjIj A\\ (_pajl (j^J pjl Ijjli (J-ajVI /ji (jj <) * LaJjLaJa 

\jus^a (J1j^.11jjj ATg-^ IaIjLo liilljla t^ja Ijj^t^iia 



97 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: " Sesungguhnya orang-orang yang diwafaikan 
malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada 
mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu 
ini." Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang 
tertindas di negeri (Mekah)." Para malaikat berkata: 
"Bukankah bumi Alloh itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah 
di bumi itu." Orang-orang itu tempatnya naar Jahannam, dan 
Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali, " 180 

Ini adalah ancaman keras yang menunjukkan hukum 
wajib. 

Sebab lain wajibnya hijrah bagi orang seperti ini 
adalah wajibnya melaksanakan agama bagi yang mampu 
melaksanakannya, sementara hijrah termasuk kewajiban 
yang mendesak dan penyebab kewajiban itu terlaksana 
dengan sempurna. Dan sebuah kewajiban yang tidak bisa 
terlaksana dengan sempurna kecuali dengan melakukan 
suatu hal, maka suatu hal itu wajib hukumnya. 

Kedua, orang yang tidak mempunyai kewajiban 
hijrah. Yaitu orang yang tidak mampu melaksanakannya, 
karena sakit, terpaksa tidak berangkat hijrah, atau karena 
kondisi lemah yaitu dari kalangan wanita, anak-anak dan 
orang-orang semisal mereka. 

Orang-orang seperti ini tidak ada kewajiban hijrah 
berdasarkan tirman Alloh SWT: 

(jj»jHu»ij V (jlljJjllj c-Ujajlj (JLkjll (j-a (jjl» Laluiiul V) 
(jlilj Ig V, jisU (jl Alll ^jJJJC liijjjli ^UfuJ (JJ.j1$J Vj 4-Ljj^ 

Ijjac I jac ^iil 



180 



QS. An-Nisa':97 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: " ...kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau 
wanita ataupun anak-anak yang tidak mamyu berdaya uyaya 
dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah). Mereka itu, mudah- 
mudahan Alloh memaajkannya. Dan Alloh Maha Pemaaf lagi 
Maha Pengamyun. " 181 

Bagi kelompok ini, hijrah tidak bisa dihukumi sunnah, 
sebab mereka tidak mampu melakukannya. 

Ketiga, orang yang disunnahkan berhijrah namun 
tidak wajib. Yaitu orang yang mampu berhijrah tapi ia 
bisa melaksanakan agama dan tinggal dengan terang- 
terangan di negeri kafir. 

Orang seperti ini disunnahkan melakukan hijrah 
dengan tujuan nantinya bisa berjihad memerangi orang- 
orang kafir di negeri di mana ia tinggal tadi, 
memperbanyak serta membantu kaum muslimin, 

melepaskan diri dari memperbanyak jumlah dan 
bercampur baur dengan orang-orang kafir dan 
menghindari menyaksikan kemungkaran di tengah- 
tengah mereka. 

Hijrah tidak wajib ia lakukan karena ia bisa 
melaksanakan kewajiban agamanya tanpa harus 
berhijrah. 

Dahulu 'Abbas, paman Nabi SAW tetap tinggal di 
Mekkah padahal beliau sudah masuk Islam. 

Kami juga meriwayatkan bahwasanya ketika Nu'aim 
An-Nuham hendak berhijrah, kaumnya — Bani 'Adi — 
datang kepadanya, mereka mengatakan: "Tetap 
tinggallah Anda bersama kami, silahkan tetap memeluk 



181 QS. An-Nisa':98-99 

99 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

agama Anda, kami akan melindungi Anda dari orang 
yang hendak menyakiti Anda dan cukupilah kebutuhan 
yang kami inginkan dari Anda." Ketika itu ia menjadi 
orang yang mencukupi kebutuhan anak-anak yatim dan 
janda-janda Bani 'Adi. Akhirnya Nu'aim menunda 
hijrahnya beberapa waktu, walupun kemudian ia tetap 
berhijrah, maka Nabi SAW bersabda kepadanya: 

Ij-iljlj ^j^.j^.1 <^-°jS '<^J c^J^ O* ^ ^J^ 'j^ ^i-aj3 

liljJtlaj tiljiaia. liLa jij ^jJJS 

"Sikap kaummu kepadamu lebih baik daripada sikap kaumku 
kepadaku, kaumku mengusirku, mereka ingin membunuhku 
sementara kaummu ingin menjaga dan melindungimu." 

Nu'aim berkata: "Wahai Rosululloh, tetapi kaum Anda 
mengusir Anda menuju ketaatan kepada Alloh serta 
kepada jihad melawan musuh-Nya sementara kaumku 
menahan diriku dari hijrah dan dari ketaatan kepada 
Alloh," atau perkataan yang hampir mirip dengan ini." 

Sampai di sini perkataan Ibnu Qudamah. 182 



: Al-Mughni Was-Syarhul Kabir , juz X hal. 513-515. 



100 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



t 



V 



PANDUAN KEDUABELAS 

Kaum Muslimin Adalah Umat Yang 
Satu, Orang Islam Adalah Saudara 

Bagi Muslim Lainnya Meskipun 
Negeri Mereka Berjauhan, Masing- 
Masing Punya Hak Untuk Ditolong. 



Alloh SWT berfirman: 



Sji) (jjLajAjl LaJl 



Artinya: " Sesungguhnya orang-orang beriman adalah 
saudara. " 183 



Rosululloh SAW bersabda: 



j»i i u<ftU 5^1 ,*> i > »1 «*> i 



Artinya: "Orang muslim adalah saudara muslim lainnya." 184 
Rosululloh SAW juga bersabda: 

■ImaJI jjLuj AJ (^^I-JJ 4_ujIj ^^'iuil |jj ^lj (J^.j£ JjIojaII 

^^aJlj J^-uillj 

Artinya: "Orang-orang beriman ibarat satu orang, jika bagian 
kepala mengaduh, seluruh badan akan menderita tidak bisa tidur 
dan demam. " 185 



183 Qs. Al-Hujurot:10 

184 Muttafaq 'Alaih. 



185 HR. Muslim dari Nu'man bin Basyir. 



101 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Tidak ada kelebihan antar kaum muslimin kecuali 
dengan takwa dan amal sholeh, Alloh SWT berfirman: 

j£XsLi\ M ik. £xaj£l jl 

Artinya: " Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Alloh di antara 
kalian adalah yang paling bertakwa. " 186 

Rosululloh SAW bersabda: 

O^y Vj isijP- c^ u,Ay*\ Vj is**£- tje- gdJ*^ J^a V 

;»jlj ajl QA (Jjoljjl C^jiillj V) (_pa^l ^5^° -^J-"^ Vj JjJull <_5-iC- 

l_j| JJ j* 

Artinya: "Tidak ada kelebihan bagi orang arab atas non arab, 
orang non arab atas orang arab, orang kulit putih atas kulit hitam, 
orang kulit hitam atas orang kulit putih kecuali dengan ketakwaan, 
manusia seluruhnya dari Adam sedangkan Adam berasal dari 
tanah." 187 

Mendapatkan pertolongan adalah hak seorang 
muslim dari saudaranya sesama muslim walaupun negeri 
mereka berjauhan. 

Rosululloh SAW bersabda: 

4jlL\ A.-\\.^ ^i (jl£ (j-aj cUuLjJ Vj 4-aJ_aJ V aLuwuI j— I aLuwuI 

4jj_ Aic A\\ — ■ j3 4jj_ oLaa (jc — ■ j3 (j-aj cAj^L— __3 _Jj| (jl_ 

4_aui_l ajj _Jll e jj-uj \_alu_a jj-uj (j-aj c4_aui_l ajj __JUj£ (j* 

Artinya: "Orang muslim adalah saudara muslim lainnya, tidak 
(boleh) ia dzalimi atau ia serahkan kepada musuh, barangsiapa 
memenuhi hajat saudaranya Alloh akan penuhi hajatnya, 



186 QS. Al-Hujurot:13 

187 HR. Ahmad dan dishohihkan Al-Albani dalam Syarah Aqidah 



Thohawiyah dan Shohih Jamius-Shogir (1780). 

102 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

barangsiapa membantu memberikan jalan keluar dari kesulitan 
yang dihadapi seorang muslim, Alloh akan berikan jalan keluar 
baginya ketika menghadapi kesulitan pada hari kiamat, dan 
barangsiapa menutupi aib seorang muslim, Alloh akan tutupi 
aibnya pada hari kiamat" 188 

Muslim meriwayatkan hadits senada dari Abu 
Huroiroh secara marhi' dengan lafadz: 

"Orang muslim adalah saudara bagi sesama muslim, tidak (boleh) 
ia dzalimi atau ia telantarkan." 

Atas dasar ini, setiap muslim wajib menolong 
saudara-saudaranya para mujahidin meski negeri mereka 
berjauhan, sesuai dengan kemampuannya, janganlah ia 
telantarkan mereka di hadapan musuh-musuhnya, jangan 
juga diserahkan mereka kepada musuh-musuhnya, 
sebagaimana dikatakan Al-Qurthubi: "Semua orang wajib 
keluar berperang ketika hukum jihad tardhu 'ain di saat 
musuh menguasai satu negeri atau menduduki pusat 
kotanya, dalam kondisi seperti ini semua penduduk negeri 
tersebut wajib berperang dan keluar melawan musuh 
tersebut baik ringan atau berat, muda atau tua, masing- 
masing melakukan sesuai kemampuannya, baik ia 
mempunyai ayah — yang dalam hal ini ia tidak perlu izin 
kepadanya — ataupun tidak mempunyai ayah, tidak boleh 
seorangpun yang mampu keluar untuk absen, baik ia 
berperan sebagai pasukan perang atau sekedar 
memperbanyak jumlah. Jika penduduk negeri tersebut tidak 
mampu melaksanakan kewajibannya melawan musuh, maka 
penduduk yang berdekatan dan bertetangga dengan 



; HR. Bukhori dari Ibnu 'Umar. 

103 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

mereka harus keluar sesuai jumlah yang dibutuhkan 
penduduk negeri tersebut sampai mereka tahu bahwa 
penduduk negeri tersebut memiliki kekuatan yang cukup 
untuk mengusir dan melawan musuh mereka. Demikian 
juga bagi siapa saja yang mengetahui bahwa penduduk 
negeri tersebut tidak mampu melawan musuh mereka dan 
tahu bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk bergabung 
dengan mereka dan bisa memberikan pertolongan kepada 
mereka, maka iapun wajib keluar bergabung dengan 
mereka, kaum muslimin adalah penolong bagi muslimin 
lainnya. " 189 

Ibnu 'Abidin berkata: "...dan jihad tardhu 'ain 
hukumnya jika musuh menyerang salah satu daerah 
perbatasan Islam, saat itu jihad menjadi tardhu 'ain 
hukumnya bagi orang yang lokasinya berdekatan dengan 
daerah tersebut. Adapun orang yang tinggal di lokasi yang 
jauh dari musuh maka jihad bagi mereka hukumnya tardhu 
kitayah jika keberadaan mereka belum dibutuhkan, namun 
jika nantinya dibutuhkan yaitu ketika orang yang lokasinya 
berdekatan dengan musuh tidak mampu lagi melawan 
musuh, atau sebenarnya mereka mampu namun mereka 
malas dan tidak mau berjihad, maka jihad hukumnya 
berubah menjadi tardhu 'ain bagi penduduk daerah 
tetangga, sama seperti hukum sholat dan puasa; tidak ada 
alasan bagi mereka untuk tidak berjihad, kemudian meluas 
kemudian meluas dan seterusnya sampai jihad ini menjadi 
kewajiban bagi seluruh umat Islam baik yang di barat 
ataupun di timur sesuai dengan urutan tadi." 

Sampai di sini perkataan Ibnu ' Abidin. 190 



189 Tajsir Al-Qurthubi (V/151) 

190 Hasyisyah Ibnu Abidin (III/238). 



104 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Inilah pendapat yang juga dipegangi oleh fuqoha 
madzhab yang empat. 

Saya katakan: 

Dari sini Anda bisa melihat bahwa pertalian 
(hubungan) yang bersitat syar'i yang mengikat kaum 
muslimin adalah ikatan karena status agama Islam. 

Pertalian ini memiliki tuntutan-tuntutan, seperti 
tuntutan saling membantu, saling berlemah lembut, saling 
menolong dan sebagainya. 

Karena pertalian syar'i antar kaum muslimin ini 
melemah, yang berakibat kepada tercerai berainya persatuan 
kaum muslimin dan terpecah belahnya keutuhan mereka, 
maka orang-orang katirpun mencoba membuat pertalian- 
pertalian sebagai ganti, diantaranya: 

Pertalian karena tanah air (negara), atau yang biasa 
disebut nasionalisme. Ini mengakibatkan seseorang tanatik 
dengan negara asalnya tanpa membeda-bedakan agama 
penduduknya, akibat lainnya ia akan mendahulukan 
kepentingan negara sebagai pertimbangan nomor satu. Ini 
jelas batil secara syar'i, tidak selayaknya seorang muslim 
menjadikan tanatisme dan loyalitasnya hanya didasari 
kepada sepetak tanah, sebab tidak menutup kemungkinan 
pada suatu saat nanti ia dituntut untuk berhijrah di jalan 
Alloh meninggalkan tanah airnya ini, bahkan Alloh SWT 
mengancam siapa saja yang lebih memprioritaskan 
loyalitasnya kepada negara daripada perbuatan yang disukai 
Alloh dan Rosul-Nya dalam firman-Nya: 

(jijjaij isjjjjjjcj -S~\\j j)\j aSji j^]j p^y^i^j ("j^i (j^ (jj lp 

ISj]) 4-^ ^-Jj^jj (J^Saaj IajIIj^ ^jjui-nI SjLaJj Ubjjcuajjiil 



105 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Katakanlah: "jika bapak-bapak, anak-anak, saudara- 
saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu 
usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan 
rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu 
cintai lebih daripada Alloh dan Rosul-Nya dan (dari) berjihad di 
jalan-Nya, maka tunggulah sampai Alloh mendatangkan 
keputusan-Nya. Dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang- 
orang yangjasik. " m 

Pertalian atas dasar tanah air dalam ayat ini 
ditunjukkan oleh tirman Alloh SWT: 

L^jjjJa jj (jSLuiij 

" ...dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai. . . " 
Nabi SAW bersabda: 

(jjSjjjtuul J£-*al (JJJ (»JJ9J ajjJi-a (J£ {ja f.jC JJ ul 

Artinya: "Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di 
tengah-tengah kaum musyrikin. " 192 

Akibat ikatan nasionalisme adalah menyamaratakan 
antara orang muslim dan non muslim dalam satu negeri dan 
ini adalah kemungkaran. 

Rosululloh SAW bersabda: 

^Uu Vj jiJu ^yi 



191 QS. At-Taubah:24 

192 HR. Abu Dawud dari Jarir dan dishohihkan oleh Al-Albani. 

106 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Islam itu tinggi dan tidak ada yang 
mengunggulinya. " 193 

Pertalian ini juga akan berakibat kepada anggapan 
bahwa orang Islam kalau ia bukan satu bangsa berarti bukan 
saudara bagi muslim pribumi, ini termasuk kemungkaran 
paling besar, sebab seorang muslim adalah saudara bagi 
muslim lainnya meskipun negeri mereka berjauhan. 

Termasuk tali ikatan jahiliyah adalah £anatisme 
suku; yaitu sikap ranatik kepada ras dan suku tertentu, 
berperang membela tanatisme tersebut dan mendahulukan 
ikatan ini di atas ikatan lain. 

Inilah yang disebut da'wah jahiliyyah (seruan jahiliyah) 
yang mana Rosululloh SAW mengatakan tentangnya: 

Artinya: "Tinggalkanlah seruan itu, sesungguhnya itu busuk." 194 

Rosululloh SAW menghukumi orang yang mati 
karena berperang membela prinsip ini bahwasanya ia mati 
dalam keadaan mati jahiliyah. 195 

Ikatan ianatisme suku inilah yang tertera dalam ayat 
surat At-Taubah tadi di dalam tirman Alloh SWT: 

aAj UjujC- j 

"... dan keluarga kalian ..." 



193 HR. Daruquthni dari 'A'idz bin 'Amru dan Al-Albani meng-hasan- 
kannya. 

194 HR. Bukhori dari Jabir. 

195 HRMuslim dari Jabir. 

107 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

... di dalamnya berisi ancaman bagi siapa saja yang lebih 
mendahulukannya daripada keridhoan Alloh dan Rosul-Nya 
SAW. 

Alloh SWT memberikan contoh kepada kita dengan 
para nabi-Nya tatkala mereka berlepas diri dari kaumnya, 
Alloh SWT bertirman: 

Artinya: "Alloh berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia 
bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan 
diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang 
tidakbaik." 196 

Alloh SWT juga berrirman: 

Ljl L^ajal IjJUJ Jl AjLa ^jjjulj aj&ljj] ^i 4,'i>a\ SjjujI t&l CjjI£ jl 

,k«-, i-;'.»- I", £ (-;<''•?• Si ■" ° '>•;. 1$ „ it j< t , -» 

aajJJj UJJJ Ijjj a±U UjSl^ Aill (jjJ (j-a (jjJJJU La-oj -»Vl,n £-'^>J 

* * 'S '»,j'j „* i s » J o* 

skj AJj\j IjiajJ /Ji^ lil »t r*-i»Mlj SjlaiJI 

Artinya: " Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik 
bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; 
ketika mereka berkata kepada kaum mereka: " Sesungguhnya kami 
berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain 
Alloh, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan 
kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai 
kamu beriman kepada Alloh saja." 197 

Ayat-ayat di atas menerangkan bahwa tali ikatan 
syar'i adalah iman kepada Alloh saja, ikatan pertalian 
berupa apapun selain iman tidak bernilai sedikitpun. 
Loyalitas dan permusuhan terkait dengan iman: 



196 QS. Hud:46 

197 QS. Al-Mumtahanah:4 



108 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

, - <■ - * 1 i f . °l ?. - 

". . .sampai kalian beriman kepada Alloh saja. . . " 

Termasuk ikatan pertalian jahiliyah adalah ikatan 
atas dasar kesamaan bahasa atau kepentingan bersama. 

Ini tercela di dalam firman Alloh SWT: 

IajUjj^ (jjjujaj SjLaJj Ia jiuaj!ial (jljilj 

" ...dan harta benda yang kalian usahakan dan perniagaan yang 
kalian khawatirkan kerugiannya.. . " 198 

Semua pertalian ini tidak benilai sedikitpun apalagi 
ketika bertabrakan dengan tuntutan hukum-hukum syar'i. 

Semua pertalian ini tak lain diproduksi oleh tangan- 
tangan orang kafir dalam rangka memecah belah kaum 
muslimin dan menyulut api permusuhan di tubuh mereka, 
ini termasuk perkara yang Alloh ingatkan kepada kita 
dengan firman-Nya: 

f&J*Ji 4-^* \jij> 0$ (j? ^J* *J*^ (j) *J^ U^ W^ 

yj jJlS a£j\jajj .JJU 

Hingga firman Alloh: 

- ,\° , «itt- vn * ■• >■■• v>- -i r -£ *•• - -* t i -?•< i *• T - *1i i''Ti- 
^jjolmo ^'j 2J (j-^J-*- 1 ^J 4-iLSJ (Jj^- ^l IJ9JI IjJ-al (jJJJl ^l^ 

J 1 " ? " a 9-*° * & ' ' ' ? ^O 

3] A^jlr. alll <uJu Ijj^Jlj Ij3j3J Vj Uj^7> auI (JJAJ Ijja^ajclj 

Ulji.1 <CLaJUJ aJA j > «ali (S^JjiS (JJJ <— iuli C-I^C-I AJj£ 

Hingga firman Alloh: 



198 QS. At-Taubah:24 

109 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

dlUJJjl aAc-Lk La JJU ^j-a ljilli.lj Ij^jij (jJJjl5> IjJj^J Vj 

ajlac l_jIjc- IgJ (SJjJjIj 

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti 
sebahagian dari orang-orang yang diberikan kitab, (ahlul kitab) 
niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir 
sesudah kamu beriman. Bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, 
padahal ayat-ayat Alloh dibacakan kepada kamu, dan Rosul-Nya 
pun berada di tengah-tengah kamu. Barangsiapa yang berpegang 
teguh kepada (agama) Alloh maka sesungguhnya ia telah diberi 
petunjuk kepada jalan yang lurus. Hai orang-orang yang beriman, 
bertaqwalah kepada Alloh sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan 
janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan 
beragama Islam. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali 
(agama) Alloh , dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah 
akan nikmat Alloh kepadamu ketika dahulu (masa jahiliyah) 
bermusuh-musuhan, maka Alloh mempersatukan hatimu, lalu 
menjadilah kamu karena nikmat Alloh orang yang bersaudara dan 
kamu telah berada di tepi jurang Naar, lalu Alloh menyelamatkan 
kamu daripadanya. Demikianlah Alloh menerangkan ayat-ayatnya 
kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Dan hendaklah ada di 
antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, 
menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar; 
mereka adalah orang-orang yang beruntung. Dan janganlah kamu 
menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah 
datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang- 
orang yang mendapat siksa yang berat." 199 

Alloh SWT juga berrirman: 

^jjjijjljk Ijjlajja ASjV<ir.l ^lc A£jjjj ljjsf£ Oi^ Ij»jKJ q\ 



199 QS. Ali Imron:100-105 

110 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "...jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, 
niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada 
kekafiran) lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi" 200 

Tujuan kami paparkan keterangan-keterangan ini 
adalah hendaknya seorang muslim mengerti bahwa 
loyalitas, hak memberikan pertolongan dan pengorbanan, 
semuanya terikat dengan tali keimanan saja, tidak perlu 
melihat tali ikatan lain yang berbau jahiliyah. Seorang 
muslim haram bersikap loyal dan berperang di atas tali 
ikatan jahiliyah seperti ini. 

Seorang muslim juga harus tahu bahwa orang Islam 
yang berada di ujung timur paling jauh sana adalah saudara 
bagi muslim yang berada di ujung barat paling jauh 
meskipun warna kulit, suku dan bahasanya berbeda; 
menolong dan membantunya dalam membela kebenaran 
adalah wajib sesuai kemampuan. 



200 QS. Ali-Imron:149 

111 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



r 



PANDUAN KETIGABELAS 



Wajib Memerangi Musuh Terdekat 
Terlebih Dahulu 



Ini berdasarkan firman Alloh SWT: 

jilili °qa ^jL jjjji ijkl ijki ^jli i^jlu 

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang 
kafir yang berdekatan dengan kalian.. . " m 

Ibnu Qudamah berkata: 

"Masalah: Suatu kaum mesti memerangi musuh yang 
terdekat," 

Asal hukum ini adalah tirman Alloh SWT: 

jliill j-a piji} (JJ^I I J^ I JJ^I (JJ^I ^l^ 

"Haz orang-orang beriman, perangilah orang-orang kafir di sekitar 
kalian..." 

Ini mengingat bahwa orang kafir yang terdekat lebih 
besar bahayanya, memeranginya akan menolak bahaya yang 
bakal menimpa orang yang berhadapan dengan musuh 
tersebut atau orang yang berada di belakang mereka, 
sementara menyibukkan diri memerangi musuh yang jauh 



201 QS. At-Taubah:123 

112 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

akan memberi kesempatan musuh terdekat untuk mencuri 
kesempatan menyerang kaum muslimin, sebab kaum 
muslimin melalaikannya. . ." 

— hingga perkataan beliau — : 

" . . .jika semua pertimbangan di atas jelas ada, tapi ia 
memiliki pertimbangan lain untuk menyerang musuh yang 
lebih jauh lantaran bahaya musuh tersebut lebih mengancam 
atau terdapat maslahat tertentu dengan menyerang musuh 
yang lebih jauh itu karena posisinya yang sedang dekat atau 
sedang ada kesempatan, atau karena musuh yang lebih 
dekat sedang menjalin gencatan senjata dengan kaum 
muslimin, atau ada halangan tertentu untuk memerangi 
musuh terdekat, maka tidak mengapa menyerang musuh 
yang lebih jauh terlebih dahulu, sebab itu diperlukan." 202 

Ibnu Katsir berkata menatsirkan ayat di atas: 

"Alloh SWT memerintahkan kaum mukminin untuk 
memerangi orang-orang kafir yang paling dekat, kemudian 
yang paling dekat lagi dengan daerah Islam. 

Oleh karena itu, Rosululloh SAW terlebih dahulu 
memerangi orang-orang musyrik di Jazirah Arab, ketika 
mereka berhasil dirampungkan dan Alloh taklukkan untuk 
beliau kota Mekkah, Madinah, Tho'if, Yaman, Yamamah, 
Hajar, Khoibar, Hadromaut dan daerah arab lainnya dan 
manusia dari seluruh etnis arab masuk agama Alloh dengan 
berbondong-bondong, barulah beliau memerangi ahli kitab 
(Yahudi-Nasrani), maka beliau bersiap-siap memerangi 
bangsa Romawi, para penyembah salib, merekalah manusia 
yang paling dekat dengan Semenanjung Arab. .." 



202 Al-Mughni was-Syarhul Kabir, juz X/372-373. 

113 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
— hingga perkataan beliau — : 

"...wakil dan teman setia sekaligus khalitah 
Rosululloh SAW sepeninggal beliau melaksanakan perintah 
ini, dialah Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. 

Saat itu agama Islam mengalami penyimpangan yang 
menjadikannya hampir saja hilang, lalu Alloh SWT 
meneguhkannya dengan perantara Abu Bakar, Abu Bakar 
menancapkan kembali pilar-pilar Islam dan memperkokoh 
tonggak-tonggaknya, ia kembalikan dengan paksa orang 
yang lari dari agama, ia kembalikan orang-orang yang 
murtad kepada Islam, ia pungut kembali zakat dari orang- 
orang yang membangkang membayar zakat makanan dan ia 
terangkan kebenaran kepada orang yang tidak 
mengetahuinya. Ia tunaikan risalah seperti yang diemban 
Rosululloh SAW. 

Setelah itu ia mempersiapkan pasukan Islam untuk 
berangkat ke tempat bangsa Romawi, para penyembah salib; 
dan ke Persi, para penyembah api. 

Maka Alloh taklukkan negeri-negeri dengan berkah 
kedamaian dari-Nya, dan ia hinakan Kisra dan Kaisar serta 
orang-orang yang mentaati keduanya. Abu Bakar 
membelanjakan kekayaan keduanya di jalan Alloh persis 
seperti yang telah diberitakan Rosululloh. 

Urusan Islam kembali sempurna melalui kedua 
tangan sang pengemban wasiat Rosululloh SAW 
sepeninggalnya. 



114 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Setelah itu, amanah kepemimpinan diambil alih oleh 
Al-Faruq Al-Awwab 203 , saksi terhadap mihrab Rosul, Abu 
Hafsh, 'Umar bin Khothob ra, maka Alloh hinakan orang- 
orang kafir yang menyimpang melalui perantara dirinya dan 
Alloh hancurkan orang-orang durjana dan munatik, ia 
kuasai kerajaan-kerajaan di timur dan barat. .." 

— hingga perkataan beliau — : 

"...setiap kali kaum muslimin berhasil menaklukkan 
suatu umat, mereka berpindah kepada umat di sekitarnya, 
kemudian merambah kepada para penguasa bengis dan 
jahat yang berada di dekatnya. Ini dalam rangka 
melaksanakan perintah Alloh SWT: 

jliill qa pjjt jjill I jlila \ ji^l (Jjill t&jllj 

"Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang kafir yang 
berada di sekeliling kalian. . . " 

Sampai di sini perkataan Ibnu Katsir. 



203 Artinya adalah orang yang mampu membedakan antara yang haq dan 
bathil serta selalu bertaubat, julukan dari Umar bin Khothob, penerj. 

115 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



r 



"\ 



PANDUAN KEEMPATBELAS 



Memerangi Orang Kafir Murtad Lebih 

Didahulukan Daripada Memerangi 

Orang Kafir Asli 

v * 



Sebab orang murtad lebih besar kejahatan terhadap 
dirinya sendiri dan agama. 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahulloh berkata: 

"Telah tetap dalam sunnah bahwa hukuman orang 
murtad lebih besar daripada orang ka£ir asli ditinjau dari 
beberapa sisi, diantaranya karena orang murtad 
hukumannya adalah dibunuh, apapun kondisinya, tidak 
diperlakukan jizyah dan tidak ada jaminan keamanan 
baginya, lain halnya dengan orang kafir asli. 

Demikian juga, orang murtad tetap dihukum bunuh 
meskipun ia tidak memiliki kemampuan untuk berperang, 
sedangkan orang kafir asli tidak dibunuh kalau ia bukan 
termasuk pasukan perang. 

Menurut pendapat kebanyakan ulama orang kafir asli 
yang bukan ahli perang tidak boleh dibunuh, diantaranya 
menurut Abu Hanitah, Malik dan Ahmad. 



116 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Oleh karena itu, hukuman orang murtad adalah 
dibunuh sebagaimana pendapat Imam Malik, Syafi'i dan 
Ahmad. 

Sisi lain, orang murtad itu tidak berhak mewarisi, 
tidak boleh dinikahkan (dengan orang Islam) dan tidak 
boleh dimakan sembelihannya, lain halnya dengan kafir asli. 

Dan masih banyak lagi hukum-hukum yang terkait 
dengannya." 204 

Beliau berkata lagi: "Kufur karena murtad lebih besar 
berdasarkan ijma' daripada kufur asli." 205 

Dalam lain tempat, beliau — Rahimahulloh — berkata: 

"Abu Bakar Ash-Shiddiq ra dan seluruh sahabat 
terlebih dahulu memerangi orang-orang kafir murtad 
sebelum berjihad melawan orang-orang kafir ahli kitab. 
Karena memerangi mereka adalah dalam rangka 
mempertahankan negeri-negeri Islam yang telah 
ditaklukkan dan mengembalikan orang yang ingin keluar 
dari Islam. 

Sedangkan memerangi orang musyrik yang tidak 
memerangi kita dan memerangi ahli kitab adalah untuk 
menambah kemenangan Islam. 

Dan, menjaga modal lebih didahulukan daripada 
menambah keuntungan." 206 

Saya katakan: 



204 Majmu' Fatawa (28/534) 

205 Majmu' Yatawa (28/478). 

206 Majmu' Yatawa (25/158-159). 

117 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Para sahabat sepakat untuk terlebih dahulu 
memerangi orang kafir murtad. Kita tidak perlu bingung 
memahami diutusnya ekspedisi Usamah bin Zaid ke 
Romawi di awal-awal kekhilatahan Abu Bakar ra., beliau 
tidak mengirim ekspedisi ini kecuali untuk melaksanakan 
perintah Rosululloh SAW yang berpesan agar mengirim 
pasukan Usamah. Lagi pula di sana terdapat kebaikan besar 
yaitu untuk menakut-nakuti orang-orang yang ingin murtad 
dari Islam. 207 



207 Al-Bidayah wan Nihayah Ibnu Katsir: VI/304-305. 

118 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



f 



V 



PANDUAN KELIMA BELAS 

Apabila Penguasa Melakukan 

Kekufuran Dan Menolak 

Menggunakan Syari'at Islam, 

Memeranginya Adalah Fardhu A Ain, 

Ia Harus Diganti Dengan Penguasa 

Lain 



"\ 



A. Seperti para penguasa yang berhukum dengan selain 
hukum Islam di berbagai negara berpenduduk muslim, 
penguasa seperti ini dihukumi kafir, sebagaimana tirman 
Alloh SWT: 

Artinya: "Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa 
yang diturunkan Alloh, maka mereka semua itu adalah orang- 
orang yang kafir. " 208 

Dan tirman Alloh SWT: 

(Jj^ feljj \jj& ot^ p 

Artinya: " ...namun orang-orang yang kafir mempersekutukan 
(sesuatu) dengan Robb mereka. " 209 

Dan masih ada dalil-dalil lainnya. 



208 QS. Al-Maidah:44 

209 QS. Al-An'am:l 



119 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Kebanyakan mereka itu mengaku Islam padahal 
dengan kekururan yang mereka lakukan itu mereka telah 
murtad. 

Sebenarnya, para penguasa itu tidak hanya berhukum 
kepada selain yang diturunkan Alloh SWT, mereka juga 
membuat hukum untuk manusia sekehendak hati 
mereka, dengan demikian mereka telah mengangkat diri 
mereka sebagai Robb dan tuhan bagi manusia selain 
Alloh SWT, sebagaimana tirman Alloh SWT: 

AJJl Aj (JJU aS La (JJ^J) (j-a (a^J I jC jii (.\£>^yl lugJ k\ 

Artinya: "Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan 
selain Alloh yang mensyari 'atkan untuk mereka agama yang 
tidak diizinkan Alloh. . . " 210 

Alloh SWT juga bertirman: 

<U)I (jjJ (j-a UUjl Ag_lU& Jj aA JU^.1 IjJ^Jl 

Artinya: "Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib- 
rahib mereka sebagai robb-robb selain Alloh," 2U 

Jadi kekuturan mereka berlipat ganda dan bertumpuk 
ditambah lagi dengan usaha mereka memalingkan 
manusia dari jalan Alloh SWT. 

Saya jelaskan hal ini di dalam tulisan lain (berjudul 
Risalah Dakwatut Tauhid ), di sana saya memberikan 
jawaban seputar perdebatan mengenai ayat dalam surat 
Al-Maidah, yaitu: 

(jjjSuul aA iSjjJjU All! (J jjl LaJ alAJ aJ (j-aj 

210 QS. Asy-Syuro:21 

211 QS. At-Taubah:31 

120 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa 
yang diturunkan Alloh, maka mereka itu adalah orang-orang 
yang kafir. " 

Dalam risalah tersebut saya terangkan bahwa ayat ini 
adalah nash yang bersitat umum, kekuturan dalam ayat 
ini adalah kujur akbar (kuhir besar yang bisa 
mengeluarkan pelakunya dari Islam, penerj.). 

Di sana juga saya terangkan juga bahwa jika terjadi 
perdebatan pendapat antara para sahabat dalam 
menatsirkan ayat, kita harus memilih pendapat yang 
dikuatkan oleh dalil Al-Qur'an dan Sunnah seperti 
ditetapkan dalam ilmu Ushul Fiqih. 

Saya juga jelaskan bahwa yang terjadi di kebanyakan 
negara-negara berpenduduk muslim sekarang ini sama 
dengan kejadian yang menjadi sebab turunnya ayat Al- 
Maidah tadi, sebab turun ayat ini adalah menghapus 
hukum syari'at Alloh dengan hukum baru dan 
menjadikannya sebagai undang-undang yang wajib 
ditaati manusia sebagaimana orang Yahudi menghapus 
hukum Taurot berupa hukum rajam bagi pezina dengan 
membuat syariat pengganti. 

Masih dalam risalah yang sama, di sana saya 
sebutkan bahwa kejadian yang sama dengan peristiwa 
sebab diturunkannya ayat itu masuk dalam hukum ayat 
tersebut secara qoth'i (pasti), sebagaimana ditetapkan 
dalam ilmu Ushul Fikih, itulah yang diisyaratkan Isma'il 
Al-Qodhi menyatakan dalam Ahkamul Qur'an setelah 
menyebutkan perbedaan-perbedaan pendapat dalam 
makna dhahir ayat ini, perkataan beliau itu menunjukkan 
bahwa siapa yang melakukan seperti yang Ahli kitab tadi 



121 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

lakukan berupa membuat hukum yang menyelisihi 
hukum Alloh SWT dan menjadikannya sebagai jalan 
hidup yang dipraktekkan secara nyata, maka ia 
mendapatkan ancaman yang mereka dapatkan dalam 
ayat (yaitu dihukumi kafir, penerj.) baik dia sebagai 
penguasa atau bukan." 212 

Maka siapa saja yang ikut andil dalam membuat 
undang-undang positit atau berhukum dengannya 
berarti ia telah kafir dan melakukan Kufur Akbar yang 
mengeluarkan dia dari agama Islam walaupun dia 
melaksanakan rukun-rukun Islam yang lima dan amalan 
lainnya. 

Inilah yang telah ditetapkan kebanyakan Ahli Ilmu 
yang hidup belakangan sebagaimana saya nukil dalam 
bab tiga dalam risalah ini dari Ahmad Syakir, 
Muhammad Hamid Al-Faqih dan Muhammad bin 
Ibrohim Alu Syaikh. 

Di dalam risalah tadi, saya telah sebutkan siapa saja 
yang secara syar'i sah dianggap sebagai penguasa. 



B. Penguasa yang melakukan kemurtadan seperti ini, 
apabila dia tidak melawan maka wajib diganti segera dan 
dihadapkan kepada Qodhi (hakim) untuk diminta taubat 
apabila ia mau, apabila tidak mau maka ia dibunuh, dan 
bila ia sudah bertaubat ia tidak boleh memegang jabatan 
lagi sebagaimana dicontohkan Abu Bakar dan 'Umar — 
Radhiyallohu 'anhuma — . 

Rosululloh SAW bersabda: 



212 Fathul Bari : XIII/120 

122 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
(_S^»-J (j-a (jjj^g atl (jJ-UlljJI g-lgKll A^ujj /gjluiJ />^J1»^ 

W I «*u l ] I a i\e~. | ni *-»f. 

Artinya: "Maka hendaklah kalian memegang sunnahku dan 
sunnah khalijah-khalijah yang lurus dan mendapat petunjuk 
sepeninggalku, gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham.. . " 213 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahulloh berkata: 

" 'Umar bin Khothob, bahkan Abu Bakar, tidak 
pernah sama sekali mengangkat orang munarik untuk 
mengatur kaum muslimin, tidak juga mengangkat 
kerabat dekatnya, mereka berdua tidak pernah takut 
celaan orang-orang yang mencela karena Alloh SWT. 

Bahkan ketika keduanya memerangi orang-orang 
murtad dan mengembalikan mereka kepada Islam, 
mereka melarang bekas orang-orang murtad untuk 
menunggang kuda dan membawa pedang sampai 
mereka benar-benar menampakkan taubatnya. 

Pernah suatu ketika 'Umar berkata kepada Sa'ad bin 
Abi Waqqos yang waktu itu sebagai gubernur Traq: 
"Janganlah kau beri jabatan kepada salah seorang dari 
bekas orang-orang murtad dan jangan ajak mereka 
bemusyawarah dalam masalah perang." Padahal tadinya 
mereka adalah para pemimpin besar seperti Thulaihah 
Al-Asadi, Al-Aqro' bin Habis, 'Uyainah bin Hushn, Al 
Asy'ats bin Qois Al-Kindi dan semisalnya. 

Ketika Abu Bakar dan 'Umar khawatir dari mereka 
ada kemunatikan maka mereka tidak diangkat sebagai 
pemimpin bagi kaum muslimin." 214 



213 HR. Tirmidzi dari Trhadh, ia menshohihkannya. 

214 Majmu' Fatawa : 25/65 

123 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



C. Apabila penguasa murtad tersebut memiliki pasukan 
perang yang melindunginya, maka mereka harus 
diperangi, dan setiap orang yang berperang bersamanya 
maka ia telah kafir, berdasarkan firman Alloh SWT: 

Artinya: "Barangsiapa berwali kepada mereka diantara kalian, 
maka ia termasuk golongan mereka.. . " 215 

o 

Kata o* (Barang siapa... ) dalam ayat ini adalah isim 
syarat (kata benda syarat) yang bermakna umum 
mencakup siapa saja yang berwali dan menolong orang 
kafir dengan perkataan atau perbuatan. 

Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab dan 
yang lain berkata mengenai perkara-perkara yang 
membatalkan Islam: "Membantu dan menolong orang- 
orang kafir dalam memerangi kaum muslimin" dalilnya 
adalah firman Alloh: 

Artinya: "Barangsiapa berwali kepada mereka diantara kalian, 
maka ia termasuk golongan mereka..." 216 217 

Maka mereka semua diperangi sebagai kaum yang 
telah murtad walaupun mereka mengucapkan kalimat 
syahadat dan menampakkan sebagian syari'at Islam 
dikarenakan mereka melakukan hal-hal yang 



215 QS. Al-Maida:;51 

216 QS. Al-Maidah:51 

217 Majmu'atut Tauhid tulisan Ibnu Taimiyyah dan Muhammad bin Abdul 
Wahhab:28 

124 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

membatalkan ajaran Islam yang inti. Alloh SWT 
bertirman: 

' ' > 4 

Artinya: "Orang-orang beriman berperang di jalan Alloh, 
sedangkan orang-orang kajlr itu berperang dijalan thoghut..." 

218 

Oleh karena itu siapa saja yang menolong orang 
ka£ir dalam keka£irannya, baik dengan perkataan dan 
perbuatan, maka ia ka£ir seperti dia. 

Inilah hukum dhahir (yang dipakai di dunia) dalam 
status mereka sebagai orang-orang yang menentang 
orang-orang beriman dan mujahidin, tapi tidak 
menutup kemungkinan bathinnya berstatus muslim 
karena adanya mani' (penghalang) ia dika£irkan, atau 
karena ada syubhat yang tidak ia fahami atau 
penghalang lainnya; namun demikian semua penghalang 
ini tidak menghalangi kita untuk menghukumi dia 
sebagai orang kafir karena ada indikasi yang nampak 
jelas pada dirinya (secara lahiriyah, ketika di dunia). 

Inilah sunnah yang berlaku terhadap orang-orang 
murtad yang memiliki kekuatan untuk melawan. 

Saya telah jelaskan masalah ini dalam risalah lain, ini 
termasuk ilmu yang harus disebarluaskan kepada 
manusia agar yang musnah dimusnahkan di atas bukti 
keterangan yang jelas dan yang hiduppun hidup dengan 
bukti keterangan yang jelas. 



218 QS. An-Nisa':76 



125 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



D. Adapun dalil yang menunjukkan wajibnya memerangi 
penguasa apabila ia murtad adalah hadits 'Ubadah bin 
Shomit ra. ia berkata: 

jjjkl Uu3 (jl£fl celjjuUa aLujj 4_iic A\\ ^U^i A\\ (Jj-ujj UlcJ 

U&jfLaj LiLjulia ^ AcUallj a-cujJI ^Ac UiuU (jl UjJC 

;<Jli cAJAl j-aVI p jUj V (jlj 'Uilc SjjIj UjjjjJj UjLjCj 

(jU JJ 4.13^1(3-0 ^jjc UJjJ lji£ Ijjj (jl VI 

Artinya: "Rosululloh SAWmenyeru kami maka kami berbai'at 
kepada beliau, diantara yang beliau minta kepada kami dalam 
bai'at itu adalah kesanggupan untuk mendengar dan taat baik 
dalam keadaan ringan atau berat, dalam keadaan sulit atau 
mudah dan ketika kami diperlakukan tidak adil dan agar kami 
tidak menggoyang kepemimpinan seseorang, beliau bersabda: 
"...kecuali apabila kalian melihat kekufuran yang nyata 
(kufur bawaah) dengan diiringi bukti yang jelas dari 
Alloh." 219 

An-Nawawi berkata: "Qodhi 'Iyadh berkata: "Para 
ulama sepakat bahwa kepemimpinan tidak boleh 
disandang orang kafir, mereka juga sepakat bahwa 
apabila seorang pemimpin yang tadinya muslim 
kemudian murtad, ia harus diturunkan," 

— hingga perkataan beliau — 

"...kalau kemudian ia murtad (melakukan tindakan 
kufur), mengubah syari'at atau melakukan kebid'ahan, 
maka ia telah keluar dari hukum hak berkuasa, gugurlah 
kewajiban mentaatinya, kaum muslimin wajib 



219 Muttafaq 'Alaih dengan redaksi hadits milik Muslim. 

126 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

memerangi dan menurunkannya serta mengganti 
dengan pemimpin (muslim) lain yang adil jika itu 
memungkinkan. Jika tidak bisa dilakukan kecuali 
dengan membentuk kelompok, maka kelompok tersebut 
wajib berjuang mengganti pemimpin yang telah kufur 
tersebut. Untuk ahli bid'ah, hal itu tidak wajib kecuali 
benar-benar yakin mereka sanggup melawannya. 
Demikian juga ketika dalam kondisi belum mampu, itu 
tidak wajib dilakukan dan hendaknya seorang muslim 
berhijrah menyelamatkan agamanya ke negeri lain." 220 

Saya katakan: 

Kesepakatan (ijma' ) ulama yang dituturkan Qodhi 
Iyadh ini juga dinukil oleh Ibnu Hajar dari Ibnu 
Baththol 221 , dan dinukil dari Ibnut Tin dari Ad- 
Dawudi 222 dan dari Ibnu At-Tin, Ibnu Hajarpun 
menyepakatinya. 223 



E. Ketika kaum muslimin tidak mampu melawan penguasa 
seperti ini, mereka harus melakukan latihan dalam 
rangka l'dad (persiapan). 

Ibnu Taimiyah berkata: "Persiapan untuk berjihad 
harus dilakukan dengan menyiapkan kekuatan dan 
kuda-kuda yang tertambat, ini ketika kewajiban jihad 
gugur (ditunda) lantaran belum mampu (lemah), sebab 
sebuah kewajiban yang tidak sempurna kecuali dengan 



220 Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi : XII/229 
221 FathulBari (XIII/7) 
222 FathulBari (XIII /8) 
223 Fathul Bari (XIII/123) 



127 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

memenuhi suatu perkara, maka perkara itu wajib 
dilakukan." 224 

Alloh SWT berrirman: 

La A^J lj.ic.lj (jjJ^»J V (S^-J) )jVu" 'JJ^ U^' U. 1 '"^J Vj 

- s i ° •'''! *• i 
ejS (_j-a .-»1» hlinl 

Artinya: "Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, 
bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Alloh). 
Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Alloh). Dan 
siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang 
kamu sanggupi.. . " 225 

Rosululloh SAW bersabda: 

^jll SjSll jl Vi 
Artinya: "Ketahuilah, kekuatan itu adalah melontar." 
Beliau mengucapkannya tiga kali. 226 

Saya katakan: 

Dari semua penjelasan tadi, kini Anda tahu bahwa 
kewajiban kaum muslimin untuk melawan thoghut- 
thoghut itu ditetapkan berdasarkan dalil syar'i dimana 
seorang muslim tidak boleh menentangnya, nash syar'i 
tersebut adalah perkataan 'Ubadah: 

<Ui yH\ ^JUJ Vij 

" ...hendaknya kami tidak mengambil kepemimpinan dari 
seseorang. " (Kemudian Rosululloh) bersabda: 



224 Majmu' Fatawa (28/259). 

225 QS. Al-Anfal:59-61 

226 HR. Muslim dari 'Uqbah bin Amir. 



128 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

jU jj <ua Jh\ qa a£ak. IaJjj I ji£ Ijjj jl VI 

"...kecuali jika kalian melihat kekufuran yang nyata 
diiringi bukti yangjelas dariAlloh... " 

Dalam ijma' ulama juga telah ditetapkan wajibnya 
melawan para penguasa murtad sebagaimana saya 
sebutkan tadi. 

Oleh karena itu, tidak dibenarkan melakukan ijtihad 
dalam menentukan cara menghadapi thoghut jika di sana 
sudah ada nash syar'i dan ijma' ulama, siapa yang 
berijtihad dalam suatu hal padahal sudah ada nash 
syar'i dan ijma' dalam perkara ini, berarti ia telah sesat 
secara nyata. 

Contoh berijtihad dalam hal ini adalah mereka yang 
mencoba menerapkan hukum Islam melalui media 
parlementer yang mana parlemen sendiri mengandung 
unsur kesyirikan, atau melalui cara-cara semisal. 

Jika diantara mereka yang terjun di parlemen ada 
yang mengatakan bahwa kondisi pernah membuat kita 
tidak mampu melawan para penguasa itu, kami katakan: 
Ketika kondisi lemah (tidak mampu), yang sewajibnya 
dilakukan adalah melakukan Ydaad (persiapan untuk 
berperang), bukan dengan menceburkan diri mengikuti 
sistem parlemen mereka yang berbau syirik itu. Jika 
kelemahan benar-benar tak sanggup ditanggulangi, maka 
wajib melakukan hijrah. 

Jika hijrahpun tidak mampu, maka statusnya menjadi 
seperti kaum lemah (mustadh'afin ) yang berdo'a kepada 
Alloh seperti halnya orang-orang mu'min yang 
mustadh'afin: 



129 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

(Ji_^.|j t^J&l iJUall *Uj£j! e^A (j-a Ukji.1 Ujj (jjljSJ ^JjjJljl 
ljj>^'i (JJJJJ (j-a 111 (J*j*.lj Ulj tJJJjJ (ja Uj 

Artinya: "...yang mereka mengatakan: "Robb kami, 
keluarkanlah kami dari negeri yang penguasanya dzalim ini 
dan jadikanlah pemimpin dan penolong dari sisi-Mu. " 227 

Adapun ikut serta dalam parlemen yang membuat 
undang-undang maka jalan seperti ini tidak akan pernah 
dilakukan seorang yang mengaku muslim, sebab ikut 
serta dalam urusan seperti ini sama artinya ridho dengan 
sistem demokrasi yang meletakkan tampuk 
kepemimpinan di tangan rakyat, artinya pendapat 
mayoritas wakil rakyat menjadi undang-undang yang 
harus ditaati umat. Ini adalah keku£uran yang 
tercantum dalam firman Alloh SWT: 

Alll (jjJ (j-a UUjl I >>iim UjJaaU JAJJ Vj 

Artinya: " ...dan hendaknya sebagian kita tidak mengangkat 
sebagian lain sebagai tuhan selain Alloh. . . " 228 

Pada dasarnya, anggota dewan parlemen itu adalah 
tuhan yang diangkat selain Alloh seperti disebutkan pada 
ayat di atas, dan ini jelas sebuah kekuturan itu sendiri. 

Siapa yang belum mengetahui ilmu tentang perkara 
ini, ia harus diberitahu, Alloh SWT bertirman: 

t^j J^ <&\ <•— ^ aj*<alti !J! (jl L_iU£]l ^ A^sjlr, (J jj jSj 

° '• :. - • | -* . i - ?•' o-"', | * * -i. %.*.'• \^ \'.° Z° * , 

ejJC i— IJJJ*. ^ Ij^iajaj ^^JJ*. />g » <n IjJJt&J j\£ l^J Ij^ Unjj 

Ag JJ A Ijl aSljl 



227 QS. An-Nisa':75 

228 QS. Ali Imron:64 

130 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu 
di dalam Al-Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat 
Alloh diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), 
maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka 
memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya 
(kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan 
mereka. " 229 

Siapa yang duduk satu majelis dengan mereka dan 
ikut menyaksikan kekuturan, berarti kekuturannya sama 
dengan mereka. 



F. Jihad melawan para penguasa, murtad dan bala 
tentaranya adalah f ardhu 'ain bagi setiap muslim selain 
yang memiliki udzur syar'i. 

Diterangkan sebelumnya bahwa jihad menjadi tardhu 
'ain dalam tiga keadaan, diantaranya adalah apabila 
musuh yang kafir menempati negeri kaum muslimin. 

Inilah yang sebenarnya terjadi sekarang, orang-orang 
murtad menguasai kaum muslimin, mereka adalah 
musuh kafir yang menguasai negeri muslim, maka 
memeranginya adalah fardhu 'ain. Oleh karena itu Qodhi 
'Iyadh berkata: "...kaum muslimin wajib melawan 
penguasa murtad tersebut. . ." 

Perkataan Ibnu Hajar lebih jelas dalam mengambil 
kesimpulan umum, seperti beliau katakan: "Ringkasnya, 
seorang penguasa harus diturunkan karena kekuturan, 



229 QS. An-Nisa':140 

131 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

maka setiap muslim wajib melawan penguasa seperti 
itu..." 230 

Inilah pemahaman yang diambil dari hadits 'Ubadah 
bin Shomit ra. 

Saya katakan: 

Jihad melawan para thoghut yang hukumnya tardhu 
'ain ini termasuk ilmu yang wajib disebarluaskan di 
kalangan kaum muslimin secara umum, agar setiap 
muslim mengetahui bahwa memerangi mereka adalah 
perintah Alloh atas setiap individu. 

Ini dikarenakan thoghut-thoghut itu telah memasang 
tembok pemisah begitu kuat antara kalangan muslim 
awam dengan kaum muslim yang konsisten dengan 
ajaran agamanya untuk mempermudah menyerang 
orang-orang Islam yang komitmen dengan agamanya di 
saat kaum muslimin berkubang dalam lumpur 
kebodohan dan bersikap acuh tak acuh terhadap ajaran 
agamanya sendiri. 

Dalam waktu bersamaan, orang-orang Islam awam 
pun mendapatkan beban perintah syar'i yang sama 
selama ia masih mengaku muslim walaupun ia fasik 
dan banyak dosa, sebab kefasikan tidak bisa 
menggugurkan perintah syar'i untuk berjihad. 231 

Maka menjadi kewajiban bagi kalangan muslim yang 
komitmen dengan agamanya untuk menghancurkan 
tembok pemisah ini dengan cara menyampaikan ilmu 
tentang wajibnya jihad ini kepada orang-orang Islam 



230 Fathul Bari : XIII/123 

231 Lihat pada Bab Empat dari Risalah Al-'Umdah. 

132 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

awwam melalui media dakwah /ardiyah (dakwah melalui 
pendekatan personal) maupun dakwah umum, agar jihad 
menjadi masalah yang difikirkan semua kaum 
muslimin, bukan hanya menjadi masalah di kalangan 
orang pergerakan kebangkitan Islam yang siang malam 
tak henti-hentinya diserang. 

Tujuan lainnya agar isu jihad berubah yang semula 
hanya kepentingan orang-orang tertentu menjadi 
kepentingan seluruh orang Islam. 

Dari sini nantinya diharapkan kekalahan berbalik 
kepada thoghut dan antek-anteknya sehingga mereka 
bisa diturunkan dari kekuasaannya dan terkuaklah 
kekuturan serta kejahatan mereka, Alloh SWT bertirman: 

.£ * - t ! i °- t >* * t !, 

Artinya: "...dan keluarkanlah mereka sebagaimana mereka 
mengusir kalian.. . " 232 

Alloh SWT juga bertirman kepada Nabi-Nya 'Alaihis 
Salam — di dalam hadits qudsi — : 

Artinya: "...dan usirlah mereka sebagaimana mereka 
dulu mengusir kalian. . ." 233 

Maka sebagaimana thoghut itu mengusir orang-orang 
yang komitmen dengan keislamannya dari tengah-tengah 
orang muslim awam dengan menyebarkan propaganda 
semu dan pembodohan umat terhadap ajaran agamanya 
sendiri, maka orang-orang yang komitmen dengan 



232 QS. Al-Baqoroh:191 

233 HR.Muslim dari 'Iyadh bin Himar. 

133 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Islam pun wajib menjauhkan orang-orang Islam awam 
dari para thoghut, caranya dengan menyebarkan ilmu 
syar'i yang mewajibkan jihad melawan mereka, ini 
dilakukan untuk mengimbangi kelakuan para thoghut 
itu. 

Sebagaimana thoghut itu memaksa orang-orang yang 
konsisten dengan Islam meninggalkan harta benda, 
mengembargo dan menjalankan kehidupan mereka 
sempit, sebagaimana rirman Alloh SWT: 

Artinya: "Bagi orang-orang jakir yang diusir dari tempat 
tinggal dan harta benda mereka, " 2M 

Maka sebagai balasan setimpal mereka wajib memaksa 
para thoghut itu meninggalkan harta bendanya yang ia 
gunakan untuk mengkader angkatan bersenjata yang 
dibentuk untuk memerangi Alloh dan Rosul-Nya. 

Itulah sebabnya mengapa Rosululloh SAW berdo'a 
agar kaum Quraisy ditimpa kelaparan, Abdulloh bin 
Mas'ud berkata: "Ketika kaum Quraisy menindas dan 
menentang Nabi SAW beliau berdo'a: 

lg_l3 |ji£_| <1uj A£jj___li CL_LujjJ ^lul^ ?-y»l f»,J' r - (_"---'' r-^-"^ 

^_aj| qa aIiaIIj A y\*\\ 

Artinya: "Ya Alloh, tolonglah aku dengan menimpakan kepada 
mereka paceklik di zaman Yusuf, " 

Maka merekapun ditimpa paceklik, sampai-sampai 
mereka memakan tulang lantaran susahnya hidup." 235 



234 QS. Al-Hasyr:8 

235 HR. Bukhori (4822). 



134 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Seorang muslim diharamkan menyumbangkan 
harta berbentuk apapun kepada thoghut-thoghut itu, 

baik berupa bea cukai ataupun pajak atau yang semisal 
kecuali dalam kondisi mendesak atau terpaksa. 

Alloh SWT berfirman: 

gij^iiij ^isyi (^lo IjjjUj Vj 

Artinya: "...dan janganlah kalian tolong-menolong dalam 
perkara dosa dan permusuhan. . . " 236 

Alloh SWT berfirman: 

aiyljJal »1 g Vmll IjJjJ Vj 

Artinya: "Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang 
yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam 
kekuasaanmu) . . . " 237 

Harap diketahui oleh semuanya, bahwa penguasa- 
penguasa thoghut berikut undang-undang yang mereka 
buat tidaklah memiliki legalitas syar'i, Rosululloh SAW 
bersabda: 

Jj j^3 lij-al 4_ilc (JjoJ ^LaC (JaC (j-a 

Artinya: "Barangsiapa melakukan perbuatan yang tidak 
bersumber dari ajaran kami, maka perbuatan itu tertolak (tidak 
sah)." 238 

Telah saya sebutkan dalam panduan keenam dari 
sekian prinsip berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan 



236 QS. Al-Maidah:2 

237 QS. An-Nisa':5 

238 HR. Muslim 

135 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

As-Sunnah (salah satu bab dalam risalah beliau: Al- 
Umdah ) mengenai masalah ini. 

Kaum muslimin juga harus berusaha menguasai harta 
orang kafir dengan menggunakan jalan kekerasan (yang 
nantinya berstatus harta ghanimah), atau mengambilnya 
dengan tipu muslihat (berstatus harta fa'i ). Sebagai 
contoh, dahulu Nabi SAW keluar untuk merampas harta 
kaum Quraisy supaya bisa digunakan oleh kaum 
muslimin, yaitu ketika pecah perang Badar. 

Ringkasnya, masalah jihad ini harus ditranster dari 
yang semula masalah orang-orang khusus (baca: orang 
Islam yang faham) menjadi masalah orang banyak, sebab 
membatasi permasalahan ini hanya untuk orang-orang 
khusus tidak akan mendatangkan angin perubahan yang 
selama ini diharapkan umat Islam, karena ini tidak 
sejalan dengan sebuah kaidah yang tidak akan pernah 
berubah, yaitu: 

" Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah kondisi suatu kaum 
sampai mereka sendiri (berusaha) merubah diri mereka 
sendiri..." 239 

Namun perlu dicatat, bukan berarti seluruh rakyat 
suatu negeri harus ikut semua dalam medan jihad, sebab 
ini — bisa dibilang — mustahil. Yang dituntut adalah 
harus ada sejumlah orang tertentu — yang sudah dipilih - 
— dari rakyat negeri itu yang dibekali kekuatan senjata 
yang mampu menegakkan pemerintahan Islam sekaligus 



239 QS. Ar-Ro'd:ll 

136 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

menjaganya dari serangan musuh, baik musuh lokal atau 
internasional. 

Untuk rakyat lainnya, cukuplah mereka menjadi 
pendukung, atau minimal netral tidak memusuhi, sampai 
mereka mengerti kebenaran dengan jelas. 

Juga, masyarakat Islam awam harus disadarkan 
bahwa siapa yang tidak bisa memberikan peran aktif 
dalam melawan thoghut, bisalah minimal ia menjalankan 
peran pasif, apa itu? Tidak membantu thoghut. 

Nantinya, ketika perlawanan kepada thoghut 
meningkat, tekanan dan siksaan mereka terhadap orang- 
orang Islampun akan meningkat, dengan demikian jihad 
ini setiap harinya akan merambah rumah baru kaum 
muslimin, dan dakwah Islam sedikit demi sedikit 
mendapat pembela baru sampai janji Alloh datang, kelak. 

Sesungguhnya Alloh tidak mungkin menyelisihi janji. 
Alloh SWT bertirman: 

<Uj| ^J«Uj (J-aj^l ^ I jAKjJalu) ) jJjJI ^ (JAJ <jl ^JjJj 
jjj^kj IjJlS La A^ j <n LaAJjikj jLalAj 

Artinya: "Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang- 
orang yang tertindas di bumi dan hendak menjadikan mereka 
pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi 
(bumi), dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka 
bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman 
beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari 
mereka itu " 240 



240 QS. Al-Qoshosho:5-6 

137 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



G. Memerangi penguasa-penguasa murtad lebih 
didahulukan daripada memerangi orang kafir asli, baik 
yahudi, kristen atau kaum animis. 



Ini berdasakan tiga tinjauan: 

Pertama: Jihad melawan penguasa muartad 
termasuk jihad difa'i (defensive) yang hukumnya 
fardu 'ain dan lebih didahulukan daripada jihad 
offensive. 

Mengapa kita katakan jihad defensive? Karena pada 
hakikatnya para penguasa tersebut adalah musuh yang 
kafir yang menguasai negeri kaum muslimin. 

Ibnu Taimiyah Rahimahulloh berkata, "Adapun jihad 
defensive, maka merupakan perang yang paling 
ditekankan dalam rangka mengusir musuh, hukumnya 
adalah wajib berdasarkan ijma', jika musuh menyerang 
yang membuat kerusakan pada agama dan dunia, maka 
tidak ada yang lebih wajib setelah iman sealain 
mengusirnya, tidak lagi disyaratkan syarat apapun, 
tetapi harus melawan semampunya." 241 

Kalau anda mau melihat kembali pada panduan 
ketujuh, disana disebutkan bahwa jihad menjadi fardhu 
ain hukumnya ketika musuh menempati negeri kaum 
muslimin. 

Kedua: Karena penguasa tersebut murtad. 



241 



Al-Ikhtiyarot Al-Fiqhiyah hal. 309. 

138 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Telah diterangkan dalam panduan ke 14 bahwa 
memerangi orang kafir murtad lebih didahulukan 
daripada memerangi orang kafir asli. 

Ketiga: Posisi mereka lebih dekat dengan kaum 
muslimin dan bahaya serta fitnah yang ditimbulkan 
lebih besar. Alloh bertirman: 

jllill °qa ^jL jjill IjJjII Ijkl (jjJJI i^jIu 

Artinya: "Hai orang-orang beriman,"Hai orang-orang 
beriman, perangi orang orang kafir disekeliling kalian, " 242 

. . . penjelasan seputar ayat ini sudah dibahas di panduan 
ke Tiga Belas. 

Syubhat 

Ada satu syubhat kaitannya dengan point pertama 
dari tiga tinjauan diatas. Sebagian orang mengatakan 
bahwa menganggap penguasa murtad yang menguasai 
negeri-negeri kaum muslimin itu sebagai orang kafir 
yang menduduki negeri kaum muslimin tidak bisa 
dibenarkan, sebab hukum ini berlaku bagi orang kafir 
berasal dari luar daerah Islam. Adapun para penguasa 
tersebut, mereka adalah penduduk lokal, jadi tidak bisa 
disamakan! 

Perkataan ini sengaja dilontarkan dalam rangka 
mematahkan pendapat yang disandarkan kepada fatwa 
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah — tentang wajibnya 
memerangi orang-orang Tartar yang tak mau berhukum 
dengan syariat Islam walaupun mereka mengaku diri 



242 QS. At-Taubah:123 

139 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Islam 243 — , kata mereka, fatwa beliau ini tidak boleh 
digunakan saebagai hujjah / dalil dalam perkara ini, 
sebab orang-orang Tartar adalah kafir yang bukan 
berasal dari negara Islam. 

Mengenai fatwa Ibnu Taimiyah ini, telah saya jelaskan 
kandungannya dalam risalah saya bearjudul Risalah 
Da'watu t-Tauhid. 

Menjawab syubhat ini, kami katakan: 

Masalah pemerintah murtad ada nash tersendiri, 
yaitu hadits 'Ubadah bin Shomit; 

ija ^£jjc u.ijj i jai Ijjj ji vi : jii t<ui jJi\ p jUj vij 

jU jj aA m 

"...dan kami berba'iat untuk tidak akan merampas 
kepemimpinan dari seseorang, (kemudian Rosululloh 
bersabda), " ...kecuali jika kalian melihat kekujuran yang 
nyata diiringi bukti yang jelas dari Alloh." 

Di dalam risalah saya tersebut saya jelaskan bahwa 
hadits 'Ubadah ini menjadi pengikat bagi semua hadits 
yang memerintahkan untuk bersabar menghadapi 
kejahatan para pemimpin yang berbuat zalim, seperti 
hadits Ibnu 'Abbas: 

JU.OJH AA j£j llui (jLLiuul j-a (_^lj j-a 

"Barang siapa melihat sesuatu yang tidak menyenangkan dari 
penguasa, hendaknya ia bersabar. " 

Dan hadits ' Auf bin Malik: 



1 Majmu' Fatawa : 28/501-551 

140 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

s^ji ^ ij-isi u v 

"Jangan (perangi mereka) selama mereka masih 
menegakkan sholat ditengah kalian. .." 

Demikian juga hadits-hadits yang senada. 

Ini rahasia mengapa Bukhori mencantumkan hadits 
'Ubadah setelah hadits-hadits Ibnu 'Abbas pada bab dua 
dari Kitab Fitan dalam Shohih - nya, yaitu sebagai syarat 
bahwa hadits 'Ubadah ini menjadi syarat pengikat. 

Keterangan ini sudah cukup bagi mereka yang 
memiliki hati, memasang pendengaran dan bisa melihat 
tentang wajibnya melawan para penguasa murtad. 

Adapun ketiga tinjauan tadi ataupun tinjauan lain, 
sengaja kami sebutkan bukan dalam rangka 

menjelaskan sahnya memberontak penguasa murtad 
secara syar'i — sebab itu cukup dijelaskan dengan hadits 
'Ubadah — , namun lebih dari itu kami ingin 
menjelaskan maksud lain, di antaranya adalah tegasnya 
perintah memerangi penguasa murtad dan itu lebih 
didahulukan daripada jihad lainnya. 

Masih menjawab syubhat ini, kami katakan: 

Belum pernah kami dengar bahwa syariat memilah 
antara orang kafir lokal dan non lokal yang kemudian 
mempengaruhi hukum yang berlaku terhadap 
kekuturan itu. Alloh bertirman: 



141 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

"Wahai Nuh sesungguhnya anakmu itu bukan termasuk 
keluargamu, sungguh itu amalan yang tidak sholeh..." 2U 

Alloh juga berfirman: 
Ijlli Jl AjLa (jjillj jjaIjj) C5? 4,'un^ Sjlul l£] Cul£ jS 

lijj ailj Uji^ Alll (jjJ (j-a qjJJ*J Iaaj AS 1 a ^ljJ u) ,3^-ajaJ 
eJ^.j alllj I jiajJ ^^jj-^. !jjl »t >>i» lllj Sjl j*JI .a£jJJj UJJJ 

"Seungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada 
Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya; ketika 
mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami 
berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain 
Alloh, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami 
dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya 
sampai kamu beriman kepada Alloh saja. . ." 245 

Alloh juga berrirman: 

tljji I j oo ^l IjM <jjjal£JI <jj 

" Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh nyata 
bagi kalian, " 246 

Ayat-ayat diatas menjelaskan bahwa permusuhan 
antara orang mukmin dan kafir terjadi disebabkan 
adanya sebuah si£at berupa kekufuran, inilah yang 
menjadi manath (sebab ) disyariatkannya hukum, 

bukan karena adanya sifat lain seperti apakah kafir itu 
lokal atau non lokal. 



244 QS.Hud:46 

245 QS. Al-Mumtahanah:4 

246 QS. An-Nisa':101 



142 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Karena permusuhan tetap wajib walaupun orang kafir 
itu anak anda sendiri, atau kaum anda atau keluarga 
anda. 

Jadi sekali lagi, manath hukumnya adalah adanya 
kekuf uran, bukan yang lain. 

Perkataan dalam permusuhan, juga berlaku dalam hal 
menetapkan vonis hukuman. Hukuman orang ka£ir 
misalnya, itu terkait dengan status dia menyandang 
kekufuran, bukan karena sebab lain, inilah yang 
disebut manath hukum, seperti sabda Nabi. 

"Siapa yang berbalik agama, bunuhlah ia." 247 

Disini, beliau menjadikan penyebab seseorang 
dihukum bunuh adalah berbalik agama atau kufur 
setelah Islam, inilah manath hukum - nya. 

Jika ini sudah ditahami dengan jelas, selanjutnya kami 
katakan bahwa kekuturan yang menjadi penyebab 
ditimpakannya suatu hukuman (yaitu dibunuhnya 
orang murtad, baik yang maqdur ' alaih atau mumtani' 1AS ) 
berlaku bagi orang kafir baik lokal atau non lokal. 

Apabila orang seperti ini menguasai kaum muslimin 
di sebuah negeri, maka tidak ada bedanya apakah dia 
berasal dari mancanegara atau ia penduduk lokal yang 



247 Muttafaq 'Alaih 

248 Maqdur 'Alaih adalah orang murtad yang berada di bawah hukum 
Islam sedangkan mumtani' adalah orang murtad yang memiliki 
kekuatan - berupa persenjataan, pasukan atau yang lain - serta tidak 
bisa divonis sesuai hukum Islam, atau pergi ke negeri katir untuk 
meminta perlindungan kepada mereka, penerj. 

143 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

lebih dahulu memimpin kemudian berbuat kufur atau 
kufur dulu kemudian berkuasa. Manath hukumnya 
sama-sama ada pada kedua kondisi ini. 

Dan, siapa saja dari penduduk lokal yang melakukan 
kekuturan, maka ia berubah menjadi kelompok di luar 
kaum muslimin, berdasarkan tirman Alloh: 

(jaJI lilocj <jlj (jlk) (ja ^jLS jl t-Jj Jua Ajj £jj (_£jljj 
(JiC. AjI iill&l (j-a (jjtU AjI ^jJ^J (J^3 (jJ-<^^jl ;>S^> I Cjjlj 

^lU^a jj£ 

"Dan Nnn berseru kepada Robbnya sambil berkata: "Ya 
Robbku sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan 
sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar dan Engkau 
adalah Hakim yang seadil-adilnya." Alloh ber/irman: Hai 
Nuh, sesungguhnya dia bukan termasuk keluargamu (yang 
dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya 
perbuatan yang tidak baik. 249 

Dalam ayat ini, putera Nuh keluar dari status sebagai 
keluarga Nuh karena kekuturan yang ia lakukan. 

Hanya saja, memang ada perbedaan dalam vonis 
hukuman bagi orang kafir. Contohnya antara orang kafir 
asli dan kafir murtad. Orang murtad hukumannya lebih 
berat ketimbang kafir asli sebagaimana telah dibahas 
pada panduan ke 14. 

Demikian juga, ada perbedaan antara orang kafir harbi 
(yang memerangi kaum muslimin) dengan orang kafir 
yang terikat perjanjian damai menurut tiga Imam 
Madzhab selain Imam Syafi'i. Demikian juga harus 



249 QS. Hud:45-46 

144 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

dibedakan antara orang kafir yang lebih dekat dengan 
yang lebih jauh dari sisi prioritas jihad yang akan 
dilancarkan (lihat panduan ke 13) 

Dari sini, anda bisa melihat sendiri bahwa para 
penguasa murtad tersebut dalam dirinya telah 
terpenuhi semua si£at-sifat berat ini, seperti bahwa 
mereka sudah melakukan perbuatan murtad, mereka 
memerangi kaum muslimin, dan mereka lebih dekat 
posisinya daripada orang kafir asli. 

Sangat kontras dengan kebalikannya yaitu sifat-sifat 
yang ringan, seperti kufur asli, terikat perjanjian dan 
posisi yang lebih jauh. 

Contoh kasus lain yang semisal adalah kaidah yang 
menyatakan bahwa semua benda memabukkan adalah 
haram, entah itu namanya khomer, alkohol atau sari 
anggur; sama saja apakah itu produk import ; sama saja 
apakah warnanya putih atau merah, semua sifat ini tidak 
berpengaruh pada hukum sedikit pun, sifat yang 
mempengaruhi tak lain karena benda itu 
memabukkan, inilah yang disebut manath hukum dari 
haramnya khomer. Maka kapan saja sifat ini ada — 
tanpa harus melihat sifat-sifat yang lain tadi — maka 
hukum untuk benda itupun berlaku. 

Dalam kasus ini pun terkadang terdapat sifat-sifat 
yang menjadi pengecualian dalam penjatuhan vonis 
hukuman. Misalnya orang yang minum khomer disiang 
hari bulan Romadhon, hukumannya didera sesuai had- 
nya ditambah dengan hukuman ta'zir untuk 
menghormati kesucian bulan Romadhon. Kalaulah 



145 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

bukan karena sifat asal (yaitu minuman yang 
memabukkan) tentu ia tidak perlu dihukum sama sekali. 

Maka orang yang menyatakan bahwa orang kafir 
lokal dan non lokal harus dibedakan, sama saja ia 
menyatakan bahwa khomer lokal dan impor juga harus 
dibedakan. Coba anda renungkan ini. 



I. Kewajiban memerangi penguasa thoghut tidak 

disyaratkan mujahidin Islam harus memiliki basis 

sendiri yang terpisah dari negeri mereka seperti 
dikatakan sebagian orang. 

Pensyaratan di atas bisa anda lihat kebatilannya 
cukup dengan merujuk kepada ijma' yang telah saya 
nukilkan dari Ibnu Taimiyah tentag wajibnya 
meemerangi musuh apabila menduduki negeri kaum 
muslimin. Disana tidak disebutkan harus ada negeri 
terpisah. 

Bahkan, ini adalah salah satu kondisi yang 
menjadikan hukum jihad menjadi fardhu 'ain 
sebagaimana saya sebutkan dalam panduan ke-Tujuh 
dan tidak ada dalil syar'i yang mewajibkan syarat seperti 
ini, dan syarat apapun yang tidak terdapat dalam kitab 
Alloh, maka syarat itu bathil, lagipula tidak ada seorang 
ulama pun yang menunjukkan adanya syarat tersebut, 
Yang paling maksimal dari perkataan Ibnu Cjudamah 
dalam kasus seperti ini adalah: Jika musuh mendekat ke 
suatu negeri, penduduknya boleh kembali ke benteng 
pertahanan yang mereka gunakan untuk berlindung. 

Mengenai masalah penguasa kafir, disana sudah ada 
nash yang jelas dan gamblang, yaitu hadits 'Ubadah bin 

146 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

shomat ra: "Hendaknya kami tidak merampas 
kepemimpinan dari seseorang. . .Rosululloh bersabda, 

jU jj <ua M (ja -&'iic Lkljj \y& Ijjj <jj V) 

"Kecuali kalian melihat kekujuran yang nyata diiringi bukti 
dari Alloh" 250 

Dalam hadits ini maupun hadits lain yang semisal, 
Rosululloh tidak mensyaratkan harus ada pemisahan 
dan tempat yang berbeda. Pun, tidak ada seorang ulama 
pun yang menyinggung syarat seperti ini sebagaimana 
saya nukil sebelumnya dari Al-Qodhi 'Iyadh dan Ibnu 
Hajar dalam anotasi hadits 'Ubadah diatas. 

Kalau mereka yang mensyaratkan harus ada negeri 
yang terpisah itu mengatakan bahwa secara rasio hal itu 
harus dilakukan, kami katakan bahwa rasio (akal logika) 
tidak bisa menentukan wajib tidaknya suatu perkara 
seperti saya singgung dalam bab prinsip-prinsip 
1'thishom bil Kitab was Sunnah. 

Kalau dikatakan bahwa ini adalah perkara ijtihad 
(bukan baku), kami katakan: kalau sudah bersinggungan 
dengan masalah ijtihad, urusannya kita serahkan kepada 
orang yang memang berpengalaman dalam urusan 
perang, sebagaiman f irman Alloh: 

"Seungguhnya Alloh memerintahkan kalian untuk 
memberikan amanah-amanah kepada ahlinya.. . 251 



250 Muttafaq 'Alaih 

251 QS. An-Nisa':58 

147 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Ini dari sisi ijtihadi, adapun dari sisi syar'i, kami 
katakan bahwa kewajiban melawan pemerintah 
murtad tidak disyaratkan apapun selain kekuatan baik 
berupa jumlah personal atau persenjataan. 

Dalam hal inpun, yang bisa menentukan sudah cukup 
atau belumnya kekuatan adalah mereka yang ahli dalam 
urusan perang. 

Adapun yang merasa dirinya mampu kemudian ia 
pergi berjihad sendirian, itu boleh-boleh saja ia lakukan 
dan Insya Alloh tetap mendapat pahala, hanya saja kalau 
ia bergabung dengan sebuah organisai jihad, ia tidak 
boleh keluar kecuali atas seizin pimpinan organisasi 
tersebut. 

Dalil bolehnya keluar sendirian adalah firman Alloh: 

"...maka berperanglah dijalan Alloh, kamu tidak dibebani 
kecuali dirimu sendiri dan kobarkanlah semangat kaum 
muslimin..." 252 

Ibnu Hazm berkata, "orang-orang kafir tetap 
diperangi walau bersama pemimpin fasik atau tidak 
fasik, mereka tetap diperangi walau bersama 
pemberontak atau orang jahat yang bekerja sebagai 
perampok sebagaimana mereka diperangi bersama 
imam, boleh juga memerangi orang-ornag kafir 
sendirian jika ia mampu." 253 

Saya katakan: 



252 QS. An-Nisa':84 

253 Al-Muhalla : YII/299. 



148 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Jihad melawan pemerintah murtad adalah tardhu ain, 
maka jika seorang ingin melaksanakan jihad ini 
sendirian, silakan saja, apa lagi kalau ia memperoleh 
kesempatan untuk menyerang salah seorang dari 
mereka, ia tidak dituntut untuk melawan secara rrontal 
karena besarnya jumlah orang kafir tersebut, ia boleh 
mundur mengingat jumlah yang tak seimbang. 

Namun jika dia tetap bertahan dan ingin mencari 
syahid, hal itu boleh-boleh saja dan itu baik. Alloh 
bertirman: 

Alll SU-ia^a £lilj| ^luaj (_£^ij £ya (_)jou1I (j-aj 

"Di antara manusia ada yang menjual dirinya dalam rangka 
mencari ridho Alloh. . . 254 

Hanya saja, kewajiban yang dituntut adalah 
berperang melawan mereka bersama-sama, sebab yang 
dituntut adalah memenangkan Islam: "...hingga agama 
seluruhnya menjadi milik Alloh... 255 dan ini tentu tidak 
akan tercapai dengan perang seorang diri. 

Dan siapa yang bergabung dengan sebuah organisasi 
jihad, hendaknya ia tidak berperang kecuali setelah 
memperoleh izin pimpinannya. 

Alloh berf irman: 

ejJJtiLjJ i^J^. IjJAij <aJ A-al^. jy*\ (^C- 4iLa \jl\S UJj 

" ...dan jika mereka mengikuti perkara bersama-sama 
dengannya, ia tidakpergi sebelum izin kepadanya . . . 256 



254 QS. Al-Baqoroh:207 

255 QS. Al-Anfal:39 

256 QS. An-Nuur:62 



149 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Akan kami sertakan keterangan tambahan tentang 
masalah ini di bab ke lima 257 , Insya Alloh. 

Pada zaman Nabi, peristiwa perlawanan terhadap 
penguasa murtad sudah pernah terjadi, demikian pula 
setelah beliau wafat, tanpa harus ada negeri yang 
terpisah dan base camp kaum muslimin secara tersendiri. 

Sebagai contoh adalah ketika Aswad Al-'Unsi, si 
pendusta yang mengaku nabi, mengadakan 
pemberontakan dan berhasil menguasai Yaman, ketika 
itu seorang sahabat bernama Fairuz Ad-Dailami 
berusaha melakukan muslihat — ia pura-pura menjadi 
pendukungnya — sebelum akhirnya berhasil 
menghabisinya. 

Init terjadi ketika Nabi SAW masih hidup, 258 dan 
Nabi SAW tidak mengingkari perbuatan itu, demikian 
halnya dengan sahabat, tidak ada seorangpun yang 
mengatakan: Bagaimana Fairuz membunuh Al-Aswad 
padahal ia belum punya daerah sendiri? 

Contoh lain adalah ketika Yazid bin Al-Walid 
bersama rekan-rekannya berperang melawan Kholitah 
Al-Walid bin Yazid ketika ia dinyatakan sudah keluar 
dari Islam sampai akhirnya berhasil ia bunuh khalitah 
tersebut, tidak ada di sana istilah harus ada tempat 
sendiri. 259 



257 Disini maksudnya adalah bab ke lima dari kitab Al-'Umdah, tidak 
diterjemahkan di sini, bagi yang ingin mendapatkan keterangan 
tambahan silahkan merujuk kitab tersebut, penerj. 

258 Lihat Al-Bidayah wan Nihayah (VI/307-310). 

259 Lihat Al-Bidayah wan Nihayat (X/6-ll). 

150 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Kita cukupkan dengan dua contoh di atas untuk lebih 
singkatnya. 

Selanjutnya, orang-orang yang menyatakan syubhat 
ini menggunakan dalil bahwa Nabi SAW tidak terlebih 
dahulu memulai perang kecuali setelah berhijrah di saat 
kaum muslimin sudah memiliki negeri sendiri di 
Madinah yang memisahkan mereka dari musuhnya. 

Yang mereka katakan ini sebenarnya bukanlah hujjah, 
sebab peristiwa ini tidak ada yang menunjukkan 
pembatasan harus seperti itu. Artinya, tidak ada nash 
syar'i yang menyatakan bahwa perang tidak boleh 
dilakukan kecuali setelah mencapai kondisi seperti ini, 
ini jelas. 

Kemudian, saat itu adalah zaman diturunkannya 
syari'at, berbeda dengan zaman yang sekarang kita 
alami dan sejak watatnya Nabi SAW, syariat dan hukum 
Islam sudah lengkap, 

^SjjJ l£l CiLa£) ^jJjl 

"Pada hari ini Aku sempurnakan agama kalian.. . " 260 

Lebih dari itu, sudah ada ijma' (kesepakatan) ulama 
yang menyatakan bahwa apabila musuh menduduki 
negeri kaum muslimin, maka tardhu 'ain bagi penduduk 
negeri tersebut untuk memeranginya — artinya 
melawan orang kafir menjadi tardhu 'ain hukumnya 
bagi penduduk negeri tersebut — . 

Sekarang, lihatlah, kaum muslimin dan musuhnya 
telah menjadi satu dalam sebuah negara sementara 



260 QS. Al-Maidah:3 

151 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

kaum muslimin sendiri sudah kehilangan kesempatan 
untuk memperoleh daerah terpisah dalam rangka 
melancarkan peperangan, meskipun demikian hukum 
perang tetap saja rardhu 'ain atas mereka berdasarkan 

ijma' . 261 

Sebenarnya, masalah melawan pemerintah murtad ini 
terkait erat dengan kesanggupan. Kondisi antar 
negarapun tidak bisa disama ratakan, yang berhak 
berbicara dalam permasalahan tersebut adalah orang 
yang memang ahli dalam urusan teknik perang. 

Hanya, kalau Alloh mengetahui adanya niat yang 
tulus dari sebuah kelompok yang berjuang melalui cara 
jihad, Alloh pasti akan memberi petunjuk serta 
mempermudah mereka untuk melakukan amalan yang 
Dia ridhoi. Alloh SWT bertirman: 

Artinya: " . . .maka Alloh tahu (keikhlasan) isi hati mereka, lalu 
Alloh turunkan ketenangan kepada mereka.. . " 262 

Dan Alloh berf irman: 

t$^h f^J h*& ^^-^i \Jl^j ijiai (Jjjji (ji 

Artinya: " Sesungguhnya orang-orang beriman itu diberi 
petunjuk oleh Robb mereka dengan keimanan yang mereka 
miliki..." 263 



261 Seperti yang telah saya nukil dari Ibnu Taimiyyah dalam Al-Ikhtiyarot 
Al-Fiqihiyah, hal.309. 

262 QS. Al-Fath:18 

263 QS. Yunus:9 

152 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Adapun mereka yang hanya duduk-duduk saja, tidak 
mau berjihad (Qoo'iduun) yang hukumnya fardhu 'ain, 
ternyata mereka tidak sekedar duduk saja, lebih dari itu 
mereka menahan dan melemahkan semangat orang lain 
dengan melontarkan syubhat-syubhat seperti ini, 
padahal perbuatan mereka ini sebenarnya adalah 
hukuman qodariyah (takdir Alloh yang terjadi sebagai 
hukum sebab akibat) atas sikap duduk dan tidak 
berjihadnya mereka, sebagaimana tirman Alloh SWT: 

"Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi 
berperang, dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka 
tidakjaham (kebahagiaan beriman dan berjihad)." 264 

Maka tatkala mereka tidak ikut serta, Alloh kunci 
mati mereka sehingga tidak bisa memahami, akhirnya 
mereka berusaha menutupi malu dengan cara 
melontarkan syubhat-syubhat dalam rangka 
melegitimasi sikap duduknya dan untuk mencegah 
orang lain berjihad; alhasil, mereka akan tanggung 
dosanya sendiri sekaligus dosa orang yang mereka 
pengaruhi. 

Demikianlah, keburukan akan melahirkan keburukan 
berikutnya, Alloh SWT bertirman: 

* ? ^ i * > £ 

ej^jjJaJ Vj -aSjJC- Ijaji (J,\i'u>ijj \Jull Ulic. A\Q»j IjjiJJ V] 
aJJl ejj^aJ ^aa ejj^ajJ 2] JJ.JS c-^^-uj (Ji (^lc «iJJlj UJ-uj 

Artinya: "Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya 
Alloh akan menyiksa dengan siksa yang pedih dan digantinya 



264 QS. At-Taubah:87 

153 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

(kamu) dengan kaum yang lain, dan tidak akan dapat memberi 
kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Alloh Maha Kuasa atas 
segala sesuatu. Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka 
sesungguhnya Alloh telah menolongnya. . . " 265 

Sesungguhnya perkataan yang mensyaratkan harus 
ada negeri tersendiri bagi kaum muslimin kemudian 
jihad baru diwajibkan setelah itu adalah perkataan yang 
rusak, pada gilirannya nanti jihad difa'i (yang 
hukumnya tardhu 'ain) tidak terlaksana. 

Saya katakan: 

Yang perlu dicatat juga, mengatakan bahwa untuk 
berjihad harus ada daerah terpisah terlebih dahulu sama 
artinya dengan menyerah kepada realita dan diam saja 
terhadap para thoghut yang menguasai negeri kaum 
muslimin tersebut. Sama artinya menjadikan kewajiban 
jihad yang hukumnya tardhu 'ain atas penduduk negeri 
tersebut gugur. 

Perkataan ini tentunya akan berujung kepada 
tercabutnya Islam hingga ke akar-akarnya dari negeri ini 
dalam tempo singkat, Na'udzubillaahi min dzalik, kita 
berlindung kepada Alloh kalau sampai itu terjadi. Tapi 
itu bukan perkara mustahil, berapa banyak negeri yang 
tadinya berada di bawah kerajaan-kerajaan Islam yang 
besar dan hari ini berubah menjadi negara kafir, Islam di 
sana tinggallah kenangan. Sebut saja Spanyol, Turkistan, 
Bukhoro, Samarqand, Balkan dan lain-lain. 

Berapa banyak negeri-negeri yang di dalamnya jihad 
digugurkan oleh orang-orang yang melemahkan 



265 QS. At-Taubah:39-40 

154 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

semangat kaum muslimin dengan syubhat-syubhat 
syetan mereka. Seperti terjadi di India, tadinya negeri itu 
adalah negeri Islam lalu dijajah Inggris, para ulama su' di 
sana menganggap jihad tidak wajib dengan alasan 
bahwa orang Inggris adalah ulul amri (pimpinan) yang 
wajib ditaati berdasarkan rirman Alloh SWT: 

•>s 1 * ^Vl <^j\j ujj^j^\ \jju±z\j ajj! lj*aLI 

Artinya: "...taatilah Alloh dan Rosul serta Ulil Abri dari 
kalian," 266 

Hanya milik Allohlah urusan sebelum dan 
sesudahnya. 

Ini adalah contoh dari sebuah atsar yang 
diriwayatkan dari 'Umar bin Khothob ra. yang berisi: 
Termasuk yang akan merobohkan agama Islam ini 
adalah debat orang munatik. 

Kalau ada ulama yang memalingkan kaum muslimin 
dari jihad dengan menghembuskan syubhat seperti ini 
dalam rangka memperkokoh dan membela penguasa 
katir, maka tidak diragukan lagi kekuturan ulama ini, ia 
telah murtad dan keluar dari agama Islam, hukumnya 
sama dengan hukum atasannya yaitu si penguasa 
tersebut, Alloh SWT bertirman: 

o-» ° fi -\'' oA°. o>-%^*' ° 

* /> \ i\ & \\ 3 ^S J j\ ^ /y \ qj \ i' *lA 

Artinya: "Dan barangsiapa berwali kepada mereka diantara 
kalian, ia termasuk golongan mereka. " 267 



266 Syubhat ini dinukil Muhammad Rasyid Ridho dalam taf sirnya, Al- 
Manar. 

267 QS. Al-Maidah:51 

155 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



II. Sebagian lagi mensyaratkan golongan yang kafir harus 
terpisah dan tidak berbaur bersama kaum muslimin. 



Kenyataannya memang begitu, organisasi-organisasi 
yang menjadi penyokong penguasa kafir tidak selalunya 
tampil dengan seragam khusus, tidak selalunya memiliki 
kem atau basis-basis tertentu, ini diakui semua orang. 

Kemudian, jika mereka berbaur dengan kaum 
muslimin, ada kemungkinan ia memang bukan sama 
sekali anggota organisasi kafir tersebut dan ikut 
bercampur baur dengan kaum muslimin ketika terjadi 
perang, atau mungkin juga ia anggota organisasi 
tersebut tapi masih berstatus Islam secara batin (seperti 
orang yang terpaksa atau menyembunyikan imannya 
dalam rangka spionase terhadap organisasi tersebut). 

Orang-orang ini, tidak keluar dari dua keadaan: 

Pertama; Mereka tidak terpisah dari orang kafir secara 
lahiriyah. Yang seperti ini tidak ada masalah untuk 
diperangi bagaimanapun kondisinya, sebagaimana 
disebutkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, beliau 
mengatakan: "Orang yang mereka paksa keluar 
berperang bersama mereka akan dibangkitkan pada hari 
kiamat sesuai niatnya, kewajiban kita hanyalah 
memerangi semua tentara tersebut, sebab kita tidak bisa 
pilah antara orang yang terpaksa dan tidak. 

Dalam sebuah hadits shohih disebutkan dari Nabi 
SAW beliau bersabda: 



156 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

(j^ajVI (j-a S-l-J^ j*A 1 «JJJfl jjolill j-a J%?. CJJjJI IJA jjij 
;<Jlaa cejicul a^_ia jl ;a)jI Jjujj \j (Jjiia # a£J t fljgxi> Ijj 

Artinya: "Ka'bah akan diserang sekelompok orang, maka 
ketika mereka tiba di Baida' mereka ditenggelamkan." Ada 
yang bertanya: "Wahai Rosululloh, diantara mereka ada yang 
dipaksa ikut." Beliau menjawab: "Akan dibangkitkan sesuai 
niatnya." 

— hingga perkataan Syaikhul Islam — : 

"Dan di dalam lafadz Bukhori dari 'Aisyah ia 
berkata, Rosululloh SAW bersabda: 

AgJjlj l '^"^J (J^J^I j-a S-\^i& ^jj^ '*$& 4 1»Sil J%^> J^)*-£ 
l&jjklj (^Jjlj t. 'lui"NJ t ij^S A)jl Jj-ujj U (-liSa (-_jJla .a&jjklj 

p &j^j h^Ji ; '^"^j <3^ f$-*? 64^ u-*j ^'j^i f^j 

Artinya: "Sepasukan akan menyerang Ka'bah, ketika mereka 
tiba di Baida' mereka ditenggelamkan sejak yang pertama 
hingga terakhir." Aisyah berkata: "Wahai Rosululloh, 
bagaimana ditenggelamkan sejak yang awal hingga yang akhir 
pada diantara mereka ada yang menjadi penunjuk jalan dan 
bukan golongan mereka?" Beliau menjawab: "Ditenggelamkan 
yang pertama hingga yang terakhir dan mereka dibangkitkan 
sesuai niat masing-masing. " 

— hingga perkataan Syaikhul Islam — : 

"...Alloh SWT membinasakan pasukan yang hendak 
merusak simbol kesucian-Nya, baik yang keluar dengan 
terpaksa atau sukarela, dan Alloh Maha mampu untuk 



157 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

memisah antara yang terpaksa dan tidak, tetapi Alloh 
akan bangkitkan masing-masing sesuai niatnya. 

Dengan demikian, bagaimana kaum muslimin harus 
dituntut memisahkan antara yang terpaksa dan tidak 
sementara mereka sendiri tidak mampu 
mendeteks iny a? ! 

Bahkan seandainya ada yang menyatakan dirinya 
keluar menyerang karena terpaksa, maka sekedar 
pernyataan saja tidak cukup melindungi dirinya, 
sebagaimana diriwayatkan bahwa 'Abbas bin 'Abdul 
Mutholib mengatakan kepada Nabi SAW ketika ia 
tertawan di perang Badar: "Wahai Rosululloh, sungguh 
aku dipaksa perang." Nabi SAW bersabda: 

"Secara lahiriyah kamu memerangi kami, sedangkan 
batinmu kami serahkan kepada Alloh." 268 

Di lain tempat, Syaikhul Islam Rahimahulloh 
mengatakan: "Kita tidak mengetahui orang yang 
terpaksa dan tidak mampu memilahnya, kalau kita 
perangi mereka atas perintah Alloh, maka kita 
mendapat pahala sekaligus mendapat udzur dari 
kelemahan kita tadi, sementara mereka tergantung 
dengan niat masing-masing. Oleh karena itu siapa yang 
dalam kondisi dipaksa dan tidak mampu mengelak, ia 
akan dikumpulkan pada hari kiamat sesuai niatnya, 
kalaulah ia terbunuh demi agama Islam, itu tidak lebih 



1 Majmu' Fatawa (28/535-537). 

158 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

berbahaya daripada seorang tentara Islam yang 
terbunuh." 269 

Saya katakan: 

Dalam risalah saya yang lain, sudah saya sebutkan 
syarat-syarat kondisi terpaksa yang dibenarkan secara 
syar'i untuk bisa bersepakat dengan apa yang 
diinginkan orang-orang kafir. 

Saya sebutkan bahwa syarat-syarat ini kebanyakan 
tidak terpenuhi dalam diri para pembela penguasa 
murtad tersebut. 

Saya juga katakan bahwa kondisi terpaksa tidak 
menjadi udzur untuk membunuh muslim lainnya 
berdasarkan ijma' ulama dan tidak ada yang 
menyelisihinya. 

Lalu, kira-kira bagaimana dengan orang yang 
mengejar dan membunuh orang Islam dalam rangka 
membela orang kafir? 

Kedua; orang Islam itu berada di barisan musuh tapi 
penampilan lahiriyah mereka berbeda dan bisa diketahui 
oleh pasukan Islam. 

Inilah masalah yang disebut tatarrus (musuh 
bertameng dengan orang Islam). 

Ibnu Taimiyah Rahimahulloh berkata: "Bahkan 
seandainya dalam barisan musuh terdapat orang-orang 
sholeh sementara musuh tidak bisa diserang kecuali 
dengan membunuh mereka maka mereka bisa dibunuh, 
sebab para a'immah (Imam-Imam Islam) sepakat bahwa 



' Majmu' Fatawa (28/547). 

159 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

ketika orang-orang kafir menggunakan orang Islam 
sebagai perisai sementara kalau kaum muslimin tidak 
memerangi orang kafir itu kondisi mereka dalam 
bahaya, maka kita boleh menembak mereka dan orang 
kafir bisa kita serang. Kalaulah kita tidak 
mengkhawatirkan kondisi kaum muslimin sekalipun, 
boleh menembak orang Islam yang dijadikan tameng 
tadi menurut salah satu pendapat ulama. Dan, siapa 
terbunuh demi terlaksananya jihad yang diperintahkan 
Alloh dan RosulNya — sementara ia didzalimi secara 
batin — maka ia mati syahid serta akan dibangkitkan 
sesuai niatnya, dan terbunuhnya dia tidak lebih besar 
kerusakannya daripada terbunuhnya mujahidin dari 
kaum mukminin. Jika jihad saja tetap wajib dilaksanakan 
walau ada kaum muslinin yang dikehendaki Alloh 
terbunuh, maka terbunuhnya orang Islam yang berada 
di barisan musuh untuk kepentingan jihad tidak lebih 
berat daripada ini. Bahkan Nabi SAW memerintahkan 
orang yang terpaksa ketika terjadi peperangan di zaman 
fitnah untuk mematahkan pedangnya, ia tidak usah 
berperang walaupun harus terbunuh." 270 



Syubhat Berikut Bantahannya: 

Mereka yang mensyaratkan terpisahnya kelompok 
kafir dari kaum muslimin mempunyai satu syubhat. 
Mereka berdalil dengan firman Alloh SWT: 



270 Majmu' Fatawa (28/537-538), beliau mengulanginya dalam lain tempat 
pada juz 28, hal. 546-547. Lihat juga masalah tatarrus dalam Al-Mughni 
was Syarhul Kabir (X/505) dan Al-Majmu' Syarhul Muhadzab (XIX/297). 

160 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

A&j^Hl (j) aAj<wJ AJ CllLLaj-a c.LmJj (jjLaja (jLk j V_j^J 
£l2jj ^j-a 4''^ j ^i au! (J^..ll] aic JJJU SjiLa Ag 'l<v A < S^J>.o'^ 

Uull U!ic- Ag*io Ijja^ u^^l ullil Ij^jJ JJ 

Artinya: "Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mu'min 
dan perempuan-perempuan yang mu'min yang tidak kamu 
ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka yang 
menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuanmu 
(tentulah Alloh tidak akan menahan tangan-mu dari 
membinasakan mereka). Supaya Alloh memasukkan siapa yang 
dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka 
tidak bercampur baur, tentulah Kami akan mengadzab orang- 
orang kafir diantara mereka dengan azab yang pedih." 271 

Maknanya, kalau bukan karena di sana terdapat 
kaum mukminin dan mukminat yang lemah di Mekkah 
di mana kamu tidak mengetahui mereka wahai kaum 
muslimin, jika kalian perangi penduduk Mekkah pada 
saat perjanjian Hudaibiyah, maka kemungkinan kalian 
akan membunuh sebagian orang beriman yang berada di 
sana sehingga kalian akan menanggung ma'arroh (aib 
dan dosa). 

I jL jj jS 

" . . .jika mereka terpisah ..., 

... artinya jika kaum mukminin itu berpisah dan 
memisahkan diri dari orang-orang kafir... pasti Alloh 
azab mereka dengan perang atau yang lain. Dari 

ayat ini, sebagian orang berdalih bahwa bercampurnya 
kaum mukminin dengan orang kafir adalah penghalang 



271 QS. Al-Fath:25 

161 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

untuk memerangi orang-orang kafir dan merupakan 
uzur untuk tidak memerangi orang-orang kafir, sebab 
jika hal itu dilakukan akan berakibat terbunuhnya 
sebagian orang beriman yang bercampur dengan 
mereka. 

Sudah bisa dimaklumi, perkataan ini ujung-ujungnya 
adalah tidak dilaksanakannya jihad dengan kedua 
jenisnya (tholabi dan difa'i ). Karena pada hari ini tidak 
ada satu negarapun yang tidak ada orang Islamnya, 
mereka berbaur dengan orang-orang kafir dari berbagai 
etnis. 

Ada orang Islam di Cina, India, Rusia, Amerika dan 
lain sebagainya, semua negara ini adalah negara kafir. 
Lantas, apakah ini menghalangi jihad melawan mereka 
ketika itu mampu dilakukan? 



Syubhat ini bisa dijawab dari dua sisi: 

Pertama; Larangan perang dalam perjanjian Hudaibiyah 
itu bersifat Qodari (yang terjadi atas kehendak Alloh) 
sedangkan kita tidak boleh berhujjah dengan takdir. 

Keterangan lebih jelasnya, saat itu Nabi SAW datang 
ke Mekkah untuk melakukan umroh, penduduk Mekkah 
ingin menghalangi beliau masuk. Maka setelah 
bermusyawarah dengan para sahabat beliau berniat 
memerangi mereka jika nanti dihalangi masuk. 

Sebagaimana diriwayatkan Bukhori: Abu Bakar 
berkata: Wahai Rosululloh, engkau keluar untuk datang ke 
Baitulloh, engkau bukan datang untuk memerangi atau 
berperang dengan siapapun, maka terus berjalanlah ke sana, 



162 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

kalau ada yang menghalangi akan kita perangi." Maka beliau 
bersabda: 



jjjI 



.ajJdl /g-lC I j » 's-\a\ 



"Berjalanlah dengan nama Alloh." 272 Maka Rosululloh 
SAW terus berjalan dengan rencana tadi sebelum 
akhirnya unta beliau berhenti berjalan. 

Sebagian sahabat bercerita: Kemudian Al-Qoshwa 
(nama unta Rosululloh SAW) berhenti maka Rosululloh 
SAW bersabda: 

Igja (jjoH»j AJai. ^jjLujj^ sjjj ^^^-u^aJ lj'm\j ;<Jli aj cjjijl 

ULjj a^JjjaC.) V) <&l (^jLajJ*. 

"Tidak biasanya Al-Qoshwa' berhenti tiba-tiba, ada sesuatu 
yang menahannya seperti ketika pasukan gajah tertahan." 
Kemudian bersabda: "Demi Dzat Yang jiwaku ada di 
tangan-Nya, tidaklah mereka meminta satu langkah dalam 
rangka mengagungkan kesucian Alloh kecuali aku berikan 
kepadanya." 273 Artinya, Alloh SWT mencegah unta beliau 
untuk tetap berjalan ke Mekkah seperti ketika Dia 
menghalangi pasukan gajah dan Abrahah memasuki 
Mekkah. 

Ini adalah halangan yang terjadi karena takdir 
sehingga Nabi SAW pun mengerti bahwa dirinya tidak 
diizinkan melakukan hal ini. 

Akhirnya Nabi SAW berniat menerima dan 
melakukan perjanjian damai. 



272 Hadits 4178 dan 4179. 

273 Hadits 2731 - 2732. 



163 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Tak berapa lama, sampai kabar kepada beliau 
mengenai terbunuhnya duta beliau ke Mekkah yaitu 
Utsman ra, maka Rosululloh SAW pun bertekad untuk 
berperang menuntut kematian Utsman dan mengambil 
sumpah setia (bai'at) dari para sahabatnya, inilah yang 
disebut Bai'atur Ridhwan, mereka disumpah untuk tidak 
mundur atau (ada juga yang mengatakan) berbaiat 
untuk mati. 274 

Namun 'Utsman dilepas setelah itu dan Alloh 
berkehendak perjanjian damai itu berjalan. 

Semua ayat yang mereka gunakan sebagai dalil tadi — 
- diantaranya ayat surat Al-Fath ini — bahkan seluruh 
surat Al-Fath, saat itu belum turun. Ia baru turun ketika 
beliau pulang dari Hudaibiyah. 

Seperti yang Anda lihat, Nabi SAW dua kali ingin 
berperang; pertama ketika beliau berjalan lalu untanya 
tertahan, kedua ketika beliau mengambil sumpah setia. 

Meskipun beliau ingin berperang sebanyak dua kali, 
beliau tahu di Mekkah ada orang-orang beriman yang 
lemah, ada yang beliau lihat langsung dan beliau 
mendo'akan mereka agar selamat. 275 

Keberadaaan mereka ini tidak menghalangi keinginan 
beliau untuk berperang, bahkan perang untuk 
membebaskan mereka adalah wajib sebagaimana tirman 
Alloh SWT: 

(jl^Jjl qa tjj' 1 * >>n>>i<ulj A\\ (J-lfuJ ^ ^jjjjlij V t-Q l-aj 

■* - ~ ' ' a o * 

,,,(j |I^JJ" ilj »1 >>1*1I)J 



274 Ada perbedaan pendapat di sini, lihat Fathul Bari VI/117. 

275 HR. Bukhori : 4596 

164 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Alloh 
dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita- 
wanita maupun anak-anak. . . " 276 

Tetapi dilihat dari sisi takdir, Alloh tidak 
mengizinkan berperang, bukan secara syar'i. Sebab jika 
itu dilarang secara syar'i dengan wahyu, tentu beliau 
tidak akan terus berjalan dan tidak akan mengambil 
sumpah setia untuk berperang. 

Larangan karena takdir ini lantaran hikmah yang 
Alloh SWT ketahui, diantara hikmah tersebut adalah 
keberadaan kaum mukminin di Mekkah. 

Hikmah yang lain, perjanjian akan mendatangkan 
mantaat besar, sebab orang akan merasa aman dan 
jumlah yang masuk Islam berlipat ganda dari jumlah 
orang yang masuk Islam sebelumnya seperti tercantum 
dalam ayat: 

C-Lij ^j-a 4 \a~\j ^l <Aill 0^.^11 

Artinya: "Supaya Alloh memasukkan siapa yang dikehendaki- 
Nya ke dalam rahmat-Nya.. . " 277 

Sampai-sampai Alloh SWT menamakan perjanjian itu 
sebagai Fath (kemenangan), ini semua menunjukkan 
bahwa terhalanginya perang pada peristiwa Hudaibiyah 
adalah halangan yang terjadi karena takdir Alloh. 

Mengenai batilnya berdalih dengan takdir, Ibnu 
Taimiyah Rahimahulloh berkata: 



276 QS. An-Nisa':75 

277 QS. Al-Fath:25. Lihat Fathul Bari (V/348). 



165 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

"Tidak ada alasan dan udzur bagi anak Adam dengan 
takdir. Takdir itu diimani, bukan dijadikan alasan. 

Orang yang berhujjah dengan takdir adalah orang 
yang rusak akal dan agamanya dan berpemikiran 
kontradiktit, sebab kalau takdir bisa dijadikan hujjah dan 
udzur, tentu tidak ada seorangpun dicela statusnya, 
tidak ada seorangpun dihukum dan diqishosh. 

Jika seperti ini jadinya, maka ketika orang yang 
berhujjah dengan takdir tadi dizalimi nyawa, harta dan 
kehormatannya, dia tidak dibenarkan menuntut balas 
kepada orang yang menzaliminya, tidak boleh marah 
atau mencelanya. Ini tentu perkara yang tidak wajar, 
tidak mungkin seorangpun melakukannya, secara 
kebiasaan tidak mungkin terjadi dan secara syar'i pun 
tidak dibenarkan (haram). 

Seandainya takdir adalah hujjah dan udzur, Iblis tidak 
akan tercela dan dihukum. Demikian juga Fir'aun, kaum 
Nuh, 'Aad, Tsamud dan orang-orang kafir lainnya. Dan 
tentu jihad melawan orang kafir menjadi tidak boleh, 
melaksanakan hudud tidak boleh, memotong tangan 
pencuri tidak boleh, mendera orang berzina tidak boleh, 
mengeksekusi orang yang membunuh tidak boleh dan 
tidak boleh menghukum orang dzalim dari sisi 
manapun..." 

— hingga beliau berkata — : 

"Maka siapa yang berhujjah dengan takdir dalam 
rangka meninggalkan perintah dan mengeluhkan 
takdir yang sudah terjadi, berarti ia telah bertolak 
belakang dengan iman dan berubah menjadi kelompok 



166 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

orang-orang menyimpang serta munafik. Inilah keadaan 
orang yang menjadikan takdir sebagai alasan." 278 



Kedua; Adanya Khushuushiyah (pengkhususan). 

Maksudnya, larangan berperang karena orang-orang 
beriman berbaur dengan orang kafir di Mekkah itu 
khusus dalam kejadian Hudaibiyah saja tidak pada 
yang lain dan ini tidak bisa dijadikan dalil untuk 
kasus kejadian yang sama. 

Insya Alloh, inilah pendapat yang benar, Wallohu 
Ta'ala A'lam. 

Dalilnya adalah: 

• Alloh SWT melarang Rosul-Nya memerangi Mekkah 
pada kejadian Hudaibiyah (tahun 6 H) sebagai 
larangan yang bersitat qodari. Kemudian Alloh 
mengizinkan beliau untuk memeranginya dua tahun 
kemudian pada saat Fathu Makkah (tahun 8 H) 
sebagai izin yang bersitat syar'i. 

Negeri yang diserang adalah negeri yang sama, 
sebagian orang-orang Islam yang lemahpun masih 
ada di sana seperti Ibnu 'Abbas Rodhiyallohu 'Anhuma 
dan yang lain." 279 

Bukhori meriwayatkan dari Abu Huroiroh ia berkata: 
Ketika Alloh taklukkan Mekkah melalui Rosul-Nya, 
manusia berdiri lalu Nabi SAW memuji Alloh dan 
menyanjung-Nya kemudian bersabda: 



278 Majmu' Fatawa 11/323-326. 

279 HR. Bukhori 4587 



167 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
c^j^llajAJlj AJjjojj 1 g J \r, Jaiujj (Jaill ASua (jc Q±i^. AUI (jj 

(j^ a^Luj ,J CiIa.1 l^jjj t^^La jl£ o^.V J^j V l$Jti 

^j*j j* o^v ji ifj]j c jigj 

Artinya: " Sesungguhnya Alloh telah menahan Mekkah 
dari penyerangan Gajah, kini Dia telah kuasakan Mekkah 
kepada Rosul-Nya dan orang-orang beriman, 
sesungguhnya Mekkah tidak pernah dihalalkan kepada 
manusia sebelumku, dihalalkan untukku hanya dalam 
beberapa waktu siang, dan tidak akan terjadi setelahku." im 

Dari sini, Anda bisa ketahui bahwa larangan pada 
hari Hudaibiyah adalah khusus waktu itu saja, 
sebab setelah itu negeri yang sama (Mekkah) 
dihalalkan dan sebagian kaum lemah masih ada di 
sana. 

Diantara yang menunjukkan kekhususan, ada 
beberapa kejadian yang kaum mukminin bercampur 
dengan orang ka£ir dan para pelaku maksiat, tapi 
mereka semua tetap dimatikan, baik melalui 
peperangan atau turunnya adzab. 

Ternyata, halangan yang terjadi atas takdir 
Alloh SWT seperti pada saat perjanjian Hudaibiyah 
tidak terjadi lagi pada orang-orang yang dibinasakan 
ini. Ini menunjukkan nash tersebut khusus pada 
kejadian Hudaibiyah saja, padahal secara hitungan 
takdir tidak mustahil terjadi peristiwa yang sama 
terulang lagi. Adapun secara syar'i, kejadian 
Hudaibiyah tidak bisa dijadikan hujjah. 



280 Hadits nomor 2434. 

168 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Contoh kaum mukminin bercampur dengan 
orang kafir dan ahli maksiat dan tidak menghalangi 
untuk terjadinya perang dan adzab adalah sebagai 
berikut: 

Riwayat yang dibawakan Abu Dawud dan 
Tirmidzi dari Jarir bin Abdillah ia berkara: 
"Rosululloh SAW mengutus pasukan perang kepada 
Bani Khots'am, kemudian orang-orang di sana 
melindungi diri dengan cara melakukan sujud, maka 
pasukan Islam tetap membunuh mereka." Jarir 
berkata: Peristiwa ini sampai kepada Nabi SAW maka 
beliau menyuruh mereka untuk membayar separo 
diyat seraya bersabda: 

"Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di 
tengah-tengah orang musyrik, janganlah satu sama lain 
melihat apinya. " 281 

Peristiwa lain adalah hadits tentang pasukan 
penyerang Ka'bah yang ditenggelamkan di Baida 
seperti tercantum dalam perkataan Ibnu Taimiyah 
yang sudah disebutkan, pasukan ini dibinasakan 
Alloh SAW padahal diantara mereka ada yang 
dipaksa dan orang yang bukan termasuk golongan 
mereka. 



281 Dishohihkan oleh Al-Albani di dalam lrvoa'ul Gholil (V/30) beliau 
menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan secara mursal dari Qois 
bin Abi Hazim. 

169 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Contoh lain adalah riwayat yang dibawakan 
Bukhori dari Ibnu 'Umar bahwasanya Rosululloh 
SAW bersabda: 

Artinya: "Apabila Alloh menurunkan adzab kepada suatu 
kaum, adzab itu akan menimpa semua yang berada di sana, 
kemudian mereka akan dibangkitkan sesuai niat masing- 
masing. " 282 

Contoh yang lain adalah riwayat yang 
dibawakan oleh Bukhori dari Ummul Mukminin 
Zainab binti Jahsy, ia pernah bertanya: "Apakah kita 
akan dibinasakan padahal diantara kita ada orang- 
orang sholeh?" Nabi bersabda: 

(^JUaJl j!& Ijj aJU 

"Ya, jika kejahatan merajalela." 283 

Diantaranya juga riwayat Ibnu Hibban dalam 
Shohih-nya dari 'Aisyah secara marju' : 

t(JjAjt >^ll A&^J AIaSJ (JAU 4jjlxuJ (JjJI IJI A)jl (jl 

s * j> 

"Apabila Alloh menurunkan siksaan-Nya kepada suatu 
kaum yang akan Dia adzab sementara diantara mereka 
terdapat orang-orang sholeh, mereka akan dimatikan 
bersama-sama dan dibangkitkan sesuai niat dan amal 



282 Hadits 7108. 

283 Hadits 7059. 



170 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

mereka" hadits-hadits ini semuanya semakna dengan 
hadit Baida'. 

Saya katakan: 

Pendapat yang menyatakan kekhususan ini bukan 
artinya orang mukmin yang berbaur dengan orang kafir 
tidak terlindungi atau dengan kata lain darah mereka 
halal, bukan! Darah mereka tetap terjaga dengan 
keimanan yang mereka miliki dimanapun mereka 
berada; maksud kekhususan ini bahwa percampuran 
tersebut tidak menghalangi untuk memerangi orang 
kafir walaupun diyakini diantara mereka ada orang- 
orang muslim yang akan terbunuh bersama orang kafir 
apabila ada tuntutan maslahat yang syar'i untuk 
melakukannya. 

Inilah yang disepakati kebanyakan Fuqoha'. 284 

Ilmu tentang hal ini harus disebarkan kepada seluruh 
kaum muslimin supaya mereka menghindari bercampur 
dengan orang-orang kafir. 

Dalam menaf sirkan f irman Alloh SWT: 

l^la lj^& oi^ uj^*j I j^ji jj 

Artinya: "Sekiranya mereka tidak bercampur baur, tentulah 
Kami akan mengazab orang-orang kafir diantara mereka. . . " 285 

Al-Qurthubi menyebutkan bahwa berdasarkan ayat 
ini Imam Malik Rahimahulloh tidak setuju untuk 
menembaki kaum musyrikin bila diketahui diantara 



284 Lihat Al-Mughni was Syarhul Kabir X/505 dan Al-Majmu' Syarhul 
Muhadzdzab XIX/297. 

285 QS. Al-Fath:25 

171 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

mereka ada orang-orang muslim, sedangkan Abu 
Hanirah, masih kata Al-Qurthubi, membolehkannya. 

Kemudian Al-Qurthubi berkata: 

"Kadang-kadang dibolehkan Tatarrus (membunuh 
orang muslim yang dijadikan tameng oleh musuh); tidak 
ada perbedaan pendapat dalam hal ini Insya Alloh, ini 
dibolehkan ketika maslahat yang akan diraih bersitat 
dhoruriyah, kulliyah, qhot'iyyah. 

Dhoruriyah (secara bahasa berarti mendesak, sangat 
perlu) adalah orang kafir tidak bisa diserang kecuali 
dengan membunuh orang-orang muslim yang dijadikan 
tameng, kulliyah (menyeluruh) adalah maslahat yang 
akan dicapai terkait dengan seluruh umat sehingga 
dengan membunuh mereka seluruh kaum muslimin 
mendapatkan maslahat dan apabila tidak dibunuh, 
orang katirpun tetap akan membunuhnya sehingga 
mereka dapat menguasai seluruh umat. Sedangkan arti 
qhot'iyyah (pasti) adalah maslahat itu jelas akan kita 
dapatkan dengan membunuh mereka. 

Ulama kita mengatakan: Maslahat dan syarat-syarat 
ini tidak selayaknya kita perselisihkan keharusannya 
untuk dijadikan pertimbangan sebelum menyerang, 
sebab secara perhitungan orang yang dijadikan tameng 
toh akan dibunuh juga, entah dengan tangan musuh 
sehingga terjadi kerusakan yang besar yaitu mereka 
menguasai kaum muslimin, atau dengan tangan orang- 
orang mukmin sehingga musuh dapat dihancurkan dan 
kaum muslimin semuanya mendapatkan kemenangan, 
tidak mungkin orang berakal mengatakan: 'Apapun 
alasannya, orang muslim yang dijadikan tameng tetap 



172 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

tidak boleh dibunuh'. Sebab perkataan ini berdampak 
lenyapnya tameng itu sendiri dan Islam serta kaum 
musliminpun akan hancur. 

Tetapi ketika maslahat akan dicapai ini mau tidak 
mau akan menimbulkan matsadah (kerusakan berupa 
terbunuhnya orang Islam yang dijadikan tameng), maka 
terpaksa nyawa orang yang tidak terlalu diperhitungkan 
harus dihilangkan, sebab kerusakan ini jika 
dibandingkan dengan dampak setelahnya seolah tidak 
ada. Wallohu A'lam, Alloh yang lebih tahu." 286 

Saya katakan: 

Inilah untaian kalimat yang mampu menyembuhkan 
sakit dan membasahi dahaga, sesungguhnya tidak ada 
perbedaan pendapat diantara ulama mengenai wajibnya 
menjaga lima perkara yang dilindungi (dhoruriyat al- 
khomsah), yaitu agama, nyawa, keturunan, akal dan 
harta. Tidak ada perbedaan pendapat bahwa menjaga 
agama lebih didahulukan daripada menjaga jiwa. Atas 
dasar inilah jihad disyariatkan dalam rangka melindungi 
agama walaupun beretek kepada hilangnya nyawa dan 
harta, Alloh SWT bertirman: 

AuaJI lugJ (JU .augJljJalj Ag ui<Tll (j-lLaj<ul qa (_£jlLil AJJl (jl 

^i tjj^. \Ac l^cj Qj]jiajj (jjjj^a auI (JjjIjj ^ (jjjjlij 

J^Jj^yijSljjill 

Artinya: " Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang- 
orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan 
jannah untuk mereka. Mereka berperang di jalan Alloh, lalu 
mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji 



286 Tatsir Al-Qurthubi: XVI/282,288. 

173 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

yang benar dari Alloh di dalam Taurat, Injil dan Al- 
Qur'an..." 287 

Dan firman Alloh SWT: 

j&j UIjuo IjAj£j (j! ^uiCj •&! "t>j£ J&J U^™l ( , \r r ' L '. ''^ 

Artinya: "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal 
berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi 
kamu membeci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, ..." 288 

Tidak diragukan bhwa bahaya yang akan terjadi 
dengan berkuasanya penguasa murtad terhadap kaum 
muslimin serta ritnah yang terdapat di dalamnya jauh 
lebih besar daripada terbunuhnya sebagian kaum 
muslimin yang kondisinya terpaksa di barisan musuh 
atau bercampur dengan mereka ketika mereka terbunuh 
tanpa sengaja saat peperangan berlangsung. 

Sungguh, sebagian besar negeri yang berpenduduk 
orang Islam tengah berjalan di atas jalur kemurtadan 
disebabkan para penguasa tadi, lantas titnah apakah 
yang lebih besar daripada ini? Fitnah ini jauh lebih 
bahaya daripada musibah yang akan kaum muslimin 
tanggung ketika jihad dilakukan, musibah terbunuh, 
dipenjara, disiksa atau diusir. 

Alloh SWT berrirman: 

JjaJI QA Jjjjl A JjaII J 

Artinya: "Dan fitnah itu lebih dahsyat daripada 
pembunuhan..." 289 



287 QS. At-Taubah:lll 

288 QS. Al-Baqoroh:216 



174 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Dan Alloh SWT juga berfirman: 

JjaJl qa j£l AjjjJIj 

Artinya: "Dan fitnah itu lebih besar daripada 
pembunuhan..." 290 

Maka menolak kerusakan terbesar (kekufuran dan 
kemurtadan) adalah wajib walau harus menanggung 
kerusakan yang lebih ringan (akibat yang timbul dari 
jihad, baik terbunuh atau yang lain). 

Inilah kaidah fikih yang ditetapkan khusus dalam 
masalah menolak marabahaya, seperti kaidah; 

uljjm<\ll ^ujj CjI jjjjJo!\ 

Artinya: "Kondisi terpaksa menjadikan yang haram 
menjadi boleh." 

... kaidah; 

aLjuI jj^iall xi^l j-aLkll jj^iall JaVij 

Artinya: "Menanggung bahaya khusus untuk menolak bahaya 
umum)." 

... kaidah; 

Artinya: "Bahaya yang lebih besar dihilangkan dengan 
bahaya yang lebih ringan." 

. . . dan kaidah; 

IjjjJa \ A£ aHc) <=£-JJ (JUAjluLo jJajLu Ul 

289 QS. Al-Baqoroh:191 

290 QS. Al-Baqoroh:217 

175 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Jika ada dua kerusakan, harus diperhatikan 
yang paling besar." 

. . . demikian juga dengan kaidah; 

Artinya; "Dipilih keburukan yang lebih ringan) serta kaidah 
/ikihlainnya." 291 

Ibnu Taimiyah Rahimahulloh berkata: "Alloh 
membolehkan membunuh jiwa karena adanya tuntutan 
yang diperlukan untuk kemaslahatan makhluk, 
sebagaimana tirman Alloh SWT: 

Jjall j-a Jj£l 4 lU\lj 

"Danfitnah itu lebih besar daripada pembunuhan.. . " 

... artinya: walaupun dalam pembunuhan terdapat 
keburukan dan kerusakan namun f itnah kekaf iran lebih 
besar kejelekan dan kerusakannya." 292 

Apakah Anda tidak melihat apa yang terjadi di 
sebagian besar negeri kaum muslimin? Darah dan harta 
mereka ditumpahkan dengan perantara hukum-hukum 
kafir, diikuti kejelekan, kekejian, pembodohan terencana 
terhadap umat dan pelecehan terhadap Islam dan 
pemeluknya, semua ini dilakukan agar generasi 
mendatang tumbuh dalam keadaan tidak terikat sama 
sekali dengan agamanya, fitnah apa yang lebih besar 
daripada ini? Lalu apa yang tersisa untuk kaum 
muslimin? Alloh SWT bertirman: 



291 Lihat Al-Qawa'id Al-Fiqhiyah tulisan Syaikh Mushthota Az-Zarqo, 
kaidah ke-20,25 dan 28. 

292 Majmu' Yatawa : 28/355. 

176 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

jj jt^illj (JjUI J^-a (JJ ljjj£lu)l (JJJJJ Ijia* iJalu)! (JJ^jl (jtSj 
Ijl j lil 4-alaIll IjjLjIj IjIjJI a! (J«Jj <&\j jl£j (Jl IjJjjJalj 

X' (Jj3?4 3^ \jJ& lH^ (jUc-l ^ J^VI \j1*-?j 4-ilaxll 

jjLaJU I jJLS La 

Artinya: "Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata 
kepada orang-orang yang menyombongkan diri: "(Tidak), 
sebenarnya tipu daya (mu) di waktu malam dan siang (yang 
menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami 
kafir kepada Alloh dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya." 
Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka 
melihat azab. Dan kami pasang belenggu di leher orang-orang 
yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang 
telah mereka kerjakan. " 293 



Koreksi Untuk Syaikh Al-AlBani: 

Dalam kitab Al-Aqidah At-Thohawiyyah Syarh wa Tahqiq 
Al-Albani terbitan Al-Maktab Al-Islami 1398 H hal. 47 
disebutkan dalam matan (teks) tulisannya: Kami tidak 
sependapat untuk melawan imam dan pemimpin kita 
walaupun mereka berbuat jahat, tidak mendo'akan 
keburukan bagi mereka dan tidak mencabut bai'at 
ketaatan kami kepadanya... 

Syaikh Al-Albani berkomentar pada catatan kaki: 
"Yen-syarah (pemberi anotasi) telah menyebutkan 
banyak hadits yang sudah di-takhrij (dikupas sanadnya) 
dalam kitabnya seperti yang engkau lihat, kemudian ia — 
- pen-syarah — berkata: 'Adapun mengapa harus tetap 
taat walaupun penguasa berbuat jahat, karena keluar 



293 QS. Saba':33. 

177 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

dari ketatan terhadap mereka akan berdampak kepada 
kerusakan yang jauh lebih besar daripada kejahatan 
mereka, bahkan sabar menghadapi kejahatan mereka 
justru bisa menghapuskan dosa-dosa, karena 
sesungguhnya Alloh kuasakan mereka atas kita tak lain 
disebabkan rusaknya perbuatan kita sendiri, sementara 
balasan itu sesuai dengan perbuatan, maka yang wajib 
kita lakukan adalah bersungguh-sungguh dalam 
beristightar (mohon ampun kepada Alloh), tarbiyah 
(pembinaan umat) dan memperbaiki amal. Alloh SWT 
bertirman: 

"Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang 
zhalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain 
disebabkan apa yang mereka usahakan. " 294 

Maka jika masyarakat ingin terbebas dari kezhaliman 
penguasa, hendaknya mereka terlebih dahulu 
meninggalkan perbuatan zhalim." 

Sampai di sini perkataan beliau. 

Pen-syarah yang dimaksud Syaikh dalam perkataan di 
atas adalah Ibnu Abil Tzz Al-Hanafi, penulis Kitab 
Syarah Aqidah Thohawiyah, perkataan beliau yang 
disebutkan Syaikh tadi ada dalam buku ini 295 , Syaikh Al- 
Albani meringkas perkataan beliau. Sebenarnya pen- 
syarah tidak menyebut kata-kata tarbiyah, yang 
tercantum sebenarnya adalah kata-kata taubah. 



294 QS. Al-An'am:129 

295 Terbitan Al-Maktab Al-Islami th. 1403 H, hal. 431. 

178 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Setelah itu, Syaikh memberikan komentar terhadap 
perkataan beliau, Syaikh mengatakan: "Perkataan beliau 
ini berisi keterangan tentang solusi keluar dari 
kezhaliman para penguasa yang mana mereka "satu 
warna kulit dan satu bahasa dengan kita", solusi itu 
adalah kaum muslimin harus bertaubat kepada 
Robbnya, memperbaiki aqidahnya, membina 
(mentarbiyah) diri dan keluarganya dengan ajaran Islam 
yang benar sebagai realisasi tirman Alloh SWT: 

o '"••! 1 , I -" *• -" ?•' »'• 1 , -"*•■" Vt'2l*| 

/>g uAlU Ua Ijjjiu ^gj^ ijaj Ua J;»J 2 <Ull (jj 

" Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah keadaan suatu 
kaum sampai mereka merubah diri mereka sendiri. . . " 2% 

Itulah yang diisyaratkan salah seorang dai 
kontemporer belakangan yang mengatakan: 

Tegakkanlah negara Islam dalam dirimu, niscaya ia tegak di 
tanah air kalian. 

Jadi solusi itu bukan dengan cara yang tak jelas 
seperti yang dilakukan sebagian orang, yaitu dengan 
melakukan revolusi (pemberontakan) bersenjata 
melawan para penguasa melalui kudeta militer. Sebab 
disamping perbuatan itu adalah bid'ah baru yang 
muncul zaman sekarang, itu juga menyelisihi nash-nash 
syar'i yang memerintahkan untuk melakukan perubahan 
diri. 

Solusi yang lain adalah memperbaiki landasan umat 
untuk mendirikan bangunan Islam di atasnya; 



296 QS. Ar-Ro'd:ll 

179 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

*. .- * ~\ ,%\ * i > * * .- t „ fi,\ * - > .'■>, 

JJJC (_£jjOJ <Aill (jl aj>.o1J ^j-a <Aill (JJ>^11J'J 

"dan AZZo/z pasri menolong orang yang menolong (agama)- 
Nya." 297 

Sampai di sini perkataan Syaikh. 

Saya katakan: 

Catatan Syaikh Al-Albani ini mengandung beberapa 
kesalahan cukup berbahaya dan pengkaburan luar biasa 
hebat, tidak layak keluar dari orang sekelas Syaikh 
maupun orang yang kapasitas ilmunya jauh di bawah 
beliau. 

Lebih lanjut keterangannya sebagai berikut: 

1. Saya telah sebutkan di bab ketiga (dari risalah Al- 
'Umdah, penerj.) — mengenai kewajiban Tho'ifah 
Manshuroh — yaitu jihad melawan penguasa murtad 
yang memberlakukan hukum selain syariat Islam di 
negeri kaum muslimin. Di sana juga saya sebutkan 
fatwa-fatwa Syaikh Ahmad Syakir, Muhammad 
Hamid Al-Faqi dan Syaikh Muhammad bin Ibrohim 
Alus-Syaikh mengenai pengkatiran para penguasa 
tersebut. 

Diantara perkataan Syaikh Ahmad Syakir 
adalah: "Dengan ini, apakah di dalam syariat Alloh 
diperbolehkan kalau kaum muslimin berhukum di 
dalam negeri mereka sendiri dengan undang-undang 
positit yang diambil dari budaya animis-atheis Eropa 
itu?..." 

— hingga beliau berkata — : 



297 QS. Al-Hajj:40 

180 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

"Sesungguhnya permasalahan undang-undang 
positif ini sudah jelas sejelas matahari di siang 
bolong, itu adalah kekuturan yang nyata (kufur 
bawaah) tidak tersembunyi dan tidak tertolerir lagi." 

298 

Kemudian diantara perkataan Syaikh 
Muhammad Hamid Al-Fiqi: 

"Yang semisal dengan ini, atau yang lebih 
parah, adalah orang yang mengambil perkataan 
Eropa sebagai undang-undang yang digunakan 
untuk landasan hukum dalam hal darah, 
kehormatan dan harta, serta lebih mendahulukannya 
daripada apa yang ia ketahui dan jelas dari Kitab 
Alloh dan Sunnah Rosul-Nya SAW, orang seperti ini 
tidak diragukan lagi telah ka£ir dan murtad kalau 
ia masih terus melakukannya dan tidak mau kembali 
berhukum dengan apa yang diturunkan Alloh. 
Nama apapun yang ia gunakan dan amalan 
lahiriyah apapun, baik sholat, puasa dan hajji atau 
yang semisal tidak bermantaat baginya." 2 " 

Selanjutnya, perkataan Syaikh Muhammad bin 
Ibrohim Alus-Syaikh — yang menyebutkan bahwa 
berhukum kepada selain yang diturunkan Alloh 
merupakan kufur akbar (kekuturan besar) dalam 
beberapa kondisi kebanyakan, dalam kondisi kelima 
beliau mensitati kondisi negeri berpenduduk muslim 
hari ini secara cukup mendetail — , beliau berkata: 



298 'Umdatut Tafsir Ahmad Syakir (IV/173-174). 

299 Kitab Fathul Majid syarah Kitab Tauhid terbitan Darul Anshor, catatan 



kaki, hal. 396. 

181 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

"Mahkamah-mahkamah peradilan yang ada 
hari ini di berbagai penjuru kebanyakan negeri 
berpenduduk muslim sudah tersedia dan siap pakai, 
terbuka pintu-pintunya, orang datang ke sana 
berbondong-bondong, penguasanya menghukumi 
mereka dengan hukum yang menyelisihi Al-Qur'an 
dan Sunnah dari hukum yang diwajibkan, 
ditetapkan dan diharuskan kepada mereka. Maka 
kekuturan apalagi yang melebihi ini, pembatal 
syahadat mana yang lebih membatalkan syahadat 
Muhammad Rosululloh dari ini?" 300 

Dari sini cukup bagi Anda — Akhi Muslim — 
untuk mengetahui bahwa kasus pada negeri-negeri 
ini — yaitu menjauhi hukum Alloh SWT dan 
menciptakan peraturan yang menyelisihi hukum 
Alloh untuk diberlakukan kepada manusia — sama 
dengan kasus yang menjadi sebab turunnya firman 
AllohSWT: 

Artinya: "Dan siapa tidak berhukum dengan hukum yang 
diturunkan Alloh maka mereka adalah orang-orang kajir. " 

Dan kasus yang sama dengan sebab turunnya 
ayat itu masuk ke dalam hukum ayat tersebut secara 
qath'i (pasti) berdasarkan ijma' sebagaimana 
dikatakan As-Suyuthi di dalam Al-Itqon (1/28-30). 

Perkara ini, yaitu kururnya sistem 
pemerintahan yang berhukum kepada selain yang 
diturunkan Alloh, bukan menjadi rahasia lagi bagi 



300 Risalah min Tahkimil Qowanin. 

182 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Syaikh Al-Albani sebagaimana beliau katakan 
sendiri dan akan kami sebutkan nanti. 

2. Saya katakan, diantara kesalahan fatal yang sebagian 
orang terjerumus ke dalamnya adalah: Hadits-hadits 
yang berlaku bagi para pemimpin kaum muslimin 
digunakan untuk para penguasa murtad. Seperti 
hadits Ibnu 'Abbas secara marju' : 

(jl J-iUnll qa 7? ^y^. qa (jli c^Jj-Alia vJJxu ajj-al (j-a 6 JH (j^ 

4_il&l_a. 4_i_u <___lLa I Jf-" 

Artinya: "Barangsiapa yang membenci sesuatu dari 
pemimpinnya hendaknya ia bersabar, sebab siapa keluar 
dari penguasa satu jengkal saja, ia mati dalam keadaan 
jahiliyyah." 301 

Juga hadits 'Auf bin Malik Al-Asyji 
bahwasanya Rosululloh SAW bersabda: 

{$& 'oj^j ^jk^j ^jh^ <_j^ e^ 1 .j^ 

a a m a *2 a ^ jS 

,>'. >. .»>, »> '. J>. . •£ - •>! c-z A * l- :•- »?"»' '. 1- ' - 
aXlJ >.-"!» JjJ a^Jji>l»n (J^' -^'"" JIJ-^J f *> \] \C (J J » > -^J J 

f^j J^J t&J^J 

Artinya: "Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian 
cintai dan merekapun mencintai kalian, kalian mendo'akan 
mereka dan merekapun mendo'akan kalian. Dan sejelek- 
jelek pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan 
merekapun membenci kalian, kalian melaknat mereka dan 
merekapun melaknat kalian. " 

Ia berkata: Kami berkata: "Wahai Rosululloh, 
tidakkah kita serang dia?" Beliau menjawab: 



301 Muttafaq 'Alaih. 

183 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

"Tidak, selama mereka masih menegakkan sholat di tengah 
kalian." 302 

Dalam riwayat lain: 

"Tidak, selama mereka masih sholat." 

Syubhat ini bisa diungkap dari dua sisi: 

Pertama; Semua hadits di atas berlaku bagi penguasa 
muslim, bukan penguasa kafir, dan tidak bisa 
dijadikan dalil bagi para penguasa murtad, sebab 
para penguasa murtad itu: 

a. Tidak memenuhi syarat-syarat syar'i untuk 
menjadi pemimpin (seperti: mengetahui ilmu 
syar'i, adil, dan sebagainya) 303 

b. Belum dilaksanakan bai'at syar'i yang benar atas 
mereka. Bai'at tidak sah kecuali memenuhi 
syaratnya yaitu berhukum dengan Al-Qur'an dan 
Sunnah, sebagaimana diriwayatkan Bukhori 
bahwasanya Ibnu 'Umar menulis surat kepada 
'Abdul Malik bin Marwan menyatakan ba'iatnya: 
"Dan aku nyatakan kesediaan untuk mendengar 
dan taat sesuai Sunnah Alloh dan Sunnah Rosul- 
Nya semampuku." 304 



302 HR. Muslim. 

303 Silahkan merujuk syarat-syarat menjadi pemimpin dalam Ahkam 
Sulthoniyah tulisan Al-Mawardi hal.6. 

304 Hadits 7272. 

184 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Ibnu Hajar berkata: "Pada asalnya, membai'at 
seorang imam adalah membai'at untuk 
mengamalkan kebenaran, menegakkan hukum 
hudud, beramar ma'ruf nahi munkar." 305 

Ini sangat lain dengan para penguasa murtad itu, 
ketika diangkat mereka bersumpah untuk 
melaksanakan undang-undang positit, 

menjalankan kehidupan demokrasi atau 
sosialisme atau peraturan kufur lainnya. 

c. Mereka tidak melaksanakan kewajiban-kewajiban 
sebagai seorang pemimpin, kewajiban pertama 
adalah menjaga agama Islam untuk tetap berada 
di atas prinsip-prinsip ajarannya yang baku, 
sebagaimana disebutkan Al-Mawardi tentang 
tugas yang harus dilakukan pemimpin. 306 

Tugas lain adalah menegakkan hudud dan 
berjihad di jalan Alloh. Jadi, mereka melindungi 
ataukah mengabaikan agama Islam? 



Dari pemaparan di atas, Anda bisa lihat — 
Akhi muslim — ternyata para penguasa itu tidak 
masuk katagori 'Aimmatul Muslimin (pemimpin kaum 
muslimin), baik syarat, isi bai'at maupun tugas-tugas 
kewajibannya. 

Anda juga bisa lihat, penempatan hadits-hadits 
tentang pemimpin muslim atas penguasa tersebut 



305 Fathul Bari (XIII/293). 

306 Al-Ahkam As-Sulthoniyahhal. 15-16. 



185 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

mengandung kesalahan cukup berbahaya dan 
mengandung syubhat. 



Kedua; Kalaulah seandainya — untuk meneruskan 
debat — kita anggap hadits-hadits tentang pemimpin 
muslim tadi atas berlaku untuk penguasa murtad 
tersebut, toh semua hadits itu muqoyyad (terikat) 
dengan hadits 'Ubadah bin Shomith: 

(jlA jj <U3 a)j! j-a AN.Vir. l^ljJ I jiS IjjJ 

"...kami tidak merampas kepemimpinan dari pemiliknya, 
kecuali kalau kalian melihat kekujuran yang nyata, diiringi 
bukti yangjelas dari Alloh tentangnya." 307 

Maka kapan saja penguasa terjerumus pada 
kekuturan yang nyata seperti berhukum dengan 
selain yang diturunkan Alloh, gugurlah ketaatan 
terhadapnya, kesetiaan tidak berlaku lagi atas dirinya 
dan ia harus diperangi, sebagaimana perkataan Al- 
'Iyadh — ketika menjelaskan hadits 'Ubadah — "Para 
ulama sepakat bahwa kepemimpinan tidak diberikan 
kepada orang kafir. Dan jika seorang penguasa tiba- 
tiba kufur, ia harus diturunkan. . ." 

— hingga perkataan beliau — : 

"Jika tiba-tiba ia melakukan kekuturan atau 
mengganti syariat atau melakukan kebid'ahan, maka 
tidak berlaku lagi kesetiaan terhadapnya serta 
gugurlah ketaatan terhadapnya, kaum muslimin 



307 Muttafaq 'Alaih. 

186 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

harus melawan dan menurunkannya dan mengangkat 
pemimpinyang adil jika memungkinkan..dst." 308 

Dari keterangan di atas, Anda bisa lihat — 
Akhi muslim — bahwa tidak ada tempat untuk 
menjadikan hadits-hadits tentang pemimpin kaum 
muslimin tadi sebagai dalil bagi para penguasa 
thoghut yang murtad tadi. 

Sekalil lagi Anda juga bisa melihat betapa 
bahaya pengkaburan kebenaran yang ditimbulkan 
dari penggunaan dalil seperti ini yang efek 
selanjutnya adalah memalingkan kaum muslimin dari 
berjihad melawan thoghut yang seharusnya wajib 
mereka lakukan. 

3. Syaikh Al-Albani terjerumus dalam kesalahan yang 
sama dalam catatan beliau terhadap kitab Aqidah 
Thohawiyah. Perkataan Imam Thohawi — penulis 
kitab — dan pen-syarah, Ibnu Abil Tzz, berlaku untuk 
pemimpin yang muslim kalau dia berbuat fasik atau 
berbuat jahat, bukan untuk penguasa kafir. Ini cukup 
jelas terbaca dalam perkataan Imam Thohawi: Kami 
tidak sependapat untuk melawan imam dan 
pemimpin kita...Artinya, pemimpin kita kaum 
muslimin, bukan pemimpin yang kafir. 

Syaikh Al-Albani mengambil perkataan beliau 
berdua lalu memberlakukannya bagi penguasa yang 
memimpin kaum muslimin — hari ini — padahal 
kufur dan murtadnya sebagian besar mereka tidak 
diragukan lagi. Alhasil, beliau telah membuat 
kesamaran sangat riskan. 



308 Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi. (XII/229). 

187 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Syaikh Al-Albani sendiri sebenarnya mengakui 
kururnya sistem pemerintahan yang menghukumi 
kaum muslimin tidak dengan syariat Islam, sebagai 
contoh adalah perkataan beliau: "Saya banyak 
mendengar dari mereka berkhutbah, dengan penuh 
semangat dan ghiroh Islam yang baik menyatakan 
bahwa hak hukum hanya milik Alloh saja. Ia 
mengambil contoh beberapa pemerintahan yang 
menggunakan hukum kafir. Ini adalah sesuatu yang 
baik, meskipun hari ini kita tidak bisa 
merubahnya." 309 

Inilah perkataan Al-Albani. 

Demikian juga, beliau tidak memberikan 
komentar apapun dari catatan Syaikh Ahmad Syakir - 
— dalam kitab Syarah Aqidah Thohawiyah — terhadap 
perkataan pen-syarah : " Sesungguhnya penguasa (jika 
meyakini bahwa berhukum kepada selain yang diturunkan 
Alloh tidak wajib dan ia melakukannya secara sukarela, 
atau meremehkan hukum Alloh tersebut dengan tetap 
meyakini itu hukum Alloh, maka ini adalah kujur 
akbar) ..." 

Syaikh Ahmad Syakir memberikan catatan 
dengan mengatakan: "Ini seperti ujian yang menimpa 
pelajar Islam lelaki atau wanita yang mempelajari 
undang-undang produk Eropa, dalam hati mereka 
ditimbulkan rasa cinta dan simpatik terhadap 



309 Dari buku beliau Al-Hadits Hujjatun bi nafsihifil 'Aqoid wal Ahkam, hal. 
96-97. 

188 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

undang-undang tersebut, mereka membela, 
berhukum serta menyebarluaskan...dst." 310 

Lantas, bagaimana Syaikh bisa mengatakan 
solusi terlepas dari cengkraman orang-orang kafir itu 
adalah dengan bersabar dan tarbiyah? Ini menyelisihi 
jumhur salaf yang menetapkan bahwa sabar berlaku 
saat yang memerintah penguasa muslim ketika ia 
berbuat fasik atau jahat. 

Adapun ketika berbuat kufur, maka harus 
melawannya ketika mampu berdasarkan ijma' ulama, 
saya telah sebutkan — di bagian yang sedang kita 
bahas — perkataan Qodhi 'Iyadh dan Ibnu Hajar 
tentang permasalahan ini, keduanya menukil ijma' 
atas wajibnya memerangi penguasa kafir. 311 

Diantara perkataan Ibnu Hajar adalah: 
"Ringkasnya, seorang pemimpin diturunkan karena 
kekuturan berdasarkan ijma', maka setiap muslim 
wajib bangkit melawannya." 312 

Perkataan mana yang lebih jelas dari ini? 

Hukum ini — yaitu bersabar terhadap penguasa 
muslim yang jahat dan memerangi penguasa kafir — 
disimpulkan dari hasil kompromi terhadap hadits-hadits 
tentang ketaatan terhadap pemimpin. Hadits yang 
memerintahkan bersabar terhadap para pemimpin misalnya 
hadits Ibnu 'Abbas secara marju': 



310 Syarah 'Aqidah Thohawiyah cet. 1464 H hal. 323 dan 324. 

311 Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi (XII/229) dan Fathul Bari (XIII/7,116 



dan 123). 
312 Fathul Bari (XIII/123). 



189 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

(j UaL-i l qa £jL qa jli tj u^ijh l_Uw 6JAa) j-a ejf- ji 

4_u&L^. 4_u-a dlLa I jjjgj 

Artmya:"Barangsiapa yang membenci sesuatu dari 
pemimpinnya hendaknya ia bersabar, sebab siapa keluar 
dari penguasa satu jengkal saja, ia mati dalam keadaan 
jahiliyyah. " 313 

Dan hadits Ibnu Mas'ud secara marju': 

A\\ Jj__j L) I j.la _ lgijj___i jj-alj o jjI c5"^ U J^"' ' " Wp) 
^lilo (_$__! Jjj-JI jj^jj : JLi ?____i lla -tljjl j_> j_>l_i t aj£ 

i__J (_s__! _aiI jjlLu-Sj 

Artinya: " Sesungguhnya akan terjadi ketidak adilan dan 
perkara-perkara yang kalian ingkari." Para sahabat 
bertanya: "Wahai Rosululloh, bagaimana engkau 
perintahkan kepada orang yang menjumpai itu dari kami?" 
Beliau bersabda: "Kalian tunaikan kebenaran yang 
diwajibkan atas kalian dan kalian memohon hak kalian 
kepada Alloh." 314 

Yang senada adalah hadits Wa'il bin Hujr dan 
hadits Ummu Salamah Radhiyallohu 'Anhum Ajma'in. 

Semua hadits ini terikat dengan hadits 
'Ubadah bin Shomit: 

Lcu_ (jl_i_ telia-iUa aIujj 4_uc _-ll (_-_--- A~t Jj_jjj l_Lc_ 

\jjajul--l ,-_ 4cU__lj X_<___ll <____. LisU-J (jl Lliic ___.] 
J-aVI p jLiJ V (jlj 'Liilc ejjlj L-jLjJj UjLjCj Li&jf_-aj 

jU jj Aua aiil j-a ^____c L_Jjj Ijil Ijjj jl VI : Jta i4_a! 



313 Muttafaq 'Alaih. 

314 Muttafaq 'Alaih. 



190 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Rosululloh SAW memanggil kami lalu kamipun 
berbai'at kepada beliau. Diantara yang beliau ambil dari 
kami hendaknya kami berbai'at untuk mendengar dan taat 
dalam keadaan suka atau tidak suka, susah maupun mudah 
dan terhadap ketidak adilan yang menimpa kami, serta 
tidak mencabut urusan dari pemiliknya." Beliau bersabda: 
"Kecuali jika kalian melihat kekujuran yang nyata dimana 
kalian memiliki bukti dari sisi Alloh akan hal itu." 315 

Ini termasuk hadits tentang kesabaran dan 
dorongan kepadanya. 

Namun jika seorang penguasa kafir, wajib 
untuk mencabut (ketaatan) dan keluar. Ikatan inilah 
yang diisyaratkan Bukhori Rohimahulloh dengan 
menyebutkan hadits-hadits sabar, seperti hadits Ibnu 
'Abbas dan Ibnu Mas'ud tadi, setelah itu beliau 
cantumkan hadits 'Ubadah pada bab yang sama. 316 

Jadi, solusi berlepas diri dari kekuturan para 
penguasa tersebut adalah melawan mereka dengan 
senjata, ini wajib berdasarkan ijma' ketika itu mampu 
dilakukan. Solusinya bukan sekedar tarbiyah, dalam 
hal ini hujjah Syaikh Al-Albani terbantahkan dengan 
ijma' yang dinukil oleh Al-Qodhi Tyadh dan Ibnu 
Hajar. 

Dan jika seorang penguasa terjerumus ke 
dalam kekuturan, maka matsadah dari keluar 
melawannya tidak perlu dilihat lagi, sebab tidak ada 
matsadah yang lebih besar daripada titnah kekuturan, 
Alloh SWT bertirman: 



315 Muttafaq 'Alaih. 

316 Bab kedua dari Kitabul Fitan di dalam shohihnya. 

191 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

JjaJl qa j£l Ajjallj 

Artinya: "...dan fitnah itu lebih besar daripada 
pembunuhan..." 317 

Para ulama telah sepakat bahwa menjaga diin 
(agama) lebih didahulukan daripada menjaga nyawa 
atau dhoruriyyat Al-Khoms (lima perkara pokok yang 
harus dilindungi) lainnya. 

Baru saja telah disebutkan perkataan Syaikhul 
Islam Ibnu Taimiyah: "...karena Alloh SWT 
memperbolehkan terbunuhnya nyawa seperlunya 
untuk kemashlahatan makhluk, sebagaimana rirman 
Alloh SWT: 

Jjfl]| qa jj£I 4jJflJlj 

" ...danfitnah itu lebih besar daripada pembunuhan.. . " 

... artinya, meskipun kematian karena dibunuh itu 
terdapat unsur keburukan dan kerusakan, namun 
dalam titnah kekuturan terhadap keburukan dan 
kerusakan yang lebih besar daripada itu." 318 

4. Apa yang dikatakan Syaikh Al-Albani di dalam 
kitabnya 319 bahwa menyerang pemerintahan kafir itu 
tidak bisa kita lakukan sekarang, maka dalam kondisi 
lemah yang wajib adalah mengadakan kemampuan 
itu, sesuai tirman Alloh SWT: 

6j3 j-a A*it Ku>il La a^J Ij^clj 



317 QS. Al-Baqoroh:217 

318 Majmu' Yatawa (XXVIII/355). 

319 Al-Hadits hujjatun binafsihi hal.97. 

192 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
"Dan siapkanlah kekuatan yang kalian mampu.. . " 320 

Inilah yang dinyatakan Syaikhul Islam Ibnu 
Taimiyah bahwasanya ketika jihad belum bisa 
dilaksanakan karena ketidak mampuan mereka wajib 
menyiapkan kekuatan. 321 

Sedangkan kekuatan adalah senjata, bukan 
tarbiyah, berdasarkan hadits 'Uqbah bin 'Amir secara 

marju': 

^ J\ SjSl! jj Vi 
"Ketahuilah, kekuatan adalah melempar. " 322 

Syaikh Al-Albani mengakui sendiri hal itu, hal 
ini beliau sebutkan di dalam perkataannya — 
bertopik: Masa depan milik Islam, saya menukilnya 
dalam masalah janji hal. 142 dari risalah Al-'Umdah — 
- Syaikh Al-Albani berkata: Hadits yang berbunyi: 

"Urusan ini pasti akan mencapai daerah yang dicapai 
malam dansiang..." 

— hingga perkataan beliau — : 

"...Termasuk yang tidak diragukan bahwa 
untuk terwujudnya penyebaran Islam ini hendaknya 
kaum muslimin kembali menjadi kaum yang kuat dari 



320 QS. Al-Anfal:60. 

321 Majmu' Fatawa XVIII/259. 

322 HR. Muslim. 

193 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

segi moral, materi dan persenjataan sampai mereka 
bisa mengalahkan kekuatan kufur dan tirani." 323 

Sekali lagi, ketika dalam kondisi lemah, wajib 
menyiapkan kekuatan, bukan tarbiyah saja. 

5. Perkataan Syaikh bahwanya revolusi bersenjata 
melawan para penguasa tersebut merupakan perkara 
tak jelas yang dilakukan sebagian orang tidaklah 
benar, sebenarnya bukan perkara yang tidak jelas, 
justru inilah sikap ittiba' (mengambil teladan) 
terhadap sunnah Nabi SAW sebagaimana tercantum 
dalam hadits 'Ubadah: 

£&& iii jj ijii \yj (jl vj Jil *&i jiVi ^ j& vtj 

jU jj aA M (ja 



"...dan hendaknya kami tidak mencabut urusan dari 
pemiliknya kecuali apabila kalian melihat kekujuran yang 
jelas dimana kalian mempunyai keterangan dari Alloh 
dalamhal itu." 324 

Ibnu Katsir berkata mengenai tatsir tirman 
Alloh SWT: 

Artinya: "Apakah hukum jahiliyah yang mereka cari?" 325 

"Alloh SWT mengingkari siapa saja yang keluar dari 
hukum Alloh yang sudah mencakup semua kebaikan 
dan melarang semua kemunkaran, kemudian 



323 Menukil dari Mukaddimah buku Al-Hikam Al-Jadiroh bil 'idza'ah 
terbitan Darul Marjan. 

324 Muttafaq 'Alaih. 

325 QS. Al-Maidah:50. 

194 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

berpaling kepada hukum selainnya berupa pendapat- 
pendapat, hawa nafsu-hawa nafsu dan istilah-istilah 
yang dibuat oleh orang tanpa sandaran dari syari'at 
Alloh," 

— hingga perkataan beliau — : 

"...maka siapa yang melakukan hal itu, berarti dia 
kafir yang harus diperangi sampai mau kembali 
kepada hukum Alloh dan tidak lagi berhukum 
dengan selainnya dalam perkara sedikit atau banyak." 

Sampai di sini perkataan Ibnu Katsir. 

Lantas bagaimana Syaikh bisa mengatakan 
bahwa keluar melawan para penguasa zaman kita 
yang murtad dengan senjata adalah tindakan yang 
tidak jelas padahal Al-Qodhi 'Iyadh dan Ibnu Jajar 
telah menukil ijma' akan wajibnya keluar melawan 
orang-orang seperti mereka? 

Kudeta militer sebenarnya adalah satu bentuk 
perlawanan bersenjata melawan para thoghut, dan ini 
wajib — sebagaimana telah dijelaskan — , lalu 
bagaimana Syaikh menyebut kewajiban syar'i sebagai 
kebid'ahan? 

Kudeta militer bukanlah bid'ah baru zaman 
sekarang sebagaimana beliau katakan. Di zaman Nabi 
SAW saja, terjadi peristiwa perlawanan yang 
dilakukan Fairuz Ad-Dailami terhadap Aswad Al- 
Insi, si nabi palsu dan pendusta itu, hingga akhirnya 
Fairuz berhasil membunuh Aswad. Peristiwa ini 



195 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
sudah saya singgung pada pembahasan sebelumnya. 



326 



Saya telah sebutkan pada bagian akhir 
pembahasan masalah janji dan bai'at banyak contoh 
dari perlawanan terhadap para penguasa — yang 
mana ini mirip dengan kudeta militer — pada tiga 
abad generasi terbaik. 

Jadi, kudeta bukanlah perkara bid'ah yang 
baru sebagaimana dikatakan Syaikh. 

Syaikh tidak hanya mengatakan bahwa keluarnya 
seorang muslim mengadakan perlawanan adalah 
perbuatan bid'ah, lebih jauh beliau mengatakan 
bahwa perlawanan bersenjata itu menyelisihi nash- 
nash syar'i yang memerintahkan untuk mengadakan 
perubahan diri, 

M 1 - i >*'* * * - ° r- 1 - * *'■ * vr -* i * i 
/>g uAlU Ua Ijjjiu ^-la. ajaj Ua JJ«J J( Aill q) 

Artinya: " Sesungguhnya Alloh tidak merubah keadaan 
suatu kaum sampai mereka merubah diri mereka sendiri..." 

327 

Padahal sebenarnya tidak seperti yang beliau 
katakan. Sebab melakukan perlawanan bersenjata 
(baca: jihad fii sabiilillah) termasuk dalam rangkaian 
perubahan diri, karena kehinaan yang menimpa 
kaum muslimin dengan berkuasanya penguasa kafir 
atas mereka tidak akan terjadi kalau bukan 
disebabkan mereka duduk tidak berjihad dan mereka 
lebih condong kepada dunia serta 'tidak suka' mati. 



326 Menukil dari Al-Bidayah wan Nihayah (VI/337-340). 

327 QS. Ar-Ro'd:ll 

196 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Tidak ada solusi bagi kaum muslimin untuk 
keluar dari kehinaan ini selain mengubahnya, artinya 
dengan jihad dan menjauhi negeri penuh tipuan ini 
(dunia). Ini berdasarkan nash sebagaimana tercantum 
dalam dua hadits Tsauban dan Ibnu 'Umar 
Radhiyallohu 'anhum: Dari Tsaubah bahwasanya 
Rosululloh SAW bersabda: 

4j£vi jz\'& u£ jS1 <ji <> -Jt\ &!& jx& c) ^jj 

;(jli ?JJ-ajJ LLa AJ3 ^j-al All! Jj-ujj \j ;uj3 «l^J*_Laii Jc 

qa AjI^-JuI p j-" 'c&^ «-\jatSk ASiMj tjjj^ -^j^ jL2ji» 
?^jAj]| Laj ;ljj\i «^jAjJI ii^jjls (gh ijkLjj ->Sj^c. l_j jla 

CJjaII Aj&IjSj SUaJI t_ i^» ;<Jui 

Artinya: "Hampir saja umat-umat mengeroyok kalian 
sebagaimana orang yang makan mengeroyok nampannya." 
Kami bertanya: "Apakah karena jumlah kami sedikit 
waktu itu wahai Rosululloh?" Beliau menjawab: 
"Bahkan kalian saat itu banyak, tetapi kalian ibarat buih 
air, rasa takut terhadap kalian akan dicabut dari hati 
musuh-musuh kalian, dan dijadikan penyakit wahn dalam 
hati kalian." Para sahabat bertanya: "Apakah wahn itu 
wahai Rosululloh?" Beliau bersabda: "Cinta dunia dan 
benci mati. " 328 

Dan dari Ibnu 'Urnar bahwasanya Rosululloh SAW 
bersabda: 

c- jjllj A'ij > >i jj jSjjI CjuJI ajiklj 4 m uj AjjuIjj IjI 

IJJC^JJ ^j-ia. 4£.JJJ y ^J ->S J \C, <Aill la L >i Jlg-aJI aJJ>JJj 



328 HR. Ahmad dan Abu Dawud serta dishahihkan oleh Al-Albani. 

197 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Jika kalian mulai berjual beli dengan 'inah, 
kalian mengambil ekor-ekor sapi, dan kalian ridho dengan 
cocok tanam serta kalian tinggalkan jihad, Alloh akan 
timpakan kehinaan atas kalian, ia tidak akan mencabutnya 
dari kalian sampai kalian kembali kepada agama kalian." 329 

Sebagaimana Anda lihat — Akhi muslim — 
bahwa meninggalkan jihad termasuk salah satu sebab 
hinanya kaum muslimin. 

Perubahan ini adalah dengan kembali kepada 
jihad, khususnya jihad yang hukumnya wajib, yaitu 
jihad melawan thoghut. 

Maka jihad termasuk dalam rangkaian 
perubahan diri, bukan menyelisihi sebagaimana 
dikatakan Syaikh Al-Albani. Sedangkan perubahan 
diri itu tak cukup dengan ilmu dan tarbiyah saja — 
yang tadi beliau sebut sebagai solusi — tetapi jihad 
yang Syaikh tidak setuju itu termasuk solusi. 

Kami sepakat dengan Syaikh mengenai wajibnya 
merubah diri agar Alloh SWT menghilangkan 
kehinaan dan kerendahan yang sekarang kita alami. 

Saya telah sebutkan hal ini pada prinsip kelima 
dalam pembahasan lima prinsip untuk mencapai 
sunnah kemenangan yang qodari di awal-awal 
pembahasan 1'dad imani (latihan iman) dalam jihad. 

Hanya saja, di sana ada beberap perbedaan 
dengan Syaikh: 



329 HR. Abu Dawud dan dishohihkan oleh Al-Albani. 

198 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Diantaranya, asumsi beliau bahwa perlawanan 
bersenjata (baca: jihad) adalah menyelisihi cara 
merubah diri sebagaimana sudah diterangkan di 
atas. 

Dampak berikutnya, beliau membatasi perubahan 
diri cukup dengan ilmu dan tarbiyah saja. Kedua 
hal ini (ilmu dan tarbiyah) akan saya sendirikan 
pembahasannya pada sub ketiga dan keempat di 
akhir pasal ini. 

Dan Anda akan lihat — saudaraku — pada 
sub-sub ini, bahwa ilmu syar'i dan keadilan bukan 
syarat wajibnya jihad, orang bodoh dan tasikpun 
mendapatkan perintah jihad sama dengan orang 
alim (berilmu) dan sholeh. Juga bahwa jihad yang 
hukumnya tardhu 'ain tidak bisa ditunda dengan 
menunggu — ketika mampu — terpenuhinya 
perkara yang bukan syarat wajib. 

Dan jika jihad tidak bisa dilakukan kecuali 
bersama pemimpin yang jahat, atau pasukan yang 
banyak kejahatannya, maka yang wajib adalah 
berjihad bersama mereka dalam rangka menolok 
kerusakan yang lebih besar, yaitu kerusakan 
orang-orang kafir. 

Inilah madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, 
sebagaimana dituturkan Syaikhul Islam Ibnu 
Taimiyah: "Oleh karena itu, diantara prinsip 
Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah berperang 
dengan orang baik maupun jahat. Sebab 
sesungguhnya Alloh menguatkan agama ini 
dengan orang jahat dan kaum yang tidak 



199 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

memiliki kedudukan sebagaimana dikabarkan 
Nabi SAW. Karena kalau jihad tidak dijalankan 
kecuali bersama pemimpin yang jahat atau 
pasukan yang banyak kejahatannya, pasti akan 
terjadi dua kemungkinan: Meninggalkan perang 
bersama mereka sehingga akibatnya orang lain 
akan menguasai dan itu lebih besar bahayanya 
terhadap agama, atau berperang bersama 
pemimpin jahat sehingga keburukan terburuk 
dari dua keburukan bisa tertolak dan kebanyakan 
syari'at Islam bisa ditegakkan meskipun tidak 
seluruhnya. Inilah yang wajib dalam kasus ini 
atau yang serupa. Bahkan, kebanyakan 
peperangan yang terjadi pasca pemerintahan 
Khulata' Rosyidun tidak terjadi kecuali dengan 
cara itu." Selesai perkataan beliau 330 

Demikian juga, jika jihad tidak bisa dilakukan 
kecuali bersama kaum yang masih melakukan 
bid'ah, maka yang wajib adalah tetap berjihad 
bersama mereka. Kita tidak katakan: kita tidak 
akan berjihad sampai mereka tinggalkan 
kebid'ahan mereka, tetapi kita berjihad bersama 
ahli bid'ah, bersamaan dengan itu kita ajak 
mereka untuk melazimi sunnah. 

Ibnu Taimiyah berkata: "Jika menegakkan 
kewajiban berupa ilmu dan jihad atau yang 
lainnya tidak bisa dilakukan kecuali bersama 
orang yang dalam dirinya terdapat kebid'ahan, 
yang madhorotnya lebih rendah daripada 



330 Lihat kembali perkataan beliau secara lebih mendetail dalam Majmu' 
Fatawa (28/506-508). 

200 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

ditinggalkannya kewajiban tersebut, maka 
menggapai maslahat yang wajib dengan adanya 
matsadah yang tak seberapa lebih baik daripada 
tidak dilakukan. Oleh karena itu, pembahasan 
tentang permasalahan ada perinciannya." 331 

Ibnu Hazm bahkan memiliki pendapat cukup 
keras kaitannya dengan orang yang melarang 
jihad melawan orang kafir bersama pemimpin 
fasik, beliau berkata: "Tidak ada dosa setelah 
kekuturan yang lebih besar daripada dosa 
melarang jihad melawan orang kafir kemudian 
menyuruh menyerahkan kehormatan kaum 
muslimin hanya lantaran ketasikan seorang 
muslim yang mana ketasikannya tidak begitu 
bernilai bagi orang lain." 332 

Saya katakan: 

Kami sepakat dengan Syaikh bahwa 
berkuasanya orang-orang kafir dan dzalim atas kita 
tak lain disebabkan oleh kemaksiatan-kemaksiatan 
kita sendiri, berdasarkan firman Alloh SWT: 

Artinya: " ...dan apa saja bencana yang menimpamu, maka 
dari (kesalahan) dirimu sendiri. . . " 333 

Ini adalah hukuman qodari atas kita. 

Namun kami tidak sepakat kalau Syaikh 
membatasi sarana menolak keburukan penguasa 



331 Majmu' Fatawa 28/212. 

332 Al-Muhalla (VII /300). 

333 QS. An-Nisa':79 

201 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

tersebut cukup pada sebab qodari saja yaitu taubat 
dari maksiat dan kembali kepada Alloh, sedangkan 
Syaikh memungkiri sarana yang syar'i untuk menolak 
kaum kuffar — seperti para penguasa yang murtad 
itu — yaitu jihad yang tadi beliau sebut perlawan 
bersenjata. 

9. Diantara kontradiksi yang terdapat pada perkataan 
Syaikh Al-Albani adalah: Beliau menyeru kaum 
muslimin bersabar terhadap para penguasa mereka, 
di waktu yang sama beliau menyeru mereka berjihad 
melawan orang-orang kafir penjajah. 

Beliau mengatakan: "Adapun orang kafir 
penjajah, maka tidak ada ketaatan kepada mereka, 
tetapi harus dilakukan persiapan yang matang baik 
dari segi moril dan materiil untuk mengusir mereka 
dan membersihkan negeri dari kenajisan mereka." 334 

Kafir penjajah yang beliau maksud di sini 
adalah kafir asing, sudah saya jelaskan sebelumnya 
bahwa tidak ada perbedaan antara orang kafir yang 
menguasai negeri kaum muslimin, apakah dia asing 
atau lokal. Sebab 'illah (sebab) diwajibkannya jihad 
melawannya ada pada keduanya, 'illah itu adalah sifat 
kekuturan, sebagaimana orang kafir walaupun ia 
penduduk lokal secara otomatis menjadi 'non lokal' 
bagi kaum muslimin dengan kekuturannya, sesuai 
firman Alloh SWT: 



334 Kitab Aqidah Thohawiyah Syarh wa Ta'liq Al-Albani hal. 48. 

202 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Alloh berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia 
bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan 
diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan 
yang tidak baik. . . " 335 

Saya sudah rincikan permasalahan ini 
sebelumnya. 

lO.Kontradiksi lain dari perkataan Syaikh — masih 
dalam kitab yang sama — : "Ketahuilah, jihad ada 
dua: Pertama yang hukumnya tardhu 'ain, yaitu 
mengusir musuh yang menyerang sebagaian negeri 
kaum muslimin, seperti orang Yahudi sekarang yang 
menjajah Palestina. Maka semua kaum muslimin 
berdosa sampai mereka keluar dari sana." 336 

Sebelumnya sudah saya sebutkan dalam 
pembahasan ini bahwa penguasa murtad adalah 
musuh kafir yang menguasai negeri kaum muslimin 
dan jihad melawan mereka — karena perbuatan itu — 
adalah tardhu 'ain, bahkan jihad melawan mereka 
lebih didahulukan daripada melawan Yahudi karena 
ada dua sebab: mereka lebih dekat dan mereka 
murtad (bukan kafir asli), bahkan sebenarnya bangsa 
Yahudi tidak akan mendapatkan tempat di Palestina 
kecuali di bawah usungan bahu para penguasa 
thoghut yang murtad tadi. 

Kemudian, kami ingin mengajukan sebuah 
pertanyaan kepada Syaikh: Mengapa beliau 
mengatakan bahwa solusi mengakhiri kedzaliman 
para penguasa adalah merubah diri dengan ilmu dan 

335 QS. Hud:46 

336 Hal. 49. 

203 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

tarbiyah, kemudian setelah itu mengatakan bahwa 
solusi untuk terbebas dari cengkraman Yahudi adalah 
jihad, padahal kedua-duanya adalah kafir yang 
menguasai kaum muslimin — secara qodari — yang 
disebabkan dosa mereka sendiri, lantas mengapa 
Syaikh membedakan dua cara menghadapinya? 

'Umar bin Khothob berkata kepada Sa'ad bin 
Abi Waqqosh — dalam perjalanannya menuju 
peperangan melawan Persi — : "Jangan katakan 
karena musuh kita lebih buruk daripada kita maka 
mereka tidak akan bisa menguasai kita sebab bisa jadi 
suatu kaum dikuasai kaum yang lebih buruk, 
sebagaimana bani Isroil dikuasai orang kafir majusi 
tatkala mereka melakukan perbuatan yang dimurkai 
Alloh: 

Vjiia I3c.j (jl^j j^j^ CP^- \y^^ 

"...lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan 
itulah ketetapan yang pasti terlaksana.. . " 337 

Nasehat ini sudah kami sebutkan sebelumnya. 

Dalam hadits Tsauban secara marju' 
disebutkan : 

o^^'. ' * r-°' o •.{ - ' i * * ' o ° »' \ »' f v> ° \ - 

.">^ i*>ijj 7* j j) > "j />^ >"*)') iSy 1 ^ Cy* 'j* (">(SJ' r ' ^ 1 '*"' 2 (j'j 
tiil^j Ag >>i»j (jj^j C5^ ^^"^4 (y* hj.r 7 ' p <>'i">) jij 

* * . ° ' o -* -* . ° ' ° ' ' * * . ° ' 

I > ^-1» J .*>g >.-*!» J ,-JjjjJj I >.--!» i 

Artinya: "Dan Aku (Alloh) tidak akan kurasakan atas 
mereka musuh di luar diri mereka yang menjajah negeri 
mereka meskipun seluruh penduduk penjuru negeri di 



337 QS. Al-Isro':5 

204 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

sekeliling mereka berkumpul, sampai akhimya mereka 
sendiri saling membinasakan satu sama lain dan menawan 
satu sama lain. " 338 

Ini adalah nash yang menyatakan musuh yang 
kafir itu tidak akan menguasai kaummuslimin kecuali 
kaum muslimin sendiri sudah rusak sedemikian 
parah, dan ini perkara yang bersitat qodari. 

Maka apakah yang wajib — jika musuh yang 
kafir menguasai kaum muslimin — adalah cukup 
menolak sebab yang bersitat qodari itu hanya dengan 
memperbaiki diri, ataukah yang wajib menolak 
kezaliman sesuai syari'at Alloh SWT yaitu berjihad? 

Dan apakah yang telah menjadi ijma' salatul 
ummah dalam hal ini: tarbiyah ataukah kewajiban 
melaksanakan jihad yang tardhu 'ain? 

Mana diantara kedua orang kafir itu yang lebih 
wajib diperangi: Orang kafir murtad seperti penguasa 
kafir itu ataukah orang kafir asli seperti bangsa 
Yahudi? 339 

Mana yang lebih wajib: musuh terdekat seperti 
para penguasa itu ataukah yang lebih jauh seperti 
Yahudi? 340 

Mengenai pertanyaan Syaikh tentang 
mendesaknya perbaikan landasan umat untuk 
pembinaan Islam, kami sepakat dengan beliau bahwa 
di sana memang perlu dakwah dan tarbiyah tapi 



338 HR. Muslim 

339 Lihat kembali bagian 14. 

340 Lihat kembali bagian ke-13. 



205 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

tujuannya adalah untuk membentuk kelompok yang 

mujahid supaya nantinya bisa mengusir titnah orang- 
orang kafir. 

Adapun dakwah dan tarbiyah saja, tanpa kita 
letakkan jihad sebagai bagian utama, maka menurut 
saya itu tidak akan memberikan nilai berarti, sebab 
perangkat-perangkat penghancur dan perusak 
memiliki sistem kerja berbeda didukung sokongan 
dari Departemen pendidikan dan penerangan, badan- 
badan wakaf negara dan dibentengi lembaga 
kepolisian. 

Kembali saya ingatkan, mencukupkan diri 
hanya dengan tarbiyah sebagai sarana perbaikan, 
sama artinya dengan lari dari kewajiban syar'i yaitu 
jihad, berarti pula telah menyelisihi petunjuk Nabi 
SAW, sebab beliau tidak hanya menempuh metode 
tarbiyah saja, namun beliau berdakwah sampai 
terbentuk sebuah kelompok yang memiliki kekuatan 
untuk berjihad melawan orang-orang kafir, sebagai 
realisasi dari firman Alloh SWT (dalam hadits qudsi): 

Artinya: "...dan berjihadlah dengan orang yang 
mentaatimu melawan orang yang bermaksiat kepadamu." 

341 

Juga berdasarkan tirman Alloh SWT: 

Ijja^ (jjiil o^ *> 'iSj (jl ^il (^^- 



341 HR. Muslim dari 'Iyadh bin Himar. 

206 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, 
tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu 
sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk 
berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan 
orang-orang yang kafir itu ..." 342 

Di sini, Alloh menjadikan tahridl 
(mengobarkan semangat) orang-orang beriman 
sebagai jalan untuk membendung keganasan orang- 
orang kafir serta menolak titnah mereka dengan 
berjihad. Ayat ini serta hadits sebelumnya merupakan 
dua nash yang jelas menunjukkan maksud di atas. 

Benar, ilmu dan tarbiyah itu benar dan 
merupakan salah satu unsur 1'dad (persiapan) dalam 
rangka berjihad supaya nantinya terbentuk satu 
kelompok berkekuatan yang mampu menjadikan 
agama Alloh SWT berkuasa di muka bumi. Namun 
kami juga katakan, jika kekuatan materi sudah 
matang dalam kelompok mujahid ini meski belum 
mencapai target pendidikan yang diinginkan, maka 
yang wajib secara syar'i adalah jihad bersama 
kelompok tersebut, sebagai pengamalan dari prinsip 
yang dipegang ahlus sunnah wal jama'ah yaitu 
berperang bersama orang baik maupun jahat. 



Penutup: 

Yang menjadikan syubhat Syaikh Al-Albani ini 
semakin berbahaya adalah: Pandangan beliau itu 



342 QS. An-Nisa':84 

207 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

seolah menjadi satu madrasah sendiri dan memiliki 
pengikut yang selalu menggembar-gemborkannya di 
sebagian besar negeri kaum muslimin. 

Bahkan, kaidah ini seolah berubah menjadi 
hujjah bagi orang yang duduk dari jihad dan condong 
kepada dunia. 

Diantara mereka ada yang ber-mudahanah 
(kompromi) dengan thoghut dan ikut dalam parlemen 
syirik mereka. Lantas tarbiyah macam apa ini yang 
tidak dimulai dengan sikap kufur kepada thoghut? 
Alloh SWT bertirman: 

" ° ° ° ^ O " " ^ OO % ** -* ° o " 

^jjjjll ojj*j\j alaJaJuil jJaa Alllj ^j-ajjj L_JjC.UaHj JS^J _}-_ 

Artinya: "Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada 
thoghut dan beriman kepada Alloh, maka sesungguhnya ia 
telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat. . . " 343 

Penihilan itu sebelum penetapan sebagaimana 
dalam syahadat laa ilaaha illalloh. 

Tarbiyah macam apa yang tidak dimulai dari 
sikap baro' (berlepas diri) dari orang-orang kafir, yang 
merupakan millah Ibrohim 'Alaihis Salaml Padahal 
Alloh SWT bertirman: 

Artinya: "Bagimu agamamu dan bagiku agamaku." 3U 



343 QS. Al-Baqoroh:256 

344 QS. Al-Kaafirun:6 



208 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Tarbiyah macam apa yang tidak bisa membuahkan 
amar ma'rufnahi munkar yang itu merupakan syarat umat 
ini menjadi baik? 

Syaikh terlanjur memiliki pengikut yang taqlid 
dengan syubhat seperti ini dan yang semisal, dan 
sesungguhnya istilah salati — meski kami masih 
mempertanyakan penamaan ini — tidak selayaknya 
dijadikan sebuah madzhab, sebab istilah salaf tidak 
muncul melainkan untuk memerangi tanatisme 
madzhab, sudah selayaknya salati itu menjadi manhaj 
yang tegak di atas sikap mencari kebenaran dari dalil 
dan mengikuti dalil tersebut. Salatiyah adalah manhaj, 
bukan madzhab, Alloh SWT bertirman: 

l_)u£JI (JJJJJ (»^J (a^JUiJJI ^jjLuJj jJlj (JjoUjI QjJ-aul 

(jjjaiu y&\ 

Artinya: "Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) 
kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu 
sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab (Taurat). Maka 
tidakkah kamu berpikir. " 345 

Saya sudah katakan sebelumnya, dan di sini 
saya ulang kembali, bahwa titnah ini, titnah penguasa 
murtad, jauh lebih dahsyat bahaya yang ditimbulkan 
kepada umat daripada titnah keyakinan Al-Qur'an 
makhluk. 

Sebenarnya tak selayaknya kesalahan- 
kesalahan dalam masalah ini keluar dari seorang 
Syaikh Al-Albani. 



345 QS. Al-Baqoroh:44 

209 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Saya sungguh berharap Syaikh mau 
menerangkan sendiri sisi kebenaran dari syubhat 
berbahaya ini untuk membebaskan diri dari 
tanggungan serta sebagai bentuk kasih sayang beliau 
kepada para pengikutnya. 

Kami tidak memungkiri kelebihan dan 
kesungguhan beliau dalam berkhidmat kepada 
sunnah Nabi, syubhat ini tidak mengurangi 
kedudukan beliau, sebab semua yang bagus pasti ada 
celahnya, Alloh SWT bertirman: 

Artinya: "Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi 
Alloh, tentulah mereka mendapat pertentangan yang 
banyak di dalamnya. " 346 

Saya memohon kepada Alloh Yang Maha 
Tinggi dan Maha Agung untuk mengakhiri 
kehidupan kami dan beliau dengan amal sholeh. 
Aamiin. 



346 QS. An-Nisa':82 

210 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



/ \ 

PANDUAN KEENAM BELAS 

Thoghut Hidup Lebih Berbahaya 
Daripada Thoghut Mati 

V / 



Maksud saya thoghut hidup di sini adalah aimmatul- 
kujr (pemimpin-pemimpin kekuturan) dan penguasa murtad 
yang memberlakukan bagi kaum muslimin syari'at 
pengganti, menyebarluaskan kekuturan dan perbuatan keji 
di tengah-tengah mereka. 

Sedang saya sebut thoghut mati adalah kuburan- 
kuburan, bebatuan, pohon-pohonan dan benda mati lain 
yang disembah selain Alloh SWT dengan beragam ritual 
ibadah mulai dari berdo'a, minta tolong, menyembelih 
bernadzar dan lain-lain. 

Maka tidak bisa dibantah bahwa thoghut yang hidup 
lebih besar titnah dan kerusakannya daripada benda-benda 
tadi. 

Oleh karena itu, Nabi SAW memerangi thoghut yang 
hidup dahulu sebelum memberantas thoghut yang mati, 
Nabi SAW tidak memusnahkan berhala-berhala kecuali 
setelah Penaklukan Mekah sebagaimana riwayat Bukhori, 
dari Ibnu Mas'ud ra. ia berkata: Nabi SAW memasuki Mekah 
pada saat ditaklukkan, di sekitar Ka'bah ada 360 patung, 
maka beliau menghantam patung-patung itu dengan tongkat 
yang ada di tangan beliau sambil bersabda: "Telah datang 

211 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

kebenaran dan telah lenyap kebatilan, telah datang kebenaran dan 
kebatilan itu tidak kokoh dan tidak akan terulang. " M7 

Setelah itu Rosululloh SAW memerintahkan para 
sahabatnya untuk melenyapkan patung yang masih tersisa 
di Jazirah Arab, hal itu beliau lakukan setelah membasmi 
kekuasaan thoghut hidup, beliau mengingkari mereka dan 
patung-patungnya dan bersikap baro' (berlepas diri) dari 
mereka sejak awal diutus. 

Inilah Millah Ibrohim 'Alaihis Salam, berlepas diri dari 
orang-orang kafir yang hidup sebelum berlepas diri dari 
sesembahan-sesembahan mereka. Alloh SWT bertirman: 

ul A^-ajil Ijjli Jl AiLa ^jjJulj aj&ljjj ^i 4,u>i^> Sj-ujI ^Sl <J_iJli£ 3 

*l . K °. '. -*-»°r.i5i - ,/■! -»!'■" 
(Jj-J (j-a (jjJJJU La-oj .-iN 1 a f.\ U 

Artinya: " Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik 
bagimu pada Ibrohim dan orang-orang yang bersama dia; ketika 
mereka berkata kepada kaum mereka: " Sesungguhnya kami 
berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain 
Alloh." 3 * 8 

Sebelumnya sudah kita terangkan perkataan Syaikh 
Hamd bin 'Atiq seputar ayat-ayat ini di bagian kelima, Alloh 
SWT juga bertirman: 

liUik aJ&IjjJ <La ajuI ^jl liLll Ijlkjl £j 

Artinya: "Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): 
"Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanij. " 349 



347 Hadits 4287. 

348 QS. Al-Mumtahanah:4 

349 QS. An-Nahl:123 



212 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Penjelasan ini bukan menerangkan urutan, tetapi 
menerangkan prioritas, jadi bukan berarti diam terhadap 
thoghut yang mati beserta para penyembahnya dibenarkan 
secara syar'i menunggu kita basmi thoghut yang hidup. 
Sebab syari'at sudah sempurna, siapa diantara Anda melihat 
kemungkaran hendaknya merubah semampunya. 

Adapun prioritas yang hendak saya terangkan adalah: 
Efek kerusakan yang ditimbulkan thoghut hidup pada 
agama manusia hampir-hampir mengancam banyak kaum 
muslimin dengan kemurtadan global, bisa berupa teror, 
makar dan tipu daya. Kerusakan seperti ini jauh lebih 
berbahaya dibandingkan thoghut mati. 

Maka mengherankan sekali kalau ada orang yang 
mengaku ulama, ahli agama dan bermadzhab salaf yang 
tulisan mereka sekarang ini lebih tertokus kepada thoghut 
mati kemudian lupa atau pura-pura lupa dengan thoghut 
hidup. 

Anda lihat ada diantara mereka hidup di negeri 
berundang-undang positit yang kafir serta menggunakan 
sistem demokrasi yang kufur sementara dia benar-benar 
tidak tahu dan menutup mata darinya, di waktu yang sama 
dia menghunus pedangnya melalui media cetak (buku) 
menentang thoghut mati dan penyembah-penyembahnya 
yang jelas tidak bersenjata. Alloh SWT bertirman: 

CilJ jjc. (jl _jj-j-j £-_i \_g_jl (jj___U__l (_$_-_.] __)! ANiVj J!j 
jj!j « L-j j 4j\ <uS i (3-*_! (3-_j (j! --)! ^.^.j £--> uj-^ < ^_-j__-l 

^jil5_l! 

Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Alloh menjanjikan kepadamu 
bahwa satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah 



213 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

untukmu sedangkan kamu menginginkan bahwa yang tidak 
mempunyai kekuatan senjatalah untukmu, dan Alloh menghendaki 
untuk membenarkan dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan 
orang-orang kafir," 350 

Coba renungkan semua ini, niscaya Anda akan tahu 
sebab-sebab munculnya ujian dan bala dalam diri kita, yaitu 
ketika orang-orang dipercaya memegang ilmu dan dien 
tidak melaksanakan peran mereka dalam menyampaikan 
dan mengingatkan, lantas bagaimana dengan orang yang 
ridho dan ikut? Bagaimana pula dengan orang yang 
memberikan pembenaran kepada para thoghut itu? 

Kalaulah ada yang berbicara tentang jihad, Anda lihat 
ia hanya menyebut jihad Palestina dan Atghanistan, karena 
hanya inilah kadar yang diperbolehkan di sebagian negara. 
Padahal jihad melawan penguasa murtad itu lebih wajib 
daripada jihad melawan Yahudi, memang kedua-duanya 
musuh kafir yang menginjak negeri kaum muslimin, hanya 
saja penguasa murtad itu lebih tinggi tingkatannya daripada 
Yahudi karena dua hal: Pertama mereka lebih dekat, kedua 
mereka murtad. Kedua perkara ini menjadikan memerangi 
penguasa tersebut lebih dahulu wajib hukumnya. 351 

Sebagaimana bukan menjadi rahasia bahwa orang 
yang berjihad di Palestina dan Atghanistan disebut 
pahlawan dan syahid, harta dan berbagai bantuan 
dikucurkan kepadanya, tapi jika selain di dua tempat 
tersebut, maka dia penjahat dan teroris yang keluar dari 
undang-undang, undang-undang kafir. Renungkanlah ini. 



350 QS. Al-Anfal:8 

351 Sebagaimana tercantum pada panduan 13 dan 14. 

214 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Renungkan pula hadits di bawah ini, Anda akan tahu 
bahaya thoghut hidup, yaitu hadits riwayat Bukhori dari 
Qois bin Abi Hazim bahwasanya ada seorang wanita dari 
Ahmas bertanya kepada Abu Bakar: "apa yang menjadikan 
kita tetap berada di atas urusan baik ini (Islam), dimana 
Alloh mendatangkannya setelah jahiliyah?" Beliau 
mengatakan: "Kelangsungan kalian di atasnya adalah 
selama para pemimpin kalian istiqomah (konsisten)." Ia 
bertanya: "Siapa para pemimpin itu?" Beliau mengatakan: 
"Bukankah kaummu memiliki pemimpin dan orang-orang 
terpandang dimana mereka memerintah dan ditaati?" Ia 
berkata: "Benar." Beliau berkata: "Merekalah yang akan 
menjadi tumpuan manusia." 352 

Ibnu Hajar berkata dalam Syarah-nya: (Perkataan 
wanita itu),"Apa yang menjadikan kita tetap berada di atas 
urusan baik ini?" maksudnya adalah agama Islam dan 
keadilan, persatuan kalimat, menolong orang dzalim dan 
meletakkan sesuatu pada tempatnya yang terkandung dalam 
ajarannya. "...selama para pemimpin kalian istiqomah," 
artinya, karena manusia tergantung kepada agama penguasa 
mereka, maka ketika para pemimpin jauh dari tugas 
semestinya, ia akan sesat dan menyesatkan orang." 353 

Abdulloh bin Mubarok berkata: 

?tg jIjAjj ^j-uj jU^.lj (iljLul Vj (Jj^jI ^&\ U&J 

Artinya: "Adakah yang merusak agama selain para raja, para 
ulamajahat dan ahli ibadahnya?" 

Saya katakan: 

352 Hadits 2834. 

353 Fathul Bari VII/151. 

215 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Yang menyedihkan lagi, sikap diam orang yang 
mengaku ulama terhadap thoghut hidup tadi berubah 
menjadi hujjah untuk membenarkan sikap diam para 
pemuda dan menjadi alasan terhadap sikap duduk mereka 
dari jihad yang hukumnya tardhu 'ain. 

Jihad bagi mereka menjadi terbatas pada jihad 
melawan orang-orang penyembah kubur dan penganut 
ajaran tasawwut? 

Padahal, bukankah para penyembah kubur dan kaum 
sufi itu tidak hidup kecuali di pundak para thoghut hidup 
tersebut? 



216 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



r 



PANDUAN KETUJUH BELAS 

Kekuatan Islam Terbentuk Dengan 
Loyalitas Yang Didasari Iman 



^ 



V. 



J 



Alloh SWT berfirman: 

< ajj*JaJu jj wU (_jiaau c.ulj) Ag > A-i» J (JJLLajAJIj (jjlajAJlj 

^ U J*J^J J «1^ jll UJ^JJJ <£lLaJl jjJuiiJj jiiill jC. (jj^JJj 

^i S j-j £ - *■ $- *■ „ 

ajaa JJ JC AJJl (jl Alll a^-aJi.JjijJ L*IjJjl 4J jjjjJj 

Artinya: "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, 
sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. 
Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari 
yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat dan mereka 
ta'at kepada Alloh dan Rosul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat 
oleh Alloh; Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha 
Bijaksana." 354 

Alloh SWT juga berrirman: 

(jjjJUul AA A)j| Cj j^ (jli I jLal (jjjjl j AJj-ujjj auI (JjJJ (j-°J 

Artinya: "Dan barangsiapa mengambil Alloh, Rosul-Nya dan 
orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka 



354 QS. At-Taubah:71 



217 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
sesungguhnya pengikut (agama) Alloh itulah yang pasti menang." 

355 

Ayat pertama mengingatkan pentingnya kesetiaan 
antar orang-orang beriman satu sama lain dalam rangka 
melaksanakan kewajiban iman serta memulai amar ma'ruf 
nahi munkar, sebab itu tidak akan bisa dipetik hasilnya 
kecuali dengan senjata dan kekuatan. 

Nah, kekuatan ini akan terbentuk kalau ada perwalian 
kaum mukminin satu sama lain. Dengan inilah akan 
terbentuk jama'ah muslim yang dijanjikan akan memperoleh 
rahmat: 



ajjI Ag A^jjun i£!Aj\ 






Artinya: "Mereka itulah yang akan dirahmati Alloh. . . " 
Rosululloh SAW bersabda: 

Artinya: "Jama'ah adalah rahmat dan perpecahan adalah adzab." 

356 

Bukti penguat dari Al-Qur'an adalah tirman Alloh 
SWT: 

OujjJI iAeLk La .JJU j-a Ijgn-^lj Ij^jij jjJul^ IjJj^J Vj 

illaC. l_ll OC. IgJ lillljlj 

Artinya: "Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang 
bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas 



355 QS. Al-Maidah:56 

356 HR. Ibnu Abi 'Ashim dan dihasankan oleh Al-Albani. 

218 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa 
yangberat," 357 

Rahmat di sini adalah pahala atas kesetiakawanan 
terhadap sesama muslim, sedangkan adzab adalah hukuman 
akibat perselisihan. 

Adapun ayat kedua berisi kabar gembira akan 
datangnya kemenangan: 

(jjjJUdl 1a Jh\ CjjA" u!^ 

Artinya: " ...maka sesungguhnya pengikut (agama) Alloh itulah 
yang pasti menang. " 

Di dalamnya terdapat isyarat wajibnya perwalian 
iman sebagai syarat kemenangan, sebab ayat tersebut 
dimulai dengan Adatus syarth ; 

o 

(> 
... barangsiapa... 

Sedangkan syaratnya adalah perwalian iman, 

? ~ "* ** ^ r - 

Ijial (jj^jlj AJj-ujjj 'A\\ (JjJJ 

Berwala' kepada Alloh dan RosulNya serta orang-orang yang 
beriman ... 

Dan jawabus syarth-nya adalah kabar gembira akan 
datangnya kemenangan: 

OjjJUul i»A <iill e_j j^. _jl_ 

...maka sesungguhnya pengikut (agama) Alloh itulah yang pasti 
menang... 



357 QS. Ali-Imron:105 

219 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
Coba renungkan urutan dalam firman Alloh SWT: 

Ijial (jj^ilj AJjjjj jj AJJI CJjij CJ^J 

Artinya: "Dan barangsiapa mengambil Alloh, Rosul-Nya dan 
orang-orang yang beriman.. . " 

Di dalamnya terdapat isyarat bahwa perkumpulan 
kaum mukminin itu tidak berarti kecuali jika dibangun atas 
perwalian kepada Alloh dan Rosul-Nya, dan ini hanya 
terjadi dengan berpegang teguh terhadap kitab Alloh dan 
sunnah Rosul. 

Perintah berjama'ah secara tegas tercantum dalam 
sabda Nabi SAW: 

A£.UaJlj xJujJlj Ac-\ A-yW [QAJ ^j-al A)J| ^jh^-nj A^^ ' "'j 

auI (JjuIjj ^ ^tg-^ilj o j4^^ J 

Artinya: "Dan aku perintahkan kalian dengan lima perkara yang 
diperintahkan Alloh kepadaku, jama'ah, mendengar, taat, hijroh 
dan jihad di jalan Alloh. " 358 

Ini adalah hadits yang rinci kaitannya dengan 
permasalahan yang sekarang sedang kita bahas. Hadits ini 
dimulai dengan lafadz: "Jama'ah", serta diakhiri dengan 
"Jihad." Artinya, jihad dimulai dengan membentuk jama'ah 
muslim yang diikat dengan perwalian atas dasar iman. 
Sedangkan jama'ah itu harus ada amir (pemimpin)nya, ini 
kami rincikan pada bab ketiga dari risalah ini. 

Adapun dalam hadits Al-Harits, di sana tidak 
disebutkan kata-kata amir secara tegas, namun disebutkan 
secara tersirat dalam sabda beliau: 



358 HR. Ahmad dan Harits Al-Asy'ari dan dishohihkan oleh Al-Albani. 

220 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

<C.Ua]|j xJalA\j 

"... mendengar dan taat. . . " 

artinya kepada amir jama'ah, Rosululloh SAW 
menyebutkan mendengar dan taat sebab itu merupakan 
sebab terbesar dari persatuan, konsistensi dan kekuatan 
sebuah jama'ah. 

Kemudian beliau menyebut "hijrah", telah saya 
jelaskan di bagian kesebelas bahwa hijrah sering sekali 
menjadi titik awal sekaligus pendamping jihad fii sabiilillah. 

Kemudian beliau mengakhiri hadits dengan 
menyebut jihad fii sabiilillah, sebagai isyarat itu termasuk 
amalan terpenting kaum muslimin (sebagaimana dalam 
panduan ke-sembilan) dan isyarat bahwa jihad menjadikan 
perkara-perkara yang disebutkan sebelumnya bisa tercapai, 
yaitu jama'ah, mendengar dan taat, semuanya membentuk 
kekuatan yang harus terpenuhi dalam jihad, sedangkan 
dengan hijrah akan terbentuk persiapan dan pembekalan 
untuk jihad. 

Nash-nash yang menyebutkan bahwa kekuatan itu 
terbentuk dengan perwalian iman sangat banyak, 
diantaranya adalah firman Alloh SWT: 

Artinya: "Hai Nabi, kobarkanlah semangat orang-orang beriman 
untuk berperang. " 359 

Dan firman Alloh SWT: 



359 QS. Al-Anfal:65 

221 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

^Oll ^^Ijoc (jjLajJaJI (jiajkj (iluij Vj <~_ilSj V ^l cJailjj ^-3 ^Ua 

Ijja^ (jjiil (JjjU ' a ^J (jl 

Artinya: "Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah 
kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. 
Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah- 
mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. " 360 

Jadi, membendung keganasan orang kafir tidak akan 
terlaksana dengan baik kecuali dengan kekuatan yang 
terhasilkan dari mengobarkan semangat orang beriman, 
Alloh SWT sendiri telah bertirman kepada Nabi-Nya SAW: 

lilL^aC {ja silcUal (JAJ (J-ilij 

Artinya: "Dan berperanglah dengan orang yang mentaatimu 
melawan orang yang bermaksiat kepadamu." 361 

Dari keterangan ini, Anda mengerti betapa 
pentingnya sebuah jama'ah dalam jihad, dan buah dari jihad 
(yaitu kemenangan) tidak akan datang kecuali dengan 
berjama'ah. 

(jjjlUul ■>& A\\ Cj ja> (jli I jlal (jjjul j AJjujjj A)j| (JjJJ (J-«J 

Artinya: "Dan barangsiapa mengambil Alloh, Rosul-Nya dan 
orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka 
sesungguhnya pengikut (agama) Alloh itulah yang pasti menang." 

Sebaliknya, perpecahan dan perselisihan pendapat 
adalah penyebab pertama kekalahan dan kemunduran, 
Alloh SWT bertirman: 

Ijjjj^alj AS^jj 4-iA Jjj IjLiaja Ijc jljj Vj 



360 QS. An-Nisa':84 

361 HR. Muslim dari 'Iyadh bin Himmar. 

222 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "... dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang 
menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan 
bersabarlah..." 362 

Kekalahan ini adalah sebagian adzab yang dijanjikan 
Alloh di dalam firman-Nya: 

tllUJjjl AAc-Lk La ^au ^j-a Ijgli-^lj IjSjij (jjjjl£ ljjj£j Vj 

aolaC. L-j|jC- A^J <2jj]jlj 

Artinya: "Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang 
bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas 
kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa 
yangberat," 363 

Alloh SWT juga bertirman: 

^jjjc^jj Ag U \ JJ^VI e-jlasul OJ^ (s^ ^^ t-jlj*jl (j-a Ag Vij'Vnj 

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka 
sebagian adzab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih 
besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang 
benar)." 364 

Kekalahan dan penghinaan musuh yang kafir 
terhadap kaum muslimin adalah adzab dekat sebagai 
hukuman dari perpecahan dan perselisihan, saya telah 
sebutkan dalam hadits Tsauban riwayat Muslim 
bahwasanya musuh tidak akan berkuasa atas kaum 
muslimin secara qodari kecuali jika mereka berbeda 
pendapat dan saling berperang sendiri. 



362 QS. Al-Anfal:46 

363 QS. Ali Imron:105 

364 QS. As-Sajdah:21 

223 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Syaikh Muhammad bin ' Abdul Wahhab menyebutkan 
dalam kitabnya Masa'ilul Jahiliyyah: "Kedua (dari perkara 
jahiliyah): Saling berpecah belah dan melihat bahwa 
mendengar dan taat sebagai kehinaan dan kerendahan. 
Maka Alloh memerintahkan mereka agar bersatu dan 
melarang berpecah belah, Alloh SWT bertirman: 

il A^jir, A\\ 4jJu Ijj^Jlj IjSjSj Vj Uj<>7> ajj! (Jjaj Ij^>^V-Ij 
la2j ^lc ,a^j "Ij^l AjaJuj jjAjjk^li l^jjla (jjj t_alli c.lic-1 1jj£ 

\'\ °£" r, °('* 1*11 ° •• ' ° * 

Igj-a aSjSJia jLJJI ^j-a ejii. 

Artinya: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) 
Alloh, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan 
nikmat Alloh kepadamu ketika dahulu (masa jahiliyah) bermusuh- 
musuhan, maka Alloh mempersatukan hatimu, lalu menjadilah 
kamu karena nikmat Alloh orang yang bersaudara; dan kamu telah 
berada di tepi jurang naar, lalu Alloh menyelamatkan kamu 
daripadanya..." 365 

Selesai perkataan beliau. 

Yang menyedihkan, Anda melihat di setiap negara 
sekarang ini, banyak sekali jama'ah yang berjuang dengan 
nama Islam, mereka berpecah belah dan saling berbeda 
pendapat, ini termasuk perkara jahiliyah. 

Saya telah sebutkan obat dari bencana ini pada bab 
ketiga dari risalah ini, bahwasanya manusia wajib 
berkumpul di bawah jama'ah yang paling dahulu mengikuti 
kebenaran, sedangkan manhaj kebenaran itu, hari ini adalah 
jihad di jalan Alloh SWT; saya telah sebutkan di panduan ke- 
16, bahwa marabahaya yang sekarang sedang dihadapi umat 
Islam adalah thoghut hidup. 



365 QS. Ali Imron:103 

224 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Sedangkan pada panduan ke-15 saya sebutkan bahwa 
cara menghadapi mereka ini sudah ditetapkan oleh nash dan 
ijma 'yang tidak ada tempat ijtihad di dalamnya. 

Kewajiban memerangi mereka sudah jelas, kalau 
belum bisa harus mengadakan persiapan. 

Saya telah sebutkan dalil saya mengenai wajibnya 
mengikuti jama'ah yang paling awal, yaitu hadits Abu 
Huroiroh secara marfu' : "Wahai kalian, berbai'atlah yang 
pertama kemudian yang setelahnya." 366 

Saya juga sudah sebutkan dalam bab ketiga mengenai 
cara pengambilan dalil darinya. Yang semisal dengan ini 
adalah yang disebutkan Al-Qurthubi di dalam Tafsir -nya 
mengenai rirman Alloh SWT: 

Artinya: "Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang 
menghalang-halangi menyebut nama Alloh dalam masjid-masjid- 
Nya." 367 

Beliau mengatakan: "Membangun masjid tidaklah 
dilarang kecuali untuk membuat perpecahan dan 
perselisihan dengan membangun sebuah masjid di samping 
atau di dekat masjid yang sudah ada dengan maksud 
memecah belah penduduk masjid pertama, ingin 
menghancurkan dan memecah belah kalimat, maka masjid 
yang kedua harus dirobohkan, dan tidak boleh didirikan. 
Oleh karena itu, kami katakan: "Tidak diperbolehkan dalam 
satu kota ada dua masjid jami', atau dalam satu masjid ada 



366 Muttafaq 'Alaih. 

367 QS. Al-Baqoroh:114 

225 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

dua imam, atau dalam satu masjid ada dua jama'ah yang 
sholat." Selesai. 368 



Saya katakan: 

Demikian juga, dilarang menegakkan lebih dari satu 
jama'ah dalam satu negeri, sebab hal itu menimbulkan 
perpecahan bagi kaum muslimin serta mencerai beraikan 
perjuangan dan membahayakan mereka. 

Jika kebiasaan para thoghut adalah berusaha 
membuat satu jama'ah terkotak-kotak dan berpecah-belah, 
terlebih jika jama'ah itu kuat basic-nya dan dikhawatirkan 
akan menyerang, supaya jama'ah itu tersibukkan dengan 
perseteruan-perseteruan internal, lantas bagaimana kalau 
pengkotakan ini bersumber dari jama'ah itu sendiri? 

Oleh karena itu, kami berpendapat wajibnya 
berkumpul pada satu jama'ah yang paling dahulu yang 
memiliki manhaj yang benar, dan kami melihat manhaj yang 
benar, dan kami melihat bahwa siapa yang menolong 
jama'ah yang baru muncul maka dia berdosa sebab itu 
berarti membantu terjadinya pengkotakan dan perpecahan 
serta membahayakan perjuangan Islam secara menyeluruh. 
Alloh SWT bertirman: 

^, n © [j; ^, a 

q\j^xj\j ajVI ^jic- Ijjjlsu Vj (Jj£u\j jJI ^^^ic Ijjjlsuj 

Artinya: "Dan tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketakwaan 
danjangan bertolong menolong dalam dosa dan permusuhan." 369 

Nabi SAW juga bersabda: 

368 Al-Qurthubi (11/78). 

369 QS. Al-Maidah:2 

226 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Tidak boleh berbahaya maupun membahayakan." 

Ini berlaku bagi mereka yang mengetahui jama'ah 
mana yang paling lama dan yang paling baru. 

Kami juga berpendapat sibuknya kaum muslimin 
dengan urusan selain jihad fii sabiilillah — di zaman 
sekarang — sebagaimana dilakukan banyak jama'ah Islam 
adalah pengkhianatan terhadap Alloh dan Rosul-Nya SAW, 
pengkhianatan dan penyia-nyiakan terhadap agama ini. 
Alloh SWT bertirman: 

ajjlj iSjuLal Ijjjkjj (Jjujjllj Alll Ijjjkj V IjJ-al (jJ^jl ^jl^j 

ujaj*j 

Artinya: "Hai orang-orang beriman, janganlah kamu 
mengkhianati Alloh dan Rosul (Muhammad) dan juga janganlah 
kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu 
sedang kamu mengetahui. " 370 

Sesungguhnya jihad hari ini adalah rardhu 'ain bagi 
kaum muslimin di hampir seluruh belahan bumi, maka 
seorang muslim hendaknya berjihad di negerinya, atau 
berhijrah untuk menolong saudara-saudaranya para 
mujahidin di negeri lain. 

Barangsiapa yang tidak mampu karena udzur syar'i 
sehingga tidak bisa berjihad di negerinya atau berhijrah, 
hendaknya ia intakkan hartanya di jalan Alloh dan 
mengobarkan semangat kaum muslimin untuk berjihad, 
berdo'a kepada Alloh SWT agar menghancurkan orang- 



370 QS. Al-Anfal:27 

227 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

orang kafir dan memberi jalan keluar yang dekat bagi kaum 
muslimin serta kemenangan yang segera tiba. 

Sesungguhnya potensi apapun yang dicurahkan 
selain untuk kepentingan jihad adalah usaha sia-sia, harta 
dalam bentuk apapun yang tidak diinfaqkan di selain jalan 
ini adalah harta yang terbuang percuma, kekuatan dan harta 
harus dihimpun untuk mendorong roda jihad yang sekarang 
hukumnya fardhu 'ain sebagai satu-satunya jalan syar'i 
untuk mengakhiri problematika di zaman sekarang. 

Termasuk yang tidak semestinya lenyap dari benak 
kaum muslimin adalah apa yang kami tetapkan di awal 
pembahasan mengenai I'dad iman (menyiapkan iman), 
bahwa salah satu sebab utama gagalnya kaum muslimin 
adalah faktor yang datang dari dalam diri masing-masing 
dan sebab internal, sebagaimana tirman Alloh SWT: 

giuAl (j-ft3 4_1Ujj qa liLU^al Laj 

Artinya: " ...dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari 
(kesalahan) dirimu sendiri. " 371 

Juga firman Alloh SWT: 

liLpjl CjJjlm£ L«ua 4 '\\\sy<\ (j-a kS\\ \<~i\ Laj 

Artinya: "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka 
adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh 
memaajkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu) ." 372 

Tidak ada angan-angan untuk mengadakan perbaikan 
secara menyeluruh kecuali setelah mengadakan perbaikan 



371 QS. An-Nisa':79 

372 QS. Asy-Syuro:30 

228 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

dan perubahan diri dan dari dalam, sebagaimana firman 
Alloh SWT: 

M 1 - I >*'■>■ * - ''■' \ - * * r ^ yt ,* i *| 
.->g uAlU Ua Ijjjiu igj^ ajaj Ua JJ*J 2 <Ull (jj 

Artinya: " Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah keadaan suatu 
kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri." 373 

Atas landasan ini, kami katakan: 

Sesungguhnya berkuasanya musuh dan penghinaan 
atas kaum muslimin tak lain disebabkan perpecahan dan 
perselisihan kaum muslimin sendiri, sebagaimana tercantum 
dalam hadits Tsauban secara marju' bahwasanya Alloh SWT 
berrirman kepada Nabi-Nya SAW: 

»- t>* *'. °- * :-" ''• o •°f - ° i S •» ' o »'t' i >' t v> '!, 

jjj r>g ^.--in 7'CJJJ.uUa .">^ uilll (_5j-uJ (j-a IjJC .->^jir.. Jalujl 2 (jlj 

\ i'sv» \ liUgJ Ag >>iim (jj£j (^j^ Ufc jUaiilj (j-a Ag j' r - * *>*i^l 

Artinya: "Dan Afcn #dafc akan kuasakan musuh di luar mereka 
sehingga menguasai negeri mereka meskipun mereka berkumpul 
dari berbagai belahan untuk menghancurkan mereka, sampai nanti 
mereka saling membinasakan satu sama lain." Al-Hadits. 374 

Tak ada cara untuk keluar dari realita yang hina ini 
kecuali dengan mengobati pangkal penyebabnya, caranya 
kaum muslimin harus bersatu. 

Sebagaimana perpecahan adalah sebab berkuasanya 
musuh, perpecahan jugalah yang sebenarnya menyebabkan 
munculnya sebab-sebab lain yang juga harus diobati, taktor 
lain itu diantaranya adalah sikap meremehkan hukum 
Islam, tidak mau peduli untuk mengamalkan hukum- 
hukum Islam, ini mengakibatkan terjadinya perselisihan 

373 QS. Ar-Ro'd:ll 

374 HR. Muslim. 

229 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

dan perpecahan sebagai hukuman Alloh yang bersifat 
qodari. 

Alloh SWT berfirman: 

p.l fU»Mlj SjloiJI Ag ijJ lLjC.li Aj IjJ^J l^-a Uak I j-uiia 

Artinya: " ...tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa 
yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami 
timbulkan diantara mereka permusuhan dan kebencian.. . " 375 

Alloh SWT juga bertirman: 

UJ^J* f^$ ^i ^J^ ^ 'JO f+*& Aa jil IjALiia 

Artinya: "Kemudian mereka (pengikut-pengikut Rosul itu) 
menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa 
pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada 
pada sisi mereka (masing-masing) ." 376 

Obat dari semua ini adalah dengan berpegang teguh 
kepada Al-Qur'an dan sunnah — saya telah sebutkan 
prinsip-prinsipnya sebelum ini (dalam bab Al-I'tishom bil 
Kitab wal Sunnah dari risalah Al-'Umdah, penerj.) — , dengan 
inilah Alloh SWT akan satukan hati, sebagaimana firman 
Alloh SWT: 

tgk Ua CjSjjI jj a^jIs (Jjj ^-^\j o^j^-jj a j^*v ^^ ls'^ j& 

* S* a^ -- *" t "!^ ? S ^-* -- ** - "°* J *" ** " o "* ° 

JJJO 4jj ihgJJJ CJul ilil (J^J A^-J^ U^ ^— ^ ^ ^J^T* q^S^\ 



375 QS. Al-Maidah:14 

376 QS. Al-Mukminun:53 



230 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya 
dan dengan para mukmin. Dan Yang mempersatukan hati mereka 
(orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan 
(kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat 
mempersatukan hati mereka, akan tetapi Alloh telah 
mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa 
lagiMahaBijaksana." 377 

Hanya dengan inilah kekuatan Islam akan terbentuk 
sebagai buah dari perwalian yang didasari iman. 



377 QS. Al-Anfal:62-63 

231 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



ĔT 


PANDUAN KEDELAPAN BELAS 
Perang Adalah Tipudaya 


"^ 


V- 




-J 



Semua orang sepakat, baik yang beriman atau yang 
kafir, bahwa ada dua prinsip dalam perang yaitu rahasia dan 
tipu daya walaupun cara memahami, masing-masing 
berbeda; bagi orang beriman, tipuan dalam perang tidak 
boleh sampai berkhianat dan membatalkan janji, ini tidak 
berlaku bagi orang-orang kafir. 

Rosululloh SAW bersabda: 

Artinya: "Perang adalah tipudaya. " 378 

Kalimat dalam hadits ini termasuk ungkapan hashr 
mubtada' (pembatasan kata pertama di awal kalimat) yaitu : [ 
S-LP^' ] terhadap khobar (kata penjelas mubtada') yaitu: [ 
4-c--^ ], artinya asas dan pilar terpenting dalam perang 
adalah tipudaya. 

Sama halnya dengan sabda Nabi SAW: 

Aijc ?caJI 

Artinya: "Haji adalah Arajah." 



378 



Muttafaq 'Alaih. 



232 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Maksudnya bagian terpenting dalam haji adalah (wukuf) di 
Aratah, tapi di sana masih ada rukun lainnya. 

Seperti juga sabda Nabi SAW: 

Artinya: "Agama adalah nasehat. " 

An-Nawawi berkata: "Ulama sepakat tentang 
bolehnya menipu orang kafir dalam peperangan 
bagaimanapun caranya, kecuali kalau sampai membatalkan 
perjanjian atau melanggar jaminan keamanan maka menipu 
tidak diperbolehkan." 379 

Ibnu Hajar berkata: "Asal dari tipudaya adalah 
menampakkan hal yang berbeda dari sebenarnya. Hadits ini 
berisi peringatan untuk selalu waspada dalam perang dan 
anjuran untuk menipu orang kafir, siapa yang tidak 
menyadari tipudaya besar kemungkinan akan terkena 
dampak negatitnya. An-Nawawi berkata: Ulama sepakat 
mengenai kebolehan menipu orang kafir bagaimanapun 
caranya asal memungkinkan, kecuali kalau sampai 
membatalkan perjanjian atau jaminan keamanan maka tidak 
boleh. Ibnul 'Arobi berkata: Tipuan dalam perang bisa 
berupa mengkelabui atau menyamar atau yang semisal. 
Hadits ini berisi isyarat untuk menggunakan akal dalam 
perang, bahkan itu lebih diperlukan daripada sekedar nyali, 
karena itu di sini diungkapkan dengan ungkapan 
pembatasan (hashr) sebagaimana sabda Rosululloh SAW: 
"Haji adalah Arojah." Ibnul Munir berkata: "Makna perang 
adalah tipudaya artinya: Perang yang cantik dan dilakukan 
oleh pelaku yang handal adalah yang menggunakan 



379 Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi : XII/45. 

233 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

tipudaya, bukan semata saling berhadap-hadapan, sebab 
perang rrontal tinggi resikonya sedangkan tipudaya dapat 
dilakukan tanpa resiko bahaya." 380 

Saya katakan: 

Hadits ini berisi kewajiban untuk waspada dalam 
peperangan, sebab musuh ingin menipumu sebagaimana 
engkaupun ingin menipunya, 381 Alloh SWT bertirman: 

^Sjia. Ijia. Ijlal (Jjjjll I^jIU 

Artinya: "Hai orang-orangberiman, bersiap-siagalahkamu." 382 
Dan Alloh SWT bertirman: 

Artinya: " ...dan siap siagalah kamu.. . " 383 

Jika negara dan angkatan-angkatan bersenjata di 
dunia saja saling menggunakan tipudaya, bagaimana 
dengan kaum muslimin yang lemah dan sedikit ini? Tak 
diragukan lagi, mereka lebih perlu untuk menggunakan 
sistem tipudaya, kamutlase dan bermain cantik menghadapi 
musuh mereka. 

Tipudaya mempunyai banyak seni yang diketahui 
oleh orang-orang yang memang ahli, seperti teknik 
bersembunyi, kamutlase, tipuan-tipuan perang, pengaturan 
waktu, dan sebagainya, kami tidak akan terlalu jauh 
membahasnya, risalah ini ditulis untuk membahas urusan- 
urusan yang bersitat syar'i, bukan seni perang. 



380 Fathul Bari (VI/158). 

381 Nailul Author (VIII/57). 

382 QS. An-Nisa':71 

383 QS. An-Nisa':102 



234 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Hanya, di sini akan kami bahas beberapa perkara 
syar'i kaitannya dengan masalah tipudaya. Perkara itu 
adalah masalah berbohong dan ightiyal (membunuh diam- 
diam, menyergap). Setelah itu, kita akan bahas masalah 
sirriyah (kerahasiaan, gerakan bawah tanah serta 

hubungannya dengan masalah tipudaya baik secara tinjauan 
umum atau khusus. 



PERTAMA: 
Tentang Berbohong Kepada Musuh 

Saya tidak dikatakan berbohong ketika perang, sebab 
berbohong kepada musuh diperbolehkan baik ketika perang 
atau tidak, seperti dalam dalil yang akan saya sebutkan 
berikuti ini, Insya Alloh SWT: 

a. Adapun berbohong ketika perang, dalilnya adalah 
hadits Ummu Kultsum binti 'Uqbah ia berkata: 

(_j-a £/gJUJ /^3 ^J^TN JJ .sJjjjj 4_lic ^' /. U^> A)JI Jjjjj 1 A^GjjjI al 

(jjolill JJJ r-^^yij 4-lJ^Jl ^ V) (JJiLill JjiJj U-a L-JJ&jI 

IjJ-^j j SIjaII ^''n.^j Aj'l j-al Jj>JjI (-1-UJ^.j 

Artinya: "Aku belum pernah mendengar Rosululloh SAW 
memberi dispensasi untuk berbohong dalam perkataan manusia 
selain ketika perang, mendamaikan orang, dan suami yang 
membujuk isteri atau isteri membujuk suami. " 384 



384 HR. Ahmad, Muslim dan Abu Dawud, Tirmidzi meriwayatkan hadits 
semisal dari Asma' binti Yazid. 

235 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

An-Nawawi berkata: "Dalam hadits shohih ini, 
berbohong dibolehkan dalam tiga hal, salah satunya 
ketika perang. Thobari berkata: Dusta yang 
diperbolehkan dalam perang hanya yang bersitat 
samaran-samaran, bukan benar-benar bohong, ini tidak 
halal, demikian kata Thobari. Namun pendapat yang 
kuat adalah boleh benar-benar berbohong, tapi kalau 
dengan menyamarkan sudah cukup itu lebih baik. 
Wallohu A'lam." 385 

Ibnu Hajar berkata: "An-Nawawi berkata: Pendapat 
yang kuat adalah boleh berbohong — dalam arti benar- 
benar berbohong — dalam tiga perkara, tapi kalau bisa 
sekedar menyamarkan itu lebih utama. Ibnul 'Arobi 
berkata: Bohong ketika perang termasuk dispensasi 
khusus yang diperbolehkan berdasarkan nash, sebagai 
kemurahan kepada kaum muslimin, karena mereka 
memerlukannya, dalam hal ini akal tidak bisa ikut 
campur — tidak perlu dipikir mengapa hal itu boleh, tapi 
syari'atlah yang menetapkan seperti itu, penerj. — 

Kalau berbohong itu diharamkan berdasarkan akal, 
tentu berbohong seperti ini tidak akan berubah menjadi 
boleh, demikian." 386 



Berbohong kepada musuh selain dalam perang. Bohong 
untuk selain urusan perang diperbolehkan karena 
beberapa alasan, diantaranya jika di dalamnya terdapat 
maslahat bagi agama atau dunia bagi orang beriman, 



385 Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi : XII/45. 

386 Fathul Bari (VI/159). 



236 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

atau untuk melepaskan diri dari gangguan orang-orang 
kafir. Dalilnya: 

• Kisah Nabi Ibrohim AS. 

Rosululloh SAW bersabda: 

^j^la (JJJJJ ;CjLp£ tli^lj Vj ^Ludl Aolc ao&ljjl S- 1 -^ fJ 

" " * 

<u*i jjj. Ajjiij t{^jfuj ^1} <lj5 ^Lu <&l Cili <J 

^lc ^l il SjLuij >jj tljlj jA Ijjj ;JLJj c |IjA aAjjj^ 
(j-a alj-al Ajua ^L^.j lJA Ia (jl ;4J Jjiia SjjIjjsJI (j-a jljJ> 
;J\i ?sjA (j-a ;J\ia L$j& AJLui 4jJ) JjjjjIs t^jjoLiil ^y^J 

U^ajVI 4j>j (^jc (jjjjj SjLuj Lj ;Jla SjLuj ^La .<jt^ 

iiij| AjjJjkli siiic ^jjl ui IjA (jlj CiiljJC-j (_5JJC- (j-aj-a 

^aJJJJ^J ^la C^jJJ^I 

Artinya: "Ibrohim AS tidak berdusta kecuali tiga kali 
(dusta): dua kali terkait dengan Dzat Alloh SWT yaitu 
ketika ia berkata: " Sesungguhnya saya sedang sakit." 387 
dan berkata: "Tapi yang menghancurkan patung-patung 
ini adalah patung terbesar itu." 388 Rosululloh SAW 
melanjutkan: " ...Suatu ketika Ibrohim dan Sarroh datang 
ke negeri seorang penguasa bengis, ada yang melapor 
kepada raja itu bahwa di sini terdapat seorang lelaki 
bersama isterinya yang berparas sangat cantik, maka 
Ibrohim dipanggil lalu ditanya: "Siapa wanita ini?" Beliau 
menjawab: "Saudariku." Setelah itu, Nabi Ibrohim 
menemui Sarroh dan mengatakan: "Hai Sarroh, di negeri 
ini tidak ada yang beriman selain aku dan kamu, dan raja 



387 QS. Ash-Shoffat:89, beliau mengatakannya ketika diajak kaumnya 
mengikuti hari raya mereka, penerj. 

388 QS. Al-Anbiya':63 

237 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

itu bertanya kepadaku tentang dirimu, maka kuberitahu ia 
bakwa engkau adalah saudariku, maka janganlah engkau 
anggap aku pendusta. " 389 

Ibnu Hajar berkata menerangkan hadits ini: 
"Kalaulah terpaksa berdusta — dalam arti sebenarnya 
— , dalam tiga kondisi seperti ini tetap diperbolehkan, 
bahkan bisa wajib ketika bertujuan mengambil bahaya 
teringan dan menolak yang terberat. Adapun 
Rosululloh SAW menyebutnya sebagai kedustaan, 
bukan bermakna itu tercela, sebab meski berbohong 
itu jelek, tapi terkadang bagus dalam beberapa 
kondisi, kondisi yang dialami Nabi Ibrohim inilah 
diantaranya. Sabda Rosululloh SAW: 

ajjI CjI J ^gi (jjlJJ 

" ...dua kali terkait dengan Dzat Alloh. . . " 

... yakni untuk berkelit dari musuh; meskipun kisah 
Sarroh juga terkait dengan dzat Alloh, tetapi 
mengandung bagian dan manraat untuk beliau 
sendiri, lain dengan dua kedustaan pertama, kedua- 
duanya murni terkait dengan Dzat Alloh. Dalam 
riwayat Hisyam bin Hassan yang sudah disebutkan 
dinyatakan begini: 

M ciilj (J tillj J£ dAjj£ dx$!l VI i=>a ^joIj ^J ^aIjj) u) 

" Sesungguhnya Ibrohim tidak pernah berdusta kecuali tiga 
kali ketiga-tiganya terkait dengan dzat Alloh. . . " 

... sedangkan dalam hadits Ibnu 'Abbas riwayat 
Ahmad disebutkan: 



389 HR. Bukhori dari Abu Huroiroh : 3358. 

238 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
^ U-P UP- Vj C&l t-fe u) &\j 

"Demi Alloh, tidaklah beliau melakukannya kecuali untuk 
membela agama Alloh. " 390 

Saya katakan: 

Dari kedustaan yang ada dalam hadits ini, ada 
yang mengandung maslahat agama, ada yang 
dilakukan untuk menghindari gangguan orang kafir. 

Kisah Ashaabul Ukhdud 

Disebutkan dalam riwayat Muslim dari Shuhaib ra. 
bahwasanya Rosululloh SAW bersabda: 

Jli j& lHa ilpAl* aJ {jJLj t^W (jl^ jiua lilli jlil 
d^ 4 jilJI Aii U^li *Jl cLiull CjjjS II J) :^lLil 

^jJj Oiia 44-Alj ^luJ lil 4iLj----> ^5? j^J ^*^ ^-^ ^Il) 
l_iAIj11j ja j_U__ll ^l 131 jli^j cAikcli A-a^\£ *_-•__ j 

l_i&Ij1I __!) __]_ \i__ia iAjjl^ jalLll ^l l_li 44J) oiij 
C-uu-. IjI'« 4,_1aI , _____•• Jaa >_wl__ll Cj-j__- l_l '(jlaa 

** -* £• Sr- Sr- * — *^ -* ** - I""" 

j^.lLill ^uin^ :d-a __1aI 

Artinya: "Dulu ada raja yang hidup di zaman sebelum 
kalian, ia memiliki tukang sihir. Ketika usia tukang sihir 
mulai senja, ia berkata kepada raja: "Aku sudah tua, 
utuslah seorang pemuda kepadaku supaya kuajarkan ilmu 
sihir." Maka raja itupun mengirim seorang pemuda 
(ghulam) untuk menjadi murid si tukang sihir. Ketika di 
tengah perjalanan, pemuda itu melewati seorang rahib 
(pendeta), lalu ia duduk dan mendengar perkataannya, ia 
terkesima dengan kata-kata rahib itu. Setiap kali ia 



390 Fathul Bari : VI/392. 

239 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

berangkat ke tukang sihir, selalu ia melewati rahib dan 
duduk di sana, maka sesampai di tempat tukang sihir, ia 
cambuk pemuda itu. Pemuda itu mengadukannya kepada 
rahib, rahib berkata: "}ika kamu takut kepada tukang sihir, 
katakan: Keluargaku menahanku. Jika kamu takut 
keluargamu, katakan: Tukang sihir menahanku." Al- 
Hadits. 

An-Nawawi berkata menerangkan hadits ini: 
"Hadits ini berisi kebolehan berbohong dalam perang 
atau yang semisal, ketika ingin menyelamatkan 
nyawa atau yang lain dari kebinasaan atau 
menyelamatkan nyawa orang lain yang tidak boleh 
ditumpahkan." 391 

Saya katakan: 

Berbohong dalam hadits ini bukan ketika 
kondisi perang, akan tetapi An-Nawawi — saya kira - 
— mengisyaratkan bahwa jika berbohong kepada 
orang kafir walau bukan dalam kondisi perang saja 
boleh, maka dalam perang tentu lebih boleh. 

Hadits ini dan hadits Ibrohim AS tadi berisi 
bolehnya berdusta dalam rangka menyelamatkan diri 
dari siksaan orang-orang kafir. An-Nawawi berkata di 
tempat lain: "Para ulama mengatakan tidak ada 
perselisihan pendapat ketika ada orang dzalim yang 
ingin membunuh seseorang yang sedang 
bersembunyi di tempat seseorang, maka orang itu 
wajib berdusta dengan mengatakan bahwa ia tidak 
tahu dimana orang yang akan ia bunuh itu." 392 



391 Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi : XVIII/130. 

392 Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi : XVI/158. 

240 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Boleh juga berdusta kepada orang kafir untuk 
maslahat duniawi. 

Mengenai hal itu, terdapat kisal Al-Hajjaj bin 
'Alath yang diisyaratkan oleh Ibnul Hajar dalam Bab: 
Berdusta dalam perang, ia berkata: "Ini dikuatkan oleh 
riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban dari hadits Anas 
mengenai kisal Al-Hajjaj bin 'Alath yang dikeluarkan 
An-Nasa'i dan dishohihkan Al-Hakim, ketika ia 
meminta izin kepada Nabi SAW untuk mengatakan 
apapun yang ia suka demi kemaslahatan untuk 
menyelamatkan hartanya dari penduduk Mekkah, 
Nabi SAW pun mengizinkannya, Hajjajpun memberi 
tahu penduduk Mekkah bahwa penduduk Khaibar 
berhasil mengalahkan kaum muslimin (untuk 
membohongi mereka). Ada kedustaan-kedustaan lain 
yang masyhur kisahnya. . ." 

— hingga beliau mengatakan — : 

"...kisah Al-Hajjaj bin 'Alath ini juga bukan 
dalam kondisi perang." 393 

Ibnu Katsir menyebutkan kisah Al-Hajjaj bin 
'Alath ini panjang lebar dalam Al-Bidayah wan Nihayah 
(IV/215). 



KEDUA: 

Bolehnya Ightiyal (Membunuh Diam-Diam) Terhadap 
Orang Kafir Harbi (Yang Memerangi Kaum Muslimin) 



393 Fathul Bari : VI/159. 

241 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



Orang kafir harbi adalah yang tidak terkait perjanjian 

damai. Masalah ightiyal ini terdapat dalam sunnah Nabi 

SAW, berlaku bagi orang yang gangguannya terhadap Alloh 

dan Rosul-Nya SAW sangat hebat, ini juga diisyaratkan 

dalam tirman Alloh SWT: 

, j> j. s., , ,* if »,, „.» i> , „* ,*,•> , , ■*;. o , - s \>\\ i \--h'- 
Ij.ix3lj a&jj>.o^>)j p&j^.j .aAjaO^j i u^. (jj^jjoiAii iju3L3 

JlLa j-a (JS a^J 

Artinya: " ...maka bunuhlah orang-orang musyrikin di mana saja 
kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka 
dan intailah di tempat pengintaian . . . " 394 

Al-Qurthubi berkata: " ...dan intailah mereka di tempat 
pengintaian..." maksudnya intailah mereka di saat mereka 
lengah di tempat mereka bisa diintai. Ini adalah dalil 
bolehnya ightiyal terhadap orang ka£ir sebelum 
mendakwahi mereka." Sampai di sini perkataan Al- 
Qurthubi. 

Saya katakan: 

Perkataan Al-Qurthubi: "...sebelum mendakwahi 
mereka..." maksudnya bagi orang kafir yang sebelumnya 
dakwah Islam sudah sampai kepadanya. Sedangkan ayat ini: 

"...dan intailah mereka di tempat pengintaian..." berisi dalil 
disyari'atkannya melakukan survei, pemantauan dan 
spionase terhadap musuh. 



394 Q5. At-Taubah:5 

242 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Adapun sunnah, dalilnya adalah Rosululloh SAW 
memerintahkan untuk membunuh Ka'ab bin Al-Asyrof dan 
Abu Rafi' bin Abil Huqoiq, keduanya orang Yahudi. 

> Adapun Ka'ab, ia selalu memprovokasi kaum musyrikin 
untuk memusuhi kaum muslimin, ia suka mengejek Nabi 
SAW dengan syairnya, ia juga suka menggoda isteri 
kaum muslimin. 

Bukhori dan Muslim meriwayatkan kisah 
pembunuhannya, Bukhori meriwayatkannya dari Jabir 
ra. Rosululloh SAW bersabda: "Siapakah yang mau 
membunuh Ka'ab bin Al-Asyrof? Sesungguhnya ia menyakiti 
Alloh dan Rosul-Nya. " Maka Muhammad bin Salamahpun 
berdiri dan berkata: "Wahai Rosululloh, apakah anda 
suka kalau aku membunuhnya?" beliau bersabda: "Ya." 
Ia berkata: "Kalau begitu ijinkan aku mengucapkan 
beberapa kata (sesukaku)." Beliau menjawab: "Katakan 
saja." Akhirnya Muhammad bin Salamahpun 
mendatangi Ka'ab (dan membunuhnya). 395 

Disebutkan, Muhammad bin Maslamah beserta 
teman-temannya menipu Ka'ab dengan berpura-pura 
bahwa mereka mengelabui Ka'ab sebelum akhirnya 
berhasi membunuhnya, ini terjadi di benteng Mani'. 

Ibnu Hajar berkata: "Di dalam Mursal 'Ikrimah 
disebutkan: Keesokan harinya, kaum Yahudi panik, lalu 
mereka datang menemui Nabi SAW dan mengatakan: 
"Pemuka kami dibunuh diam-diam"; maka Nabi SAW 
menceritakan ulah perbuatan Ka'ab yang suka 
mempengaruhi orang untuk memusuhi beliau dan selalu 
menyakiti kaum muslimin." Sa'ad menambahkan: 



395 Hadits : 4037. 

243 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

"Akhirnya orang-orang Yahudi takut dan tidak berkata 
sepatah katapun." 

— hingga Ibnu Hajar berkata — : 

"Diantara kandungan hadits ini, boleh membunuh 
orang musyrik tanpa harus mendakwahinya terlebih 
dahulu jika dakwah Islam secara umum telah sampai 
kepadanya. Kandungan lain, boleh mengatakan sesuatu 
yang diperlukan dalam perang walaupun kata-kata itu 
tidak sesuai dengan sebenarnya." 3% 

Bukhori mengeluarkan hadits ini dalam Kitabul Jihad, 
bab: berdusta dalam perang dan bab membunuh orang 
kafir harbi. 

Saya katakan: 

Siapa yang mengatakan bahwa melakukan ightiyal 
terhadap orang kafir yang memerangi Alloh dan Rosul- 
Nya SAW sebagai pengkhianatan terhadap janji atau 
kata-kata senada, atau mengatakan bahwa Islam 
mengharamkannya, berarti ia sesat dan mendustakan 
Al-Qur'an dan Sunnah. 

An-Nawawi berkata: "Al-Qodhi Tyadh berkata: 
"Tidak boleh seorangpun mengatakan ightiyal adalah 
mengkhianati janji, dulu pernah ada seseorang 
mengatakannya di majelis 'Ali bin Abi Tholib ra. maka 
diperintahkan agar lehernya dipenggal." 397 

Kisah ini ditunjukkan Al-Qurthubi dalam 
menatsirkan tirman Alloh SWT: 



396 Fathul Bari' :VII/340. 

397 Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi : XII/160. 



244 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: " ...maka perangilah para pemimpin kekujuran. . . " m 

Ibnu Taimiyah juga menyebutkannya dalam kitab 
beliau Ash-Shoorimul Maslul 'Ala Syatimir Rosul, beliau 
juga menyebutkan kisah yang terjadi antara Mu'awiyah 
dan Muhammad bin Maslamah Radhiyallohu 'Anhuma. 

> Adapun Ibnu Abil-Huqoiq, ia adalah orang Yahudi di 
Khaibar, pedagang di Hijaz, dialah yang dulu pergi ke 
Mekkah dan membujuk rayu kaum Quraisy untuk 
memerangi Nabi SAW sehingga terjadilah perang Ahzab. 
Dialah penyulut terjadinya perang Ahzab. 

Bukhori meriwayatkan dari Al-Barro' bin 'Azib ia 
berkata: "Rosululloh mengutus beberapa orang Anshor 
untuk membunuh Abu Rofi' — nama lain Ibnu Abil 
Huqoiq — si Yahudi, beliau mengangkat 'Abdulloh bin 
'Atiq sebagai pimpinan. Abu Rofi' selalu menyakiti 
Rosululloh SAW dan melakukan konspirasi melawan 
beliau. Saat itu ia sedang berada di dalam bentengnya di 
daerah Hijaz." 3 " 

Bukhori juga meriwayatkan masih dari Barro': 
"Rosululloh SAW mengutus satu kelompok kepada Abu 
Rofi', maka Abdulloh bin ' Atiq masuk ke kediamannya di 
malam hari ketika ia terlelap tidur lalu membunuhnya." 

400 

'Abdulloh bin 'Atiq juga melakukan kamutlase 
sehingga ia berhasil membunuhnya. Ia melakukan 

398 QS. At-Taubah:12 

399 Hadits 4039. 

400 Hadits 4038. 

245 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

kamutlase sehingga berhasil masuk ke dalam benteng 
kemudian ia tutup pintu orang-orang Yahudi dari luar, ia 
berjalan hingga sampai ke tempat Abu Rofi', tidaklah ia 
memasuki sebuah pintu kecuali ia kunci dari dalam, ia 
juga merubah suaranya sehingga tidak dikenali. 

Ibnu Hajar berkata: "Termasuk raedah hadits ini 
adalah boleh membunuh orang musyrik secara diam- 
diam, yang sudah didakwahi tapi tetap musyrik, atau 
orang yang melakukan konspirasi melawan Rosululloh 
SAW dengan tangan, harta, atau lisannya, boleh juga 
melakukan spionase terhadap orang-orang kafir harbi 
serta bersikap keras dalam memerangi orang musyrik, 
boleh juga menyamarkan perkataan untuk tujuan 
maslahat, dan diperbolehkan juga pasukan Islam yang 
sedikit menerobos orang musyrik yang banyak." 401 

Mengenai masalah ightiyal terhadap aimmatul kufr, 
Syaikh 'Abdurrohman Ad-Dausari Rahimahulloh ketika 
menyebutkan tingkatan-tingkatan Ubudiyah dalam tafsir 
tirman Alloh SWT: "lyyaka Na'budu wa Iyyaka Nasta'in..." 402 
berkata: 

"Kemudian, menyiapkan kekuatan semampunya 
termasuk kewajiban agama dan konsekuensi bagi yang 
ingin menegakkannya. Seorang ahli ibadah yang benar 
tidak akan nyaman menunda-nunda perkara ini, apalagi 
meninggalkan atau meremehkannya. 

Demikian juga, seorang hamba yang memiliki tekad 
kuat untuk berjihad dalam waktu yang sama pasti ingin 



401 Fathul Bari : VII/345, dan dikeluarkan oleh Bukhori dalam Kitabul 
Jihad, Bab Qotlun-Na'im Al-Musyrik. 

402 QS. Al-Fatihah:5 

246 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

menjadi pelaku ightiyal terhadap A'immatul Ku£ri 
(pemimpin-pemimpin kekufuran); para propagandis 
ajaran menyimpang dan amoral serta orang-orang yang 
mencela wahyu Alloh dan yang menggerakkan pena atau 
propagandanya untuk menentang agama yang lurus ini. 
Karena itu orang seperti ini telah menyakiti Alloh dan Rosul- 
NyaSAW. 

Tidak dibenarkan bagi kaum muslimin di jengkal 
bumi manapun, baik orang yang paham agama atau yang 
awam, untuk membiarkan orang seperti ini tetap hidup, 
karena ia lebih berbahaya daripada Ibnul Huqoiq atau 
semisalnya yang oleh Rosululloh SAW diperintahkan untuk 
dibunuh diam-diam. 

Maka, tidak membunuh orang-orang yang menjadi 
pewaris mereka di zaman sekarang sama artinya 
meninggalkan wasiat Nabi SAW, berarti pula adalah: 
kekurangan yang £atal dalam 'ubudiyah terhadap Alloh 
dan terlalu dalam berkompromi dengan perangkat yang 
bakal menghancurkan agama Alloh. 

Tidak ada yang dilegakan dadanya melihat hal ini 
selain orang yang tidak memiliki kecemburuan terhadap 
agama Alloh dan tidak marah karena mengharap wajah-Nya 
yang mulia. 

Itu juga kekurangan yang besar pada kecintaan serta 
pengagungan terhadap Alloh dan Rosul-Nya, tidak akan 
mungkin dilakukan oleh orang yang merealisasikan 
Ubudiyyah kepada Alloh dengan maknanya yang tepat dan 
sesuai syar'i." 



247 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Demikian perkataan beliau. 403 

Saya katakan: 

Di sini muncul satu masalah, yaitu jika orang kafir 
tidak bisa dibunuh kecuali dengan membunuh wanita dan 
anak-anak yang bersama dia, bolehkah ia dibunuh? 

Jawabnya: 

Mereka boleh dibunuh walaupun mereka tidak ikut 
perang atau pun membantu peperangan, ini ketika tidak 
memungkinkan membunuh orang kafir kecuali dengan 
cara itu, asal tidak melakukannya secara sengaja. Mengenai 
masalah ini terdapat dua hadits: 

• Hadits Ibnu 'Umar ra. ia berkata: 



jjj 



III (Jjjjjj <^fr& 'c5J^* '^" 0^**3 C5^ ^JJJ^ o)ja\ Cj3lS.j 
jLnJLallj £.UjjjJI (j!ia jc aLujj 4_uc A\\ ,g U^i 

Artinya: "Ditemukan seorang wanita yang terbunuh pada 
salah satu peperangan, maka Rosululloh SAW melarang 
untuk membunuh wanita dan anak-anak." Dalam riwayat 
lain: "Maka Rosululloh SAW mengingkari..." sebagai 
ganti: "...melarang..." 404 

Kemudian hadits Sho'b bin Jatstsamah ra. ia berkata: 

qa (^jlj-Jjl jc aLjjj 4_ilc _Ull /jij-^a -0-1 (Jjjjjj (J__ul 

fA :Jlaa ^jljjj ^Mun j>« (jjjjtLAja jjijj (jj^jliill 



403 Dari Shojwatul Atsar wal Mafahim min Tafsiril Qu'anil 'Adzim milik 
Abdurrohman Ad-Dausari, terbitan Darul Arqom 1401 H, juz I 
hal.263. 

404 Muttafaq 'Alaihima. 

248 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Rosululloh ditanya mengenai anak-anak kaum 
musyrikin, mereka diserang malam nari kemudian terkena 
wanita dan anak-anak mereka, maka beliau bersabda: "Mereka 
termasuk mereka. " 405 

Dalam lain riwayat: 

qa CjjIc-1 jui. (jl jj <J (jUa aLjjj aAc Jh\ ^Ju^ C5"f^ U' 

I^jIjI j-a aA (jUi jj£j2aiul £UjI j-a CluLLali (JJJjl 

Artinya: "Bahwa ditanyakan kepada Nabi SAW tentang 
pasukan berkuda yang menyerang di malam hari kemudian 
terkena anak-anak orang musyrik, maka beliau bersabda: 
"Mereka termasuk bapak mereka." 406 

An-Nawawi berkata: 

"Maksud mereka termasuk bapaknya adalah: Tidak 
mengapa melakukan penyerangan tersebut, karena 
hukum bapak-bapaknya berlaku juga untuk mereka, 
seperti dalam masalah waris, nikah, qishosh, diyat dan 
sebagainya. Yang dimaksud tentunya ketika melakukan 
tanpa sengaja dan terpaksa. Adapun hadits yang 
melarang membunuh wanita dan anak-anak tadi, 
maksudnya adalah dilarang ketika mereka tidak 
bercampur (terpisah dari orang musyrik). 

Hadits yang kami sebutkan mengenai bolehnya 
menyerang kaum musyrikin di malam hari dan 
bolehnya membunuh wanita dan anak-anak ketika 
penyerangan malam ini adalah madzhab yang kami 
pegang, juga madzhab Malik, Abu Hanitah dan jumhur. 
Makna Al-Ba'iat dan Yubayyitun adalah menyerang 

405 Muttafaq 'Alaih. 

406 HR. Muslim 

249 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

musuh di malam hari yang mana tidak bisa diketahui 
mana laki-laki, mana wanita dan mana anak-anak. 

Adapun Adz-Dzaroriy — dengan ya' tasydid, ada juga 
yang tanpa tasydid (Adz-Dzarori) — ada dua ungkapan 
bahasa, menggunakan tasydid lebih f asih, maksudnya di 
sini adalah wanita dan anak-anak. 

Hadits ini menjadi dalil bolehnya menyerang di 
malam hari dan boleh menyerang secara mendadak 
terhadap orang yang dakwah Islam sudah sampai 
kepada mereka tanpa harus memberitahu terlebih 
dahulu kalau mau menyerang. 

Termasuk isi hadits ini, bahwa anak-anak orang kafir 
hukumnya sama dengan ayahnya ketika di dunia; 
adapun di akhirat, jika mereka mati sebelum baligh 
terdapat tiga pendapat yang berbeda." 407 

Ibnu Qudamah berkata: 

"Boleh menyerang orang kafir malam hari dan 
membunuh mereka ketika mereka lengah. 

Imam Ahmad berkata: Tidak mengapa menyerang 
malam hari, bukankah perang melawan Romawi 
dilakukan malam hari? 

Beliau berkata lagi: Setahu kami tidak ada seorangpun 
me-makruh-kan menyerang musuh di malam hari. 

Sufyan membacakan hadits kepada beliau, dari Az- 
Zuhri 'Abdulloh dari Ibnu 'Abbas dari Ash-Sho'b bin 
Jatstsamah ia berkata, Aku mendengar Rosululloh SAW 
ditanya mengenai perkampungan orang-orang musyrik 



407 Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi : XII/48-50. 

250 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

yang kami serang malam hari kemudian kena wanita 
dan anak-anak mereka, maka beliau bersabda: 

"Mereka termasuk mereka." 

Lalu beliau mengatakan: I snadnya jayyid (baik). 

Jika dikatakan: bukankah Nabi SAW melarang 
membunuh wanita dan anak-anak? Kami katakan: Itu 
jika dilakukan dengan sengaja. Ahmad berkata: Jika 
melakukannya dengan sengaja, maka tidak boleh. 

Beliau berkata: Hadits Sho'b datang setelah 
Rosululloh SAW melarang membunuh wanita, karena 
larangan beliau ini datang ketika beliu mengutus satu 
kelompok untuk membunuh Ibnu Abil Huqoiq, lagipula 
kedua hadits ini bisa dikompromikan, yaitu: Dilarang 
kalau sengaja, dan boleh kalau tidak sengaja." 408 

Saya katakan: 

Ibnu Hajar mengisyaratkan adanya kemungkinan 
hadits Sho'b itu mansukh (terhapus hukumnya), karena 
ada lafadz tambahan yang disisipkan di sana bersumber 
dari perkataan Az-Zuhri seperti tercantum dalam Sunan 
Abu Dawud, ia mengatakan di akhir hadits: Sutyan 
berkata, Az-Zuhri berkata: "Setelah itu, Rosululloh SAW 
melarang untuk membunuh wanita dan anak-anak." 

Ibnu Hajar berkata: "Seolah Az-Zuhri mengisyaratkan 
mansukh-nya hadits Sho'b. . ." 



408 Al-Mughni was Syarhul Kabir : X/503. 

251 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Hanya saja, mengenai kapan riwayat ini muncul 
masih diperselisihkan, ada yang mengatakan ketika 
Rosululloh SAW mengirim orang untuk membunuh 
Ibnu Abil Huqoiq, ini riwayat Abu Dawud, sedangkan 
menurut riwayat Ibnu Hibban adalah sebelum Perang 
Hunain." 409 

Abu Bakar Al-Hazimi menyebutkan dua hadits ini 
dan berkata: Sebagian ulama berpendapat bahwa hadits 
yang pertama menghapus hadits kedua. Sebagian lagi 
berpendapat sebaliknya, sebagian lagi 

mengkompromikan kedua hadits. 

Kemudian beliau menyebutkan perkataan Asy-Syafi'i 
— yang memperkuat pendapat dikompromikannya 
kedua hadits — : "Asy-Syafi'i berkata, Hadits Sho'b 
datang di akhir umroh Nabi SAW, sebab kalau itu terjadi 
pada awal umroh beliau, tanpa diragukan lagi 
pembunuhan terhadap Ibnu Abil-Huqoiq telah 
dilakukan, Wallohu A'lam." 

Asy-Syafi'i Rahimahulloh berkata: "Setahu kami, 
Rosululloh SAW tidak memberikan dispensasi untuk 
membunuh wanita dan anak-anak lantas melarangnya, 
makna larangan membunuh wanita dan anak-anak 
menurut kami — Wallohu A'lam — adalah jika dilakukan 
dengan sengaja padahal tahu kalau wanita dan anak- 
anak itu terpisah dari orang yang diperintahkan 
dibunuh." 

Kemudian makna dari kata" ?&* " (mereka termasuk 
mereka) adalah menyandang dua status sekaligus, 



1 Fathul Bari : VI/147. 

252 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

pertama mereka tidak dihukumi beriman yang 
menghalangi mereka untuk dibunuh, dan tidak 
dihukumi pemukiman orang beriman yang menghalangi 
untuk diserang ketika lengah. Oleh sebab itu, Nabi SAW 
memperbolehkan menyerang perkampungan itu pada 
malam hari dan beliau sendiri menyerang Bani 
Mustholiq pada malam hari. 

Sudah menjadi maklum, jika menyerang dan 
menyerbu pada malam hari diperbolehkan oleh Nabi 
SAW maka siapapun tidak dilarang menyerang pada 
malam hari meski harus mengenai wanita dan anak- 
anak. Dengan demikian, ia tidak berdosa dan tidak harus 
membayar diyat atau diqishosh sebagai balasan orang 
yang terkena tadi, mengingat bahwa menyerang mereka 
di malam hari atau ketika mereka lengah diperbolehkan, 
mereka tidak dianggap terlindungi seperti orang Islam, 
selagi tidak membunuh mereka dengan sengaja atau 
tahu bahwa mereka terpisah dari kaum pria. 
Sebenarnya, anak orang kafir tidak boleh dibunuh 
karena mereka belum baligh, anak-anak orang kafir 
tersebut belum baligh, anak-anak orang kafir tersebut 
belum sampai mengamalkan kekuturan sehingga layak 
dibunuh. Sedangkan wanita, karena mereka tidak berarti 
apapun dalam perang." 410 

Sampai di sini perkataan beliau. 

Saya katakan: 



410 Al-Ttibar, fin Nasikh wal Mansukh tulisan Al-Hazimi terbitan percetakan 
Al-Andalus Himsh 1386 H hal. 215. 



253 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Inti perkataan Asy-Syafi'i — dinukil oleh An-Nawawi 
tadi — adalah membunuh wanita dan anak-anak tidak 
berdosa jika mereka tidak terpisah dari orang kafir yang 
hendak dibunuh, asal tidak dilakukan dengan sengaja. 

Wallohu A'lam. 



KETIGA: 
Security (Gerakan Bawah Tanah) Dalam Islam 



Kerahasiaan (security) dalam Islam berkaitan dengan 
dakwah umum maupun pribadi serta kegiatan-kegiatan 
militer. Masing-masing ada dalilnya: 



1. Security dalam dakwah: 

Pada asalnya, dakwah Islam itu harus dilakukan 
secara terang-terangan dan terus terang. Sebab itu adalah 
dakwah kepada seluruh makhluk, juga berdasarkan 
firman Alloh SWT: 

AjjUjjj 

Artinya: "Hai Rosul, sampaikan apa yang diturunkan 
kepadamu dari Robbmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa 
yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan 
amanat-Nya. Alloh memelihara kamu dari (gangguan) 



254 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

manusia. Sesungguhnya Alloh tidak memberi petunjuk kepada 
orang-orang yang kajir. " 4U 

Meski demikian, Nabi SAW masih melakukan 
dakwah secara sembunyi sebelum akhirnya diizinkan 
Alloh SWT. 

Bukhori meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas ra tentang 
tirman Alloh SWT: 

Artinya: " ...dan jangan kamu mengeraskan suaramu dalam 
sholatmu dan janganlah pula merendahkannya . . . " 412 

Ia berkata: Ayat ini diturunkan sementara Rosululloh 
SAW masih melakukan dakwah secara sembunyi- 
sembunyi di Mekkah." 413 

Ibnu Hajar berkata: "Bersembunyi di Mekkah yakni di 
awal-awal Islam." 414 

Mengenai tirman Alloh SWT: 

Artinya: "Maka sampaikanlah olehmu segala apa yang 
diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang 
yang musyrik. " 415 

Ibnu Katsir berkata: "...dan Abu 'Ubaidah ra berkata 
dari Abdulloh bin Mas'ud ra: Nabi SAW terus melakukan 
dakwah secara sembunyi-sembunyi sampai turun ayat: 

411 QS. Al-Maidah:67 
« 2 QS. Al-Isro':110 

413 Hadits 4722 

414 Fathul Bari : VIII/405. 

415 QS. Al-Hijr:94 

255 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

J-ajJ UaJ p ^ala 

"Maka sampaikanlah olehmu segala apa yang diperintahkan 
(kepadamu) . . ." 416 



2. Seseorang yang merahasiakan keimanannya (Kitmanul 
Iman). 

Dalilnya adalah: 

Firman Alloh SWT: 

Ajbul ia£j (jjc j3 (Jl (j^ j^J- O?0 CJ^J 

Artinya: "Dan seorang laki-laki yang beriman diantara 
pengikut-pengikuti Fir'aun yang menyembunyikan 
imannya..." ' 417 

Alloh SWT juga bertirman mengenai Ashabul Kahfi: 

UUia ^JI UjI jhntt AJjJ-ill ^l 6 JA ££ajjj ££3^.1 I j!uu\i 

(jj a£JJ IJJi.) a£<J ^jja-uiJ ^j L_aiaJJJJj <j-a (JjJJJ ^JUia 

|j| | jiljs Jjlj ££SL ^ fSj^«J jl ^j^jt {£$£• ^JJ^ 

ISjI 



Artinya: "Maka suruhlah salah seorang diantara kamu pergi 
ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia 
lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia 
membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku 
lembah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu 
kepada seorangpun. Sesungguhnya jika mereka dapat 
mengetahui tempatmu niscaya mereka akan melempar kamu 



416 Taf sir surat Al-Hijr. 

417 QS. Al-Mukmin:28 



256 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, 
dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama- 
lamanya. " 418 

Kerahasiaan dalam ayat ini terletak dalam tirman 
Alloh SWT: 

\" - \ °i- * - V v>- 

Artinya: "...dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu 
kepada seorangpun.. . " 

Dan dari Ibnu 'Abbas ra. bahwasanya Rosululloh 
SAW bersabda kepada Miqdad: 



Artinya: "Jika dulu ada seorang yang menyembunyikan 
keimanannya di tengah orang-orang kafir kemudian ia 
tampakkan keimanannya lantas merekapun membunuhnya, 
maka sesungguhnya engkau telah sembunyikan keimananmu 
ketika engkau masih di Mekkah. " 419 

Kemudian dalam kisah masuk Islamnya Abu Dzar Al- 
Ghitari SAW disebutkan bahwa ia menemui Nabi SAW 
kemudian berkata: "Terangkan Islam kepadaku," maka 
beliaupun menerangkan kepadanya. Abu Dzar berkata: 
Maka akupun masuk Islam, kemudian beliau bersabda 
kepadaku: 



418 QS. Al-Kahfi:19 

419 HR. Bukhori secara Mu'allaq hadits 6866. 



257 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Ijjj^i ^kL IJla <.i£Ai ^l £=vjlj cj-aVI li& ^&l cjj \jI Lj 

"Ha/ Abu Dzar, sembunyikanlah urusan ini dan kembalilah ke 
negerimu, jika sampai berita kepadamu bahwa kami sudah 
menang, maka datanglah, " 

Maka aku katakan: "Demi Dzat Yang telah mengutusmu 
dengan kebenaran, aku akan menyatakannya secara 
terang-terangan di tengah-tengah mereka." 420 

Al-Hajjah bin 1'lath As-Sullami j u g a 

menyembunyikan keislamannya dari penduduk Mekkah 
kemudian ia meminta izin kepada Nabi SAW untuk 
berbohong kepada mereka supaya bisa mengumpulkan 
kembali hartanya di Mekkah. 421 

Muslim meriwayatkan di dalam Kitabul Iman: Bab 
}awazul Istisror bil-Iman lil Kho'if (Kitab Iman, bab 
bolehnya menyembunyikan iman bagi orang yang takut) 
dari Hudzaifah ra ia berkata: "Kami bersama Rosululloh 
SAW kemudian beliau bersabda: 

pUVI Jiib £ J Ij^J 

"Hitunglah, berapa yang telah menyatakan keislaman." 

Kami mengatakan: "Wahai Rosululloh, apakah anda 
mengkhawatirkan kami?" — saat itu, kami berjumlah 
antara 600 -700 orang — beliau bersabda: 

IjILj jl .-> < si» I jjj-^J V ^jj 

"Kalian tidak tahu barangkali akan diuji. " 



420 HR. Bukhori hadits 3522. 

421 Lihat kisahnya dalam Al-Bidayah wan Nihayah (IV/215). 

258 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Hudzaifah ra. berkata: "Ternyata kami benar-benar diuji 
sampai-sampai salah seorang dari kami tidak bisa 
melakukan sholat kecuali dengan sembunyi- 
sembunyi." (HR. Bukhori, di sana juga disebutkan: 
"Sampai saya melihat kami diuji, sampai-sampai ada 
diantara kami yang sholat sendirian dalam kondisi 
ketakutan"). 422 

An-Nawawi berkata: Adapun perkataan Hudzaifah: 
"Kami diuji, sampai-sampai seseorang tidak sholat 
kecuali sembunyi-sembunyi..." barangkali itu terjadi 
ketika sebagian fitnah terjadi kala itu." 423 

Saya katakan: 

Sebagaimana Anda lihat sendiri, menyembunyikan 
keimanan itu boleh dan masyru' (disyariatkan), lebih- 
lebih dalam kondisi takut dari gangguan orang-orang 
kafir. 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahulloh berkata: 
"Kalau ada kaum mukminin berada di negeri yang di 
sana ia berposisi sebagai orang lemah atau sedang berada 
di kondisi lemah, hendaknya ia mengamalkan ayat sabar, 
membiarkan dan memaarkan orang yang menyakiti 
Alloh SWT dan Rosul-Nya dari kalangan ahli kitab dan 
orang musyrik. Adapun mereka yang memiliki kekuatan, 
mereka harus mengamalkan ayat tentang memerangi 
A'immatul Kujr (pemuka-pemuka kekatiran) yang 
mencaci agama, dan mengamalkan ayat tentang 



422 Hadits 3060. 

423 Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi (11/179). 



259 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

memerangi ahli kitab sampai mereka membayar jizyah 
dari tangan sementara mereka dalam keadaan hina ." 424 



3. Security dalam kegiatan-kegiatan militer 

Tadi saya katakan, pada asalnya dakwah harus 
dilakukan terang-terangan, sedangkan kompensasinya 
adalah dilakukan sembunyi-sembunyi. Adapun kegiatan 
militer adalah sebaliknya; pada asalnya adalah 
sembunyi-sembunyi. Maka cara apapun yang 
memungkinkan untuk menyembunyikan berita dan 
rahasia serta gerakan-gerakan, itu harus dilakukan. 
Semua ini bertujuan untuk mencapai unsur keserta- 
mertaan dan surprise dalam perang, sebab ini termasuk 
unsur terpenting mencapai kemenangan. 

Mengenai dalil kerahasiaan dalam kegiatan militer 
adalah sebagai berikut: 

• Riwayat yang dibawakan Bukhori dari Ka'ab bin 
Malik ra. dalam kisah ketidak-ikutsertaan dia dalam 
perang Tabuk, ia berkata: 

Vj Sj jt- ^JJJ aLuJJ 4_ilc A\\ ^U^ A\\ (JjjulJ j£j ajj 

auI Jjjujj l&ljc SjjiJI lillj Cjjl£ ,J*A cl&jjsu (^$jj 
Ijjju IjLuj (Jjaluilj JJjJj j^. igk aLjjj 4_ilc ajjI ^ U^i 
4.1&I IjjAIjj] >_Ajj_-I JJ-\Un.\U ^l-^^ 'Ij^ IjJCj cljl-Uj 

JJJJ (_£J-I 4_£J*.JJ aA JJjkli Ca&JJC 

Artinya: "Rosululloh SAW tidaklah merencanakan satu 
peperangan kecuali beliau merahasiakannya. Hingga ketika 



424 Ash-Shorimul Maslul hal. 221. 

260 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

beliau melakukan perang Tabuk dalam cuaca yang luar 
biasa panas serta menempuh perjalanan sangat panjang, 
melewati padang pasir dan menghadapi musuh yang 
banyak, maka beliau memberitahukannya kepada kaum 
muslimin supaya mereka bisa bersiap-siap dan arah yang 
akan dituju." 425 

Perkataan Ka'ab ra.: "Rosululloh SAW tidaklah 
merencanakan satu peperangan kecuali beliau 
rahasiakan," menunjukkan bahwa pada asalnya 
kegiatan-kegiatan militer harus dilakukan secara 
rahasia. 

Abu Dawud juga meriwayatkan hadits ini dan 
menambahkan: "Dan beliau bersabda: "Perang adalah 
tipudaya", hadits ini mengandung petunjuk dalam 
masalah militer, yaitu seorang pemimpin boleh 
keluar langsung bersama pasukan meskipun 
sebagian besar mereka tidak mengetahui ke mana 
akan berperang, dalilnya adalah perkataan Ka'ab: 
"Rosululloh SAW memberitahu arah yang akan 
dituju." Ini hanya ketika perang Tabuk, tidak pada 
yang lainnya. 

Sengaja saya sebutkan petunjuk hadits ini 
supaya tidak ada pasukan perang mengatakan: "Saya 
tidak akan keluar berperang sebelum tahu ke mana 
arahnya." 

Dalam hadits ini terdapat petunjuk yang lain, 
yaitu menyembunyikan maklumat tidak hanya 
kepada musuh, kepada teman dekat sekalipun juga 
tidak mengapa. Tujuannya untuk melokalisir 



425 Hadits 4418. 

261 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

maklumat sesempit mungkin serta berusaha 
semaksimal mungkin mencegah agar tidak merembet, 
sebab musuh memiliki mata-mata, sementara tidak 
menutup kemungkinan teman dekat akan berbicara. 
Dalam hikmah dikatakan: "Rahasiamu adalah 
darahmu, maka perhatikan di mana engkau 
me letakkanny a . " 

Dalil yang lain adalah peristiwa Bai'atul 'Aqobah, 
bai'at ini dilakukan secara rahasia (sembunyi- 
sembunyi). 426 

Dalil yang lain adalah hijrohnya Nabi SAW dari 
Mekkah ke Madinah adalah dilakukan secara 
sembunyi-sembunyi. Alloh SWT bertirman: 

(jllil cp^ ^JJ^ Oi^ ^-?0^ ^) ^ e>jl*aj Ssh ojj>«Vn Vj 
Ijju 'M jj (j jkj V Aj^li^aJ cJjiJj ^j J^ tg* ^ Jj 

Artinya: "Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka 
sesungguhnya Alloh telah menolongnya (yaitu) ketika 
orang-orang kafir (musyrikin Mekkah) mengeluarkannya 
(dari Mekkah) sedang dia salah seorang dari dua orang 
ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata 
kepada temannya: "Janganlah berduka cita, sesungguhnya 
Alloh bersama kita. " 427 

Abu Bakar ra. berkata: Aku mengatakan 
kepada Rosululloh SAW ketika saya berada di gua 
Tsur: "Kalau salah seorang dari mereka melihat ke 
arah kedua kakinya, tentu akan melihat kita." 

Maka beliau bersabda: 



426 Al-Bidayah wan Nihayah : 111/160. 

427 QS. At-Taubah:40 



262 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
\ ogMlj Jh\ jJJjLj jIj LjI Lj tiliia La 

Artinya: "Wahai Abu Bakar, apa pendapatmu tentang dua 
orang, sementara pihak ketiganya adalah Alloh. " 428 

Nabi SAW juga pernah bersabda kepada 
Suroqoh bin Malik ketika ia menguntit mereka: 



"Bersembunyilah dari kami. " 429 

Termasuk kerahasiaan adalah yang dilakukan Nabi 
SAW dalam Sariyah Abdulloh bin Jahsy ra., beliau 
memerintahkan agar tidak membuka surat yang 
beliau berikan kepadanya sampai ia berjalan dua hari, 
baru melaksanakan isinya. Kisah ini akan kami 
bawakan pada bab kelima, Insya Alloh SWT. 

Termasuk kerahasiaan dalam kegiatan militer adalah 
memata-matai musuh. Nabi SAW dulu pernah 
mengutus mata-mata kepada musuh seperti mengirim 
Hudzaifah ra. ke kem pasukan Ahzab. Beliau juga 
mengirim Zubair ra. untuk mengintai sendirian. 
Banyak lagi hadits lain yang shohih dalam hal ini. 

Dalil yang lain adalah saat Nu'aim bin Mas'ud ra. 
menyembunyikan keislamannya ketika terjadi kasus 
antara pasukan Ahzab dengan Bani Quroidzoh pada 
saat perang Khondaq. [Ibnu Ishaq berkata: Nu'aim bin 
Mas'ud datang kepada Rosululloh SAW kemudian 
berkata: "Wahai Rosululloh, sesungguhnya aku 
masuk Islam sementara kaumku tidak mengetahui 



428 HR. Bukhori hadits 3653. 

429 HR. Bukhori 3906. 



263 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

keislamanku, maka perintahkanlah aku sesuka 
Anda." Rosululloh SAW bersabda: 

(jli tdmJalml (jj Uc (J^La cl^.lj <J^J lil3 <— Ul LajI 

<clk L-Jj^JI 

"Hanya ada satu orang seperti engkau dalam tubuh kami. 
Oleh karena itu, lemahkanlah semangat musuh untuk kami 
sebisa kamu, sesungguhnya perang adalah tipudaya."] m 

Syaikhul Islam menyebutkan juga bahwa hal 
itu diperbolehkan bahkan terkadang wajib seorang 
muslim berkamutlase seperti orang musyrik di dalam 
penampilan, seperti berpakaian dan kepentingan 
semisal. Beliau berkata: "Lebih jelasnya, semua 
riwayat tentang larangan tasyabbuh terhadap orang 
kafir datang di awal-awal hijroh, kemudian dihapus 
dengan hal itu, sebab saat itu Yahudi memang 
berpenampilan tidak berbeda dari orang-orang Islam, 
baik rambut, pakaian, penampilan dan lain 
sebagainya." 

Kemudian, hal itu ditetapkan dalam Al-Qur'an 
dan Sunnah serta Ijma', larangan tasyabbuh ini benar- 
benar jelas terlihat dipraktekkan secara nyata ketika 
zaman kekhilatahan 'Umar bin Khothob ra., yaitu 
perintah Alloh SWT untuk menyelisihi orang-orang 
kafir. 

Penyebab tasyabbuh dibolehkan karena kita 
tidak bisa menyelisihi mereka kecuali jika agama 
Islam menang dan berkuasa, seperti dilakukannya 
jihad, mewajibkan jizyah kepada mereka dan ketika 



430 Al-Bidayah wan Nihayah : (IV/111) dan Fathul Bari : (VII/402). 

264 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

mereka dalam kondisi hina. Makanya ketika di awal 
Islam di saat kaum muslimin lemah, larangan 
tasyabbuh tidak disyari'atkan. Tatkala agama Islam 
sempurna, menang dan berkuasa, baru larangan itu 
disyari'atkan. 

Contoh pada hari ini adalah seandainya 
seorang muslim hidup di negeri harbi 431 , ataupun di 
negeri kafir non harbi, ia tidak diharuskan 
menyelisihi mereka dalam penampilan lahiriyah, 
sebab itu berbahaya bagi dirinya. Bisa saja hal itu 
sunnah bagi seseorang, terkadang bisa juga mengikuti 
penampilan mereka wajib hukumnya, mengingat 
kalau ia menyelisihi mereka akan membawa bahaya 
bagi dirinya, dengan syarat ada maslahat agama 
kalau ia bertasyabbuh dengan mereka, yaitu 
bertujuan untuk menyeru orang-orang kafir di sana 
kepada Islam serta mengawasi rahasia mereka untuk 
kemudian memberitahukannya kepada kaum 
muslimin, atau untuk menangkal bahaya yang 
hendak mereka lancarkan kepada kaum muslimin, 
atau maksud-maksud baik lainnya. 

Adapun di negeri Islam dan negeri hijrah 
dimana Alloh SWT telah muliakan agama-Nya dan 
Alloh hinakan orang-orang kafir di sana serta 
mewajibkan mereka membayar jizyah, barulah di 
sana disyari'atkan untuk menyelisihi mereka. 

Kalau sudah jelas bahwa menyelisihi atau 
menyamai mereka berbeda-beda sesuai perbedaan 



431 Negara harbi adalah negara kafir yang memerangi kaum muslimin, 
penerj. 

265 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

waktu dan tempat, maka jelas pulalah makna hadits- 
hadits tentang permasalahan ini." Selesai. 432 

Saya katakan: 

Inilah hal-hal kaitannya tentang sirriyah (security) 
dalam Islam berikut dalil-dalil syar'inya. Dari sana kini 
Anda mengetahui kesalahan orang yang mengatakan bahwa 
Islam tidak membenarkan perjuangan bawah tanah. 

Ironisnya, sebahagian Da'i Islam mengingkari orang 
lain yang melakukan kegiatan sirri (rahasia). 

Pengingkaran ini menunjukkan bahwa Ydad fii 
sabiilillah (mempersiapkan diri untuk berjihad di jalan Alloh) 
tidak pernah terbetik dalam benak mereka, sebab kalau 
terbetik pasti mereka akan mengerti makna kerahasiaan, 
renungkanlah ini. 

Alloh SWT bertirman: 

eOc. <U lj^c-V ?:jj^A\ Ij^ljl jlj 

Artinya: "Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka 
menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu. " 433 

Inilah yang terakhir kami sebutkan dalam 
pembahasan: Perang adalah tipudaya. 



432 Iqtidho'us Shirothil Mustacjim, Ibnu Taimiyyah, tahqiq DR. Nashir Al- 
'Aql cet. 1404 H juz I hal. 418-419. 

433 QS. At-Taubah:46 

266 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



r 



"\ 



PANDUAN KESEMBILAN BELAS 

Kesyahidan Bukan Tujuan Satu 

Satunya, Tetapi Tujuan Utama 

Adalah Memenangkan Islam 

\ / 



Dengan kata lain: Tujuan pokok jihad adalah 
memenangkan Islam, bukan semata-mata mati syahid. 

Tetapi keutamaan mati syahid terdapat beberapa 
dalil: 

• Firman Alloh SWT: 

4JAJ) ._£_ (jU jLgJI jJalj Ag >>l<)'ll (jjj^jx_l (j-a (jj JJ__I _ill (jl 

Artinya: " Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang- 
orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan 
jannah untuk mereka. " 434 

• Dari Abu Huroiroh ra. bahwasanya Rosululloh SAW 
bersabda: 

J^____j'j __j (jLajj Vj 4_>j-_J V 4 lju»i ^gi ~r j__ _)x_ _1>I <__i__j| 
cAJaJI <____! jl i4 oj'ir> jl j^.l (j-a JU LaJ 4j*_*.jI _j| c__L_jjj 
(jl Cj__j-j cAjj-uj t, *<K (__■___* La <_-_-! __-=• (_jj_il _jl ^jpj 

J_ali L__l aiS c Jj_li L__l aj lM Jjj_- __a J_al 



434 QS. At-Taubah:lll 



267 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Alloh telah menyeru siapa yang keluar di jalan- 
Nya, ia tidak keluar kecuali lantaran iman kepada-Ku dan 
membenarkan para Rosul-Ku, akan Aku kembalikan ia dengan 
membawa pahala atau ghonimah yang ia peroleh, atau Aku 
masukkan ia ke surga." Kalau tidak memberaikan ummaiku, 
aku akan ikut dalam sariyah, sungguh aku berangan-angan 
seandainya aku terbunuh di jalan Alloh, kemudian dihidupkan 
lagi, kemudian terbunuh kemudian dihidupkan lagi kemudian 
terbunuh. " 435 

• Dan dari Anas ra. bahwasanya Rosululloh SAW 
bersabda: 

^C- La <lj cUlj]l ^gjj A-^JJ (jl ' .'*"J 4-iaJI (J^J -^l La 

■"LaljSJI qa L$^)i ^*J <-— ll j-a jjuic 

Artinya: "Tidak ada seorangpun masuk jannah yang ingin 
kembali ke dunia serta memiliki sesuatu dari bumi, kecuali 
orang yang mati syahid, ia berangan-angan seandainya ia 
kembali ke dunia lalu terbunuh sepuluh kali, karena kemuliaan 
yang ia lihat. " 436 

Makna hadits di atas adalah, siapa yang masuk jannah, 
ia tidak suka kembali ke dunia meskipun ia memiliki 
semua isi dunia karena agungnya kenikmatan jannah 
yang ia dapatkan, di dalam sebuah hadits disebutkan: 

L^-iS Laj UJJjI (j-a jji. <iaj| ^ Jaj-uj x_iia j* 

Artinya: "Tempat cemeti di surga lebih baik daripada dunia 
seisinya. " 437 



435 Muttafaq 'Alaih. 

436 Muttafaq 'Alaih. 

437 HR. Bukhori dari Sahl bin Sa'ad 



268 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Kecuali orang yang mati syahid, ia sangat ingin 
kembali ke dunia lalu terbunuh sebanyak sepuluh kali di 
jalan Alloh karena berlipat gandanya kedudukan agung 
yang ia peroleh di jannah. Oleh karena itu, Ibnu Hajar 
berkata: Ibnu Baththol berkata: "Hadits ini adalah hadits 
paling besar tentang masalah kesyahidan." 438 

Di sini ada beberapa perkara yang harus diperhatikan 
kaitannya dengan masalah syahadah (kesyahidan), yaitu: 

> Pertama: Pengaruh cinta kesyahidan dalam meraih 
kemenangan. 

> Kedua: Bahaya sikap ngawur. 

> Ketiga: Bahaya sifat pengecut. 

> Keempat: Bahaya mundur dari perang. 



YANG PERTAMA: 
Pengaruh Cinta Kesyahidan Dalam Meraih Kemenangan 



Mengharapkan dan bertekad menggapai kesyahidan 
termasuk hal terbesar yang mendorong seorang mukmin 
untuk terus maju dalam perang. Artinya, kesyahidan adalah 
lembar kemenangan di dunia dan tanda bukti untuk bisa 
masuk jannah di akhirat. Alloh SWT bertirman: 



438 Fathul Bari (VI/33). 

269 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: " Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang-orang 
mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan jannah untuk 
mereka." 439 

Kemudian, tekad kuat untuk mengharap kesyahidan 
bisa menutup kekurangan jumlah personal dan 
perlengkapan yang biasanya begitulah kaum muslimin. 

Tekad ini juga mampu menggentarkan musuh-musuh 
mereka, terlebih ketika Anda tahu bahwa musuh Anda 
sedang ingin hidup, sebab orang kafir adalah orang yang 
paling ingin hidup, sebagaimana Alloh SWT bertirman: 

ljWl°l (jjolill jjJ (j-a <LLalL-L ail! Oic Sji.VI j\^\ iisJ Cijli (jj (3 
lAc ajjIj (S^j^jI du^ii Iaj IjuI eji-ttJJ ^yj (jaSjLLa laj£ q\ Clij^ul 
IjSjiil (j^-* 1 ^ L>°J '•>^-f*- v cs - ^ (J^Lul (j-aj^.1 Ag JJajjj (jjo» Huj 

°f I * ' 1 1 ° < ° '• > ' •* 1 ' ' *"•' ' * lf * « ' •* ° 1 o •* •* ' f "° " 

(jl (--JI^juI ^j-a A^.j^.jaj jA Uaj A^uj L_ail J-**J JJ aA-J^i ^JJ 

- « -j> 

j-aju 

Artinya: "Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung 
akhirat (jannah) itu khusus untukmu di sisi Alloh, bukan untuk 
orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang 
benar. Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu 
selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat 
oleh tangan mereka (sendiri). Dan Alloh Maha Mengetahui orang- 
orang yang aniaya. Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, 
seloba-loba manusia kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih 
loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin 
agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali- 
kali tidak akan menjauhkan daripada siksa. . . " 440 

Perhatikan tirman Alloh SWT: 



439 QS. At-Taubah:lll 

440 QS. Al-Baqoroh:94-96 



270 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

lil ajXA±i (JJj 

Artinya: "Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian 
itu selama-lamanya, " 

Dan, 

Artinya: "Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, seloba-loba 
manusia kepada kehidupan (di dunia), " 

Kemudian bandingkan ini dengan sabda Nabi SAW 
dalam hadits Anas ra. sebelumnya: 

^j-a (_£JJ Uu (Jlll j-a jJliC (Jaija IjJJjl ^JI (*-^JJ (jl (_gi ">"\) ^Jg "''I VI 

2u!j£J! 

Artinya: " ...kecuali orang yang mati syahid, ia berangan-angan 
untuk kembali ke dunia kemudian terbunuh sepuluh kali, karena 
kemuliaan yang ia lihat. " 

Sejauh mana keinginan seorang mukmin untuk mati 
dan menggapai kesyahidan, sejauh itu pulalah ketakutan 
orang kafir kepada kematian dan keinginannya kepada 
dunia. 

Oleh karena itu, sudah selayaknya pemahaman 
tentang kesyahidan dan keutamaannya ditanamkan dalam 
benak kaum muslimin. 

Untuk menguatkan pemahaman ini mesti dilakukan 
I'dad Imani (latihan pembinaan iman) serta mengkaji sejarah 
hidup para sahabat dan salatus Sholeh dalam peperangan- 
peperangan. 

Kembali, saya sebutkan di sini pentingnya membuang 
sikap bermewah-mewah serta kebiasaan hidup enak — 

271 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

meskipun dalam urusan dunia seorang mampu — , sebab 
sikap bersantai dalam hidup mempengaruhi sabar tidaknya 
seseorang ketika perang. 

Di sini harus diperhatikan bahwa mencintai 
kesyahidan adalah bagian dari siasat membuat takut 
musuh, itu termasuk prinsip paling penting dalam jihad 
kaum muslimin. Rosululloh SAW bersabda: 

J$-"l OJJul.n l—JC JJU Cjjjk^j 

Artinya: "Aku ditolong dengan rasa takut musuh sejarak 
perjalanan satu bulan. " 441 

Pertolongan dengan menjadikan musuh takut dalam 
hal ini bersitat umum. 

Prinsip menakut-nakuti musuh dalam praktek riilnya 
terwujud dengan dua poros: 

1. Poros Logistik, yaitu kekuatan yang tercantum dalam 
rirman Alloh SWT: 

<J (JJJ& JJ (JJ^jl ^-}J £y*J *J^ 0* r^*'* Kluil La augj lj.jclj 

.i£ <al»J «iill ;»£_!jaJjU 2 j*^-ljJ (J-a (JJ^)^.lj iijJCj Aill J.JC 
- /H.J i, J°.f, ,i.i, *'.',J> *l't -' • . ':• ° I '"•.;•! - 

(j j o I H 1 2 ^'j ("^J '^J^ ^' U^" 1 C5^ ^cs^ C>° ' J^J- 1 "-«J 



Artinya: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan 
apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang 
ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu 
menggentarkan musuh Alloh, musuhmu dan orang-orang 
selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Alloh 
mengetahuinya. Apa saja yang kamu najkahkan pada jalan 



441 HR. Bukhori dari Jabir. 

272 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Alloh niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu 
tidak akan dianiaya (dirugikan) ." 442 

Unsur menakut-nakuti musuh dalam ayat ini tampak 
jelas dalam tirman Alloh: "(yang dengan persiapan itu) kamu 
menggentarkan musuh Alloh..." serta dalam perangkat 
kekuatan, sedangkan kekuatan sendiri bisa berupa harta, 
personal dan senjata. 

Posor teknikal. Ini ada dua sisi, sisi jasmani dengan cara 
meningkatkan skill militer pada diri setiap muslim. 

Rosululloh SAW bersabda: 

Artinya: "Orang mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai 
Alloh daripada orang mukmin yang lemah. " 443 

Yang kedua adalah sisi moril dengan menanamkan 
pemahaman-pemahaman cinta syahid dan bagaimana 
melatih sabar dalam diri kaum muslimin. 

Alloh SWT berrirman: 

IjJajljj IjjjLLaj IjjU^il 

Artinya: " ...bersabarlah, dan pertahankan kesabaran kalian 
serta berjagalah di perbatasan.. . " 444 

Dan Alloh SWT bertirman: 

La Alll qa qj^.jJj (JjaSu La£ (JjaSIj p^J« (jj AJ " I jjj£j (jl 



442 QS. Al-Anfal:60 

443 HR. Muslim dari Abu Huroiroh. 

444 QS. Ali Imron:200 



273 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya 
merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu 
menderitanya, sedang kamu mengharap dari Alloh apa yang 
tidak mereka harapkan. . . " 445 

Rosululloh SAW bersabda: 

JU.oll A-a J>.o'ul (jl aiclj 

Artinya: "Dan ketahuilah, kemenangan itu bersama 
kesabaran. " 

Kembali saya ingatkan kita masih berbicara masalah 
I'dad Imani bahwa ketaqwaan kepada Alloh SWT dengan 
melakukan ketaatan-ketaatan serta meninggalkan 
berbagai maksiat berpengaruh secara otomatis ketika 
pertempuran terjadi. Alloh SWT telah menjamin orang- 
orang bertaqwa bahwa musuh akan gentar menghadapi 
mereka, sebagaimana tirman Alloh SWT: 

i_jc jll Ijjj& (Jjill s-iji^ ^ (^^ 

Artinya: "Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam 
hati orang-orang kafir, " 446 

Dan Alloh SWT bertirman: 

Vj IjJj oj%j v f5 'ph\ ijljJ ijjiS (jjii ^M jlj 

vi •; 11 - i .' 1 i ' ; •(, ji >» s o ° • \'- ° * .•'11 2 i * * •» I* ■: 

JU^JU <Aill <LuaJ ^au (jJj (Jjl3 J-a t iN 3 ^^liil <Aill <Luj I JJ>^|1 

Artinya: "Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi 
kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang 
(kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan 
tidak (pula) penolong. Sebagai suatu sunnatulloh yang telah 



445 QS. An-Nisa':104 

446 QS. Al-Anfal:12 

274 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan 
perubahan bagi sunnatulloh itu." 447 

Oleh karena itu, ketaqwaan dan amal sholeh adalah 
bagian tak terpisahkan dalam siasat menggentarkan 
musuh. 

Pemahaman ini nampak jelas dan tertanam pada 
benak generasi awal umat ini, seperti bisa dilihat dari 
surat yang dikirimkan 'Umar kepada Sa'ad bin Abi 
Waqqos — Radhiyallohu 'anhuma — ketika ia pergi 
memerangi Persi, sudah saya sebutkan sebagian isinya 
sebelum ini. 



KEDUA: 
Bahaya Sikap Ngawur (Kenekatan) 

Kesyahidan bukan tujuan satu-satunya — kecuali 
dalam beberapa kondisi yang akan disebutkan nanti — 
tetapi tujuan utama adalah memenangkan diin. 

Tidak masalah berangan-angan mati syahid dan maju 
perang sendirian dengan syarat itu bukan menjadi tujuan 
paling utama dari serangan tersebut, tetapi yang seharusnya 
menjadi tujuan pertamanya adalah memenangkan diin. 

Dengan kata lain, tidak selayaknya seorang muslim 
terjun ke kancah peperangan hanya semata-mata mencari 
kesyahidan tanpa melihat kerugian musuh. Dalilnya adalah: 



447 QS. Al-Fath:22-23 

275 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

> Sabda Nabi SAW: 

Artinya: "Barangsiapa berperang agar kalimat Alloh menjadi 
tinggi, maka ia berada di jalan Alloh. " 448 

Di sini, Rosululloh SAW menjadikan tujuan utama 
jihad adalah tingginya kalimat Alloh, bukan semata 
kesyahidan yang mungkin terjadi dan mungkin tidak, 
dan kesyahidan tidak terjadi kecuali bagi orang yang 
dipilih Alloh SWT mendapatkan kedudukan ini, Alloh 
SWT bertirman: 

Artinya: " ...dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur 
sebagai) syuhada. " 449 

> Firman Alloh SWT: 

^^IjoC (jjliajiu! (_paji.j liLgijj V) <■ llS'i V ^l S]-^ l^ LP^a 

~ *^^o^-*^'' e -* ^ J * ^^ ^ "f "* 12 T ' a i ' 

^G^jj ^A\j HjU juil a]j|j Ijja^ (jjill (JjjU <■ iSj (jl aiil 

Artinya: "Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidakkah 
kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. 
Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). 
Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang 
kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras 
siksaan(Nya)." 450 

Alloh SWT memerintahkan berperang untuk 
menghentikan keganasan orang-orang kafir, dalam ayat 



448 Muttafaq 'Alaih. 

449 QS. Ali Imron:140 

450 QS. An-Nisa':84 

276 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

lain Alloh juga perintahkan untuk menghentikan titnah 
orang-orang kafir: hatta laa takuuna fitnah...(Sampai tidak 
ada lagifitnah)" 451 

Dan Alloh SWT perintahkan untuk membuat 

kerugian kepada orang kafir: 

t % * . . * . • * - 

o> °i Jli-t o> ° * -- -° o -* t.M ** 

AlllU ^UI .-.g Q»j .»A j±j12 

Artinya: " ...Perangilah mereka, niscaya Alloh akan menyiksa 
mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu . . ." 452 

Alloh juga menjadikan tujuan utama dari jihad adalah 
memenangkan agama-Nya yang benar (Islam), 
sebagaimana firman-Nya: 

(jjSjjjiuul e j£ jlj AjS 



Artinya: "Dialah yang mengutus Rosul-Nya (dengan 
membawa) petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk 
dimenangkan-Nya atas segala agama, walau orang-orang 
musyrik tidak menyukainya. " 453 

Alloh SWT juga jadikan perang sebagai perantara 
kemenangan Islam, sebagaimana firman Alloh SWT: 

A)J 4j£ (JJ-uI (jj£jj <Gj3 (jj£j V <^-^ ,aA jjjIsj 

Artinya: "Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah 
dan supaya agama itu semata-mata untuk Alloh. . . " 454 



451 QS. Al-Anfal:39 

452 QS. At-Taubah:14 

453 QS. At-Taubah:33 

454 QS. Al-Anfal:39 



277 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Jadi, tujuan pokok jihad adalah memenangkan 
agama, bukan kesyahidan semata. 

Sengaja kami jelaskan masalah ini untuk mengkontrol 
kenekatan tak terkendali yang dilakukan sebagian kaum 
muslimin dan mengembalikan mereka kepada sikap adil, 
yaitu keberanian, yang merupakan tengah-tengah antara 
sikap nekat dan pengecut. Yang kami maksud sikap 
ngawur tadi adalah nekat perang semata-mata ingin mati 
syahid tanpa memperhitungkan pengaruh pada musuh — 
- meskipun itu diperbolehkan dalam beberapa kondisi, 
seperti ketika seseorang dikepung dan khawatir akan 
ditawan lalu ia terus berperang sampai terbunuh 
sebagaimana terjadi dalam Sarriyah 'Ashim bin Tsabit 455 , 
tapi bukan itu tujuan utama — sebab seandainya 
kesyahidan tujuan utama, tentu lari dari perang untuk 
bergabung dengan pasukan lain dan taktik perang tidak 
diperbolehkan, Alloh SWT bertirman: 

^aa Ajk ^Jj I jJAjJa j\ (JuSj li^k^» V) *3^ ~^J£ f^Ji Cy~J 



*»' 



Artinya: "Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) 
di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau 
hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka 
sesungguhnya orang itu kembali membawa kemurkaan dari 
Alloh, dan tempatnya ialah neraka Jahanam. Dan amat 
buruklah tempat kembalinya." 456 

Dari sini bisa diketahui bahwa tujuan utama perang 
adalah memenangkan agama serta merugikan musuh. 



455 Al-Mughni was Syarhul Kabir (X/553). 

456 QS. Al-Anfal:16 



278 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Diantara tujuan yang dibenarkan dalam jihad 
adalah menjaga kekuatan Islam serta agar kaum 
muslimin tidak begitu saja menemui kehancuran tanpa 
adanya mantaat militer yang berarti. Atas dasar ini, 
seorang muslim boleh lari dari tiga orang kafir atau lebih, 
sebagaimana kata Ibnu 'Abbas ra.: 

j3 L^a aX^1 qa j3 U*J ' _J^ -^ L»^ L> a ^ L>° 

Artinya: "Barangsiapa lari dari dua orang maka ia telah lari, 
dan siapa yang lari dari tiga orang, maka ia tidak disebut 
lari." 457 

Dan di dalam surat 'Umar ra. kepada Sa'ad bin Abi 
Waqqos ra. ia berkata: 

j\ Amc. L_fljkJJ 4_*.j <___ 4_*.j <_-- ^^jj Vj ^*j!L (jitJJ Vj 

4j___ ol 4» u>i 

•* ^J •» 

Artinya: "Dan janganlah engkau mengutus seorang mata- 
mata atau sariyah di tempat yang engkau takut akan kalah, 
terlantar atau rugi. " 

Semua ini menunjukkan bahwa menjaga kekuatan 
Islam adalah tujuan yang dibenarkan. 

Lebih jelas lagi, ini diterangkan dengan kejadian 
ketika Kholid bin Walid mundur bersama pasukannya 
dalam perang Mut'ah, sampai Nabi SAW menyebut 
perbuatannya sebagai kemenangan. Ini tercantum dalam 
riwayat yang dibawakan Bukhori dari Anas ra. ia 
berkata: "Bahwasanya Nabi SAW mengkabarkan 



457 Dikeluarkan Baihaqi dan dishohihkan oleh Al-Albani (Irwa'ul Gholil 
V/28). 

279 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

kematian Zaid, Ja'far dan Ibnu Rowahah ra. sebelum 
kabar tentang mereka sampai. Beliau bersabda: 

(jjl __kl aJ C-_q> -aljj J-»-> _-*.! ;-J <__n___l_ _uj 4j|j]| .___! 
^a t SJjoj 4jljll i__l <_--_- - (jlijjj elilCj _ <__U___l_ 4__,ljj 

.->gjir. ajjI ?t_1_ _--_- _-ol (___ji_jj 

Artinya: "Bendera diambil oleh Zaid kemudian ia gugur, lalu 
diambil oleh Ja'far lalu ia gugur, lalu diambil oleh Ibnu 
Rowahah kemudian ia gugur — saat itu kedua mata beliau 
menitikkan air mata — sampai akhirnya bendera diambil oleh 
salah satu pedang Alloh sehingga Alloh menangkan ia atas 
mereka. 

Ibnu Hajar berkata: "Ahli riwayat berbeda pendapat 
mengenai maksud sabda beliau: "...sehingga Alloh 
menangkan ia atas mereka." 

— hingga perkataan Ibnu Hajar — : 

"...Al-Tmad Ibnu Katsir berkata: "Ini bisa 
dikompromikan, yaitu ketika Kholid menarik pasukan 
kaum muslimin dan bermalam, pagi harinya ia merubah 
tormasi pasukan sebagaimana telah disebutkan dan 
memberikan kesan kepada musuh seolah telah datang 
bala bantuan, maka ketika itu Kholid membawa kaum 
muslimin mundur teratur sementara pasukan Romawi- 
pun lari ke belakang dan tidak mengejar mereka, beliau 
memandang bahwa berhasil pulang dengan membawa 
kaum muslimin adalah ghonimah besar." Selesai. 458 

Saya katakan: 



458 Fathul Bari (VII/513-514). 

280 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Ini menjelaskan bahwa melindungi kaum muslimn 
dan kekuatan Islam adalah tujuan yang dibenarkan, dan 
tidak boleh menyodorkan kaum muslimin kepada 
kebinasaan tanpa ada manf aat militer yang berarti yaitu 
kerugian yang diderita musuh. 

Hanya, ada beberapa perkara yang dikecualikan, 
diantaranya adalah bolehnya seseorang maju sendirian 
untuk mati syahid, ini tidak termasuk menceburkan diri 
dalam kebinasaan, sebagaimana telah disebutkan pada 
dua hadits Abu Ayyub ra. dan Barro yang tercantum 
dalam tafsir firman Alloh SWT: 

Artinya: "Dan janganlah kalian ceburkan diri kalian dalam 
kebinasaan..." 459 

Hal ini meskipun diperbolehkan bagi perorangan, 
namun kematian itu terkait erat dengan teguh tidak-nya 
kita menghadapi musuh, yang lebih baik adalah teguh. 

460 

Kemudian dari sisi operasi jihad, bisa saya katakan 
bahwa seorang muslim boleh turut serta dalam proyek 
jihad berbentuk apapun tanpa harus memperdulikan 
apapun yang menimpa dirinya dan tanpa melihat hasil 
dari proyek perang ini, dengan empat syarat, yaitu: 

Pertama: Masyru'iyyah (disyari'atkan tidaknya 
operasi tersebut). 



459 QS. Al-Baqoroh:195 

460 Lihat Al-Mughni was Syarhul Kabir (X/553-554). 

281 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Yaitu mengetahui hukum jihad yang ia lakukan, 
masyru' (disyari'atkan) dan wajib atau tidak? Ini menjadi 
landasan, caranya kita mesti mengetahui status musuh 
serta hukum Alloh SWT yang berlaku atasnya. Saya akan 
sebutkan dalam sub ketiga (dari risalah Al-'Umdah - 
penerj.) Insya Alloh SWT, ini termasuk ilmu yang wajib 
diketahui setiap muslim. 

Kedua: Panji perang. 

Anda tidak hanya cukup melihat bahwa musuh itu 
kafir dan pantas diperangi, tetapi ketika akan berperang 
bersama suatu kelompok, Anda harus tahu bendera dan 
misi yang diusung oleh kelompok ini; bendera Islam atau 
bukan? 

Kalau kami katakan bendera Islam, maksudnya Islam 
yang murni tanpa tercampuri oleh unsur ajaran kufur 
seperti sosialis, demokrasi atau yang lainnya. 

Jika para pengusung bendera mengatakan bahwa 
mereka berjuang demi menegakkan aturan Islam sosialis, 
atau Islam demokratis, maka semua ini adalah kufur, 
sebab Islam adalah peraturan yang sudah sempurna. 
Alloh SWT bertirman: 

^SjjJ iSJ ClLa£) ^jJjl 

Artinya: "Hari ini Aku sempurnakan agama kalian.. . " 461 



Islam tidak memerlukan undang-undang buatan 
manusia macam ini. Siapa saja mencampur adukkan 
Islam dengan perundangan buatan manusia, maka secara 



461 QS. Al-Maidah:3 

282 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

tak langsung — ada juga yang terang-terangan 
mengatakan langsung dengan lisannya — bahwa Islam 
itu kurang dan kami akan sempurnakan dengan aturan 
buatan manusia ini, semua ini adalah kufur sebagaimana 
telah diterangkan dalam Ushul 1'tishom bil Kitab was 
Sunnah (Satu Bab dalam risalah Al-'Umdah, penerj.). 

Sisi kekuturannya karena ia mendustakan tirman 
Alloh SWT: 

ISlp ISl Cjla£) .aj^) 

Artinya: "Hari ini Aku sempurnakan agama kalian. . . " 462 

Bendera yang tercampur aduk seperti ini, apapun 
kondisinya, tidak boleh berperang di bawahnya. Karena 
pada hakekatnya Anda menolong panji kekuturan dan 
sama sekali bukan di jalan Alloh. Rosululloh SAW 
bersabda: 

Artinya: "Barangsiapa berperang agar kalimat Alloh tinggi, 
maka ia dijalan Alloh. " 463 

Ketiga: Manf aat militer. 

Tidak boleh nekat maju berperang kecuali sudah 
mengkaji mantaat militer yang berarti dari perang itu. 
Sebab tujuan utama perang adalah memenangkan agama. 

Terkadang satu operasi jihad dijalankan sebagai satu 
mata rantai strategis global, operasi itu barangkali tidak 
begitu berdampak besar, namun dampaknya kembali 



462 QS. Al-Maidah:3 

463 Muttafaq 'Alaih. 

283 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

kepada strategi operasi perang secara umum, seperti 
sariyyah-sariyyah yang dikirim oleh pimpinan pasukan, 
mungkin dampak yang akan dicapai hanya dari segi 
politik yaitu dalam rangka menggentarkan (baca: 
menteror) musuh saja dan semua ini dibenarkan secara 
syar'i. 

Patokan dalam menentukan mantaat dari peperangan 
adalah pemimpin, ini tidak berlaku bagi semua pasukan 
sebagaimana telah disebutkan penjelasannya 
mengenai masalah syuro' dan persatuan jama'ah akan 
diterangkan pada bab kelima (dari risalah Al-'Umdah, 
penerj.) — yaitu bahwa perkara-perkara ijtihadiyah (yang 
bersitat ijtihad, inisiatit non syar'i) diserahkan kepada 
pertimbangan amir. Rosululloh SAW bersabda: 

Artinya: " Sesungguhnya pemimpin adalah perisai yang di 
belakangnya digunakan berperang serta sebagai pelindung. " 464 

Ibnu Qudamah berkata: "Urusan jihad diserahkan 
kepada pemimpin dan ijtihadnya, sedangkan rakyat 
harus mentaati pendapatnya." 465 

Keempat: Mengambil langkah-langkah pengamanan 
dan penyelamatan. 

Ini bisa dilakukan dengan cara memperketat 
penjagaan misi dan pasukan. Bisa juga dengan 
melakukan teknik-teknik tipu daya, atau dengan 
menempuh hal-hal untuk mencapai keselamatan pribadi, 
seperti mengenakan baju besi, khoudzah (tameng), 



464 HR. Muslim. 

465 Al-Mughni was Syarhil Kabir (X/373). 



284 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

menggali parit atau yang lain sebagaimana dilakukan 
Rosululloh SAW, beliau mengenakan baju besi dan 
tameng serta menggali parit meskipun beliau dilindungi 
Alloh dari gangguan manusia. Alloh SWT bertirman: 

Artinya: "Dan Alloh memelihara kamu dari (gangguan) 
manusia. " 466 

Beliau melakukan hal itu tidak lain karena itu sebagai 
syari'at bagi kita. Jika terbunuh dan terluka terjadi atas 
takdir Alloh SWT, maka wajib menolak takdir ini 
dengan sebab-sebab yang syar'i yang itupun bagian dari 
takdir Alloh SAW juga, bukan dengan cara pasrah untuk 
terbunuh dan terluka. Sebab kalau seperti itu orang yang 
mengatakan perkataan ini berarti harus menyerahkan 
dirinya kepada musuh yang kafir, sebab musuh ini juga 
bagian dari takdir Alloh SWT. Jadi, yang wajib adalah 
melawan. 

Mengenai kaidah ini (yakni, kaidah: menolak takdir 
dengan takdir), Ibnul Qoyyim Rahimahulloh berkata: 

"Syaikhul 'Aroq Al-Qudwah Abdul Qodir Al-Jailani 
berkata: 

"Orang kalau sudah sampai kepada qodho dari qodar 
biasanya berhenti. Kalau saya tidak, saya merasakan 
beratnya takdir tersebut lalu aku lawan takdir-takdir 
kebenaran dengan kebenaran dan untuk kebenaran, 
lelaki sejati adalah yang melawan takdir (dengan takdir), 
bukan hanya pasrah kepada takdir." 



466 QS. Al-Maidah:67 

285 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 
— Ibnul Qoyyim melanjutkan — : 

"Jika kemaslahatan hamba dalam hidupnya di dunia 
tidak sempurna kecuali dengan menolak satu takdir 
dengan takdir lainnya, maka bagaimana dengan 
kehidupan mereka di akherat? 

Alloh SWT memerintahkan agar menolak keburukan - 
— yang itu termasuk takdir-Nya — dengan kebaikan — 
yang juga termasuk takdir-Nya — . Rasa lapar misalnya, 
itu termasuk takdir Alloh dan Alloh memerintahkan agar 
menolaknya dengan makan yang itu juga termasuk 
takdir-Nya, kalau ia hanya pasrah, tentu takdirnya 
adalah lapar, padahal ia mampu menolaknya dengan 
takdir lain yaitu makan, kalau ia sampai mati, maka ia 
mati dalam keadaan bermaksiat. 

Demikian juga dengan dingin, panas dan haus, semua 
adalah takdir Alloh, dan Alloh memerintahkan agar 
menolaknya dengan takdir yang menjadi penangkalnya. 

Yang menolak, yang ditolak serta aksi penolakan, 
semuanya adalah takdir-Nya Nabi SAW menjelaskan 
makna ini secara gamblang ketika para sahabat bertanya: 
"Wahai Rosululloh, apa pendapat Anda kalau kami 
berobat dengan obat, kami menggunakan ruqyah dan 
menggunakan pelindung untuk menjaga diri, apakah 
semua itu menolak takdir Alloh?" Beliau menjawab: "Itu 
termasuk takdir Alloh. " 

Dalam hadits lain disebutkan: 

Artinya:" ' Sesungguhnya do'a dan bala benar-benar saling 
kejar mengejar antara langit dan bumi. " 

286 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Jika ada musuh dari orang-orang kafir menyerang 
negeri Islam, kaum muslimin harus balik serang mereka 
dengan takdir Alloh. Apakah halal bagi kaum muslimin 
pasrah begitu saja kepada takdir serta tidak menolaknya 
dengan takdir semisal, yaitu berjihad yang dengan itu ia 
telah menolak takdir Alloh dengan takdir-Nya?" 467 

Syaikhul Islam juga menyebutkan perkataan seperti 
ini ketika memberikan catatan dari perkataan Syaikh 
Abdul Qodir Al-Jailani. 468 

Saya katakan: 

Menolak takdir dengan takdir adalah kaidah yang 
ditetapkan secara syar'i, baku bagi kaum muslimin sejak 
zaman sahabat ra. 

Ini ditunjukkan oleh bantahan 'Umar bin Khoththob 
kepada Abu 'Ubaidah Radhiyallohu 'Anhuma yaitu ketika 
'Umar datang ke Syam dan menjumpai penyakit tho'un 
mewabah di sana. 

Maka 'Umar meminta pertimbangan kepada manusia, 
kemudian ia ingin kembali (ke Madinah), Abdurrohman 
bin 'Auf memberitahukan bahwa Nabi SAW 
memerintahkan tindakan seperti itu. 

Ini terdapat dalam riwayat yang dibawakan Bukhori 
dari Ibnu 'Abbas Radhiyallohu 'Anhuma, diantara isinya 
adalah: "...Maka 'Umar memanggil orang-orang dan 
berkata: "Sesungguhnya esok aku akan pindah ke satu 
tempat, maka ikutilah aku." Mendengar itu, Abu 
'Ubaidah bin Jarroh ra. berkata: "Apakah lari dari takdir 



467 Lihat Madarijus Salikin (1/199-200). 

468 Lihat Majmu' Fatawa (11/458). 

287 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Alloh?" Maka 'Umar berkata: "Seandainya saja bukan 
engkau yang mengatakan hai Abu Ubaidah. Benar, kita 
lari dari takdir Alloh menuju takdir Alloh." 469 

Saya katakan: 

Keempat syarat ini — yaitu; masyru'iyyah, bendera 
perang, mantaat militer, menempuh langkah 
pengamanan dan penyelamatan — kalau sudah Anda 
penuhi dan perhatikan dengan baik, maka maju dan 
bertawakkallah kepada Alloh SWT, jangan pedulikan 
apapun yang menimpa dirimu dan jangan pedulikan 
hasil apapun yang kau capai dari perang ini. Semua ini 
kita serahkan kepada Alloh SWT. 



KETIGA: 
Bahaya Pengecut 



Kebalikan dari sebelumnya, Anda lihat bahwa 
pengecut dan wahn (cinta dunia dan takut mati) adalah 
penyakit mematikan yang mengakibatkan umat-umat lain 
menjadikan umat Islam menjadi bulan-bulanan ibarat orang 
makan mengeroyok nampan makannya seperti tercantum 
dalam hadits Tsauban. 

Obat penyakit ini adalah mencampakkan sikap 
kebiasaan hidup senang sebagaimana saya katakan 
sebelumnya. 



469 Hadits 5729. 

288 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Cara yang lain dengan menanamkan pondasi aqidah 
beriman kepada takdir, yaitu seorang muslim harus tahu 
bahwa apa yang bakal menimpa dia tidak akan meleset 
darinya, dan apa yang bakal meleset darinya tidak akan 
pernah menimpa dirinya. Ajal sudah ditentukan sejak dulu, 
demikian juga dengan rezeki, apa saja yang menimpa 
seorang hamba maka itu sudah ditakdirkan di sisi Alloh. 

Alloh SWT berrirman: 

(jJa C_iu£ ^i V) A^m^M <^Vj (jiajVI /gi A'\\\sy<\ (j-a C )1 T^ilLa 

££__U ^c IjjlmIj bGSLl jjjou ^il ^gJc. lillj jl UIjjj jl <Jj1 

jj^a (JUaJa (J_ c ■ )— »jV auIj a_uIp Uj lj^.jijVj 

Artinya: "Tiada sesuatu bencanapun yang menimpa di bumi dan 
(tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam 
kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. 
Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh. (Kami 
jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita 
terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan 
terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan 
Alloh tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi 
membanggakan diri. " 470 

Juga bertirman: 

^la*ji Uu^ Alll jJlj Vj t— ijiaj jl (JjjSJJ jl£ Laj 

Artinya: "Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan 
dengan izin Alloh, sebagai ketetapan yang telah ditentukan 
waktunya..." 4n 

Juga Allah SWT bertirman 

470 QS. Al-Hadid:22-23 

471 QS. Ali Imron:145 

289 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

jjJOgluij Vj <c-Ujj (jjjA.lluu V Ag IaJ pLa, I Jli 

Artinya: "maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat 
mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) 
memajukannya." 472 

Dan dari Ibnu Mas'ud ra. bahwasanya Rosululloh 
SAW bersabda: 



AJalc (jj^J £** AiiaJ t-ajJ jiaujl 4Jal jiaJ ^i «Oila» xjoj lv'wl j| 
4_ii 7*ti"u3 liibul 4_ilj U^J^ P^ ^^ LP- 4* l*aa (JJ^ H '-^ 

ji ^j Ai^C-j Ai^ij Aijj tj&j CjUK ^jjIj >JJj ^jjll 

Artinya: " Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan 
penciptaannya di perut ibunya selama empat puluh hari sebagai air 
mani, kemudian dalam bentuk segumpal darah dalam waktu yang 
sama, kemudian segumpal daging dalam waktu yang sama, 
kemudian dikirim kepadanya malaikat lalu ditiupkan ruh di 
dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat kalimat: 
menulis rezekinya, ajalnya, amalnya dan bahagia atau celakanya. " 

473 

Masih dari Ibnu Mas'ud ra. bahwasanya Rosululloh 
SAW bersabda: 

(J e?\\ > >i** (J^- jj^aJ djjA* (Jj 4j| i^-jj <^i <•— iiJ (jjj^all t^j jj 

L-lHall ^ I jlaj>ij aill I jjajl j clgi^.ij l^i jj 

Artinya: " Sesungguhnya ruhul Qudus meniupkan dalam benakku 
bahwasanya tidak akan mati satu jiwa sampai sempurna rezeki dan 



472 QS. Al-A'raaf:34 

473 Hadits Muttafaq 'Alaih. 



290 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

ajalnya, dan bertaqwalah kepada Alloh serta perbaguslah dalam 
mencari rezeki. " 474 

Jadi, rezeki dan ajal itu sudah ditakdirkan dan sudah 
selesai. Oleh karena itu, banyak sekali para salaf yang 
memakruhkan berdo'a meminta panjang umur. Mengenai 
hadits: 

4J^.j (Jjk^Ia o jj'l igk AJ UjjJJj ^i jj (gh AJ LiaJJ jl ^jj*.! j-a 

Artinya: "Barangsiapa yang suka dilapangkan rezekinya serta 
dipanjangkan umurnya hendaklah menyambung tali 
silaturrohmi." 475 

Pendapat yang dirojihkan Ibnu Hajar dan dikuatkan oleh 
yang lain, yang dimaksud di sini adalah berkah dalam rezeki 
dan umur, bukan bertambah dari yang sudah ditakdirkan, 
dan beliau menyebutkan beberapa atsar yang mendukung 
hal itu. 476 

Hendaknya diketahui bahwa jihad tidak 
menyegerakan ajal serta tidak menghalangi rezeki. 

Hanya saja, bukan berarti sebab-sebab syar'i tidak 
perlu dijalani, seperti usaha untuk mencari rezeki, memakai 
baju besi dan menggali parit atau yang lain ketika 
memerangi musuh sebagaimana disyari'atkan Nabi SAW. 

Tidak ada kontradiksi antar iman kepada takdir dan 
melaksanakan perintah sebagaimana telah dijelaskan. 



474 HR. Abu Nu'aim di dalam Al-Hilyah dengan sanad shohih dan 
dishohihkan oleh Ibnu Hibban serta Al-Hakim. 

475 Muttafaq 'Alaih dari Anas. 

476 Fathul Bari (X/415-416). 

291 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

KEEMPAT: 
Bahaya Mundur Dari Perang 

Yang saya maksud mundur dari perang di sini adalah 
ketika kecintaan terhadap kemenangan itu terlalu kuat 
tertancap di dalam diri, sebagaimana tirman Alloh SWT: 

1« '**%.'•, i i - ^ » '. \* '. $ i - °. | , 
L-Uj$ r^J ^WI (j- J-^a-> ^J^- 1 c£ J^'J 

Artinya: "Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu sukai (yaitu) 
pertolongan dari Alloh dan kemenangan yang dekat 
(waktunya) ..." 477 

Cinta kemenangan ini terkadang berbalik menjadi 
musibah yang menjadikan seorang muslim mengundurkan 
diri dari turut andil dalam peperangan-peperangan tahap 
pertama atau pertengahan karena takut akan terbunuh dan 
tidak hidup untuk bisa melihat hari kemenangan yang pasti 
akan datang. Ini termasuk kebodohan terhadap hakikat 
kewajibannya. 

Seorang muslim diperintahkan berjihad secara syar'i 
dan bukan untuk mewujudkan kemenangan yang sudah 
pasti akan datang, sama saja apakah kemenangan itu 
tercapai melalui tangannya atau melalui tangan saudara- 
saudaranya atau anak-anaknya, berarti ia telah 
melaksanakan kewajiban dia berjihad dan Insya Alloh 
pahalanya ada di sisi Alloh. Alloh SWT bertirman: 



477 QS. As-Shoff:13 

292 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

"••'• •*. ° 1 1 ■* £ •' s> < * * , ii 1(1« i - t ••"' ° ' ■* • ' ° 
033 t-Jjiul 4^jOJ aj 4jjujjj Aill ^1) Ij^l^-a Ajjj j-a r- jaj j-aj 

' ~ & '<• . . z ^ 

i. | T ' j^ J> ° f - •• ^ 

aJJl ^^^jc e jj>I AJV$ 

Artinya: "Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud 
berhijrah kepada Alloh dan Rosul-Nya, kemudian kematian 
menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka 
sungguh telah tetap pahalanya di sisi Alloh. . . " 478 



Ini dalam usaha berhijrah yang hukumnya wajib: 
"Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah...", 
kemudian ia belum sempat sampai kepada tujuannya, tapi 
keburu dijemput kematian, meski demikian pahalanya telah 
ada di sisi Alloh. 

Saya akan lebih perjelas keterangan saya: 

Firman Alloh SWT: 

Vj «*Jjl (_W^ cg& 4 i^aAJa Vj L-iLaJ Vj l-aia M JlXxaj V £>$&} ^'^ 

4j IgJ C u£ V] ^UJ J«iC- j-a (JJJ^ Vj jtaSjl Hjirj liLja jjiLj 

S jJjuLa AJiaJ jjjaijj Vj jjuo^all j^.1 * J > >ij V *&l jj ^cJU-^a (J-aC 

La jlAl Alll a^J jaai i^ S^ V) IjjIj (Jja-LSj Vj SjjjS", Vj 

' ' ' -» . ' > - 

jjla*j Ijjls 

Artinya: "Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa 
kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Alloh. Dan tidak 
(pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah 
orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada 
musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang 
demikian itu suatu amal sholeh. Sesungguhnya Alloh tidak 
menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, dan mereka 



478 QS. An-Nisa':100 

293 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

tidak menafkahkan suatu najkah yang kecil dan tidak (pula) yang 
besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi 
mereka (amal sholeh pula), karena Alloh akan memberi balasan 
kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah 
mereka kerjakan. " 479 

Ayat ini tidak menyisakan satu kepayahanpun yang 
dilakukan seorang muslim dalam rangka jihad yang ia 
lancarkan kepada musuh-musuh Alloh melainkan telah 
ditetapkan sebagai amal sholeh yang pelakunya diberi 
pahala, di sana tidak disyaratkan target dan kemenangan 
harus tercapai. 

Sebagai keterangan tambahan, perlu diketahui bahwa 
orang yang berjihad dan tidak sempat memperoleh 
ghonimah atau kemenangan, itu lebih besar pahalanya di sisi 
Alloh SWT daripada orang yang mendapatkan ghonimah 
dan kemenangan. Ini disimpulkan dari sabda Rosululloh 
SAW: 

^gAi IjK» l ^3 IjjL^ XI aWij aJxJ& JJ*-J "uj^ jl 'SjLc- (j-° >-« 
lAjj^.l aJ V) c_iU^aJj Jjiisj ^J- 1 "" J' ^ijr^' U' ^J A^ JJ? 1 ' 

Artinya: "Tidak ada satu ghozwah atau sariyyah yang dilakukan 
kemudian mereka mendapatkan ghonimah dan mereka selamat 
melainkan mereka telah segerakan sepertiga pahala mereka. Dan 
tidaklah satu ghozwah atau sariyyah yang tanpa membawa apa-apa 
atau terluka, melainkan disempurnakan pahala mereka. " 480 

Yang semisal dari hadits Khobbab bin Al-Arts ra., ia 
berkata: 



479 QS. At-Taubah:120-121 

480 HR. Muslim dari 'Abdulloh bin 'Amru. 



294 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

^Uu A\\ 4j*j (jjiAJjj aLjjj 4_iic A)j! ^lt^i AJjl (Jj-ujj x-a LjjaIa 
ii^la Uj>JJ ej^.! (j-a U^Lj A^J <-— iLa (j-a \_La3 CAJjl ^^lc Ujj*.! A^J^ 
LgJ 1 ij hr. !J! u_\3 ej-aJ ^JJJj J---! >JJ (JJ3 (4$, JJy-C- ^jj t j» >.o,n 
ajjI (Jj-ujj uj-ali c4_uj!j Ijj 4jjj>J ^ *ijJ— >rv IJIj e^->j -Ijjj 4_uj!j 
(j-a IjJ-jJ AjJAJ /5JC <Jx_!Uj Ajjj! j ,_laJu (jl aJjjjj 4_llc -Ull ^U^i 

^g OgJ j^_- 4jj_aJ AJ ujjuj! ^j-a liaj 1 j_kJV! 

Artinya: "Kami berhijrah bersama Rosululloh SAW karena 
mencari wajah Alloh SWT maka pahala kami ada di sisi Alloh, 
diantara kami ada yang meninggal dan belum sempat memakan 
pahalanya sedikitpun, diantara mereka adalah Mush'ab bin Umair 
ra., ia terbunuh ketika perang Uhud dan beliau hanya 
meninggalkan sebuah namiroh sehingga apabila kami menutup 
kepalanya, kedua kakinya kelihatan. Dan jika kami menutup kedua 
kakinya, kepalanya kelihatan. Akhirnya Rosululloh SAW 
memerintahkan agar kami menutup kepalanya dan meletakkan 
pada kakinya sedikit "Idzkhir" diantara kami juga ada yang buah- 
buahannya matang lalu ia memetiknya. 481 " 482 

Inilah terakhir penjelasan dari saya dalam masalah 
kesyahidan. 



481 Aina'at artinya: matang. Yuhdzibuha artinya memetiknya. Ini adalah 
kata kiasan terhadap dunia yang Alloh bukakan untuk mereka dan 
mereka berhasil menguasainya. Dan keterangan hadits Abdulloh bin 
Amru serta hadits Khobbab telah kami kemukakan, dan keduanya 
adalah nash yang cukup jelas dalam menjelaskan maksud ini. 

482 Muttafaq 'Alaih. 

295 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



r 



"X 



V 



PANDUAN KEDUAPULUH 

Pertolongan (Kemenangan) 
Semata-mata Hanya Dari Alloh 



J 



Alloh SWT berfirman: 



jjj 



li\ AJC j-0 V) J>'<Vl\l 1-OJ 



Artinya: "Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Alloh. . . " 483 

Ayat ini mencakup ungkapan yang menggunakan 
cara hashr (pembatasan) yang diikuti istisna' (pengecualian), 
yang itu menunjukkan pembatasan bahwa kemenangan 
hanya tergantung kepada Alloh saja. 

Kemenangan memang akan datang dengan izin Alloh 
SWT satu-satu-Nya dan tidak ada sekutu bagi-Nya, bukan 
lantaran jumlah atau sarana, kecuali hanya kalau Alloh 
menghendaki. 

Ketika makna ini hilang dari sebagian kaum muslimin 
di saat perang Hunain dan mereka merasa bangga dengan 
banyaknya jumlah mereka, yang terjadi adalah kekalahan, 
ini agar mereka tahu bahwa jumlah dan perlengkapan itu 
tidak memberikan manfaat sedikitpun kecuali atas izin 
Alloh. 



483 QS. Ali Imron:126 dan Al-Anfal:10 

296 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Alloh SWT berfirman: 

lla ~£jj!j£ °?S"\)-\r.\ jj (JJJ^ ^_°^J OJJJ^ (jialji ^ aSjI ^jl^aJ Jal 
^jjjj^j Alulj Xj' cIua j Uu (_pajVI **\3' r - CljaljJaj UIlI ASir. jsu 

■A lijj^. ujjlj j^j^l cs-^J ** 1 * j j- uj j cs - ^ 4'i'j'sui ^ 1 ! ujjl £-> 

jjjai^ii £i j-*. i^iijj ijjj^ jj^i s-^j ^jj-' 

Artinya: " Sesungguhnya Alloh telah menolong kamu (hai orang- 
orang mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan 
(ingatlah) peperangan Hunain, yaitu ketika kamu menjadi congkak 
karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak 
memberi manjaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu 
terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dan 
bercerai-berai. Kemudian Alloh memberi ketenangan kepada Rasul- 
Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Alloh telah 
menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Alloh 
menimpakan bencana kepada orang-orang yang kajir, dan demikian 
pembalasan kepada orang-orang yang kajir. " 484 

Di sini Alloh SWT mengingatkan mereka bahwa 
kemenangan mereka di banyak peperangan bukan karena 
jumlah banyak yang mereka banggakan ini, dan bahwa 
tatkala mereka merasa takjub dan condong kepada jumlah 
yang banyak, hal itu tidak bermantaat, maka Alloh 
kembalikan mereka kalah kepada urusan yang hilang dari 
sebagian mereka, urusan yang hilang itu adalah: 

Jh\ .iic qa Vj J>°«V'\I t-aj 

Artinya: "Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Alloh. . . " 

Yang semisal dengan ini adalah tirman Alloh SWT: 



484 QS. At-Taubah:25-26 

297 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

^JI JjjSIjI auI JjjIm ,J IjjsjI pJ JjS I jj i£J U Ijiil jjjjI 1$jIU 

5 Ujjjl SUaJI plia Ia3 aji.VI (j-a X^-j3j\ islikllj A'ij > >i jl (J-ajVI 

^Sjjc. Uj3 J\iu»ijj Uull Ulic. AJjjiu Ijjiuj VI Jjla VI Sj4-VI 

aj^aJ ^aa 6 j j uall *] JJ^ ^C5^ U^ C5^° ^'J H*^ ^J^ - * 3 - 3 ^J 

jUJI ,J Ua jI jjjjl ^gjlis Ijja^ jjjjI ^-j^-l ij i^l 

Artinya: "Hai orang-orang beriman, apakah sebabnya apabila 
dikatakan kepada kamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada 
jalan Alloh". kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu. 
Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti 
kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia 
(dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika 
kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Alloh akan 
menyiksa dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan 
kaum yang lain, dan tidak akan dapat memberi kemudharatan 
kepada-Nya sedikitpun. Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu. 
Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya 
Alloh telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir 
(musyrikin Mekkah) mengeluarkannya (dari Mekkah) sedang dia 
salah seseorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, " 

485 

Alloh SWT memerintahkan mereka untuk berperang 
serta mengingatkan dari sikap berpangku tangan, dan 
bahwasanya Alloh Maha Kuasa untuk mengganti mereka 
dengan kaum yang lain: 

" ...dan Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu. " 



485 QS. At-Taubah:38-40 

298 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Kemudian mengingatkan mereka tentang beberapa 
pengaruh kekuasaan-Nya, yaitu bahwasanya Alloh SWT 
menolong Rosul-Nya SAW — tanpa jumlah maupun 
peralatan — atas orang-orang kafir Mekkah ketika beliau 
hijroh. Maka Alloh kembalikan mereka kepada urusan 
pertama yang tak selayaknya hilang dari benak mereka, 
yaitu: 

Jh\ .lic QA V) j>°«Vi\l lij 

"Tidak ada kemenangan kecuali dari sisi Alloh. " 

Yang semisal dengan ini adalah tirman Alloh SWT: 

i^j *&! C^j t"'j^j i) i"n<ij Laj Ag SjS au! (j^Jj Aa jliaj Ala 

Artinya: "Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh 
mereka, akan tetapi Alloh yang membunuh mereka, dan bukan 
kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allohlah yang 
melempar. . . " 486 

Alloh SWT menisbatkan melempar kepada mereka: 
"Idz romaita..." (ketika engkau melempar) untuk peringatan 
akan wajibnya menempuh sebab, dan menisbatkan 
kelurusan serta ketepatan kepada diri-Nya SWT — : 

Ag Sj3 ajj! (j^Jj 

. . . akan tetapi Alloh yang membunuh mereka . . . 

^ <£ " 

. . . tetapi Alloh-lah yang melempar. . . 

Supaya Alloh SWT terangkan bahwa kemenangan itu 
semata-mata dari-Nya saja, tau£ik itu hanya dari-Nya saja, 



486 QS. Al-Anfal:7 

299 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

bukan dikarenakan sebab, karena sebab itu meskipun 
wajib namun ia sendiri tidak memberikan manfaat 
sedikitpun. 

Bagi kita, di sini ada dua peringatan: 

Pertama: Jika kemenangan itu semata-mata adalah 
dari Alloh saja, maka apa yang ada di sisi Alloh SWT 
tidaklah bisa diambil kecuali dengan menempuh sebab yang 
Dia syari'atkan dalam hal ini. 

Di awal pembahasan Ydad Imani sudah kita sebutkan 
bahwasanya Alloh SWT telah menjamin akan menolong 
kaum mukminin yang menolong agama-Nya, Alloh SWT 
berfirman: 

Qiiajiul jL*aJ \ nlr. liLk (jl^j 

Artinya: "Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang 
yang beriman." 487 

Alloh SWT juga berhrman: 

Qliajiu! j^aJ \ \)\c liLk (jlSj 

Artinya: "Dan Alloh pasti akan menolong orang yang menolong 
(agama)-Nya." 488 

Di sana juga saya sebutkan bahwasanya ada dua jenis 
I'dad (persiapan, latihan) yang harus dipenuhi (yaitu I'dad 
iman dan fisik) yang merupakan syarat tercapainya 
kemenangan, maknanya adalah mencurahkan semua 
kemampuan dan bekerja keras dalam rangka berdakwah 
disertai kesabaran yang terus menerus. 



487 QS. Ar-Ruum:47 

488 QS. Al-Hajj:40 

300 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Dari sini saya ingin mengingatkan orang-orang yang 
lalai, yang hanya berpangku tangan dan malas, yang 
mengangankan kepada Alloh untuk mendapatkan 
kemenangan sementara mereka tidak mau menolong 
agama-Nya sedikitpun, saya juga ingin ingatkan orang- 
orang menyimpang, yaitu yang terjun dalam perjuangan 
Islam namun tidak mau menempuh jalan jihad yang 
sekarang hukumnya sudah tardhu 'ain dan mereka tidak 
mau mengambil sebab-sebab yang Alloh syari'atkan dalam 
menolong diin ini, saya ingatkan bahwa Alloh SWT 

bertirman: 

-- l^ -- t 

Agj» >>i (jl£ i^illjli {jAyA J&J l^jir >n L^J ,_xjjjj ej__ _M -<ljl _>*J 

I jj__u_<a 

Artinya: "Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat 
dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia 
adalah mu'min, maka mereka itu adalah orang-orang yang 
usahanya dibalasi dengan baik. " 489 

Peringatan Kedua: Untuk mereka yang putus asa dari 
rahmat Alloh, yang putus asa dengan menyangsikan bahwa 
kaum muslimin bisa bangkit kembali dari kehinaan dan 
kerendahan yang kini mereka alami, mereka yang putus asa 
kalau kaum muslimin akan berkuasa kembali di muka bumi 
dengan jalan perlawanan militer menaklukkan kekuatan 
kafir dunia yang mengintai mereka. Anda lihat ada dari 
mereka mengatakan: "Bagaimana sebuah negara akan tegak 
bagi kaum muslimin di mayoritas negara yang sekarang 
tunduk kepada Amerika dan Rusia?" 



489 QS. Al-Isro':19 

301 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Ia juga mengatakan: "Sesungguhnya negara-negara 
besar yang kafir itu menguasai sarana pangan dan 
persenjataan, menguasai rudal-rudal antar benua serta 
senjata-senjata yang menjulang ke langit untuk 
mengendalikan siapa saja yang tidak mau menuruti kata 
mereka." 

Ia juga mengatakan: "Perangkat intelejen di seluruh 
dunia dan satelit-satelit buatan mereka di angkasa bisa 
mendeteksi semua gerakan bahkan bisikan sekalipun, 
bagaimana mungkin kita akan bergerak melakukan operasi 
jihad, mereka pasti akan menghancurkan operasi jihad 
apapun ketika baru muncul?" 

Ia juga mengatakan: "Apa bisa sebuah negara akan 
tegak bagi kaum muslimin sementara sistem keuangan 
internasional dan sistem kapital dunia mampu 
menghancurkan perekonomian negara manapun hanya 
dalam beberapa saat?" 

Banyak lagi perkataan yang itu menjadikan kaum 
muslimin mandek serta lemah dan memaksa mereka pasrah 
dengan realita yang ada. Yang menyedihkan, ungkapan- 
ungkapan melemahkan semangat ini disebarkan oleh 
mereka yang terjun dalam dakwah Islam zaman sekarang. 
Oleh karena itu, kedudukan mereka tidaklah asing di sisi 
para thoghut dan berbagai kekuatan kafir. 

Adapun kami, kami katakan: 

Sesungguhnya orang yang menyangka bahwa 
kekuatan global dunia dengan berbagai kekuatannya itu bisa 
lenyap tanpa tegaknya sebuah negara Islam bagi kaum 
muslimin, baik secara nyata maupun secara makna, maka 
ia telah sesat dengan kesesatan yang nyata, bahkan ia 

302 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

mendustakan ayat-ayat Alloh SWT serta terhadap janji-Nya 
yang pasti benar. 

Alloh SWT bertirman: 

jjjaliLll ijall VI <&l rjj iy* Ly*£ V 4j) 

Artinya: " Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Alloh, 
melainkan kaum yang kafir. " 490 

Dan juga bertirman: 

<*3j| .IJC QA Vj j'<Vl\l U»J 

Artinya: "Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Alloh. . . " 491 

Kemenangan itu bukan di tangan Amerika atau Rusia, 
Alloh SWT telah bertirman: 

4J <J%ji ^3 liluiJaJ Laj l^J t^LuJaJa !>l9 4-a^.j ^j-a ^jjoliiJ Alll ^USJ La 

e-JJU (j-a 

Artinya: "Apa saja yang Alloh anugerahkan kepada manusia 
berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat 
menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Alloh maka tidak ada 
seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu..." 

492 

Sampai setingkat apapun kekuatan kufur 
internasional, ia tidak akan menentang takdir Alloh SWT, 
Alloh SWT bertirman: 

La a^J IjJclj (JJJAJU V A^J) lj'^ u " 'JJ" (_jj— li) (JjJuJAJ Vj 

- s S °. •'''! *' | 
6j3 (j-a .-> 1» hhnl 



490 QS. Yusuf:87 

491 QS. Ali Imron:126 dan Al-Anfal:10 

492 QS. Fathir:2 



303 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, 
bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Alloh). 
Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Alloh). Dan 
siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang 
kamu sanggupi. . . " 493 

Sungguh mereka tidak akan bisa melemahkan Robb 
kita, mereka tidak bisa lari dari takdir dan ketetapan-Nya, 
dan sesungguhnya Alloh bersama para wali-Nya yang 
beriman akan menjadi penolong atas musuh mereka. Alloh 
SWT bertirman: 

7usl\ ^^.Lk jiia ljViq'u>ri (jj (jjjaliHI jj£ (JAj^» <&\ q\j ASjJ 

iS»':. oAit- <>}••' , ■'■'• •■?- ° *'. i * f i> °\- »A'i * ° '. -*'• i > :..:• 'i, 
Liujj -Vi )fl Wir, ,gJ*J (jJj jju IjJjju (jjj ^Xl jjj*. j^3 Ijg m (jjj 

jjlLajiul x-a A)J| (jlj <Jljj!& jjj 

Artinya: "Itulah (karunia Alloh yang dilimpahkan kepadamu), 
dan sesungguhnya Alloh melemahkan tipu daya orang-orang yang 
kafir. Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, maka 
telah datang kepadamu; dan jika kamu berhenti; maka itulah yang 
lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali 
(pula); dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat 
menolak dari kamu sesuatu bahayapun, biarpun dia banyak dan 
sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang beriman. " 494 

Alloh SWT juga bertirman: 

$ J> V (JJjMi! <jf j I jlil (jj^ll J> M ch && 

Artinya: "Yang demikian itu karena sesungguhnya Alloh adalah 
pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya 
orang-orang kafir itu tiada mempunyai pelindung. " 495 

493 QS. Al-Anfal:59-60 

494 QS. Al-Anfal:18-19 

495 QS. Muhammad:ll 

304 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Alloh sebagai pelindung kita, Dzat yang Maha Agung 
kekuasaan-Nya, memerintahkan kita untuk mempersiapkan 
kekuatan semampu kita, inilah kewajiban dan pekerjaan 
kita. Kemudian Alloh SWT telah jamin akan memberikan 
pertolongan kepada kita, Dia bertirman kepada nabi-Nya: 

4 >>io-n i."\n y \ im Cluulj ciililc (JggTun^ JjiJlj 't*JJ*J a&Jc-Ij 

Artinya: "Berperanglah, Kami akan berperang bersamamu. 
Berinfaklah, Kami akan berinjak untukmu. Kirimlah pasukan, 
Kami akan kirim lima kali lipatnya." 

Sebagaimana Alloh SWT juga jamin akan 
menghinakan kaum kafir, Alloh SWT bertirman: 

(JjjaliJl Jj^ <jA j^ M <jjj £fbi 

Artinya: "Itulah (karunia Alloh yang dilimpahkan kepadamu), 

dan sesungguhnya Alloh melemahkan tipu daya orang-orang yang 
kafir."^e 

Alloh SWT juga berrirman: 

U)».r>i (jl£ £)\ LjjuJjI jjp (jj (jlLluJl ^Uijl I jljlls 

Artinya: " ...sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena 
sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. " 497 

Alloh SWT juga jamin akan menolong kita, Dia 
bertirman: 



496 QS. Al-Anfal:18 

497 QS. An-Nisa':76 

305 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Artinya: "Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) 
yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat 
menguasainya yang sungguh Alloh telah menentukan-Nya. Dan 
Alloh adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu." 498 

Sesungguhnya orang-orang yang takut dengan 
pasukan dan balatentara orang-orang kafir, mereka 
melupakan tirman Alloh SWT: 

\ %f\~\ \jijc _Ull (ju_j (J^J^Ij _--ljl-<--_-l ._j-_> aJJj 

Artinya: "Dan kepunyaan Alloh-lah tentara langit dan bumi. Dan 
Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." 4 " 

Dan orang-orang yang merasa ngeri dengan harta dan 
kekuasaan orang kafir, mereka telah lupa akan tirman Alloh 
SWT: 

9 ' ° ^ * it * S b > ' ' ? 

ujiS^j ^ (jfon<ul (j^jj u-^j^lj cjIjIauJI (jjl j_- ajjj 

Artinya: "Padahal kepunyaan Alloh-lah perbendaharaan langit 
dan bumi, tetapi orang-orang munajik itu tidak memahami. " 500 

Dan sesungguhnya orang-orang yang merasa ngeri 
dengan benteng dan peralatan-peralatan tempur orang kafir, 
mereka telah melupakan firman Alloh: 

ol \. » - ° tt | o-" \'..\'- i | ' <>■» * * * 3> i' .1 , <>■» *| | i'\. - 

\\ t. ij^> Q,a _0J| aAuLS _0Jl qa i^Jji^. a^_a_lUa a^_ll Ijikaj 

cS^J ffc&34 ^J^ UJ^J^ ^J-» f^j^ g?- 9 <-*•*_» > j. 1 t ' 1 ^J 

j\____uVI ^jIU ljjf_cli (j;lLaji_ll 

Artinya: "...dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng 
mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Alloh; 



498 QS. Al-Fath:21 

499 QS. Al-Fath:7 

500 QS. Al-Munafiqun:7 



306 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

maka Alloh mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah 
yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Alloh mencampakkan 
ketakutan ke dalam hati mereka dengan tangan mereka sendiri dan 
tangan orang-orang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk 
menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan. " 

501 

Mereka juga melupakan rirman Alloh SWT: 

** *" ? > ^ "*? * ^ ** ** " % ^ " -i>*"°^ * ^"* -*.* 

^Jaji f£ijjlj tLja UJJ^J UJ&^ ^J* S-^J^ f^J^ 

JJ-iS ejgjui U^ ^^JC Alll (jlSj t&jilaJ ll ILiajlj a^JIjJoIj ^aA jUjj 

Artinya: "Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani 
Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu 
dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke 
dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan 
sebahagian yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepada 
kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda merka, dan 
(begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Alloh 
Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. " 502 

Dan sesungguhnya orang-orang yang ditakutkan oleh 
intelejen orang-orang kafir, mereka telah melupakan rirman 
Alloh SWT: 

(jjjiliLSlj aJAJa auI j 

Artinya: "Dan Alloh meliputi orang-orang yang kafir. " 503 
Serta rirman Alloh SWT: 



501 QS. Al-Hasyr:2 

502 QS. Al-Ahzab:26-27 

503 QS. Al-Baqoroh:19 

307 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

?_a £_-_ (J— J aJJI jl^j 

Artinya: "...dan adalah (pengetahuan) Alloh Maha Meliputi 
segala sesuatu." 504 

Juga rirman Alloh SWT: 

J"|J^> <n jjLwu LaJ Alllj 

Artinya: "Dan Alloh meliputi apa yang mereka kerjakan. " 505 

Padahal dulu, Abu Tholib dengan kekuturan yang 
ada dalam dirinya, ia lebih mengetahui tentang Alloh dan 
kekuasaan-Nya daripada orang-orang itu. Itu di kala ia 
mengatakan kepada Abrohah: "Sesungguhnya Ka'bah itu 
memiliki Robb yang akan melindunginya." Dan ketika 
pasukan Abrohah hancur dengan burung-burung yang 
datang berbondong-bondong, sebagian mereka lari, lalu 
penunjuk jalan mereka mengatakan: 

c_juji (jjojJ l_ij___i *j&\j e_Ji__i Ajyij ji~J! (jji 

Artinya: "Ke mana tempat berlari sementara Tuhan yang 
memburu? Sedangkan Al-Asyrom 506 kalah dan bukan yang 
menang. " 

Alloh SWT bertirman: 

J___l 1^J3 Ijjj__ £k&\ _i Ijiia _yjj| J_jVI _J- 0°^l£j 
jI__Ja11jJ _ Lj jl L—llic- J_J_J _ Lj A^JIC ^U^I^ 

Artinya: "Dan fcanm Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak 
(tentara yang banyak), yang berbuat sewenang-wenang dalam 



504 QS. An-Nisa':126 

505 QS. Al-Anfal:47 

506 Al-Asyrom dalam Abrahah. (Siroh Ibnu Hisyam 1/33-35). 

308 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

negerinya, lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu, 
karena itu Robbmu menimpakan kepada mereka cemeti azab, 
sesungguhnya Robbmu benar-benar mengawasi. " 507 

Berapa banyak anak lelaki Bani Isroil yang dibunuh 
Fir'aun karena khawatir terhadap diri dan kekuasaannya. 
Kemudian di dalam rumahnya sendiri ia mendidik orang 
yang kelak akan menghancurkannya. Sikap hati-hati 
tidaklah bermanraat terhadap takdir Alloh, sedangkan Alloh 
Maha meliputi di belakang mereka, Alloh SWT bertirman: 

^jjjdau ^ (JjoUjI j!&I (j^JJ ej^l ^s - ^ 4-u^c- '<&\j 

Artinya: "Dan Alloh berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi 
kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. " 508 

Alloh SWT juga berrirman: 

jj jc (^jS 'Jh\ jl ^^Iajjjj ul jjlc-V ^il C u£ 

Artinya: "Alloh telah menetapkan: "Aku dan rosul-rosul-Ku pasti 
menang." Sesungguhnya Alloh Maha Kuat lagi Maha Perkasa." 

509 

Sesungguhnya benteng-benteng orang kafir itu tidak 
akan menghalangi Alloh, sesungguhnya pasukan-pasukan 
bersama keganasannya itu tidak memberikan mantaat, dan 
harta-harta yang mereka miliki tidak akan menolong, dan 
sesungguhnya makar dan tipu daya itu tidak akan bisa 
menolak (kekuasaan-Nya. Alloh SWT bertirman: 



507 QS. Al-Fajr:10-14 

508 QS. Yusuf:21 

509 QS. Al-Mujadilah:21 



309 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

(jl£ t \fs jiaJli jjj*_kij V ,aAj ljfLa UjfLaj ljfLa ljjfLaj 
LaJ 4jjLk ^gJjJJ i^ilia JJjla^J I^-ajSj aAUjij ljl aA jf^a Ajiilc. 

jj-aI*J ^jsl AjV ^ J ^ jj I J^ik 

Artinya: "Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh- 
sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka 
tidak menyadari. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat 
makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan 
kaum mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam 
keadaan runtuh disebabkan kezhaliman mereka. Sesungguhnya 
pada demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang 
mengetahui." 510 

Kemudian saya ingatkan, kegagalan kita terletak pada 
diri kita sendiri, 

giuAl j-a3 AjJjuj J-a liLU^al Laj 

Artinya: " ...dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari 
(kesalahan) dirimu sendiri. " 511 

Sedangkan perubahan itu haruslah dimulai dari 
pangkalnya, Alloh SWT bertirman: 

M \ - I **' * * - °'" \ - >*''* V» '* I * I 
Ag ui<hU Ua I jjjju ^j-l^. jajSJ Ua JJJU 2 <*JJI (jj 

Artinya: " Sesungguhnya Alloh tidak merubah keadaan suatu 
kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka 
sendiri." 512 

Sesungguhnya Alloh SWT menguasakan orang kafir 
atas kita tak lain karena maksiat yang kita lakukan, 



510 QS. An-Naml:50-52 

511 QS. An-Nisa':47 

512 QS. Ar-Ro'd:ll 

310 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

sebagaimana Alloh telah kuasakan orang-orang kafir majusi 
atas Bani Isroil tatakala mereka melakukan perbuatan yang 
dimurkai Alloh, Alloh SWT bertirman: 

Vj«i-a IS&j <jl£j J^l <$&*■ I J^4^ 

Artinya: "...lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan 
itulah ketetapan yang pasti terlaksana. " 513 



Dalam perubahan dan perbaikan, kita harus 
memenuhi tiga perkara: Manhaj (konsep Islam) yang benar, 
jujur dalam mengikuti manhaj tersebut serta mengikhlaskan 
niat dalam semua ini. 

Saya sudah berusaha menerangkan beberapa prinsip 
dari manhaj yang benar ini — sesuai pengetahuan saya dan 
hanya Alloh Ta'ala-lah yang Mahatahu — di dalam risalah 
ini (risalah Al-'Umdah, penerj.) sebagaimana saya juga 
menyebutkannya di dalam Ushulul 1'tishom bil Kitab was 
Sunnah/prinsip-prinsip berpegang teguh kepada Al-Quran dan 
Sunnah (konsep Islam menurut Ahlus Sunnah wal Jama'ah), 
juga dalam Ma'alim Asasiyyah fil Jihad (prinsip-prinsip dalam 
jihad, yang sekarang ada di tangan pembaca, penerj.) 

Saya kira ini, Alloh SWT bertirman: 

jl^iuuVI £j9J £jJj ljj-ul SUjvJI /ai Ijial (jJ-ulj uluij jj^aiil Ul 

Artinya: " Sesungguhnya Kami menolong rosul-rosul Kami dan 
orang-orang yang beriman pada kehidupan dunia dan pada hari 
berdirinya saksi (hari kiamat), " 5U 



513 QS. Al-Isro':5 

514 QS. Ghotir (Al-Mukmin):51 



311 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Ini adalah janji yang benar serta tidak ada keraguan di 
dalamnya. 

Alloh SWT bertirman: 

" • ° .* tt ° ^ ** ^ 1 *" ° ^ * I 

Artinya: " Sesungguhnya rahmat Alloh amat dekat kepada orang- 
orang yang berbuat baik. " 515 



515 QS. Al-A'rof:56 

312 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 



DAFTAR ISI 



Pengantar penerjemah 


2 


PANDUAN FIKIH JIHAD 


5 


Panduan pertama 


12 


Panduan kedua 


15 


Panduan ketiga : 




Hakikat Permusuhan Mukmin Kafir 


22 


Panduan keempat : 




Berkuasanya Orang Kafir Atas Orang Beriman 


26 


Panduan kelima : 




Perintah Melawan Orang Kafir Yang Menguasai 




Orang Beriman 


40 


Panduan keenam : 




Macam-macam Jihad 


57 


Panduan ketujuh : 




Kondisi Yang menyebabkan Jihad Fardhu ' Ain 


74 


Panduan kedelapan : 




Hukum Tadrib (Latihan Militer) Bagi Umat 




Islam 


79 


Panduan kesembilan : 




Karaktek Dienul Islam 


82 


Panduan kesepuluh : 




Jihad dan I'dad Tidak Boleh Berhenti 


86 


Panduan kesebelas : 




Tentang Hijrah 


94 


Panduan keduabelas : 




Hakikat Persaudaraan Sesama Muslim 


105 


Panduan ketigabelas : 




Kewajiban Memerangi Musuh Terdekat 


117 


Panduan keempatbelas : 


121 



313 



Panduan Fikih Jihad Fii Sabiilillah 

Mendahulukan Memerangi Kafir Murtad 

Panduan kelimabelas : 

Memerangi Penguasa Yang Menolak Syariat 

Islam 124 

Panduan keenambelas : 

Thoghut Hidup Lebih Bahaya Daripada Thogut 

Mati 218 

Panduan ketujuhbelas : 

Kekuatan Islam Hanya Terbentuk Dengan 

Wala' (Kesetiaan) Antar Sesama Muslim 224 

Panduan kedelapanbelas : 

Perang Adalah Tipudaya 239 

Panduan kesembilanbelas : 

Idzhaarud Din (Memenangkan Islam), tujuan 

Utama Jihad 275 

Panduan keduapuluh : 

Hakikat Kemenangan 305 



314 



Ibnu Taimiyah berkata: 

"Agama ini tidak akan tegak 

melainkan dengan Al-Qur'an, 

keadilan dan besi; Qur'an 

sebagai petunjuk dan besi 

sebagai pembelanya". 

Majmu' Fatawa (35/36) 



Q